Fat Brothers, Lezatnya ‘Street Food’ Khas Malaysia

Stan Fat Brothers dan Sate crab dan udang (anja)

MALANGVOICE – Jajanan tempura, sosis, cireng, cilok di pinggir jalan itu biasa. Beda dengan Fat Brothers, yang menyuguhkan makanan jalanan alias street food khas Malaysia yang berlokasi di Jalan Jakarta 4 (depan minimarket).

Fat Brothers menyuguhkan aneka makanan olahan seafood yang semuanya ditusuk seperti sate lalu disajikan dengan cara dibakar. Semuanya tersedia mulai dari yang berbahan kepiting, udang, cumi, ikan, dsb.

“Semua bahan kami ambil langsung dari Malaysia. Beberapa tidak diproduksi di sini (Indonesia). Tapi kalau brokoli, cumi, dan udang ini bisa kita beli di Malang,” kata Yovi, pegawai Fat Brothers kepada MVoice, beberapa menit yang lalu.

Harga yang ditawarkan juga variatif mulai dari Rp 5000/tusuk sampai dengan Rp 11.000/tusuk. Telah disediakan juga pilihan sambal antara lain saus tomat, sambal biasa, dan sambal lok-lok spesial.

Fat Brothers buka setiap hari mulai pukul 17.00-23.00.

Cepet Rek, Ikuti Hijabers Mom Community Fashion Week di Araya!

poster HMC Fashion Week (ist)
poster HMC Fashion Week (ist)

MALANGVOICE – Hijabers Mom Community (HMC) Malang menggelar fashion week akbar di Plaza Araya selama seminggu penuh, mulai 3-11 Desember 2016.

Acara ini diramaikan dengan berbagai kegiatan lomba seperti lomba foto, mewarna, menari, hijab style, lomba fashion ibu dan anak, lomba Moms HMC (membaca Quran, pengetahuan umum, beuty behavior), banjari, fashion anak, dan fashion remaja.

Selain lomba, dalam gelaran ini HMC menyajikan talkshow menarik soal anak, kewanitaan dan skin care.

Berikut Jadwal HMC Fashion Week:

3 Desember 2016(Sabtu)
LOMBA FOTOGENIC
Kategori Balita 0-5th & anak 5-12th
TEMA: BEBAS (CASUAL & SOPAN)
BIAYA REG: 50.000

LOMBA HIJAB STYLE
Tema: PARTY
Waktu: 15.30 – 17.00
Syarat: model & perlengkapan lomba dari peserta
BIAYA REG: 50.000

LOMBA BANJARI
Tema: Maulid Nabi
Waktu: 16.00 -20.00
BIAYA REG: 100.000

Tgl 4 Desember 2016 (Minggu)
LOMBA MEWARNA
Tema: maulid nabi
Waktu: 07.00 – 10.00
Kategori A: TK A & B
Kategori B: SD Kelas 1-3
BIAYA REG: 30.000

LOMBA FASHION ANAK
Tema: Batik Muslim
Waktu: 12.00 – 15.00
Kategori A: TK A & B
Kategori B: SD 1-3
Kategori C: SD 4-6
BIAYA REG 100.000

TALKSHOW ANAK
Talkshow ini gratis (no HTM) acara jeda/sisipan setelah lomba fashion anak dan sebelum fashion ibu anak. Peserta: anak2 rekrut dari peserta lomba
Pukul: 15.00 – 16.00

LOMBA FASHION IBU ANAK
Tema: Muslim Batik
Waktu: 16.00 -19.00
Kategori A: SD 1-3
Kategori B: SD 4-6
BIAYA REG 100.000

Tgl 9 Desember 2016 (Jumat)
TALKSHOW ” Kewanitaan”
Waktu: 15.00 – 17.00
Gratis
Narasumber: RS. Ganesha Medika

