Pelatih Arema FC Inginkan Pino Cetak Gol

Juan Pablo Pino. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Pelatih Arema FC, Joko Susilo, meminta Juan Pablo Pino terus menunjukkan kemampuannya sebagai pemain berstatus marquee player.

Saat melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Rabu (23/8) malam nanti, Joko berharap Pino segera mencetak gol.

Betapa tidak, setelah dikontrak pada 17 April lalu, Pino belum menyumbang satu pun gol bagi Singo Edan. Penampilannya naik turun dan jarang menjadi starter sejak kepelatihan Aji Santoso.

Namun, beberapa pertandingan terakhir, Pino menyedot perhatian Aremania karena penampilannya yang meningkat drastis. Apalagi di pertandingan terakhir melawan Persiba Balikpapan, ia turut andil dalam gol Ahmad Bustomi dari sepakan bebasnya yang menatap tiang gawang.

“Pasti dan selalu kami motivasi dia untuk mencetak gol,” kata Gethuk, Rabu (23/8).

Saat melawan Barito Putera, mantan pemain AS Monaco itu diprediksi akan kembali diturunkan menjadi kreator serangan.(Der/Yei)

Arema Indonesia Luncurkan Logo di HUT ke-30

Skuat Arema Indonesia. (deny rahmawan)
Skuat Arema Indonesia. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Menginjak usia ke-30, tim Arema Indonesia merilis logo baru. Tim yang berulang tahun pada 11 Agustus nanti sekaligus mengangkat tema Will Never Die.

Setiap tahun, Arema selalu merayakan hari lahir dengan suka cita. Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan, mengatakan, di usia yang tua ini dijadikan instropeksi bahwa perjalanan Singo Edan pernah mengalami kejayaan dan keterpurukan.

Logo resmi HUT Arema. (Istimewa)
Logo resmi HUT Arema. (Istimewa)
“Tema Will Never Die kami kemas agar melahirkan semangat Arema dan Aremania unruk terus bangkit dan berjuang bersama,” ujarnya pada wartawan, Selasa (1/8).

Pada logo yang dirilis itu terdapat angka 30 sesuai usia Arema berwarna biru. Di dalamnya terdapat logo Singo Edan serta tulisan Will Never Die dan tanggal lahirnya Arema.

Menurut Nunun, sapaan akrabnya, logo itu memiliki arti tersendiri. Logo itu sengaja dipasang untuk menjaga orisinalitas yang dijaga betul manajemen.

“Logo itu menggambarkan semangat dan tekad bulat Arema Indonesia bersama Aremania yang tidak pernah padam dalam situasi dan kondisi apapun. Termasuk dalam kondis terpuruk sekalipun,” lanjutnya.

Logo itu didominasi warna biru sebagai warna khas tim kebanggaan Arek Malang ini. Di samping angka 30 terdapat kobaran api berwarna merah yang melambangkan logo Arema. Menurut Nunun, warna tersebut sengaja dipilih karena merupakan ciri khas biru Arema.

“Bisa diartikan warna itu melambangkan perdamaian, ketulusan dan keberanian dalam berjuang,” ia menandaskan.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Joko Susilo Beber Kunci Kemenangan Singo Edan

Pelatih Arema FC, Joko Susilo. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Laga tandang melawan Barito Putera berhasil dituntaskan Arema FC dengan kemenangan, Rabu (23/8) malam di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Meski sempat tertinggal satu gol, namun skuat Singo Edan berhasil unggul di babak ke dua dengan skor 1-2.

Pelatih Arema FC, Joko Susilo, mengaku kunci kemenangan itu karena para pemainnya sudah bekerja keras dan pantang menyerah sehingga mendapat hasil maksimal. “Pemain bekerja keras dan bermain dengan hati. Kami bersyukur atas apa yang kami raih,” katanya.

“Saya tahu kondisi pemain saya. Makanya sedikit hati-hati di babak pertama dan maksimalkan keadaan di babak ke dua,” ia menambahkan.

