Respon Musibah Banjir Kalsel, ACT Pastikan Posko Kemanusiaannya Buka 24 Jam

Posko banjir Kalsel. (Istimewa)

MALANGVOICE – Merespons banjir yang mulai mengepung Provinsi Kalsel khususnya di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, ACT dan MRI Kalsel telah mendirikan posko induk kemanusiaan sejak Kamis (14/1).

Posko tersebut berlokasi di Kantor Cabang ACT Kalsel, Jalan Pramuka No. 19B, RT 07 RW 01, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin. Selain menampung logistik bantuan, posko juga digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir.

“Alhamdulillah, posko kita sudah menampung banyak sekali bantuan. Seperti makanan siap santap, sembako hingga selimut yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi,” tutur Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin, Sabtu (16/1/2021).

Dari 11 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang terdampak banjir, Kabupaten Banjar mencatat jumlah warga terdampak yang cukup besar, yaitu sebanyak 7.474 kepala keluarga dan 27.249 jiwa. Kemudian disusul dari Kabupaten Tanah Laut sebanyak 6.661 kepala keluarga dan 21.990 jiwa.

Banjir tak hanya mengepung dua wilayah tersebut, namun juga Ibu Kota Provinsi Kalsel, yaitu Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin telah mendirikan posko di 5 kecamatan. Kendati demikian, jumlah warga terdampak belum diketahui pasti, pasalnya masih dalam pendataan hingga kini.

Zainal memastikan, posko induk kemanusiaan beroperasi selama 24 jam. Tujuannya adalah, untuk merespons warga terdampak banjir yang harus dievakuasi.

“Seperti bayi, lansia, ibu hamil, maupun warga yang tengah sakit. Mereka inilah yang menjadi prioritas bagi tim relawan untuk segera dievakuasi,” imbuh Zainal.

Di Posko Induk Kemanusiaan ACT Kalsel, tercatat ada puluhan warga terdampak banjir yang ditampung. Mayoritas pengungsi merupakan warga yang rumahnya tergenang banjir yang cukup parah, terutama di sekitar Kecamatan Banjarmasin Timur.

“Sejak 28 Desember 2020 di mana musibah banjir bermula di Martapura, Kabupaten Banjar, sudah tercatat ada 502 jiwa yang telah dievakuasi oleh tim ACT dan MRI Kalsel, di mana 75 jiwa di antaranya telah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, kita sudah menampung 1.800 paket pangan,” lugas Zainal.

Kendati demikian, Zainal menambahkan, posko induk kemanusiaan siap menampung dan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di beberapa wilayah di Kalsel. Baik berupa uang tunai, logistik, maupun bahan makanan.

“Selain itu, bagi yang ingin membantu warga terdampak banjir, juga dapat menyalurkannya melalui laman Indonesia Dermawan,” pungkas Zainal.(der)

ACT Buka Posko Kemanusiaan di Mamuju, Bantu Logistik Korban Gempa

Posko ACT di Sulbar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Bencana gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Barat, khususnya Majene dan Mamuju pada Jumat (15/1) dini hari kemarin membawa dampak yang cukup parah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Jumat malam pukul 20.00 WIB menyebut korban meninggal dunia mencapai 42 jiwa. Sebanyak 34 orang di antara korban meninggal merupakan warga Mamuju, sedangkan sisanya berasal dari Majene.

Merespons terus parahnya dampak gempa bumi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Sabtu (16/1) membuka posko kemanusiaan di Jalan Kurungan Bassi, Nomor 18, Mamuju, atau depan RSUD Kabupaten Mamuju. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi serta distribusi awal bantuan kemanusiaan dari dermawan yang disalurkan melalui ACT.

“Tim relawan juga bersiaga untuk melakukan tanggap darurat di wilayah Mamuju. Selain itu, saat ini ACT juga sedang proses pembukaan posko kemanusiaan di wilayah Majene, namun terhambat kondisi yang masih serba sulit pascabencana,” jelas Kusmayadi, Komandan Tim Tanggap Darurat ACT, Sabtu (16/1).

