Stetoskop Eko Mampu Rekam Detak Jantung

Perkenalan stetoskop, Eko. (abc7news)

MALANGVOICE – Stetoskop merupakan alat wajib yang dibawa semua doker. Peralatan medis yang sangat tua itu kini dilengkapi dengan teknologi tinggi.

Dikutip ABC7News, seorang kardilog, John Chorba mengatakan pada dasarnya itu adalah stetoskop biasa, namun ada seperangkat tambahan yang dipasangkan di dalamnya.

Alat canggih itu dinamakan Eko, bukan berasal dari nama orang Indonesia, melainkan dari Eko Device, yang diciptakan oleh mahasiswa University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

Penggunaan Eko sangat sedehana, hanya mengatur aplikasi pada smartphone kemudian stetoskop merekam suara detak jantung pasien. Hasilnya langsung nampak pada layar ponsel.

COO Eko, Jason Bellet menjelaskan, penyimpanan data pasien bisa digunakan menjadi dokumen seumur hidup.

Alat ini sudah mendapat persetujuan dari pihak pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat yang bernama Food and Drugs Administration (FDA), sehingga dipastikan aman dipakai.

Dalam penelitian medis, yang paling ditunggu setelahnya adalah hasil dari rekaman dari Eko dari ribuan klinik atau rumah sakit.

“Jika mempunyai banyak data rekaman, maka kami akan tahu apa saja yang selama ini kami tidak ketahui sebelumnya,” kata kardiolog UCSF, John Chorba.-

Adopsi Anak Tidak Mudah

MALANGVOICE – Ingin punya anak hasil adopsi ternyata tidak mudah, karena persyaratannya rumit dan harus lengkap.

“Kalau mau mengadopsi kita sidang juga lho, bukan persoalan rasa antar kemanusiaan saja tapi hukum negara juga,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batu, Maulidiono saat berbincang dengan MVoice, Kamis (3/9).

Jika anak yang hendak diadopsi masih memiliki orang tua, kata Maulidiono, maka harus ada surat persetujuan dari wali orang tua. Itu nanti yang akan dijadikan dasar pengubahan akte lahir dengan nama ayah yang baru.

Namun, bila anak tersebut dari panti asuhan selain adanya surat izin tertulis berupa surat keterangan panti asuhan, juga akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh kepolisian setempat baru kemudian mengurus di Dispendukcapil.

“Kalau anak yatim misalnya, ada yang jelas nama orang tuanya, ada yang tidak jelas nama orang tuanya yang kemungkinan dititipkan atau dibuang. Itu kita penuhi haknya sebagai warga negara, yaitu pengurusan dokumen ini,” tambahnya.

Bahkan pernikahan siri yang anaknya tidak bisa dibuatkan akte lahir juga akan merepotkan. “Kita harus mulai pencatatan sipil nikahnya dan buat akte lahir anak. Intinya ada proses, kalau tidak sabar ya bilangnya rumit,” tandas Kadispendukcapil.-

Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Ilustrasi (natureworldreport)

MALANGVOICE – Dalam studi baru yang dilakukan peneiliti dari Harvard School of Public Health di Boston, para wanita yang mengonsumsi alkohol setiap hari akan meningkat risiko terkena penyakit kanker.

Studi melibatkan 135 ribu orang pria dan wanita, para peserta studi ada yang gemar meminum alkohol satu atau dua gelas per hari. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya, 13 persen risiko lebih besar terkena kanker bagi wanita dan kebanyakan adalah kanker payudara.

Bagi pria, ternyata risiko kanker terjadi karena mereka seorang perokok atau pernah merokok pada suatu masa kehidupannya, dan jika tidak merokok, tidak ada risiko yang berhasil direkam dalam penelitian itu.

British Medical Journal menulis, penelitian yang dilakukan selama 30 hari itu, selain kanker payudara, wanita rentan terkena kanker hati, usus, mulut, tenggorokan dan banyak lagi.

Seperti dikutip dari TIME, seorang pemimpin studi, Yin Cao, mengingatkan, merokok dan minum alkohol berat harus dihindari, untuk membantu mengurangi gejala risiko terkena kanker.

13 Dejay Ramaikan Adu Fashion

Konferensi pers Kick di Ria Djenaka. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Even Kickfest tahun ini dijadikan persiapan menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Hal itu dikatakan Ketua Kreative Independent Clothing (Kick), Ade Andriansyah saat konferensi pers di Ria Djenaka Cafe, Selasa (1/9). “Kami bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri dengan produk lokal yang unggulan,” katanya.

