04 December 2022
04 December 2022
26.8 C
Malang
ad space

Harapan Arema dengan Hasil RUPS PT LIB

Logo Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC memberikan tanggapan dari hasil RUPS PT LIB beberapa waktu lalu.

Munculnya direksi dan dewan komisaris baru di PT LIB membuat Arema optimistis tentang kelanjutan kompetisi.

Dalam hasil RUPS PT LIB yang digelar Selasa (15/11), 18 klub Liga 1 mayoritas sepakat memberikan suara dan dukungan kepada Ferry Paulus sebagai Direktur Utama PT LIB dan Munafri Arifuddin sebagai Direktur PT LIB.

Baca Juga: Bung Edi Pesankan Generasi Muda Teladani Perjuangan Para Pahlawan

Pendaftar Formasi Nakes Jalur P3K Minim Peminat

“Nama-nama yang masuk dalam jajaran komisaris dan direksi tentu saja memberikan harapan baru bagi kompetisi,” ungkap Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto.

Terkait penunjukan langsung direksi PT LIB oleh klub, Tatang juga menilai hal itu menjadi tradisi baru dan positif karena semakin mendekatkan hubungan antara klub dan operator kompetisi.

“Ini juga menjadi salah satu hal yang positif, hubungan klub dan operator bisa jadi semakin dekat, apalagi kedepan salah satu hal yang paling penting dalam penyelenggaraan kompetisi adalah komunikasi,” tambahnya.(der)

Pemkot Malang Terima WTP 11 Kali Berturut-turut, Bung Edi: Ini Wujud Kerja Keras Seluruh Elemen

Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menerima penghargaan WTP dari Gubernur Jatim, Khofifah IP. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemkot Malang meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021. Penghargaan ini diberikan Menteri Keuangan RI.

Pemkot Malang menjadi salah satu dari tiga puluh tujuh Pemerintah Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Timur yang menerima penghargaan ini.

Predikat WTP tersebut berhasil dipertahankan Pemkot Malang hingga 11 tahun berturut-turut. Piagam penghargaan langsung diserahkan oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Wali Kota Malang, Ir Sofyan Edi Jarwoko, di Hotel Bumi Surabaya, Senin (14/11).

Baca Juga: Presiden PKS Lantik 471 Ketua DPRa se Malang Raya

Macapat Idol, Hidupkan Seni Tembang Jawa di Kalangan Generasi Muda

Wawali Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia mengungkapkan, prestasi ini diraih atas peran antar elemen di Pemkot Malang yang berkomitmen menjaga kinerja akuntabilitas keuangan daerah.

“Capaian ini merupakan wujud kerja keras dan koordinasi yang baik dari perangkat daerah serta seluruh elemen hexahelix. Predikat WTP yang diterima ini menjadi motivasi kami untuk terus menguatkan komitmen dalam meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat dan menyajikan laporan keuangan daerah secara transparan dan akuntable,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi dari perencanaan sampai pertanggungjawaban serta kerjasama dari seluruh elemen menjadi kunci yang akan dikuatkan agar predikat WTP sebagai indikator tertinggi kualitas laporan keuangan ini dapat dipertahankan.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, penghargaan WTP ini adalah instrumen untuk melaksanakan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan. Ia berharap outcome dari diperolehnya Opini WTP ini dapat meningkatkan percepatan kesejahteraan masyarakat.

“WTP yang diterima ini diharapkan bisa memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jatim. Kami berharap penghargaan yang diberikan ini memberikan motivasi untuk terus bekerja keras dalam mempertahankan opini WTP serta outcome yang terukur dan ptoduktif pada tahun-tahun berikutnya,”

Lebih lanjut ia menambahkan, capaian yang berhasil diraih oleh kabupaten/kota tersebut sungguh luar biasa dan sangat membanggakan. Terutama mengingat di tahun 2021 masih kondisi efek pandemi Covid-19.

