Bantu Cegah Penularan Covid-19, Surabaya Community Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker

Pembagian bantuan Surabaya Community. (deny rahmawan)
Pembagian bantuan Surabaya Community. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Anggota Surabaya Community di Malang gelar bakti sosial pemberian masker dan takjil, Rabu (13/5). Bantuan ini dilaksanakan karena peduli pencegahan wabah Covid-19.

Bantuan ini diberikan spontan ke pengendara motor dan pejalan kaki di simpang empat Jalan LA Sucipto, Blimbing.

Koordinator acara, Eti Siti Rahma Radtra, mengatakan, bantuan ini sengaja dilakukan karena peduli dengan masyarakat yang masih kesulitan memiliki masker. Padahal masker sangat penting mencegah penularan Covid-19.

“Karena bertepatan dengan puasa jadi sekalian kami beri takjil juga,” katanya.

Eti menjelaskan ada total 340 takjil dan 760 masker yang dibagikan. Semua merupakan donasi dari Surabaya Community. “Kami juga donasikan 80 masker medis ke RS Saiful Anwar,” lanjutnya.

Salah satu anggota lain, Rivan Firmanzah, mengatakan, bantuan sosial ini diharap bisa bermanfaat dan akan terus digelar.

“Ya kami juga berharap masa-masa sulit ini bisa lekas berlalu,” imbuhnya.

Sekilas tentang Surabaya Community ini merupakan komunitas dari perantauan warga Surabaya atau minimal memiliki hubungan emosional dengan Kota Pahlawan. Di Malang sendiri sudah ada 28 orang yang baru bergabung.

Komunitas ini didirikan di Jakarta pada 10 November 2006. Musisi Tanah Air, Piyu Padi tercatat pernah menjadi Ketua Umum Surabaya Community.

Adapun visinya adalah menjalin persaudaraan, kepedulian, dan rasa kebersamaan antar warga masyarakat yang mempunyai ikatan emosional dengan Surabaya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Halalbihalal, Momen Kebersamaan dan Kekompakan HDCI Malang

Halalbihalal HDCI Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Malang menggelar halalbihalal bersama seluruh anggota dan keluarga, Senin (25/6) malam.

Momen guyub dan rukun terlihat dari semua yang hadir di Taman Indie Resto, termasuk para pelindung dan pembina dari jajaran Kapolres dan Dandim se-Malang Raya.

Sebagai wadah pecinta motor gede, acara ini dikatakan Ketua Harian HDCI Malang, Pratikno Gautama, sebagai langkah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

“Ini salah satu bentuk kebersamaaan kami, apalagi ini masih momen Idul Fitri di Bulan Syawal,” katanya.

Pratikno Gautama menambahkan, diharap dengan acara ini bisa menambah kekompakan sesama anggota.

“Kegiatan sosial bisa ditingkatkan daripada tahun lalu. Kami juga akan terus sosialisasikan bagaimana berkendara dengan santun di jalan, no complaint no accident,” harapnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Ketika Penyandang Disabilitas Semangat Mandiri Berkarya

Anika Dyah Erviani, Komunitas Shining Tuli Kota Batu (STB).
Anika Dyah Erviani, Komunitas Shining Tuli Kota Batu (STB).

MALANGVOICE – Penyandang disabilitas memang memiliki keterbatasan dalam hal fisik dan mental. Tapi semangat untuk mengarungi kehidupan bisa tidak terbatas.

Pemberdayaan bagi penyandang disabilitas pun banyak dilakukan agar mereka bisa mandiri di tengah keterbatasannya.

Anika Dyah Erviani (26) melalui Komunitas Shining Tuli Kota Batu (STB) berupaya agar belasan anggotanya punya keterampilan yang bisa menghasilkan.

Sejak lahir, gadis yang memiliki hobi membaca ini sudah tak bisa mendengar alias tuli. Oleh teman-teman sesama penyandang disabilitas tunarungu, Anika didapuk menjadi Ketua Shining Tuli Kota Batu (STB) sejak tahun 2017.

