01 December 2022
01 December 2022
21.3 C
Malang
ad space

Antusias Konsumen PCX Riding Bareng ke Pantai Teluk Asmara

Peserta touring Honda All New PCX. (Istimewa)

MALANGVOICE – Touring PCX yang diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT ke Pantai Teluk Asmara pada Sabtu (5/06) disambut antusias peserta.

Bertajuk PCX Ultimate Excellence Touring ini diikuti 30 peserta yang berasal dari konsumen All New Honda PCX 160 dan pic dealer jaringan Honda wilayah Malang dan sekitarnya.

Kegiatan ini dimulai start dari MPM Malang. Sebelum memulai kegiatan disampaikan terlebih dahulu rute yang akan dilewati dan safety riding, seperti teknik berkendara pada saat touring juga kelangkapan berkendara serta menjaga dan patuh pada protocol kesehatan pada waktu di lokasi seperti wajib memakai masker, menjaga jarak dan sering mencucui tangan.

Touring Honda All New PCX. (istimewa)

Rute pertama yang dilalui peserta, yakni city touring keliling Kota Malang dan berfoto di ikon Malang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju pit stop pertama di dealer Panji di Turen Kabupaten Malang. Kemudian menuju Pantai Teluk Asmara untuk makan siang dan menikmati keindahan salah satu wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sepanjang perjalanan, peserta diajak merasakan kenyamanan berkendara yang tiada banding melintasi berbagai kondisi jalanan perkotaan dan pegunungan dilibas dengan nyaman dengan mengendarai Honda PCX.

All New Honda PCX nyaman dikendarai untuk aktivitas harian maupun jarak jauh berkat posisi berkendara yang dirancang secara ergonomis dengan pijakan kaki yang luas. All New Honda PCX sangat nyaman dikendarai sendiri maupun berboncengan, baik dikendarai pria maupun wanita karena posisi berkendara sudah disesuaikan dengan postur tubuh orang Indonesia pada umumnya.

Sesampainya di Pantai Teluk Asmara, pesertaenilmati makan siang bersama. Selain Turing peserta juga diminta untuk upload foto – foto keseruan kegiatan Turing dan upload di sosial media dengan hastag #touringpcx160malang dan ada 3 hadiah bagi peserta yang beruntung.

“Kami ingin memberikan pengalaman berkendara kepada konsumen dan juga pic dealer dengan konsep yang fun dengan tetap mematuhi protocol kesehatan yang berlaku . Bagi pic dealer ini juga bisa menjadi ajang untuk menjalin keakraban dengan konsumen,“ kata Jonsen selaku BTL Supervisor Area Malang MPM Honda Jatim.(der)

Konsumen dan Komunitas Terkesan Diajak Test Ride Honda CB150R

Test ride Honda CB150R StreetFire. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT menghadirkan motor naked sport All New CB150R Streetfire.

Untuk mengenalkan lebih jauh ke masyarakat, digelar All New CB150R StreetFire Riding Experience pada Sabtu (29/5) di Taman Krida Budaya Kota Malang dengan mengutamakan penerapan standar protokol Covid-19.

Motor naked sport All New CB150R Streetfire dengan tampilan desain baru yang semakin massive dan agresif layaknya motor big bike. Pilihan terbaru bagi pecinta motor sport ini tampak semakin gagah, membanggakan dan membuat pengendaranya semakin percaya diri.

Para peserta testride antusias ingin mencoba performa generasi terbaru Honda CB150R StreetFire. Terdapat banyak ubahan signifikan. Selain desain yang disegarkan, beberapa komponen baru membuatnya lebih nyaman. Paling mencolok suspensi upside down SFF-BP dari Showa berdimater 37 mm dan setang tappered handle bar atau fat bar menjadikan tampilannya makin kekar.