Gethuk sapaan akrabnya, menjelaskan kemenangan itu juga berkat dukungan Aremania yang datang di stadion. Hal itu membuat para pemain lebih bersemangat. “Terima kasih juga para pendukung di stadion cukup banyak. Sehingga kami bisa memenangkan pertandingan,” tandasnya.

Kini skuat Arema FC sudah bertolak dari Banjarmasin dan mempersiapkan diri dalam laga lanjutan Liga 1 melawan PSM Makassar.(Der/Yei)

Bangkit, Singo Edan Tuntaskan Perlawanan Barito Putera

Juan Pablo Pino berebut bola dengan lawan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Berstatus tim tamu, Arema FC mampu mengalahkan perlawanan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Rabu (23/8) malam dalam lanjutan putaran kedua Liga 1.

Meski sempat unggul babak pertama, Barito tak mampu menahan gempuran Singo Edan sehingga dibalas dua gol di babak kedua.

Barito Putera memimpin pada menit 42 lewat kaki Douglas Packer. Ia memperdaya Junda Irawan dan menyontekkan bola tepat di pojok bawah kiri gawang Kurnia Meiga. Skor bagi tuan rumah 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak ke dua, pelatih Arema FC, Joko Susilo meracik strategi. Ia memainkan Dedik Setiawan menggantikan Cristian Gonzales. Alhasil, permainan Arema lebih berkembang.

Arema baru bisa menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Juan Pablo Pino pada menit 54. Ia melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak bisa ditepis Sahar Ginanjar. Skor sama imbang 1-1.

Menit 57, giliran tim arahan Jacksen Tiago mengancam gawang Arema. Beruntung Arema punya kiper sekelas Kurnia Meiga yang menggagalkan tendangan bebas terarah Rizky Pora.

Tim Singo Edan akhirnya menutup laga dengan skor 2-1 setelah Esteban Vizcarra menyumbang gol di menit 67.

Pemain berdarah Argentina ini memanfaatkan kemelut di depan gawang Sahar Ginanjar. Ia dengan mudah mencungkil bola yang tak mampu ditepis kiper.

Dengan hasil itu, Singo Edan berhak pulang dengan membawa tiga poin dan meneruskan hasil positif dari laga sebelumnya.(Der/Ak)

Joko Susilo Inginkan Arema FC Bermain Layaknya Singa

Skuat Arema FC saat melawan Persiba Balikpapan. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Pelatih Arema FC, Joko Susilo, ingin para anak asuhnya bermain layaknya singa saat melawan Barito Putera, di lanjutan putaran kedua Liga 1, Rabu (23/8).

Apalagi, Arema FC bermodal kepercayaan tinggi setelah menang besar saat menjamu Persiba Balikpapan pekan lalu. “Kami Arema membawa singa. Ya kami harus bermain layaknya singa,” ujarnya.

Gethuk sapaan akrabnya, membawa 18 pemain kecuali Beny Wahyudi dan Syaiful Indra karena akumulasi kartu.

Menurutnya, lawannya ini perlu diwaspadai karena memiliki pemain berkualitas dan punya kecepatan. Ia menyebut beberapa pemain itu adalah Rizky Pora, David Lali dan pemain asing.

“Tim lawan juga diuntungkan bermain di kandang serta waktu recovery yang banyak,” tambanya.

Singo Edan kini berada di posisi 8 klasemen sementara dengan mengantongi 30 poin dari 20 pertandingan.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Liga 3, Arema Indonesia Muncul Kenakan Jersey Lawas

Kostum yang digunakan Arema Indonesia. (istimewa)
Kostum yang digunakan Arema Indonesia. (istimewa)

MALANGVOICE – Lama tak terdengar klub Arema Indonesia diam-diam persiapkan tim jelang kompetisi Liga 3.

Tim yang menjuarai ISL 2010 ini akan tampil menggunakan jersey baru tapi menggunakan desain lama. Warna biru tetap menjadi ciri khas dengan sedikit warna putih di bagian lengan.