Selain tak bisa mendengar, dia juga tak bisa bicara. Oleh karena itu, bahasa isyarat merupakan sarana komunikasi utamanya. Sarana lain, ia berkomunikasi lewat tulisan.

Dia lantas bercerita tentang komunitas STB dengan bahasa isyarat dan diperkuat dengan tulisan di kertas.

”Saya bergabung dengan komunitas ini setelah diajak diskusi oleh Edi (ketua komunitas Shining Tuli Kota Batu periode 2015–2017) tentang program pengembangan komunitasnya tahun 2015,” tulisnya saat ditemui MVoice di Dau Residence, Desa Sumbersekar, Kabupaten Malang.

Ia belajar banyak hal bersama anggota lain. Dia juga sering mengajak teman-teman sesama penyandang tunarungu belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di setiap kegiatan yang diadakan komunitasnya. Mereka saling menyemati satu sama lain untuk tetap percaya diri dan tidak minder.

Ia menambahkan, dalam komunitas itu tidak belajar bahasa isyarat semata. Mereka juga melakukan berbagai kegiatan positif lainnya. Mulai diskusi disabilitas, latihan menari, dan beragam keterampilan lainnya. Salah satunya adalah membuat batik.

”Sebagian kreasi batik teman-teman sudah dibeli oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko,” tambah Alumnus IKIP PGRI Jember itu.

Tak hanya itu, kain batik anggota komunitas juga diapresiasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra mantan Presiden ke 4 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

”Bukan hanya untuk Bapak Agus saja (batiknya), tapi malah juga Bapak SBY sendiri,” tulisnya dalam secarik kertas sambil menunjukkan foto ketika Agus Hadi Yudhoyono berkunjung ke Kota Batu.

Menurut dia, keterampilan teman-temannya membantik dilatih salah seorang anggota komunitas yang kebetulan sudah piawai dalam hal membuat. Sehingga, mereka mampu belajar dari sesama penyandang tunarungu.

”Teman-teman jadi tambah semangat belajar. Karena karyanya diapresiasi para tokoh,” tambahnya.

Dengan bahasa isyarat, dia juga mengungkapkan rasa senangnya karena Dewanti Rumpoko juga punya kepedulian lebih ke penyandang disabilitas.

Kemudian ia memperlihatkan video Dewanti di Instagram yang sedang memakai bahasa isyarat di telepon genggamnya.

Diketahui, kumunitas ini juga sering diundang dalam acara yang diadakan Pemkot Batu. Mereka juga sempat dipertemukan dengan Miss Deaf Word 2011 pada November 2017 lalu.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

#PahlawanDigital​ ​Bantu UKM Malang Kenal Dunia Digital

Peserta #PahlawanDigital berfoto bersama. (Istimewa)
Peserta #PahlawanDigital berfoto bersama. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sedikitnya 50 peserta yang berhasil terjaring dalam #PahlawanDigital akan bertugas membantu usaha kecil dan menengah (UKM). Semua peserta ini dikelompokkan menjadi buzzer, yang akan membantu pelaku UKM sebagai digital marketer; dan crafter, yang akan melakukan proses rebranding dan pengemasan.

Sebelum nantinya mereka melaksanakan tugasnya, #PahlawanDigital terlebih dahulu mengenalkan para peserta dengan para UKM di kota Malang untuk belajar banyak menjadi penguasaha dalam kegiatan bertajuk Wisata UKM. Dalam kegiatan ini, #PahlawanDigital
menggandeng Amazing Malang Raya (AMR) yang dikenal sebagai paguyuban terbesar di Kota Malang. AMR merekomendasikan beberapa UKM-nya untuk dikunjungi oleh peserta #PahlawanDigital, Minggu (15/10).