Pernyataan tersebut didukung dengan perputaran transaksi lebih dari Rp 5 miliar setiap tahunnya. Sebuah sumbangan yang tidak sedikit untuk produk lokal, termasuk juga pendapatan daerah.

Dengan adanya Kickfest, lanjut Ade, rantai ekonomi juga berputar yang menghasilkan keuntungan bagi banyak pihak.

“Seperti penjahit, tukang sablon, semuanya yang terlibat ikut merasakan dampak positif. Pokoknya saling terhubunglah,” tambahnya.

Kickfest sendiri mengukuhkan diri sebagai pioner pergerakan industri kreatif dalam bidang fashion sekaligus menjadi acara terbesar yang berhasil menebarkan kecintaan produk dalam negeri.

Ajang tahunan ke-9 yang memamerkan produk clothing ini, menghadirkan 85 both dari 110 brand seluruh Indonesia yang tergabung dalam komunitas Kick.

Di Kota Malang, Kickfest 2015 diadakan pertama kali pada 4 – 6 September mendatang di Lapangan Rampal. Setelah itu menyusul kota besar lain yakni Bandung dan Yogyakarta.

Tahun lalu, Kickfest di Kota Malang saja sudah hampir melebihi kuota pengunjung sebanyak 50 ribu. Ade menyebut, antusias dari pengunjung di Kota Malang sangat baik dengan letak yang strategis.

“Sebetulnya keseluruhan venue antusiasmenya juga baik dan bagus dari tahun kemarin. Karena habis lebaran kami butuh momen dan Malang dirasa sangat tepat,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut nantinya akan dihadirkan 58 band dan 13 DJ lokal hingga nasional serta berbagai macam stan kuliner dan beberapa komunitas anak muda.-

Pamerkan 9 Koleksi, Museum Angkut Primadona IIMS

Manajer Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto saat bercerita diruangannya. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Museum Angkut Kota Batu tidak hanya menarik wisatawan, namun juga menpesona profesional, kolektor, dan publik di Jakarta. Dalam event Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di JIExpo Jakarta, museum Angkut mengikutsertakan sembilan kendaraan klasik pilihan, yakni empat mobil dan lima motor.

Adapun empat mobil kuno tersebut adalah Roll Roys Silver Shadow tahun 1974, Dodge Depot tahun 1934, Bentley tahun 1952, dan Austin Healy tahun 1951. “Kalau Bentley ini sekelas dengan yang dipakai Ratu Diana di Kerajaan Inggris. Kemudian Dodge Depot ini masih bisa menyala sehingga membuat heboh pengunjung,” kata Manajer Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto kepada MVoice, Senin (24/8).

Titik menceritakan banyak orang yang geleng-geleng dengan koleksi Museum Angkut, bahkan mendapatkan kunjungan potensial dari Hotman Sitompul, Hauke, dan juga Roy Suryo yang tergabung dalam Perhimpunan Mobil Kuno Indonesia (PMKI).

Bahkan, beberapa orang yang faham sejarah mobil kuno sampai heran ada mobil Austin Healy yang pernah menghebohkan dunia karena mendapatkan predikat kecelakaan termahal dengan korban meninggal 83 orang di Perancis.

“Tapi bukan mobil ini, ya sama aja. Karena mobil yang kecelakaan itu sudah dilelang,” cerita Titik sambil tertawa.

Sementara koleksi sepeda motor yang turut dipamerkan adalah BSA Roundtank tahun 1925, MV Agusta tahun 1950, Ariel tahun 1961, Ambassador tahun 1960, dan Nimbus 4 silinder tahun 1954.

“Bahkan beberapa orang sampai bisik-bisik ingin membeli kendaraan ini. Namun saya tegaskan bahwa ini milik museum untuk pameran, tidak dijual,” kata Titik.

Ia sendiri mengakui bahwa pihaknya diundang menghadiri IIMS karena publik sudah kadung booming dengan adanya Museum Angkut di media sosial. “Saya datang sekaligus bisa dikatakan sebagai Duta Wisata Kota Batu. Saya membawa informasi soal PHRI, Jatim Park Group, dan Museum Angkut sendiri,” tandasnya.-

Black Auto Battle Tantang Penghobi Modif

Salah satu mobil modifikasi extreme di Black Auto Battle. (Deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Djarum tahun ini melanjutkan event tahunan Black Auto Battle di Taman Krida Budaya, Malang, Sabtu (22/8).