Salah satu konsumen yang sudah melakukan testride All New CB150R, Risky mengatakan sangat terkesan dengan handling Honda CB150R Streetfire yang baru benar-benar patut diacungi jempol, riding positionnya nyaman walau model tangkinya baru, jok masih sama dengan yang sebelumnya.

“Tumpangannya gagah dan enak sekali,” katanya.

Selain konsumen, MPM Honda Jatim juga mengajak komunitas Honda CB150R untuk melakukan riding test menggunakan All New CB150R SteetFire.

“Motor Honda CB150R yang baru ini handlingnya luar biasa, lincah dan nyaman,” kata Wendry Pradana, komunitas Honda CB150R.

Perubahan terbaru pada All New CB150R Streetfire terlihat pada desain bodi yang lebih besar. Hal ini dicapai melalui berbagai ubahan desain di bagian depan seperti pada tangki bensin, shroud, serta undercowl pada varian special edition.

Ubahan ini dipadukan dengan tambahan fitur terbaik yang menambah kegagahan motor sport terlaris Honda ini, seperti inverted front suspension dan tapered handlebar terbaru yang menghadirkan kenyamanan berkendara harian maupun jarak jauh. Tampilan full digital panel meter terbaru juga memberikan informasi lengkap untuk kebutuhan berkendara penggunanya.

Pada rangkaian kegiatan launching All New CB150R StreetFire juga ada pameran Virtual Honda. Pada pameran Virtual Honda ini pembelian motor dilakukan melalaui website ‘www.pameranvirtualhonda-jatim-ntt.com.

Banyak promo dan tambahan hadiah berupa jaket bagi 100 konsumen yang melakukan pembelian All New CB150R Streetfire. Selama acara berlangsung akan mendapatkan tambahan hadiah jaket Exclusive selama periode 22 – 31 Mei 2021 dan berlaku di wilayah Jatim & NTT.

Komunitas menjajal ketangguhan Honda CB150R. (Istimewa)

“Bagi masyarakat kota Malang dan sekitarnya dapat langsung melihat kegagahan All New CB150R StreetFire pada gelaran All New CB150R StreetFire Exhibition pada tanggal 16 – 30 Juni 2021 di Mall Olympic Garden(MOG). Tentunya kami akan berikan penawaran special bagi konsumen selama pameran berlangsung,” kata Jonsen selaku BTL Supervisor Area Malang.

All New CB150R Streetfire hadir dengan varian warna Macho Black dan Stinger Red Black yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Malang Rp30.322.000,-

Untuk melengkapi pilihan berkendara penggunanya, All New CB150R Streetfire juga memiliki varian Special Edition (SE) yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Malang Rp31.322.000,- Varian Special Edition hadir dengan tiga varian warna matte yaitu Fury Matte Red, Raptor Matte Black, and Armored Matte Grey.(der)

Mbois! Pemuda Lulusan SMP di Malang Ubah Sedan Biasa Jadi Lamborghini

Replika Lamborgini yang dibuat Bayu (kiri), (dok Bayu to MALANGVOICE.com).

MALANGVOICE – Mahandika Bayu Aji (22) pemuda asal Kota Malang, menarik perhatian masyarakat. Pasalnya dia berhasil membuat replika Lamborghini.

Kepada MVoice, pemuda yang tiggal di Jalan Raya Candi 3 no 358, Karangbesuki, Kota Malang ini mengatakan pembuatan replika Lamborghini tersebut berawal dari keinginnanya memiliki mobil berjenis sports buatan Italia itu, namun terkendala harganya yang cukup mahal.

Lalu, dirinya memutuskan nekat membuat replika Lamborghini itu dari dasar hingga kini prosesnya sudah mencapai 85 persen.