UKM yang dikunjungi seperti Omah Daster Bordir Khas Malang dan Nanda Collection. Omah Daster Bordir Khas Malang merupakan UKM yang fokus memproduksi aneka daster dengan sentuhan bordir. Tak main-main, pelanggan daster bordir Eva adalah kalangan pejabat Republik Indonesia (RI). Sedangkan Nanda Collection merupakan UKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan dengan bahan dasar kain. Nanda Collection tercatat telah mengikuti berbagai ajang pameran bertaraf nasional dan internasional.

Berbincang soal kendala yang dihadapi pelaku UKM. (Istimewa)
Berbincang soal kendala yang dihadapi pelaku UKM. (Istimewa)

“Wisata UKM ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha anak muda agar setelah lulus kuliah mereka dapat menjadi wirausaha dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan empati anak muda
terhadap pelaku UKM. Ternyata untuk terjun ke dunia UKM itu diperlukan mental, konsistensi dan persintensi yang kuat,” papar Kepala Hubungan Masyarat PT Beon
Intermedia dan #PahlawanDigital, Rizky Kurniawan Suhyar.

Selain itu, Ketua paguyuban AMR, Nanang Sugeng sangat mengapresiasi kegiatan yang baru dilaksanakan sekali oleh #PahlawanDigital ini.

“Kami sangat senang jika banyak anak muda yang tertarik belajar berwirausaha. Kami di sini memfasilitasi para peserta #PahlawanDigital agar mereka tahu semakin banyak tentang seluk beluk UKM,” tukasnya.

Salah seorang peserta, Septhian Cahya Nugraha, mengaku senang karena mendapat kesenpatan berinteraksi dengan banyak pelaku UKM. Menurutnya UKM di Malang punya potensi yang luar biasa. Akan lebih luar biasa jika pelaku UKM diakrabkan dengan dunia digital.(Der/Ak)

BNN Kota Malang

Komunitas Pecinta Mobil Hyundai Jatim Gelar Kopdar di Kebun Teh Lawang

Ketua TFC Pusat Yudha Yoghaswara (pegang mic), sedang memberikan sambutan pada acara kopdar Akbar 2020 TFC Jatim di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Minggu (12/1). (Istimewa)
Ketua TFC Pusat Yudha Yoghaswara (pegang mic), sedang memberikan sambutan pada acara kopdar Akbar 2020 TFC Jatim di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Minggu (12/1). (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Penggemar Mobil pabrikan Korea Selatan, Hyundai Trajet yang tergabung dalam Trajet Family Club Jawa Timur gelar Kopdar Akbar 2020 di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Kabupaten Malang, Minggu (12/1).

Sebanyak 66 unit mobil Hyundai memadati area parkiran di sebuah tanah lapang dengan membentuk formasi TFC. Para peserta termasuk keluarga yang ikut kopdar nampak gembira dan senang.

“Panitia dari Chapter Mataringga telah mendesain formasi parkiran membentuk TFC, anggota bersama keluarganya juga baris membentuk tulisan Jatim yang berada di sebelah barat lapangan, sehingga jika di lihat dari drone nampak formasi yang sangat bagus sesuai harapan bersama,” Kata Ruwiyanto, Anggota TFC 1307 dari Chapter Mataringga.

“Panitia juga menyiapkan puluhan hadiah door prize menarik yang berasal dari sponsor pendukung acara, diantaranya dari Hyundai Perwakilan Surabaya, PT Mandom Indonesia Tbk, Keriyes Camilan keluarga Sehat,” Imbuhnya.

Sementara itu Ketua Pusat TFC Yudha Yoghaswara mengapresiasi kopdar Akbar TFC Jatim yang berlangsung cukup semarak. Pria berkacamata itu juga berharap mubes akhir tahun ini bisa di selenggarakan di wilayah Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi kopdar Akbar TFC Jatim yang berlangsung sangat kompak dan semarak, pokoknya Jawa timur mbois dan sangat luar biasa,” Kata Yudha dalam sambutannya.