Saat ini, tim ACT yang dikirim dari Makassar, Sulawesi Selatan tengah berusaha masuk ke wilayah Majene dengan membawa logistik, serta tim tanggap darurat, juga akan membuka posko di Majene. Namun, tambah Kusmayadi, di perjalanan mengalami hambatan karena adanya longsor yang menutup jalan. “Jadi memutar ke jalan lain,” tambahnya.

Mendesaknya bantuan kemanusiaan

Gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene juga terasa hingga kabupaten di sekitarnya, khususnya Mamuju yang mengakibatkan banyak bangunan mengalami kerusakan serta membuat ribuan jiwa terpaksa mengungsi. Di samping itu, fasilitas umum seperti rumah sakit juga mengalami kerusakan dan pasiennya mengalami kepanikan, sedangkan tidak sedikit rumah sakit tersebut sedang merawat pasien Covid-19.

“Bencana yang terjadi bertepatan dengan adanya pandemi membuat setiap jiwa harus ekstra waspada, termasuk relawan yang bertugas,” ungkap Kusmayadi.

Saat ini, warga terdampak sangat memerlukan bantuan kemanusiaan berupa pangan, tempat mengungsi yang layak, masker, pelayanan medis, serta barang-barang untuk kebersihan.(der)

Tokoh Agama di Malang Sepakat Dukung Keputusan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Calon Kapolri

Pwnu
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Toski D).

MALANGVOICE – Presiden RI, Joko Widodo menunjuk Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun Februari mendatang.

Keputusan Presiden ini ternyata mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh agama di Kota Malang.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesian (MUI) Kota Malang, , KH. Drs. Chamzawi, menegaskan dukungannya kepada penunjukan Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri. Besar harapan Polri semakin profesional dan tumbuh besar mengayomi masyarakat.

“Kami mendukung dan menerima keputusan Presiden Jokowi, yang merupakan hak prerogatif presiden,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, juga melontarkan dukungannya. Pemimpin Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Malang, ini mengatakan sangat memahami, menghargai dan menerima keputusan Joko Widodo.

“Semoga Polri semakin profesional, kuat, dan maju demi kejayaan NKRI,” ucapnya. Pernyataan itu juga diamini Pengurus Cabang NU Kota Malang serta dari Ketua Barisan Kader Gus Dur Kota Malang.

Diketahui Komjen Listyo Sigit Prabowo kini menjabat sebagai Kabareskim Polri. Kariernya melesat ketika Joko Widodo menjadi presiden pada 2014. Listyo merupakan lulusan Akademi Polisi 1991.(der)

MUI Jatim Apresiasi Keputusan Presiden atas Penunjukan Calon Tunggal Kapolri

Ketua Umum MUI Jawa Timur KH. Moh. Hassan Mutawakkil. (Istimewa).

MALANGVOICE – Ketua Umum MUI Jawa Timur KH. Moh. Hassan Mutawakkil mengapresiasi atas keputusan yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo seusai menunjuk Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

“Saya menghormati pilihan Presiden soal calon Kapolri. Tentu Presiden sudah mempertimbangkan yang terbaik. Apalagi kenaikan jabatan Polri ini sudah ada mekanisme dan ketentuannya,” ungkap Kiai Mutawakkil, Jumat (15/1).

Menurut Kiai Mutawakkil, keputusan Presiden Jokowi tersebut tentunya sudah dipertimbangkan dengan baik apalagi kenaikan jabatan di Polri sudah ada mekanisme dan ketentuannya.

“Setelah Presiden menunjuk calon tunggal tersebut, tinggal DPR RI sebagai wakil rakyat penting untuk melakukan fit and propertest secara komprehensif dengan mempertimbangkan kapasitas dan kredibilitas calon. DPR RI jelas akan mendengarkan masukan dari berbagai pihak, salah satunya suara dari masyarakat yang mereka wakili,” jelasnya.