“Awal mula itu dari keinginan sendiri, lihat pembuatan replika Lamborghini dari Bandung sama Jogja. Terus cari inspirasi sembari ngumpulin modal dan akhirnya nekat,” ujarnya saat ditemui Malangvoice.com.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

Proses pembuatan replika Lamborghini dilakukan pemuda lulusan SMP itu seorang diri. Ia merombak sedan Mazda 323 mulai mesin, sasis hingga body mobil. Semua dilakukan dengan berbekal kemampuan yang dimiliki dari pengalaman kerja sebelumnya.

“Basic saya dulu ngelas, pernah juga di karoeseri morodadi, terus bikin-bikin pagar, body juga pernah di mebel hingga saat ini,” tuturnya.

Meski begitu, dalam pembuatan replika Lamborghini Bayu sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya pada minimnya modal yang dimiliki, sehingga pengerjaanya dilakukan secara bertahap.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

“Proses pengerjaan sampai saat ini kurang lebih sudah berjalan 10 bulan mulai 2020 dan mengerjakan itu jeda-jeda, jadi ngerjakan 1 bulan lalu 1,5 bulan libur dulu buat ngumpulin modal lagi,” kata dia.

Karena dalam pengerjaan replika Lamborghini itu dilakukan oleh Bayu tanpa dibantu siapapun, ketika ada pekerjaan yang perlu tenaga dua orang atau lebih juga menjadi kendala.

“Ngerjakan sendiri, jadi bingung kalau lagi angkat-angkat. Misalnya mau bayar temen juga kan meminimalisir modal. Jadi dikerjakan sendiri saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bayu menyampaikan untuk penyelesaian replika Lamborghini buatannya masih ada beberapa tahap, mulai dari pembuatan interior hingga kelistrikan.

“Total dari dasar hingga saat ini sudah keluar modal sampai Rp120 Juta. Tinggal interior sama kabel-kabel,” jelasnya.

Setelah keinginannya tercapai, Bayu merasa sangat puas, sebab dengan jerih payah yang sudah dicurahkan selama beberapa waktu ini, telah membuahkan hasil baik.

Ke depan, apabila proyek ini berhasil ia akan membuat workshop dan menerima pesanan modifikasi total mobil sport.

“Allhamdulilah Kerja keras yang sudah saya keluarkan telah berbuah baik, saya merasa sangat puas,” tandasnya.(der)

Ki Tulus, Bertahan Puluhan Tahun Lestarikan Kuda Lumping

Ki Tulus sedang menunjukkan tata cara membuat kerajinan Kuda Lumping, (MG2).

MALANGVOICE – Kuda Lumping merupakan budaya tradisi daerah yang saat ini sudah mulai jarang ditemui kembali, memahami hal itu tidak membuat Tulus Indrawan, yang kesehariannya sebagai perajin kuda lumping menyerah pada kesenian yang dicintainya ini.

Terbukti dari umurnya yang sudah menginjak 60 tahun, ia terus bergelut dengan kesenian Kuda Lumping atau akrab diketahui dengan nama jaranan.

“Saya ingin bisa terus meneruskan ini, melestarikan sampai anak cucu saya. Mewariskan budaya tradisi ini, jangan sampai meninggalkan budaya ini. Kalaupun ada orang lain yang mau belajar, pintu saya juga selalu terbuka,” ujar Ki Tulus sapaan akrabnya.

Awal mula muncul kecintaanya terhadap budaya kuda lumping itu sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat dirinya mendapatkan pembelajaran dari orangtuanya yang memahami tentang seni kuda lumping itu sendiri. Dari situ muncul semangat tinggi untuk menggeluti seni kuda lumping.

Dia meyebutkan, dalam kuda lumping itu memiliki sentuhan rohani yang mampu menenangkan dan menyenangkan perasaan.

“Saya mulai tahun 1976 menggeluti ini, dulu saya diajari orang tua saya, warisan lah. Kuda lumping itu sebuah kesenian dan budaya Jawa yang sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebelum kakek saya lahir pun sudah ada, makanya kita tinggal melestarikan saja,” tuturnya.