Kopdar Akbar TFC Jatim juga di hadiri beberapa chapter dari daerah lain, diantaranya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, bahkan ada juga chapter yang berasal dari Banten.

Rangkaian acara berlangsung sangat apik, para peserta kopdar sebelum masuk seremonial di Panggung utama, diarahkan untuk keliling kebun teh sambil swafoto dengan background nuansa alam kebun teh dengan udaranya yang segar dan sejuk.

Setelah keliling dari area kebun teh, panitia mengarahkan jalan menuju tanah lapangan untuk parkir kendaraannya sesuai formasi garis yang di buat oleh panitia, kemudian diambil gambarnya melalui drone. (Der/ulm)

BNN Kota Malang

Komunitas Ini Lebih Suka Kalau Sepedanya Karatan

Komunitas Sepeda Onthel. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Jumlah penggemar sepeda onthel terus membengkak. Di Malang, penggemar sepeda onthel atau lebih dikenal sepeda kebo ini tergabung dalam Komunitas Onthel Lawas Independent (OLI) Malang.

Komunitas OLI sudah berdiri selama 3 generasi atau kurang lebih 30 tahun. Setidaknya ada 30 anggota yang aktif di komunitas. Mereka memiliki kesamaan, seperti hobi, cinta, solidaritas, kebersamaan, kepedulian, dan keinginan dalam melestarikan budaya bersepeda.

“Komunitas juga tidak memandang klasifikasi, strata, atau status sosial, termasuk latar pendidikan dan pekerjaan,” kata salah seorang anggota, Sugiandi kepada MVoice, Minggu (27/6)

Dia mengatakan onthel yang punya nama lain seperti sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal, adalah sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi. Ukurannya sama seperti roda becak. Nama onthel sendiri konon berarti kayuh atau gowes.

Soal perawatan sepeda, Sugiandi mengaku perawatan onthel tidak murah. Onderdil sepeda terkadang sulit dicari dan harus beli dari luar negeri.

“Wah ini merawatnya susah,” kata dia.

Menurut Sugiandi, meski sepeda onthel terbuat dari besi dan selalu karatan, justru seharusnya tidak dicat. Karena karat itulah yang menjadi kesan ‘lawas’ atau jadul sepeda onthel.

OLI selalu aktif berpartisipasi dalam kegiatan karnaval di Kota Malang. Tiap minggu, OLI juga selalu bersepeda di Car Free Day Malang. Diskusi-diskusi soal sepeda lawas juga selalu digelar untuk berbagai info soal perawatan sepeda yang dulunya diproduksi di Belanda ini.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Semakin Dekat dengan Masyarakat, HDCI Malang Bagi 700 Takjil dan Paket Sembako

HDCI Malang gelar baksos di bulan Ramadan sekaligus peringati HUT ke-59. (istimewa)

MALANGVOICE – Bulan Ramadan kali ini dimanfaatkan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Malang untuk berbagi kebahagiaan, Sabtu (25/5).

Acara ini diawali dengan memberikan takjil di depan Masjid Jami Kepanjen. Ada total 500 bungkus takjil yang dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas.

Ketua HDCI Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, acara ini dibarengkan dengan memperingati HUT ke-59 HDCI.

“Selanjutnya kami pindah ke Gondanglegi untuk memberikan 150 paket sembako ke panti jompo dan panti asuhan,” ujarnya.

Ditambahkan Sekretaris HDCI Malang, Yoga Adhinata, selain berbagai berkah dan kebahagiaan di bulan Ramadan, HDCI ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Sekaligus menegaskan bahwa klub motor gede ini tidak eksklusif, melainkan inklusif.

Buktinya, kegiatan serupa terus dilakukan tak hanya di bulan Ramadan saja, melainkan di banyak kesempatan setiap tahunnya.