Sebagai pengganti Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis yang tidak lama lagi masuk masa pensiunnya, lanjut Kiai Mutawakkil, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo telah banyak menorehkan berbagai prestasi melalui perannya sebagai Kabareskrim Polri.

“Dengan penunjukan calon Kapolri tunggal itu, kami berharap Polri dibawah kepemimpinan Kapolri baru nantinya, mampu bekerja lebih profesional lagi, karena Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat ini yang masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri, yang banyak mengungkap kasus-kasus besar,” tegasnya.

Sebagai informasi, Komjen Pol Listyo Sigit selaku Kepala Bareskrim telah berhasil menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020 lalu, dalam penangkapan tersebut, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia.

Serta, mengungkap dan menangkap dua pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Bawesdan, pada tanggal 27 Desember tahun 2019 lalu.

Bahkan, Komjen Listyo Sigit juga berhasil memimpin Bareskrim untuk melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Kejagung setelah dinyatakan lengkap atau P21 yang sempat mangkrak sejak tahun 2015 lalu.(der)

Bangkitkan Sejatinya Bangsa sebagai Solusi Permasalahan Bangsa

Bangkitkan Sejatinya Bangsa ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Banyak orang menjadikan 2020 sebagai tahun penuh ujian akibat virus Covid-19 yang mengancam hampir sepanjang tahun hingga meningkatnya jumlah kemiskinan serta kemerosotan ekonomi ke jurang resesi.

Namun, di balik itu semua, 2020 telah melahirkan jiwa-jiwa kedermawanan di tengah pandemi. Sejak pertengahan Maret, masyarakat yang berpartisipasi mendukung gerakan filantropi dan bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) naik 154 persen, meskipun total donasinya tidak jauh berbeda dari tahun lalu.

Pertumbuhan jumlah dermawan yang mengamanahkan kepedulian terbaiknya merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19. Kemiskinan merupakan muara dari kelaparan, keserakahan, kesengsaraan, dan penderitaan masyarakat Indonesia hingga masyarakat dunia. Situasi ini memberikan tekanan karena hampir seluruh umat manusia menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian. Oleh sebab itu, kedermawanan dari berbagai elemen bangsa dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan hidup dengan segala keterbatasan.

Harus diakui bahwa pandemi Covid-19 melahirkan situasi baru yang penuh tekanan. Karantina wilayah maupun karantina mandiri secara tidak langsung berdampak pada roda perekonomian yang kian terseok. Banyak perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan yang berakibat pada melonjaknya angka pengangguran secara signifikan. Hal ini berdampak pada ketiadaan penghasilan hingga keterbatasan pangan dan kemiskinan. Antisipasi dampak sosial dan ekonomi perlu diperhatikan di samping antisipasi dampak kesehatan yang belum juga menemukan solusi terbaik.

“Kemanusiaan itu bukan sebatas fenomena sosial saja, bukan pula sekadar untuk menjawab fenomena ekonomi. Kemanusiaan itu energi dan kecepatan untuk mengatasi masalah-masalah dunia dan membangun peradaban yang lebih baik. Revolusi filantropi merupakan jawaban bagi penyelamatan peradaban sekaligus penggerak modal terbaik: nilai dan mental. Kita sebagai manusia yang diamanahi kehidupan tidak bisa tinggal diam. Krisis ekonomi, krisis ideologi, maupun krisis visi harus segera diantisipasi dengan nilai-nilai kemanusiaan,” papar Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT.

Menyongsong tahun 2021, ACT meluncurkan tema bertajuk “Bangkitkan Sejatinya Bangsa”. Melalui tema ini, ACT mengajak berbagai instrumen negara menanamkan karakter bangsa Indonesia yang dermawan, gotong-royong, dan gemar menolong dalam menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, serta kemanusiaan secara utuh dan menyeluruh.