Untuk kuda lumping sendiri dikatakan sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda, pada kala itu sering digunakan sebagai penghibur tamu agung.

Sementara itu, untuk produk kuda lumping yang di buat Ki Tulus sendiri sudah pernah dikirim ke beberapa daerah hingga luar negeri. Ia pun juga aktif melakukan pemasaran kuda lumping melalui online.

Sedangkan untuk pemesanan offline sendiri bisa datang ke ruko terdekat di Jalan Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“saya ada yang sampai Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Ini kan juga dipasarkan secara online. Saudara saya juga ada yang membawa ke Australia dan Suriname. Disana kan juga banyak orang Jawa, saya pernah ke sana, disana juga ada kuda lumping,” terangnya.

Selain itu, Ki Tulus menyampaikan jika dalam proses pembuatan kuda lumping dari anyaman bambu ini juga tidak mudah. Perlu adanya pemilihan secara teliti untuk bahan dasar dan proses pembuatannya.

“Mengirat atau memotong bambu menjadi titip titis itu sulit. Membelah bambu ini kalau tidak biasa ya susah, gak gampang dan gak semua orang bisa. Ini bambu apus yang saya pakai untuk bahannya, kalau yang lain gak bisa karena keras. Saya beli dikampung kampung, memotong sendiri, memilih sendiri. Motongnya juga tidak bisa sembarangan, ada hitungan harinya juga,” tandasnya.(der)

Mudik dalam Spiritualisme Masyarakat Jawa (1)

Anwar Hudijono

Oleh: Anwar Hudijono

Dipermaklumkan jika ada di antara warga masyarakat Jawa yang didera rasa sedih yang sangat mendalam tidak bisa mudik Idul Fitri karena adanya larangan pemerintah. Saking sedihnya sampai stres. Tidak doyan makan. Tidak bisa tidur. Akhirnya daya tahan tubuhnya turun.

Saat daya tahan tubuh merosot itulah justru rentan terhadap Covid-19. Karena Covid-19 itu aslinya dungu. Dia tidak melakukan seleksi orang mudik apa bukan. Tidak bisa membedakan orang stress apa orang gembira.

Bagi masyarakat Jawa mudik itu buka kepulangan biasa. Bukan layaknya perjalanan piknik. Bukan sejenis perjalanan dinas. Beda dengan tuoring.

Episode mudik itu memiliki landasan spiritualisme yang sangat kuat dan menggenerasi. Artinya tertanam dari generasi ke generasi. Sejak dulu ya begitulah adanya. Layaknya memakai sarung ya begitu adanya. Tidak ada sarungan dengan suwelan di belakang. Seperti cara minum kopi. Sejak nenek moyang ya disruput. Tidak ada minum kopi digelogok seperti minum air putih di kendi.

Maka, mohon dipermaklumkan jika ada yang sampai nekad mudik jauh sebelum larangan berlaku 6-17 Mei 2021. Ada yang nekad kucing-kucingan dengan petugas negara. Kucing-kucingan tapi melewati jalur tikus. Ada yang nekad bersembunyi di balik terpal truk sehingga mirip dengan gelondongan jerami.

Kalau saja ada yang menyewakan genderuwo yang bisa membawa mudik tanpa kepergok petugas, kemungkinan laris manis. Kecuali jika ada genderuwo petugas juga. Hal ini menjadi tidak mudah. Kecuali mengikuti aturan main tak tertulis bahwa sesama genderuwo harus salam temple alias cincai. Podo ngertine.

Beginilah penjelasannya. Mudik itu merupakan momentum mengingatkan dan membangkitkan kembali kesadaran hakikat penciptaan. Sangkan paraning dumadi (asal muasal mahluk). Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, sesungguhnya milik Allah dan akan dikembalikan kepada-Nya.

