Tanpa Duo Pilar Belakang, Aji Siapkan Rotasi Lawan Persela

Bagas, Hanif dan Hendro Siswanto. (deny)

MALANGVOICE – Arema FC dipastikan tak akan diperkuat dua bek tangguh, Arthur Cunha dan Bagas Adi Nugraha saat bertamu ke Stadion Surajaya, markas Persela Lamongan, Minggu (21/5).

Kepastian itu didapat ketika tim pelatih tak memasukkan dua bek itu dalam daftar 20 pemain yang dibawa ke Lamongan.

Sebagai gantinya, Oky Derry dimasukkan dalam list sebagai pelapis di lini belakang selain Jad Noureddine dan Junda Irawan.

Dengan begitu, pelatih Aji Santoso harus memutar otak untuk melakukan rotasi pemain untuk mengisi kekosongan itu. Selama persiapan di Malang, pelatih 47 tahun itu sudah mencoba beberapa formasi di lini belakang. “Kami akan mencari alternatif yang pas. Karena duet lini belakang tidak bisa bermain secara bersamaan,” katanya.

Selain Bagas dan Arthur, gelandang bertahan Singo Edan, Ahmad Bustomi juga tak dibawa tour ke Lamongan. Cimot, sapaan akrab pemain asli Malang itu menderita tifus. Sehingga Bustomi terpaksa harus beristirahat total demi memulihakn kondisinya.

Berikut nama pemain yang dibawa ke Lamongan.

Kurnia Meiga, Dwi Kuswanto, Jad Noureddine, Junda Irawan, Johan Ahmat Farizi, Syaiful Indra, Beni Wahyudi, Oky Derry Andrian, Adam Alis, Hendro Siswanto, Hanif Sjahbandi, M. Rafli, Dendi Santoso, Sunarto, Nasir, Esteban Vizcarra, Juan Pablo Pino, Andrianto, Dedik Setiawan, Cristian Gonzales.

BNN Kota Malang

Aji Mengaku Kantongi Kekuatan Persela

Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (deny)
Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (deny)

MALANGVOICE – Pelatih Arema FC, Aji Santoso, menilai lawan selanjutnya di Liga 1, Minggu (21/5) nanti sangat berbahaya. Persela Lamongan dinilai sangat bagus dan berkualitas.

Aji sendiri pernah menukangi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu di ISC 2016, sebelum dipinang Singo Edan untuk mengarungi kompetisi Liga 1. Selama menjadi pelatih Persela, banyak yang sudah diketahui Aji.

“Yang jelas saya tahu kualitasnya. Sekarang lebih bagus dibanding dulu,” katanya.

Dari segi pemain, Aji juga tak anggap remeh. Ada pemain berkelas seperti Samsul Arif dan Sadil Ramdani yang bisa membahayakan lawan. Akan tetapi, pria 47 tahun itu optimis anak-anak Singo Edan bisa mendapat poin di Stadion Surajaya, Lamongan.

“Mereka punya pemain asing dan marquee player berkualitas juga. Tapi tetap saya targetkan dapat poin di sana,” tukasnya.

BNN Kota Malang

Lawan Persela Lamongan, Aji Minta Pemain Singo Edan Lebih Kreatif

Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (deny)
Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (deny)

MALANGVOICE – Lawan Persela Lamongan di lanjutan pekan ke-tujuh Liga 1, Minggu (21/5) mendatang, tim Arema FC terus berbenah.

Pembenahan tim dilakukan setelah hanya mampu meraih satu poin di kandang sendiri saat melawan Madura United pekan lalu. Pelatih Arema FC, Aji Santoso menyebut setiap tim lawan sudah mengetahui kekuatan Singo Edan.

Ia memberi contoh ketika ditahan imbang 1-1 Madura United, pergerakan Esteban Vizcarra dan Cristian Gonzales tidak leluasa. Otomatis peran kedua pemain itu tidak optimal selama pertandingan.

“Vizcarra tidak leluasa membuat kreasi serangan karena memang setiap pertandingan dia jadi fokus lawan,” ujarnya.

Karena itu, guna mengantisipasi hal sama ketika bertamu ke Stadion Surajaya, Lamongan, Aji meminta pemain lain untuk bisa kreatif mengatur serangan.

“Kalau sudah seperti itu, pemain lain harus kreatif. Improvisasi pemain sangat penting untuk membantu tim,” tambahnya lagi.

Selain itu, tim Singo Edan kini dilanda minim bek setelah Bagas Adi Nugraha dan Arthur Cunha mengalami sedikit masalah. Dua pemain itu diistirahatkan agar bisa kembali ke lapangan secepatnya.

“Intinya lawan Lamongan ini penting, saya tergetkan minimal bisa dapat poin,” tandasnya.

Arema kini menghuni peringkat 4 klasemen sementara dengan raihan 11 poin di Liga 1. Sementara posisi puncak dihuni PSM Makassar dengan koleksi 13 poin.

BNN Kota Malang

Ditahan Imbang Madura United, Arema FC Evaluasi

Arema FC melawan Madura United. (deny)
Arema FC melawan Madura United. (deny)

MALANGVOICE – Hasil imbang yang didapat Arema FC setelah ditahan Madura United 1-1 di pekan ke-enam Liga 1, Minggu (14/5) kemarin segera dievaluasi Singo Edan.

Padahal skuat arahan Aji Santoso itu menargetkan tiga poin karena bermain di kandang sendiri.

Menurut Aji, gol dari Madura United berawal dari hasil kemelut di depan gawang Kurnia Meiga. Akan tetapi, Dane Milovanovic tak dijaga ketat bek Arema sehingga dengan mudah menceploskan bola dan unggul lebih dulu.