Putra sulung pendiri Arema Indonesia, Lucky Andrianda Zainal, yakni Ramadea Adrindrata Zainal, mengatakan, ada semangat baru yang ingin dibangkitkan pada penggunaan jersey itu. Jersey itu dikenalkan di Hotel Garden Palace, Surabaya, Minggu (30/4).

“Kami sengaja menggunakan jersey pertama Arema sebagai lambang kebesaran. Sekaligus melanjutkan perjuangan pendiri Arema sebagai pemersatu arek Malang,” katanya.

Untuk komposisi tim, Arema Indonesia memakai tenaga dari arek Malang sebanyak 90 persen. Sementara itu untuk tim kepelatihan masih dirahasiakan.

“Lainnya masih dirahasiakan dan menunggu launching tim saja,” tandasnya.

Foto Damai Aremania-Bonek Ini Banjir Apresiasi

Aremania berdampingan tanpa gesekan dengan Bonek. (Aremania Batam)

MALANGVOICE – Beredarnya foto-foto Aremania dan Bonek dalam suasana akur, memunculkan banyak apresiasi.

Selama ini, dua suporter terbesar di Jawa Timur itu sering terlibat bentrok dan memiliki catatan rivalitas panjang. Namun, foto-foto yang beredar akhir-akhir ini tak menunjukkan adanya permusuhan antarkedua belah pihak.

Foto Aremania dan Bonek terlihat akur diunggah akun Fans Page Arema Indonesia di Facebook pada 25 Agustus lalu. Usut punya usut, ternyata kegiatan yang terdokumentasikan dalam foto itu, terjadi ketika pelantikan pengurus dan gebyar seni Paguyuban Keluarga Besar Arema Batam, 23 Agustus 2015.

Tersebarnya foto ini memunculkan banyak apresiasi. Dalam kolom komentar foto pada Fans Page Arema Indonesia, pemilik akun Rscuba Putu Santika menulis: “Ini saat yang dinanti-nanti sebagai warga negara dan pecinta bola. Kita seharusnya tidak perlu memandang negatif suporter bola yang lain. Jika Indonesia bisa bersatu aku yakin sepak bola Indonesia bisa masuk ke Piala Dunia. Dari Bonek Bali, terimakasih Aremania.”

Ucapan senada dilontarkan pemilik akun Abdul Majid Pge. “Tidak cuma di Batam, di Manado pun kami juga damai. Nggak perlu saling benci kalau di tanah rantau, karena yang kita inginkan hanya persaudaraan sesama Jatim dan penggemar sepak bola. Damai lebih indah dari permusuhan,” tulisnya.

“Merinding ndelok iki. Sangar, mudah-mudahan tercipta damai di mana-mana, amin,” tulis pemilik akun ID Haszard Volcom.-

 

Arema FC Kecolongan Satu Gol di Babak Pertama Lawan Barito Putera

Arema saat melawan Persiba Balikpapan.

MALANGVOICE – Arema FC tertinggal satu gol saat bertandang ke markas Barito Putera dalam lanjutan putaran kedua Liga 1, Rabu (23/8).

Bermain di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, kedua tim yang sama-sama menginginkan kemenangan berupaya menyetel pertandingan.

Tim Barito Putera lebih banyak menekan sejak awal. Begitu pula tim tamu Singo Edan yang tak berharap bisa mempertahankan kemenangan di laga sebelumnya.

Beberapa kali pergerakan Juan Pablo Pino merepotkan barisan pertahanan lawan. Di pertengahan babak pertama bahkan pemain asal Kolombia itu mencoba sepakan jarak jauh yang membuat Sahar Ginanjar mendapat syok terapi.

Begitu juga Cristian Gonzales, pemain naturalisasi ini juga kerap membahayakan gawang Barito, namun beberapa percobaan gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Terus menekan, Barito Putera justru memanfaatkan kesempatan emas di menit 42. Kerja sama apik dimanfaatkan Douglas Packer dengan melewati Junda Irawan sebelum melepaskan sepakan terurkur di kanan gawang Kurnia Meiga.