Jadi orang-orang di perantauan ini ibarat orang yang hidup di dunia. Kalau dibalik, hidup di dunia ini sebenarnya hanya perantauan. Asalnya dari surga. Karena mengikuti jejak leluhur kita Nabi Adam lantas diturunkan ke bumi. Tapi di bumi ini hanya sementara. Pasti akan dikembalikan ke surga jika catatan hasil perjuangan di perantauan ini baik. Pulang membawa iman dan amal shaleh.

Kalau catatannya buruk ya dibakar neraka. Diberi minum nanah yang mendidih. Diberi makan buah zakum yang membakar isi perut.

Berjuanglah di perantauan. Siapkan bekal yang memadai untuk mudik. Kalau mudik Idul Fitri tentu saja bekalnya uang, pakaian, kue kaleng, dan sebagainya.

Sedang mudik kepada Allah bekal terbaik yaitu taqwa. “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (QS 2: 197).

Agar mudik Idul Fitri bisa mudah, lancar selamat sampai tujuan patuhilah peraturan, rambu-rambu sepanjang perjalanan. Agar mudik kepada Allah selamat dan penuh suka cita maka patuhilah peraturan dan rambu-rambu Allah.

Hanya sementara

Mengapa leluhur Jawa menggunakan momentum Idul Fitri ini untuk mengingatkan falsafah sangkan paraning dumadi? Karena ada kecenderungan, manusia itu lupa bahwa dunia itu hanya sementara, koyo wong mampir ngombe (seperti orang yang singgah minum).

Lupa bahwa semua akan dikembalikan ke asalnya. Saking cintanya dunia sampai lupa akhirat, meski sudah diberi tahu bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik dan kekal, wa lal akhiratu khairu wa abqa. (QS 87:17).

Saking asyiknya dengan kesibukan urusan dunia sampai lengah bahwa kesenangan dunia ini hanya mainan dan lelucon. “Wa ma hadhihil hayatut dunya illa lahwun wa laibun. Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan.” (QS 29:64).

Lupa bahwa jika ajal menjemput, itu bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dengan cara apa saja. Saat tidur enak-enak mati karena tertimpa paku yang menancap di belandar. Lagi asyik medsosan mati. Sialnya saking asyiknya medsosan sambil ketawa-ketiwi sendiri lupa sembahyang.

Maka para sesepuh Jawa selalu mengingatkan bahwa semua manusia bakal mulih mring mula mulanira (kembali ke asal muasalnya). Yaitu Allah.

Jaman dulu, orang Jawa menyebut orang yang mati dengan istilah “mulih”. Artinya orang yang mati itu justru sedang menempuh perjalanan kepada kehidupan abadi kembali kepada Allah.

Kalau sekarang macam-macamlah sebutan untuk orang mati. Ada yang disebut sedo artinya tugase wis bakdo (tugasnya sebagai khalifah/pengatur di bumi sudah selesai). Istilah ini oleh masyarakat ditujukan kepada orang-orang yang dianggap baik semasa hidupnya seperti ulama, guru, kolumnis, wartawan dsb.

Ada juga yang disebut matek. Artinya nikmate wis entek (nikmatnya sudah habis). Sebutan itu ditujukan kepada jenazah yang semasa hidupnya hanya untuk mendapat kenikmatan dunia. Pokoknya apapun dilakukan yang penting dirinya hepi. Tidak peduli orang lain. Tidak peduli menerjang hukum dan moral. Nah, sejak berstatus jenazah, tidak bisa lagi dugem, mabuk, korupsi, nilep pajak dsb.

Yang paling seram itu jika disebut bongko. Artinya diobong neng neroko (dibakar di neraka). Sebutan ini karena saking jengkelnya masyarakat terhadap jenazah tersebut. Bisa jadi dia semasa hidupnya jadi ulat masyarakat seperti koruptor, politisi busuk, bromocorah, pemerkosa, rentenir dan sejenisnya.

Rabbi a’lam (Tuhan lebih tahu).

Anwar Hudijono
Kolumnis tinggal di Sidoarjo.