“Bakti sosial ini murni dari anggota untuk masyarakat. Tahun ini berasa spesial karena bulan Ramadan dan bertepatan dengan HUT HDCI,” jelasnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Komunitas dan Konsumen Honda ADV150 Eksplore Wisata Malang

istimewa
istimewa

MALANGVOICE – PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT bersama dengan konsumen dan komunitas Honda ADV150 Malang dan sekitarnya mengadakan acara gathering dan turing pada Minggu (8/12).

Bertajuk ADV150 Urban ExploRide, turing ini diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari komunitas dan konsumen Honda ADV150.

Kegiatan dimulai dengan start dari MPM Sukun Malang menuju Pantai Ngantep Malang. Sebelum memulai perjalanan disampaikan terlebih dahulu safety riding seperti teknik berkendara pada saat turing juga kelengkapan berkendara. Sepanjang perjalanan menuju Pantai, peserta diajak untuk merasakan motor skutik terbaru dari Honda ADV150 skutik penjelajah jalanan yang canggih dengan melintasi berbagai kondisi jalanan perkotaan dan pegunungan dilibas dengan nyaman dengan mengendarai Honda ADV 150.

Sesampainya di lokasi, peserta mengeksplore wisata Pantai Ngantep. Keseruan dan kekompakan antar peserta terlihat dari games yang dimainkan seperti sepak bola pantai. Pada kegiatan ini peserta diajak untuk peduli lingkungan sekitar dalam kegiatan HCSR (Honda Community Social Responsibility) dengan membersihkan pantai dan mendonasikan tempat sampah ke desa nelayan.

“Kehadiran Honda ADV150 diharapkan tidak hanya menjadi jawaban untuk berkendara sehari-hari atau mobilitas kerja, namun juga dapat memenuhi kesenangan pengendara dalam mengeksplorasi lokasi-lokasi baru dan melakukan hobi di waktu luang. Selain itu kegiatan ini sebagai ajang berkumpulnya dan saling mengenal antar komunitas,” ujar Community Development MPM, Fariz Hadi W.

Honda ADV150 dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap skutik berkarakter penjelajah. Model baru ini akan memberikan kebanggaan dalam berkendara, baik melalui desain yang tampil beda mengadopsi gaya motor besar, penyematan fitur-fitur canggih, kenyamanan berkendara saat melibas jalanan, maupun performa responsif mesin eSP.

Dengan desain bodi yang futuristik dan manly, Honda ADV150 sesuai dengan karakter pengendara yang aktif. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP (enhanced Smart Power) yang menyuguhkan performa responsif untuk penggunaan harian maupun beraktivitas dengan menyenangkan dalam mengeksplorasi pengalaman baru setiap saat. Berbagai fitur canggih yang disematkan pun menjadikan Honda ADV150 sebagai partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya.

Honda ADV150 didesain untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda melalui desain yang futuristik dan manly. Performa dan fitur-fitur unggulan yang disematkan pada skutik ini pun mendukung pengendara yang memiliki daya jelajah dan durabilitas tinggi dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.

Kontur dan kondisi jalanan di Indonesia yang beragam tentu menjadi kesenangan berkendara tersendiri bagi pengendara yang gemar menjelajah. Dengan Honda ADV150, AHM berusaha menemani konsumen agar dapat menikmati kondisi beragam jalan yang ada di Indonesia dengan berkendara yang menyenangkan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

12 Komunitas Ramaikan Kopi Darat di Together Forever

Kumpul komunitas di Together Forever. (Anja a)
Kumpul komunitas di Together Forever. (Anja a)

MALANGVOICE – Total 12 komunitas dari Kota Malang berkumpul dalam kegiatan Together Forever di The 1O1 Hotel Malang OJ, Rabu (25/4). Berbagai kegiatan dari komunitas seperti talkshow, demo pembuatan kopi, games, dan live music.