“Tahun 2021 adalah tahun untuk mengajak berbagai elemen bangsa agar bangkit dan bergerak lebih hebat karena permasalahan yang dihadapi makin besar dan makin pelik baik dari sisi kesehatan, kelaparan, kehilangan pekerjaan yang berujung pada kemiskinan dan ancaman kematian. Bangkitkan Sejatinya Bangsa, kami ajak seluruh lapisan bangsa berkolaborasi meluaskan maslahat program-program kemanusiaan berkelanjutan yang kami hadirkan sebagai solusi permasalahan kemanusiaan yang semakin kompleks ini,” imbuh Ahyudin.

Bila kilas balik selama setahun ini, ada banyak aksi kemanusiaan yang bertujuan untuk membangun optimisme di tengah masyarakat, mulai dari aksi pembagian masker baik di dalam dan luar negeri, pembagian makan siap santap, pemberian paket pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan beragam program pemulihan ekonomi.

“Bangkitkan Sejatinya Bangsa adalah program untuk menumbuhkan semangat dan optimisme menjadi bangsa yang humanis dan beradab. Alhamdulillah, hadirnya elemen bangsa dalam berbagai permasalahan kemanusiaan selama ini menjadikan bangsa yang paling dermawan di dunia. Sejatinya bangsa ini adalah bangsa yang bersatu, bangsa yang berdaulat. Kita harus menghadapi semua persoalan kemanusiaan ini dengan berlandaskan Pancasila sebagai sebuah landasan negeri ini. Tujuan Bangkitkan Sejatinya Bangsa yaitu memperjuangkan dan menjamin keadilan sosial, salah satunya melalui jalan-jalan kemanusiaan. Marilah kita memiliki spirit kepemimpinan, menginspirasi dan menjadi teladan dalam kebaikan,” ajak Ahyudin lagi.

Di tahun 2021, ACT pun kembali memperkuat dan merancang program pilihan untuk menyejahterakan serta memandirikan masyarakat sehingga efek kedermawanan yang diamanahkan semakin bermanfaat bagi para penerima manfaat. Gagasan ini pun diperkuat oleh Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap.

“Pengelolaan filantropi yang selama ini bersifat karitatif akan ditransformasikan menjadi pengelolaan filantropi secara korporasi. Dengan pemindahan kuadran ini, ACT berharap tidak hanya membuat program jangka pendek saja, melainkan program jangka panjang yang mampu memberdayakan dan memandirikan masyarakat. Salah satu program yang ditawarkan di antaranya pemberdayaan masyarakat produsen pangan di hulu guna menjamin kesejahteraan petani sekaligus menciptakan kedaulatan pangan hingga pemberian modal usaha untuk sektor ekonomi di hilir. Ikhtiar inilah yang akan digencarkan oleh Global Wakaf – ACT tahun 2021 lewat program Wakaf Ekonomi Produktif, Wakaf Pangan Produktif, dan Wakaf Air Produktif sebagai stimulus bangsa,” jelas Presiden ACT Ibnu Khajar.

Tidak hanya menggalang kepedulian bangsa untuk penerima manfaat di dalam negeri, ACT juga menyiapkan program yang akan diimplementasikan untuk saudara seiman di berbagai belahan dunia. Selama 2020, program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI) telah melakukan pendistribusian bantuan ke lebih 1 juta penerima manfaat. Program ini akan terus dimasifkan dengan variasi berupa tempat tinggal, rumah sakit, dan sebagainya.

Saat ini, transformasi digital pun dilakukan ACT sebagai cara mencapai peradaban dunia yang lebih baik. Akselerasi penerapan teknologi yang terintegrasi ini pun menjadi ikhtiar lembaga demi efektivitas dan efisiensi kerja dalam melayani kebutuhan umat di tengah kondisi multikrisis, khususnya dampak pandemi. Insyaallah, bangkitnya kedermawanan bersama Aksi Cepat Tanggap menjadi awal dari solusi atas problematika yang tengah dihadapi bangsa. Ayo, Bangkitkan Sejatinya Bangsa! Selamatkan dan mandirikan bangsa. www.Indonesiadermawan.id.(der)

Ini Jadwal dan Daerah Prioritas Vaksinasi di Jawa Timur

Vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech, Beijing saat sebelum disuntikkan ke Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 13 Januari 2021. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan vaksinasi di wilayahnya akan dilakukan secara bertahap. Vaksinasi gelombang pertama akan mulai dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pada Kamis, 14 Januari 2021.