Tgl 10 Desember 2016 (Sabtu)
LOMBA MENARI
Tema: tarian tradisional
Target: 50 group /team
(per team max 5 orang)
Waktu: 17.00 – 20.00
Syarat: kaset/CD dari peserta
Kategori: SD 1-6
Usia: max 11 th (kelas 6SD)
BIAYA REG 100.000

Tgl 11 Desember 2016 (Minggu)
LOMBA FASHION REMAJA
Tema: muslim batik
Waktu: 13.00 – 16.00
Usia: 17 -23 th
BIAYA REG 100.000

TALKSHOW SKIN CARE
Presented by ESTER
*free of charge*
Waktu: 16.00 – 17.00

LOMBA MOMS HMC MALANG
Waktu: pk 17.00 – 20.00
Tes seleksi tanggal 5 desember (Senin)
Syarat:
1. BRAIN (mengaji al qur’an) & pengetahuan umum
2. BEAUTY
3. BEHAVIOUR
BIAYA REG 150.000
Usia: FLEKSIBEL

Info lebih lengkap silakan hubungi bagian pendaftaran di bawah ini
Mom Dwi: 081221280502
Mom Lilik: 081267357607

Sekuel Frozen Dirilis, Elsa Diceritakan Lesbian?

ilustrasi. (Indiewire)

MALANGVOICE – Walt Disney baru saja merilis trailer sekuel Frozen pada 12 Februari kemarin. Namun, detail cerita hingga kini belum diungkapkan.

Sutradara Frozen 2, Jennifer Lee membocorkan jika Elsa diceritakan lesbian, hal ini tentunya sambil mempromosikan fitur Disney A Wrinkle in Time.

“Ke mana kami akan membawa cerita itu, kami punya begitu banyak perbincangan tentang itu, dan kami benar-benar bersungguh-sungguh tentang hal ini (LGBT),” katanya dalam wawancara dengan Huffington Post yang dikutip dari Digitalspy.

Frozen memang film anak-anak, tapi Disney sudah semakin berani menampilkan karakter LGBT di filmnya.

Film ini masih dibintangi Kristen Bell sebagai Anna dan Idina Menzel yang memerankan Elsa. Sekuel ini akan tayang pada 27 November mendatang.

Berikut trailer Frozen 2.(Der/Aka)

Mbois, Ada John Paul Ivan di God Bless Cafe 2

John Paul Ivan

MALANGVOICE – Gitaris ternama, John Paul Ivan, tampil memeriahkan Cafe God Bless 2, di Jalan Ahmad Yani. Ia bersama gitaris lain di Kota Malang unjuk kebolehan di depan para penonton yang hadir di cafe itu.

John Paul kepada MVoice, mengaku even seperti ini sangat positif bagi perkembangan musik di Kota Malang, khusunya bagi para gitaris. Alasannya, selain mendapat kesempatan untuk tampil, mereka bisa berbagi ilmu satu sama lainnya.

“Acara komunitas ini sangat baik, apalagi  God  Bless Cafe, juga memberikan ruang, saya kira ini cukup baik,” kata John Paul, beberapa menit lalu.

Ia menjelaskan, untuk menjadi musisi yang handal para gitaris membutuhkan jam terbang, tampil di hadapan para pecinta musik. Mereka bisa saja memainkan lagu karya sendiri, ataupun juga cover karya orang lain.

“Yang penting adalah jam terbang, bagaimana mereka bisa perform dan menunjukkan karya mereka, itulah sebenarnya yang dibutuhkan,” tukasnya.

Musisi di Kota Malang, menurut mantan gitaris Boomerang itu, sudah memiliki skill yang mumpuni dan layak tampil, sehingga dengan even seperti ini bisa diharap mempertajam performa bermain musik.

“Kan bisa dilihat sendiri bagaimana performa mereka malam ini, kualitasnya sangat bagus dan mumpuni,” bebernya, semalam.