“Capaian opini WTP pada tahun ini menunjukan tren yang cukup positif. Dengan mempertahankan capaian pada Tahun Anggaran 2020 terdapat 37 Kabupaten/Kota yang memperoleh opini WTP,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyerahkan piagam penghargaan Opini WTP kepada 37 kabupaten/kota di Jatim. Ia berharap penghargaan ini juga memotivasi Daerah yang belum mendapatkan opini WTP untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya.(der)

40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Crisis Center Arema Ditutup

Logo Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Crisis center Arema FC resmi ditutup setelah menginjak 40 hari Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (10/11).

Selama ini crisis center Arema sudah mengakomodir bantuan dan kebutuhan para korban berjumlah 322. Baik yang meninggal dunia, luka berat, bahkan luka ringan mendapat bantuan dengan nominal berbeda.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT ABBI) Tatang Dwi Arifianto, menjelaskan, bantuan diberikan kepada 135 korban meninggal dunia sebesar Rp35 juta.

Baca Juga: Taekwondo Kabupaten Malang Sementara Sumbang 1 Medali Perunggu

Aremania Layangkan Tritura, Sutiaji: Tunjukan Malang Cinta Damai

Jumlah itu dirinci didapat dari bantuan dari Presiden Klub Rp10 juta, Direksi Rp10 juta dan Indosiar yang mempercayakan distribusinya kepada Crisis Center Arema FC sebanyak Rp15 juta.

“Selain korban meninggal, luka berat kami sampaikan yang masuk dalam data ada 24 orang sedangkan luka ringan sebanyak 163 orang, semua sudah mendapatkan bantuan,” jelas Tatang.

Dari 40 hari bekerja ini, tim crisis center Arema FC mendapatkan banyak pesan dari korban maupun keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

“Namun mereka juga sebagian besar menitipkan pesan agar kita bersama tegar dan bangkit serta mendukung penuntasan untuk mendapatkan keadilan yang obyektif,” ungkap Tatang.

Tatang menegaskan bahwa Arema FC dan Aremania adalah satu keluarga. Selayaknya sesama anggota keluarga, masing-masing memiliki tugas untuk saling menguatkan.

“Kita satu keluarga kami sangat ingin saling menguatkan. Kami terus berupaya untuk membantu, namun kami merasa masih banyak kekurangan, kekhilafan , kealpaan dalam turut membantu meringankan penderitaan korban, kami memohon maaf atas itu semua,” tutupnya.(der)

Hujan Deras Tak Padamkan Semangat Aksi Solidaritas 40 Hari Tragedi Kanjuruhan

Aksi Aremania mengenang 40 hari Tragedi Kanjuruhan. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Hujan deras tak memadamkan semangat aksi solidaritas Aremania di momen 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Kamis (10/11).

Ribuan massa ini datang bergerak dari Stadion Gajayana menuju bundaran Tugu Balai Kota Malang dengan membawa poster dan ratusan keranda sebagai simbol banyaknya nyawa berjatuhan dalam peristiwa itu.

Baca Juga: Aremania Aksi Turun Jalan Gotong Ratusan Keranda di Momen 40 Hari Tragedi Kanjuruhan

Dianggap Terapkan MBKM Secara Mandiri, Polinema Jadi Tuan Rumah Kampus Merdeka Fair 2022

Aksi Aremania. (Deny/MVoice)

Meski diguyur hujan deras, Aremania tetap melanjutkan aksi dengan membacakan tuntutan untuk mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan.

Aksi teatrikal. (Deny/MVoice)

Massa yang tergabung dari berbagai elemen ini turut mempersembahkan aksi teatrikal.

Kukuh Sunyoto sebagai maskot Arema menjelaskan aksi teatrikal ini menggambarkan bagaimana situasi saat Tragedi Kanjuruhan meledak pada 1 Oktober.

Ada aksi pemeran aparat keamanan menembaki penonton dengan gas air mata di tribun hingga melakukan tindakan represif yang menimbulkan suporter terluka.