Ada beberapa ragam jenis yang dilombakan. Seperti car modification, black auto dyno test atau adu performa mesin, black out loud atau adu kualitas audio, dan black car challenge.

Selain itu ada pula bazaar black market dan yang pasti live entertainment dari vemale DJ dan band lokal.

Acara ini diadakan bulan Agustus hingga November di enam kota, yakni, Malang, Manado, Makasar, Bandung, Purwokerto, dan Yogyakarta. Di Kota Malang diadakan Sabtu (22/8) ini di Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno – Hatta dari pagi hingga 22:00 WIB.

Djarum Black Auto Battle diikuti sekitar 72 peserta dari seluruh Indonesia dari perseorangan maupun klub mobil.

Panitia event Black Auto Battle, Hendy Sidik mengatakan jika pemenang modifikasi mobil akan berkesempatan mengikuti final di Yogyakarta.

“Hanya untuk kelas modifikasi, total hadianya hingga 100 juta rupiah,” katanya kepada MVoice.

Diadakannya event ini, lanjut dia, diharap bisa membantu memfasilitasi para penghobi roda empat tersebut.

“Selain jadi wadah bagi penghobi modifikasi, ini juga jadi ajang memacu kreatifitas,” tandasnya.-

Pola Makan Salah Rentan Terkena Osteoarthritis

Yudi Suyyud (kiri)

MALANGVOICE – Penyakit degeneratif tulang sendi atau dalam dunia medis dikenal sebagai Osteoarthritis (OA), ternyata juga menyerang pada usia produktif atau di bawah usia 45 tahun

Senior General Manager Medical Combiphar, Yuddi Suyyud menjelaskan, gaya hidup anak muda yang tidak sehat baik melalui lifestyle maupun makanan, dapat menumbuhkan penyakit ini sejak dini.

“Salah satu yang sering terkena penyakit ini adalah wanita, karena kebanyakan mereka memakai high heels,” kata Suyyud, Sabtu (22/8).

Dijelaskan, pemakaian high heels yang terlalu berlebihan dapat mengganggu tulang persendian utamanya lutut. Berbagai penelitihan menyebut, sebagian besar mereka pemakai high heels mengalami banyak gangguan.

“Selain high heel masalah lain adalah makanan, ini juga penting karena penyakit OA bisa disebabkan karena makanan,” bebernya.

Dijelaskan, konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat berlebih bisa menjadi penyebab utama penyakit OA.

“Makanan olahan atau makanan kaleng dan asam lemak jenuh, bisa menjadi penyebab termasuk pula garam,” imbuhnya.

Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat agar mengkonsumsi buah dan sayuran, omega 3, minyak zaitun dan perbanyak konsumsi vitamin D untuk mencegah terjadinya OA.

“Untuk pengobatan Combhipar selaku produsen obat memiliki produk hyalone bagi mereka yang menderita OA ini,” tegasnya.-

Tips untuk Manula, Waspadai Penyakit OA

Bagus Putu Putra

MALANGVOICE – Osteoarthritis (OA), penyakit degeneratif sendi tulang yang umumnya diderita pasien usia lanjut, kini menjadi momok tersendiri dalam dunia medis.

Pakar penyakit reumatologi, Bagus Putu Putra Suryana mengatakan, sekitar 70 persen manusia yang berusia 60 tahun mengalami OA pada sekitar lutut mereka.

“Ada beberapa gejala OA salah satunya adalah nyeri sendi, krepitasi, kaku sendi, serta gangguan aktifitas,” kata Bagus Putu dalam Combihealth forum, Sabtu (22/8) di Malang.

Dijelaskan, selain menyerang kaki, OA juga mengena pada bagian tangan, punggung, tulang panggul. Khusus mengena tulang panggul, penyakit OA ini menyebabkan pasien tidak bisa berjalan.

Lebih lanjut, Putra memaparkan, beberapa faktor termasuk usia, kegemukan, jenis kelamin wanita, faktor genetik serta cidera sendi, merupakan penyebab utama timbulnya penyakit ini.

“Penyakit ini juga bisa menyerang mereka yang berusia di bawah 45 tahun,” imbuhnya.