Selanjutnya vaksinasi akan dijadwalkan di tiga daerah yaitu Surabaya, Sidoarjo dan Gresik pada Jum’at, 15 Januari 2020. Setelah itu menyusul menyusul kabupaten/kota lain di Jawa Timur dengan prioritas penerima vaksin sesuai yang telah ditentukan pemerintah.

Berdasarkan data Pemprov Jatim disebutkan bahwa Surabaya akan mendapatkan vaksin sebanyak 33.420 dosis, Sidoarjo sebanyak 5.920 dosis dan Gresik sebanyak 8.720 dosis.

“Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap. Untuk Provinsi Jawa Timur, dimulai tanggal 14 Januari dan tiga daerah (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap pertama akan dimulai tanggal 15 Januari,” kata Khofifah dalam keterangannya.

Dia menyampaikan vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar untuk kebaikan serta keselamatan bagi bangsa dan negara ini dari pandemi COVID-19. Makanya, dia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan ragu terhadap keamanan vaksin CoronaVac.

Apalagi, kata Khofifah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (B-POM) telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (UEA) untuk vaksin buatan Sinovac Biotech, Beijing itu.

“Pun, demikian dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin ini halal. Bismillah, semoga ikhtiar ini membawa kebaikan dan keselamatan bagi bangsa dan negara ini,” tuturnya.

Sementara, berdasarkan jadwal dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan jadwal vaksinasi di daerah akan dibagi menjadi tiga kelompok. Disebutkan untuk kelompok pertama yaitu pejabat daerah, Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Daerah, Pangdam, Kapolda, Direktur Utama RS Rujukan COVID-19.

Selanjutnya kelompok kedua yaitu pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan “key opinion leader” kesehatan daerah. Sedangkan kelompok ketiga yaitu tokoh agama daerah, perwakilan Nahdlatul Ulama NU dan Muhammadiyah, Organisasi Kristen, Katolik, Buddha serta Hindu.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah melakukan vaksinasi pertama di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 13 Januari 2020. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19. Baru kemudian disusul beberapa pejabat negara lainnya.(der)

Disuntik Vaksin Pertama, Jokowi: Ikhtiar Terbebas dari Pandemi COVID-19

Presiden Joko Widodo saat disuntik vaksin COVID-19 pertama oleh Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof Abdul Mutalib di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

MALANGVOICE – Pemerintah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 gelombang pertama secara simbolis di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (13/1). Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin CoronaVac sekitar pukul 9.42 WIB.

Sebagaimana dalam siaran langsung program vaksinasi di channel YouTube Sekretariat Presiden, Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof Abdul Mutalib yang menyuntikkan vaksin buatan Sinovac Biotech, Beijing ke Presiden Joko Widodo.

Sebelum penyuntikan, mantan Gubernur Jakarta ini tampak melakukan beberapa proses sesuai arahan petugas vaksinasi. Mulai dari pengecekan darah hingga ditanyakan riwayat penyakitnya.

“Saya ditanya, pernah terkonfirmasi positif Covid-19, pernah batuk atau pilek, mengidap penyakit jantung, atau penyakit lain seperti ginjal dan lain sebagainya. Semua saya jawab tidak,” kata dia dalam keterangannya.

Jokowi menjelaskan program vaksinasi di Indonesia tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk terbebas dari pandemi COVID-19. Vaksin COVID-19 itu sendiri menurutnya hal yang telah lama ditunggu pemerintah maupun masyarakat.

“Saya memulai ikhtiar besar untuk terbebas dari pandemi dengan menerima vaksin Covid-19. Vaksin Covid-19 inilah yang lama kita tunggu, dan baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan suci dan halal untuk digunakan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Jokowi berharap berharap program vaksinasi COVID-19 yang tahapannya dimulai hari ini berjalan dengan lancar.(der)