Berkreasi Selama Pandemi, “Downpour” Jadi Sajian Pembuka dari Diseased

Personel Diseased. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang selalu punya kejutan dalam ranah permusikan duniawi. Kabar terbaru datang dari Diseased, side project baru bernuansa lama yang awali debut baru baru ini.

Diseased resmi meluncurkan karya pertamanya “Downpour” pada 14 April 2021 lalu. Grup yang digawangi personel yang tak asing di ranah musik Kota Malang macam Alfin (Noose Bound), Oki (Toxictoast), Hanip (Today Alive), Icang (Noose Bound), serta Odi (Goldleaf) ini sajikan Emo Revival dalam karya terbarunya.

Diseased. (Istimewa)

“Penulisan “Downpour” sendiri bermakna sulitnya manusia untuk meninggalkan masa lalu yang cukup menyesakkan,” tutur sang vokalis, Odi.

Bicara menegenai Diseased dan lahirnya “Downpour” ini, lagu tersebut merupakan sebuah achivement dari kegabutan selama pandemi, mereka ingin berusaha untuk tetap produktif meski pandemi belum jelas kapan akan selesai.

“Downpour” diproduksi secara mandiri oleh Alvin untuk urusan mixing serta mastering. Sementara untuk urusan liriknya, ditulis langsung oleh Odi. Serta dirilis oleh Spires Record.

“Downpour” dapat dinikmati secara resmi melalui beberapa platform digital.(der)

Peduli Bencana Gempa, Komunitas Honda Malang Kompak Serahkan Bantuan ke Dampit

Penyerahan bantuan kepada korban gempa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gempa yang terjadi di Malang dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah bangunan roboh bahkan sampai ada korban jiwa, hal ini mengetuk hati komunitas Honda melakukan kegiatan bakti sosial, Sabtu (24/04).

Dalam program Honda Community Social Responsibility (HCSR) bertajuk ‘Dari Kami Untuk Malang Peduli Gempa Bumi Malang’ ini PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama komunitas Honda Malang yang tergabung dalam Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak di Dusun Dandang, Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang.

Bantuan senilai Rp 10juta, didistribusikan dalam bentuk sembako dan masker. Penyerahan bantuan dilakukan langsung perwakilan komunitas Honda, yakni Malang Supra Club, Honda Genio Riders Indonesia Chapter Malang, Honda Beat Club, Verza Malang Club dan diterima oleh perwakilan warga Dusun Dandang, Desa Pamotan.

Baca Juga: Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Baca Juga: MPM Honda Jatim Beri Tips Berkendara Aman di Bulan Ramadan

Penyerahan bantuan kepada korban gempa. (Adv)

“Kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan komunitas Honda dalam membantu warga khususnya di kabupaten Malang untuk bangkit kembali,” ujar Dionizius Mizidianto Selaku Community Development MPM Honda Jatim.

Dionizius berharap, bantuan inu meringankan beban korban terdampak gempa sehingga bisa melewati masa recovery dengan baik.

“Semoga dapat membantu serta memberikan semangat dan kekuatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” harapnya.(der)

Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Rakorgab komunitas Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menggelar Sunday Gathering & Ride (Sugar Ride) diikuti oleh 15 orang di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Ahad (18/04).

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang lepas rindu antar komunitas, dalam kegiatan ini juga dibahas agenda kegiatan komunitas diantaranya agenda kegiatan sosial HCSR (Honda Corporate Social responsibility) untuk korban terdampak bencana gempa beberapa saat yang lalu.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana #Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta disampaikan secara detail fitur dan teknologi Honda All New Scoopy

“Kami mendukung dan memfasilitasi kegiatan komunitas Honda di Malang dan sekitarnya untuk bersilaturahmi dan berkumpul membahas hal – hal positif mengenai agenda kegiatan komunitas dengan memanfaatkan MPM Riders Cafe Malang,” Kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.(der)

MPM Honda Jatim Bagi Tips Berkendara saat Hujan Dalam Webinar Bersama Komunitas Honda CBR

Tips safety riding berkendara dalam keadaan hujan dari PT MPM Honda Jatim. (Istimewa)

MALANGVOICE – Guyuran hujan masih berlangsung sejak akhir 2020 hingga saat ini. Kondisi jalan basah dan licin mewajibkan pengguna jalan berhati-hati, terutama sepeda motor.