“Menggambarkan suasana waktu itu. Banyak yang ditendang, diinjak, jadi tindakan itu memancing anak-anak turun ke lapangan. Saya tadi berperan agar meminta aparat tidak melakukan tembakan gas air mata,” kata Aremania asal Slorok, Sumberpucung.

Aksi teatrikal ini dikatakannya dilakukan secara spontan tanpa latihan.

“Ini spontan apa yang saya dan teman-teman alami waktu kejadian,” ujarnya sambil berharap keadilan untuk korban terus ditegakkan.(der)

Hasil Autopsi Jenazah Tragedi Kanjuruhan Butuh Waktu 8 Minggu

Suasana pelaksanaan pengamanan jalannya Autopsi. (MVoice/Ist).

MALANGVOICE – Autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan dinyatakan rampung pada Sabtu (5/11) sore tadi. Prosesnya memakan waktu lebih dari 7 jam.

Tim memulai proses autopsi di tempat pemakaman umum itu sejak pukul 08.15 dan baru keluar sekitar pukul 15.45.

Autopsi ini dilakukan kepada jenazah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13), anak dari Devi Athok, Aremania asal Bululawang. Pembongkaran makam dilakukan di TPU Dusun Pathuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Ketua Persatuan Dokter Forensi Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan, mengatakan, tim sudah melakukan pemeriksaan luar dan dalam dari jenazah.

Baca juga:
KPU Batu Bimbang Gunakan Dana Hibah Rp1 Miliar

Pohon Tumbang di Jalan JA Suprapto Bikin Macet 1 KM

PDFI Jatim Dikerahkan untuk Proses Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

“Saya sudah melakukan ekshumasi dan autopsi. Kami sudah melakukan serangkaian pemeriksaan luar dan dalam dan pemeriksaan penunjang,” ucapnya, saat ditemui awak media di lokasi, Sabtu (5/11).

Hasil dari pemeriksaan hari ini, terdapat pembusukan di jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Penyebabnya karena sudah dikubur satu bulan.

“Tentunya ada proses pembusukan ya seperti biasa karena sudah lebih dari satu bulan (dikubur),” jelasnya.

Selanjutnya, sample dari dua jenazah itu akan dikirim ke laboratorium. Tujuannya untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan untuk waktu pemeriksaan di laboratorium membutuhkan waktu sekitar delapan minggu, atau dua bulan.

“8 minggu bisa lebih cepat tergantung pemeriksaan,” tandasnya.(der)

PDFI Jatim Dikerahkan untuk Proses Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

Kadiv Humas Polda Jatim, Kombespol Dirmanto. (istimewa)

MALANGVOICE – Autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan digelar hari ini, Sabtu (5/11). Proses ini dilakukan di TPU Dusun Pathuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Kedua jenazah ini adalah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13), anak dari Devi Athok, Aremania asal Bululawang.

Dalam proses ini dilakukan pengaman ketat agar seluruh kegiatan berjalan lancar.

Baca Juga: Ini Ketua FORKI Kota Malang Periode 2022-2026

LPSK Siapkan Posko Khusus dan Jamin Keamanan bagi Whistleblower Tragedi Kanjuruhan

Ekshumasi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Digelar Hari Ini

Kadiv Humas Polda Jatim, Kombespol Dirmanto, mengatakan, tim dokter yang terlibat terdiri dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur.

“Selain itu juga membantu menyiapkan sarana sarana yang diperlukan oleh tim dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur, yang dipimpin langsung oleh Ketua PDFI Jatim, Dokter Nabil.

Sementara itu Ketua Persatuan Dokter Forensi Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan, sebelum melaksanakan autopsi mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan masyarakat Malang.

Kami PDFI cabang Jatim mendapat permintaan dari penyidik berupa surat permintaan Visum Epertum untuk melaksanakan penggalian jenazah korban Kanjuruhan.