Ke-12 komunitas ini merupakan komunitas terpilih dari program prime time Kosmonita Malang, Coffee Morning. Coffee Morning juga merupakan program kerja sama antara Kosmonita Malang dan The 1O1 Hotel Malang OJ. 12 Komunitas ini meliputi Lukis Bareng Malang, Hijab Moms Community, Freeletics, Malang Jazz Community, Asosiasi Ibu Menyusui, Malang Foodies, Komunitas Pecinta Kopi, Pajero Club dan sebagainya.

Kumpul komunitas di Together Forever. (Anja a)
Kumpul komunitas di Together Forever. (Anja a)

“Dengan berkumpulnya komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk mereka berkolaborasi memajukan Malang. Diambil manfaatnya, silahlan berkenalan satu sama lain,” tutur General Manager The 1O1 Hotel Malang OJ, Anjar Maulana, saat ditemui MVoice, Selasa (25/4).

Anjar berharap, acara seperti ini bisa diadakan lagi tahun depan. Menurutnya, iklim komunitas di Kota Malang sudah sangat baik, sehingga perlu diperbanyak acara kolaborasi yang positif.(Der/Ak)

BNN Kota Malang

Hangatnya Tour Konser Silaturahmi d’Kross di Bali dan Lombok

d'Kross tour silaturahmi bersama Aremania Dewata di Bali. (Istimewa)
d'Kross tour silaturahmi bersama Aremania Dewata di Bali. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band asal arek-arek Malang, d’Kross baru saja menuntaskan rangkaian konser tur silaturahmi ke Indonesia Tengah akhir pekan kemarin. Tak tanggung-tanggung, dua wilayah sekaligus disambangi d’Kross yang dikomandani langsung oleh sang frontman, Sam Ade.

Silaturahmi keluarga besar Arema di luar Malang sudah jadi tradisi Sam Ade, sapaan akrab Ir H Ade Herawanto MT kemanapun melanglang buana. Termasuk ketika berkesempatan menyapa nawak-nawak dan dulur Arema Dewata di Bali.

Ketika berkumpul di Mall Park Denpasar akhir pekan kemarin, kehadiran Sam Ade dan rombongan d’Kross sukses mencairkan suasana. Tak ada sekat. Nuansa kebersamaan dan seduluran sangat terasa.

Pria yang kesehariannya menjabat Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang itu bahkan tampil menghibur dengan bernyanyi bersama sahabatnya, Richard D’Gilis, penyanyi reggae terkemuka yang juga dari komunitas reggae Bali.

Richard D’Gilis yang terkenal dengan sederet lagu reggae, di antaranya ‘Good Day’ itu tak sekadar nyanyi tapi juga merasakan atmosfer persaudaraan.

Tak hanya itu, perwakilan pejabat Pemkab Badung, Ir Anak Agung Gede Agung Dalem MT juga hadir bersama istri dan anaknya. Salah satu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Badung itu merupakan sahabat Sam Ade sewaktu kuliah di UGM, Jogjakarta.

“Bertemu dengan Aremania di manapun sudah sering saya lakukan. Sewaktu ada kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun keluarga saat Sabtu dan Minggu, saya sempatkan silaturahmi dengan siapa saja, terutama kantong Arema di Indonesia bahkan dunia,” ujar Sam Ade d’Kross yang dikenal sebagai tokoh Aremania.

Pejabat yang juga musisi itu memang punya prinsip menjaga seduluran. Menurut dia, setiap silaturahmi rasanya menyehatkan.

“Silaturahmi itu bahagia, awet muda. Tentu silaturahmi secara langsung, bukan di dunia maya maupun gadget,” seru penghobby olahraga ekstrem ini.

Saat memberikan sambutan di depan Aremania Dewata, Sam Ade titip pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ini penting bagi kita. Kita selalu santun di rantau, jaga seduluran,” pesannya.

“Kami sangat senang karena bisa berkomunikasi dengan sesama Arek Malang,” sambut Ketua Umum Arema Dewata, Harry Dawir.