Skor 1-0 bagi tim berjuluk Laskar Antasari ini bertahan hingga turun minum.

Berikut daftar susunan pemain kedua tim.

Barito Putera
Sahar Ginanjar, Valentino Telaubun, M Rifqi, Michael Evans, Nazar Nurzaidin, Rizky Pora, Douglas Packer, Paulo Oktavianus, Syahroni, Jesus Cordoba, Willian Sousa

Arema FC
Kurnia Meiga, Johan Ahmat Farizi, Arthur Cunha, Junda Irawan, Ahmet Atayew, Juan Pablo Pino, Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih, Adam Alis, Esteban Vizcarra, Cristian Gonzales.(Der/Ak)

Lawan Barito Putera, Arema FC Bertekad Pertahankan Hasil Positif

Joko Susilo. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Melawan Barito Putera di lanjutan putaran kedua Liga 1, tim Arema FC bertekad mengamankan tiga poin di pertandingan yang digelar di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Rabu (23/8) malam nanti.

Di pertandingan sebelumnya, Arema mengandaskan Persiba Balikpapan dengan skor telak 3-0.

“Pasca transisi pelatih lama (Aji Santoso) kami mengalami masa sulit. Tapi kemarin dapat hasil baik. Harapannya grafik selalu naik,” ujar Pelatih Arema FC, Joko Susilo.

Persiapan mepet dimanfaatkan pelatih asal Cepu ini untuk persiapan semaksimal mungkin. Absennya Beny Wahyudi dan Syaiful Indra karena akumulasi sangat disayangkan. Akan tetapi, Gethuk sapaan akrabnya tak ambil pusing.

“Kami sudah ada persiapan khusus karena waktu mepet. Pemain lain juga sudah disiapkan untuk pengganti. Intinya kami harus pertahankan yang sudah baik ini,” tutupnya. (Der/Yei)

Derby Malang, Persema 1953 Vs Arema Indonesia Diwarnai Kisruh di Lapangan

Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)
Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Derby Malang antara Persema 1953 melawan Arema Indonesia di lanjutan Liga 3, berakhir ricuh, Rabu (2/8). Kedua tim harus menghentikan laga pada menit 81 karena suasana di Stadion Gajayana tidak kondusif.

Wasit Rahman Effendi terpaksa menghentikan laga karena pemain kedua tim saling serang. Aksi itu juga mengakibatkan oknum suporter turun ke lapangan. Meski aksi itu tak berlangsung lama karena aparat keamanan dengan sigap menghalau suporter untuk kembali ke tribun.

Kericuhan itu pecah karena salah satu pemain Persema 1953 dilanggar pemain Arema Indonesia. Seluruh pemain Bledhek Biru melakukan protes keras kepada wasit namun tak digubris. Sikap wasit itu kemudian berbuntut pemain dan ofisial Persema mogok main dan meninggalkan lapangan.

Di kubu Arema, tim ofisial dan pemain meminta laga dilanjutkan. Namun permintaan itu berbuah kartu merah yang diberikan pada Yance Asep Duwiri yang sekaligus memantik kemarahan seisi stadion.

Tim Persema dan wasit akhirnya dibawa ke luar lapangan dan masuk ke ruang ganti demi keamanan. Wasit enggan meneruskan pertandingan dan akhirnya berakhir dengan skor 1-1.

Persema lebih dulu unggul lewat Andhika Agrapana di babak pertama sebelum disamakan oleh Moch Zulkarnaen dari kubu Singo Edan di babak ke dua.

Hasil itu dirasa kurang puas bagi Arema Indonesia karena masih menyisakan waktu 10 menit apabila pertandingan diteruskan. “Seharusnya bisa diteruskan. Kami rugi karena waktu masih panjang,” kata pelatih Arema Indonesia, Totok Anjik.

Sedangkan dari kubu Persema 1953, mengaku meninggalkan lapangan permainan karena faktor keamanan atas instruksi pengawas pertandingan. “Dari segi keamanan tidak menjamin,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Komunitas