“Kami PDFI cabang jatim membentuk tim independen yang terdiri dari 2 penasehat 6 operator. Kami membentuk dari tiga elemen institusi pendidikan kedokteran dan empat dari fasilitas kesehatan,” jelas dia.

Ia merinci bagian dari timnya yang dimaksud. Salah satunya dari UMM.

Pertama institusi pendidikan Fakultas Kedokteran Hang Tuah Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

“Kemudian dari Faskes, RSUD Kabupaten Kanjuruhan, RSUD dr Soetomo, RSUD Sarifah Bangkalan dan RS pendidikan Unair,” lanjutnya.(der)

LPSK Siapkan Posko Khusus dan Jamin Keamanan bagi Whistleblower Tragedi Kanjuruhan

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suryo. (MVoice/Ist).

MALANGVOICE – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), menyiapkan posko khusus untuk menampung laporan jika ada orang yang mengajukan perlindungan sebagai whistleblower.

Whistleblower sendiri adalah seseorang yang membantu penegak hukum. Biasanya ada rahasia yang bisa diungkap oleh whistleblower dan membantu pengungkapan fakta kasus.

Dalam Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu, dimunkinkan adanya whistleblower.

“Kalau memang memenuhi syarat sebagai whistleblower kita senang sekali,” kata Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suryo, saat ditemui awak media di lokasi autopsi korban meninggal Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (5/11).

Baca juga:
Ekshumasi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Digelar Hari Ini

Aremania Dipersilakan Ikuti Proses Ekshumasi, Ditreskrimum Pastikan Pengamanan

Anggarkan Rp6 Miliar, DPUPR Tambah Jaringan Drainase Baru

Hasto menjelaskan, LPSK siap menjamin keamanan dan perlindungan kepada saksi maupun whistleblower yang melapor.

“Kalau memang memenuhi syarat kami akan melakukan perlindungan. Lapor ke LPSK kita buat posko di Malang nanti teman-teman di Malang bisa dikontak,” jelasnya.

Sementara itu LPSK sekarang melindungi 18 orang baik saksi maupun korban dengan keperluan masing-masing, karena 18 orang itu sempat mengalami tindakan intimidasi. Namun kekinian, Hasto menjelaskan, intimidasi itu tidak terjadi.

“Saya tidak hafal persis. Itu disesuaikan dengan keperluan masing-masing. Sekarang sudah enggak, sebelumnya saya dengar begitu,” tutupnya.(der)

Dua Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Diberi Beasiswa Sampai SMA

Pemberian bantuan beasiswa ke anak korban Tragedi Kanjuruhan. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Kapolresta Malang Kota memberikan bantuan kepada anak korban Tragedi Kanjuruhan, Andi Setiawan.

Bantuan diserahkan langsung kepada dua anak Andik, Sinta Putri (10) dan Rama Putra (9) di Kantor Kelurahan Mergosono, Selasa (1/11). Keduanya masih sekolah di SDN 2 Mergosono.

Kedua anak almarhum Andi ditemani untuk proses tanda tangan berkas. Penyerahan bantuan disaksikan perwakilan Bank Jatim, Camat, serta Kapolsek Kedung Kandang.

Baca Juga: Siapkan Indonesia Emas 2045, Sutiaji: Perlu Bentengi Generasi Muda dari Narkoba

Berkas PerkaraTragedi Kanjuruhan P-18, Tuntutan Aremania Terkabul

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Budi Hermanto, mengatakan, bantuan ini merupakan realisasi janji Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto kepada keluarga Andi.

“Pak Kapolda saat takziah ke rumah duka keluarga Andi, berjanji akan memberikan bantuan beasiswa. Hari ini kerja sama dengan Bank Jatim buat rekening atas nama anak korban,” kata Buher, sapaan akrabnya.