Selain Dawir, ada juga sang wakil ketua Sam Anto, sekretarisnya Sam Dodik dan Sam Irul yang menyambut d’Kross di Bali.

Aremania Dewata lanjut Dawir, beraktivitas sesuai visi. Yakni sosial, olahraga dan keagamaan. Untuk kegiatan sesuai visi sosial, lanjut pria asal Jodipan ini, di antaranya membantu anggota yang sakit hingga membantu mengurus anggota yang meninggal dunia.

“Kami juga punya ambulans. Gratis untuk anggota yang membutuhkan,” kata pria 59 tahun ini. Sedangkan untuk kegiatan agama di antaranya menggelar istighotsah bersama.

Sayang, kebersamaan itu tak cukup lama. Karena d’Kross sudah ditunggu rekan-rekan lainnya di Gili Trawangan keesokan harinya.

Hari berganti, rombongan d’Kross bergeser menyeberang ke Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Arek Malang dan sejumlah tokoh terkemuka NTB sudah menanti.

Benar saja, kehadiran d’Kross disambut antusias Arema Lombok, anggota komunitas Gili Feature, sejumlah tokoh hingga turis mancanegara. Apalagi Sam Ade d’Kross datang bersama sahabatnya, Richard D’Gilis yang ikut serta.

Tokoh-tokoh yang ikut menyambut Sam Ade d‘Kross di antaranya tokoh masyarakat Gili Trawangan, Haji Malik, Baso yang akrab disapa Pak Bro, Haji Saro dan tokoh-tokoh pemuda setempat dari Komunitas Gili Feature. Di antaranya Weis, Rudi, Tole dan lainnya.

Rombongan juga disambut pembina d’Kross yang juga menjabat Kabinda NTB, Wahyudi. Sam Yudi, sapaan akrab Wahyudi bersama jajarannya lebih dulu menyeberang dari Mataram ke Pulau Gili Trawangan. Ia sekaligus mewakili Arema Lombok.

“Tujuan kami ke sini sama dengan silaturahmi di Bali. Menjalin persaudaraan. Kami senang karena disambut dengan sangat baik,” kata Sam Ade d’Kross.

Alumni SMAN 3 Malang ini mengapresiasi penyambutan mereka yang dikemas penuh kehangatan. Apalagi hadir juga tokoh masyarakat setempat, Haji Malik yang punya ribuan tanaman trembesi.

Sekretaris Komunitas Gili Feature, Bramanti Fauzal Nasution mengatakan, komunitas yang dibentuk itu diketuai Rangga Hessa. Mereka konsentrasi pada lingkungan hidup, pendidikan dan kebudayaan.

“Anggota komunitas tidak hanya seniman, tapi juga pengusaha, guru dan profesi lain yang tinggal disini,” terangnya.

Untuk gerakan lingkungan di antaranya melakukan bersih – bersih pantai, upaya perlindungan penyu hingga tanam pohon kelapa.

Kehadiran d’Kross di Gili Trawangan mengundang perhatian wisatwan asing. Mereka terkagum-kagum. Salah satunya disampaikan Roxanne, vlogger asal Australia.

“d’Kross adalah band yang hebat. Mereka semua adalah musisi yang baik dengan sikap positif. Saya sangat menikmati jamming bersama mereka di Gili Trawangan,” kata Roxanne.

Dia sangat terkesan dengan penampilan d’Kross di Gili Trawangan, bahkan senang bisa ngejam bareng.

“Mereka telah bercerita banyak tentang kota asal mereka, Malang. sebagai seorang vlogger perjalanan, saya berharap bisa segera berkunjung ke sana,” ungkapnya antusias.

Begitulah perjalanan d’Kross di Bali dan Lombok. Hangat dan bersahabat. Berkesan dan sulit dilupakan. Namun satu yang pasti, misi menyambung silaturahmi dan melantunkan kabar perdamaian seantero negeri sukses dijabani.(Der/Aka)

BNN Kota Malang