Untungnya, Singo Edan bisa membalas gol lewat sepakan penalti Cristian Gonzales. “Memang dia tak dijaga bek Arema sehingga gol terjadi. Kami akan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” kata Aji.

Selanjutnya Arema FC akan melawan Persela Lamongan di pekan ke-tujuh Liga 1 pada Minggu (21/5) mendatang.

“Intinya anak-anak sudah main luar biasa. Lawan Persela nanti harus kembali dalam keadaan normal dan lebih baik lagi,” tutupnya.

BNN Kota Malang

Gol Penalti Cristian Gonzales Selamatkan Singo Edan dari Kekalahan

Arema FC vs Madura United. (deny)

MALANGVOICE – Arema FC gagal meraih poin penuh kala ditahan imbang Madura United di lanjutan pekan ke-enam Liga 1, Minggu (14/5) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Bertindak sebagai tuan rumah, Arema justru kebobolan lebih dulu di menit 53 lewat sundulan Dane Milovanovic sebelum dibalas Cristian Gonzales di menit 69 lewat sepakam penalti.

Secara keseluruhan, permainan kedua tim sangat menarik. Arema maupun Madura bermain saling menyerang sejak babak pertama. Akan tetapi 45 menit pertama tak ada gol tercipta dan berakhir 0-0.

Pertandingan baru menarik ketika memasuki babak kedua. Masing-masing pelatih memasukkan beberapa pemain baru guna menambah variasi serangan.

Madura United memimpin lebih dulu ketika ada kemelut di menit 53. Dane Milovanovic memanfaatkan peluang itu dan membuat Aremania di Stadion Kanjuruhan terdiam.

Tak ingin malu di hadapan pendukungnya sendiri, skuat Aji Santoso mulai berbenah. Hasilnya terbukti pada menit 69 kala pemain Madura United kedapatan handsball di dalam kotak penalti.

Wasit kemudian menunjuk titik putih sebagai hukuman. El Loco yang menjadi eksekutor tak menyiakan kesempatan itu dan menceploskan bola ke gawang Hery Prasetyo. Skor imbang 1-1.

Di sisa akhir babak kedua, Arema maupun Madura United tak mampu lagi mencetak gol dan berakhir imbang 1-1. Arema gagal meraih tiga poin dan kini mengoleksi 11 poin.

BNN Kota Malang

Arema FC 0-0 Madura United

Arema FC. (deny)

MALANGVOICE – Arema FC ditahan Madura United di babak pertama Liga 1, di Stadion Kanjuruhan, Minggu (14/5) malam.

Kedua tim tak mampu memanfaatkan beberapa peluang hingga 45 menit awal.

Di babak pertama, Arema yang menginginkan poin penuh usai takluk di pekan sebelumnya mencoba menekan lawan.

Hasilnya di menit 8, Esteban ​Vizcarra mendapat peluang dari sepakan jarak jauh, tapi bola masih melayang jauh di atas mistar lawan.

Gagal di percobaan pertama, Singo Edan terus menekan. Kali ini giliran Juan Pablo Pino tiga menit berselang. Namun sepakan pemain berlabel marquee player itu masih jauh dari sasaran.

Tim lawan bukannya tanpa peluang, beberapa kali kesempatan datang pada Laskar Sape Kerrab lewat Dane Milovanovic dan Peter Odemwingie, tapi usaha mereka belum menemui sasaran dan bisa digagalkan kiper Arema, Kurnia Meiga.

Pertandingan terus berlanjut dengan tensi sedang hingga 45 menit awal. Hasil skor 0-0 mengakhiri babak pertama.

BNN Kota Malang

Sempat Terhenti, Arema Indonesia Ditahan Imbang Mojosari Putra

Flare menyala di tribun utara Stadion Gajayana. (deny)

MALANGVOICE – Laga lanjutan Liga 3 antara Arema Indonesia melawan Mojosari Putra, diwarnai kericuhan, Minggu (14/5). Akibatnya, pertandingan yang digelar di Stadion Gajayana, harus terhenti beberapa saat.

Wasit Agung Setiawan menghentikan pertandingan di menit 60 karena suporter tidak bisa mengendalikan emosi sehingga menyalakan petasan dan dianggap membahayakan pemain. Aksi itu menyusul pelanggaran keras yang dilakukan pemain Mojosari Putra kepada pemain Arema Indonesia.

Suporter disinyalir tidak puas dengan kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah pada tim tamu. Bahkan sebagian suporter Singo Edan berusaha masuk ke dalam lapangan, namun bisa dicegah anggota polisi dan panitia pelaksana.

Selama 10 menit berhenti, kedua tim akhirnya kembali berlaga. Namun Arema harus bermain dengan 10 orang karena Maulana Arahman diganjar kartu merah wasit jelang bubaran pertandingan.

Akhirnya kedua tim harus puas berbagi satu angka karena pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Gol dicetak lebih dulu dari tim Mojosari Putra lewat tandukan Ryvaldo Ananda di menit 15 sebelum kemudian dibalas tim tuan rumah di menit 25 lewat aksi Khoirun Syaifudin.

Menanggapi hasil itu, pelatih Arema Indonesia, Torok Anjik, mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Wasit dinilai sangat menjatuhkan mental pemain dengan banyak peraturan yang merugikan.

“Kami dikerjai wasit. Harusnya tidak perlu diberhentikan karena itu semua mempengaruhi mental pemain,” kesalnya.

“Kalah menang itu hal biasa, tapi di Liga 3 ini bisa berkembang. Intinya saya kecewa hari ini,” tandasnya.

BNN Kota Malang