Bantuan beasiswa ini dipastikan akan menjamin biaya pendidikan kedua anak Andi sampai jenjang SMA. Selama proses pencairan dana beasiswa ini akan dikawal mulai RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan Bhabinkamtibmas.

“Bantuan donasi dan juga beasiswa dari teman-teman yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan juga kepada keluarga Polri korban Insiden Stadion Kanjuruhan yang berada di wilayah Tulungagung dan Trenggalek,” imbuh lulusan Akpol 2000 ini.

Sementara itu, pimpinan Bank Jatim Kantor Fungsional Pemkot Malang, Neny Desi, mengatakan rekening bantuan beasiswa Sinta dan Rama bisa dicairkan selama tiga termin.

“Ini namanya tabungan berjangka, ada tiga kali termin pencairan dan harus bersama ananda untuk pencairannya,” tegasnya.(der)

Dewan Pers Luncurkan Aplikasi LPE, Permudah Pengaduan dan Kontrol Karya Pers

Dewan Pers meluncurkan aplikasi laporan pengaduan elektronik (LPE). Hal ini untuk mempermudah proses pengaduan dan kontrol terhadap karya pers. (MVoice/Dewan Pers)

MALANGVOICE– Dewan Pers menerima 583 kasus pengaduan karya jurnalistik hingga Oktober 2022. Dari jumlah itu, 499 kasus pengaduan menempuh proses mediasi sengketa pers. Rinciannya penyelesaian mediasi melalui risalah (78 kasus), pernyataan penilaian dan rekomendasi (31 kasus), surat (331 kasus), dan arsip (59 kasus).

Dari pemaparan itu, penyelesaian kasus di atas angka 85 persen, sementara target penyelesaian tahun 2022 adalah 90 persen kasus. Dewan Pers mencatat, dominasi platform yang banyak diadukan adalah media siber atau media online.

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Yadi Hendriana menyebut pengaduan media siber mencapai 95 persen. Rata-rata kasus yang diadukan terkait pelanggaran etik.

Baca juga: Bentuk Mahasiswa Pancasilais, Polinema Selenggarakan Kuliah Tamu Harmonisasi Agama dan Pancasila

Baca juga: Komite SMAN 1 Kota Batu Menampik Dugaan Pungli Sumbangan Sukarela

Baca juga: Dugaan Pungli SMAN 1 Kota Batu, Sumbangan Sukarela tapi Nominalnya Ditentukan

“Dari kasus-kasus pers yang diadukan, rata-rata karya pers tanpa verifikasi dan cover both side,” ujar Yadi.

Ini menjadi sebuah catatan khusus bagi pengelola media online untuk tetap patuh dan tunduk pada kode etik jurnalistik. Apalagi, dalam pantauan Dewan Pers, umumnya redaksi media online harus mengelola lebih dari 600 artikel/konten berita dalam satu hari.

“Dengan konten yang begitu banyak di-manage, mau tidak mau masing-masing newsroom harus memperkuat kontrol berita, proses editing, dan penegakan kode etik di redaksi masing-masing,” pungkas Yadi.

Sementara itu, Plt Ketua Dewan Pers, M Agung Dharmajaya mengatakan, Dewan Pers membuat terobosan lewat aplikasi pengaduan berbasis elektronik. Hal ini untuk mempermudah proses pengaduan dan kontrol terhadap karya pers. Dengan begitu, proses pengaduan dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan mudah.

“Kami ingin peran serta masyarakat dalam kontrol pers terus dilakukan demi produk pers lebih berkualitas. Kami juga sudah menyiapkan aplikasi pengaduan berbasis eletronik yang simple,” ujar Agung.

Baca juga: Ini Janji Cendekiawan Muslim yang Resmi Jabat Ketua Dewan Pers 2022-2025

Baca juga: ‘Megathrust’ Korupsi Jilid 2 Bakal Gegerkan Kabupaten Malang

Baca juga: Aremania Tuntut Kejati Surabaya Kembalikan Berkas Penyidikan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Selama November hingga Desember 2022, pengaduan ke Dewan Pers bisa secara manual dan surat elektronik. Selanjutnya pada Januari 2023, pengaduan akan dialihkan melalui aplikasi laporan pengaduan elektronik (LPE).