Karenanya, guna mencegah timbulnya penyakit OA sejak dini, perlu dilakukan beberapa tindakan, termasuk mengkontrol berat badan, olahraga teratur serta pencegahan cidera sendi. “Cara terbaik adalah mencegah sejak dini,” terangnya.-

Melatih Kesimbangan Otak Kanan dan Otak Kiri

Peserta festival egrang saat berjalan disaksikan masyarakat Kota Batu. (Fathul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Permainan tradisional sudah mulai ditinggalkan. Saat ini, anak-anak dimanjakan dengan game cyber yang mengurangi pergaulan sosial mereka.

Hal inilah yang menjadi dasar diadakannya Festival Egrang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-70 oleh Pemerintah Kota Batu pada Rabu (19/8) siang hingga sore.

“Saat ini anak-anak kecil lebih suka bermain dengan gadget mereka dibandingkan dengan permainan tradisional, karena itulah kita menggagasnya,” kata Ketua Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kota Batu, Eni Rahayuningsih.

Maka dari itu, partisipasi siswa-siswi sekolah di Batu ini sangat diapresiasinya. Karena ternyata, masih banyak yang peduli dengan budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia.

Jika dipikirkan secara mendalam, egrang bukan hanya sebuah permainan penghilang suntuk. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari permainan tradisional ini.

Bila kita perhatikan, orang yang bermain egrang membutuhkan keberanian lebih saat hendak menaiki bambu penopang. Setelah naik, ia harus terus maju karena jika berhenti maka ia akan jatuh.

Seperti yang dijelaskan oleh Wakil Ketua II PHBN Bidang Non Kenegaraan Kota Batu, Drs Achmad Suparto. Bahwa bermain egrang membutuhkan kemampuan untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri.

“Dalam dunia olahraga seni bermain egrang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara gerak motorik dan psikomotor,” ungkap Achmad kepada MVoice, Rabu (19/8).

Ia melanjutkan bahwa dalam bermain egrang, dibutuhkan satu kesatuan gerak tubuh dan intelektual sehingga bisa berdiri, berjalan, dan pada akhirnya adalah tercapainya tujuan.

Seni egrang memang jenis permainan yang populer di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Bahkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan beberapa daerah di Sulawesi, egrang masih berkembang hingga saat ini.

Sayangnya, belum ada literasi yang menyebutkan asal muasal permainan egrang. Namun dari sumber di internet, disebutkan bahwa “egrang” berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.

Sementara dari daerah Sumatera Barat, egrang dikenal dengan nama “tengkak-tengkak” dari kata Tengkak atau pincang. Untuk bahasa Bengkulu disebut Ingkau yang berarti sepatu bambu.

Ada juga yang menyebut egrang sebagai Jangkungan di Jawa Tengah yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Lalu dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan, egrang disebut Batungkau.

Salah satu warga yang ikut menikmati Festival Egrang tersebut, Evi, mengakui bahwa permainan egrang membutuhkan ketekunan karena ia sering menyaksikan anaknya bermain.

“Anak saya belajar tiap hari kalau di rumah. Ia butuh seimbang dan latihan terus menerus. Saya setuju bahwa Egrang bukan sekedar bermain, apalagi di motori oleh guru-guru sekolah,” tandasnya.-

Egrang Punya Banyak Filosofi

Peserta festival egrang saat berjalan disaksikan masyarakat Kota Batu (Fathul/MalangVoice).

MALANGVOICE – Pemilihan egrang sebagai sebuah festival di Kota Batu, karena mengandung banyak filosofi.

Wakil Ketua II PHBN Bidang Non Kenegaraan Kota Batu, Drs Achmad Suparto menjelaskan, bahwa keunikan bermain egrang adalah mampu membangkitkan tantangan.

“Seni bermain egrang tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fisik semata, namun juga harus didukung oleh keseimbangan otak kanan dan kiri,” ungkap Achmad kepada MVoice.

Falsafah lainnya, jelas Achmad, adalah bermain egrang membutuhkan kesatuan gerak tubuh dan intelektual sehingga peserta bisa berdiri.

Serta dengan kesatuan tubuh dan intelektual juga, maka peserta bisa berjalan. “Lalu dengan kesatuan tubuh dan intelektul ini pula, kita bisa mencapai tujuan,”tandasnya.-

Komunitas