Untuk itu, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT membagikan tips berkendara sepeda motor saat hujan pada peserta yang merupakan komunitas Honda CBR, Jumat (12/02).

Sebanyak 31 peserta yang tergabung dalam komunitas Honda CBR Club Indonesia chapter Blitar diberikan poin-poin agar tetap mengutamakan safety riding dalam berkendara meskipun menghadapi hujan saat di jalanan.

Poin-poin tersebut antara lain kelengkapan berkendara atau riding gear yang perlu disiapkan dalam mengantisipasi hujan seperti membawa jas hujan.

Juga yang tak kalah penting teknik keselamatan berkendara (safety riding) yang tepat serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Safety riding atau keselamatan berkendara termasuk dalam kondisi hujan wajib diterapkan pengguna sepeda motor seperti komunitas Honda yang sering riding bareng. Dengan begitu tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri tapi juga pengendara lainnya,” kata Dionizius Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.(der)

Single Baru Benzjawa, ‘Konco Gowes’ Ajak Masyarakat Gemari Olahraga

Benzjawa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band asal Kota Malang, Benzjawa, meluncurkan single baru. Grup beraliran Pop Jawa ini memperkenalkan lagu ‘Konco Gowes’. Tembang ini dirilis lewat Micvi Entertainment, label asal Jakarta.

Benzjawa berkolaborasi dengan youngpreneur Safira Lestari untuk melahirkan lagu ini. Vokalis Benzjawa, Harvi mengatakan inspirasi lagu berasal dari Safira. Dari ide awal ini, Donny, gitaris Benzjawa mengkreasikan melodinya.

“Semua berawal dari pertemuan kami dengan Safira. Kami bertemu di rumah mas Puguh, eksekutif produser Benzjawa. Ide lagu berawal dari obrolan santai di masa pandemi,” ujar Harvi, Rabu (7/10).

Safira mengajak Benzjawa melahirkan lagu bertema ajakan hidup sehat. Ide tersebut dikombinasikan dengan tren gowes saat ini. Sekalian, tema itu digabung dengan eksplorasi wisata Malang Raya. Lirik dan melodi pun tercipta. Draft lagu tersebut difinalisasi dan akhirnya menjadi single Benzjawa.

Untuk menambah spirit lagu Konco Gowes, video klip pun diproduksi. Safira kembali terlibat dalam produksi video klip Konco Gowes. Sutradara video klipnya adalah Eko Polenk, dari Hypnocreative Media. Syuting video klip digelar di beberapa kawasan Malang Raya. Terutama, sejumlah lokasi wisata.

Sebut saja, jalur pemandian air panas Cangar. Lalu, Alun-Alun Tugu dan kawasan Kayoe Tangan. Serta, rute Jalur lintas Selatan (JLS). Video klip menggambarkan semua lokasi itu dari perspektif pesepeda. Harvi merinci, ada pantai yang dijadikan focal point video klip.

“Lokasinya ada di Camping Ground, Pantai Jolangkung,” sambung Harvi.

Di sana, video klip menggambarkan pesepeda beristirahat usai nggowes. Tenda untuk camping pun didirikan di pinggir pantai. Harvi menegaskan, pandemi bukan alasan untuk tidak hidup sehat.

“Kami ingin mengajak masyarakat hidup sehat. Salah satu caranya, adalah berolahraga sepeda,” tutup Harvi.(der)