Menurut Agung, LPE siap merespons dengan cepat proses pengaduan yang ada sekaligus mengantisipasi situasi jelang kontestasi politik yang akan dimulai tahun depan. Dewan Pers berharap, dengan peran serta dari publik, perusahaan media akan terus memperbaiki karya persnya agar sesuai dengan kode etik jurnalistik dan berdampak positif bagi publik.

“Pengaduan manual dan email dihilangkan bertahap. Tapi Januari 2023 Dewan Pers hanya menerima pengaduan lewat LPE yang sudah kami siapkan,” kata Agung.(end)

Aremania Tuntut Kejati Surabaya Kembalikan Berkas Penyidikan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Aksi damai Aremania di Kejaksaan Negeri Kota Malang. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Ratusan massa Aremania kembali meggelar aksi damai usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Aksi ini digelar di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang pada Senin (31/10).

Dalam aksinya, para Aremania ini menuntut Kejati Surabaya mengembalikan berkas enam tersangka yang dikirim penyidik Polda Jatim.

Jubir TGA, M Anwar, mengatakan, dengan diserahkannya berkas penyidik ke Kejati Surabaya berpotensi tidak adanya lagi tersangka baru.

“Kami menyuarakan aksi meminta kejati bersikap adil dan memiliki tanggung jawab moral dalam menangani Tragedi Kanjuruhan,” kata Anwar.

Karena itu, massa meminta Kejari Kota Malang menyampaikan tuntutan Aremania ini ke Kejati Surabaya.

Sesepuh Aremania, Anto Baret. (Deny/MVoice)

Sementara itu, Anto Baret yang ikut dalam aksi ini juga menuntut keadilan dalam peristiwa yang menewaskan 135 suporter di Stadion Kanjuruhan.

“Jangan sampai kepercayaan kita dikhianati. Karena sudah menyimpang dengan cita-cita bangsa setelah merdeka. Jangan sampai ada fakta disembunyikan, sampai darah penghabisan saya kawal ini,” ujarnya.

Aksi damai Aremania. (Deny/MVoice)

Berikut tuntutan massa dalam aksi di depan Kejaksaan Negeri Kota Malang:

1. Meminta Kejaksaan Tinggi bersikap adil dan memiliki tanggungjawab moral untuk dapatnya melakukan penanganan perkara tragedi kanjuruan yang menelan korban 135 jiwa tersebut dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku

2. Memasukkan/menerapkan Pasal 338 dan 340 KUHP terkait penyelesaian Tragedi Kanjuruhan
3. Meminta Kejaksaan Tinggi menolak atau
mengembalikan berkas perkara yang
disampaikan kepada penyidik Polda Jatim, karena tidak lengkap dan tidak sesuai dengan fakta hukum sebenarnya (atau diistilakan menolak /tidak melakukan P-21 terhadap berkas perkara Tragedi Kanjuruhan yang diserahkan oleh penyidik Polri)
4. Meminta kejaksaan memastikan agar seluruh penyelenggara dan seluruh tenaga pengamanan yang terlibat langsung dalam melakukan penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan untuk dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menerima tuntutan dari Aremania, Kepala Kejari Kota Malang, Edy Winarko pun kemudian menemui massa. Ia mengaku akan melapokan ke pimpinan.

“Kami terima tuntutannya untuk disampaikan ke pimpinan. Semoga semuanya lancar,” singkatnya.

Hingga saat ini massa aksi masih bertahan di depan Kejaksaan Negeri Kota Malang sambil menunggu jawaban dari Kejari Kota Malang Edy Winarko menyampaikan tuntutan Aremania ke Kejati Surabaya.(der)