Bagi John, tidak ada lagu yang tidak enak untuk didengarkan, semua lagu memiliki daya tarik masing-masing tergantung dari para pecinta musik sendiri.

“Semua lagu itu enak, tidak ada lagu tidak enak, jadi para musisi pemula jangan ragu untuk perform dan menambah jam terbang,” pesan dia.

Penampilan Afgan Bikin Histeris Kaum Hawa di UMM Dome

Konser Afgan di PSCS 2016. (Deny)

unnamed-10MALANGVOICE – Pentas Seni Citra Smanti (PSCS), di Dome UMM, tadi malam, berakhir manis dengan tembang-tembang cinta Afgansyah Reza.

Muncul sekitar pukul 23.00 WIB, Afgan tampak keren dengan kaos putih ditambah jaket gelap. Kacamata khas serta lesung pipinya menghipnotis ribuan kaum hawa yang memadati lokasi sejak sore.

Di atas panggung, kekasih penyanyi tenar, Rosa, itu langsung meliuk sesuai iringan musik. Tembang ‘Katakan Tidak’ jadi lagu pembuka.

Suara histeris Afganisme, sebutan penggemar Afgan pun bergemuruh bersamaan dengan nyanyian penonton lain.

Selain membawakan lagu dari album L1ve to Love, Love to L1ve, Afgan juga menyanyikan lagu di album anyar, Side yang berjudul Knock Me Out. Sontak, penonton makin histeris mengalahkan suara hujan saat itu.

“Ini konser terbaik saya di Malang,” ujar Afgan.

Selama hampir satu jam Afgan bernyanyi, akhirnya PSCS ditutup. Acara tahunan yang diadakan SMAN 3 Malang itu dinilai sukses, karena mampu menarik ribuan penonton.

Aksi dari para siswa, seperti teater, dansa, penampilan band dan tari juga bisa membuat penonton ogah pergi dari tempat duduk. “Keren banget semuanya mas,” kata salah satu penonton, Santi.

Chiki Jamur, Ngemil Sehat Tanpa MSG

MALANGVOICE – Snack chiki cenderung mengandung MSG dan bahan kimia lain. Kini ada chiki jamur, sebuah inovasi jajanan sehat bebas MSG berbahan dasar jamur yang digawangi Dr Ir Saidatul Idiyah MP dan Ir Henik Sukorini MP PhD, keduanya dosen Universitas Muhammadiyah Malang.

Karena inovasi tersebut, IBKK (Iptek Bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus) memberikan support berupa mesin pembuat chiki senilai Rp 46 juta.

“Chiki jamur dibuat dari 40 gram tepung jamur, 1000 gram beras jagung, 1 kg jagung, dan 15 gram kanji. Kemudian dimasukkan ke dalam mesin pengolah. Prosesnya memakan waktu setengah jam saja. Kemudian chiki-chiki renyah tersebut ditambahkan perasa gula dan mentega,” kelas Nazilatul Fajriyah, staf pengawas pembuatan chiki jamur.

Saat ini jamur chiki sedang dalam proses pendaftaran di Departemen Kesehatan. Rencananya, chiki ini dipasarkan ke kampus dan sekolah. Menurut perkiraan, chiki jamur bakal dibanderol Rp 50 ribu per kg.

Cold Pressed Juice, Cara Mudah Mengkonsumsi Buah

Steffi dan produknya (istimewa)

MALANGVOICE – Ada lagi jenis minuman yang wajib dicoba bagi penggemar pola hidup sehat di 2016. Coba saja ‘Doctor Organic’, yang menawarkan produk minuman cold press juice premium.

Usaha minuman sehat yang digawangi Steffi Yovita, mahasiswi The London School of Public Relation Jakarta 2012 ini sukses menarik minat pelanggan yang ingin hidup sehat, tapi tak ada waktu untuk mengkonsumsi buah.

“Cold pressed juice merupakan teknologi baru, dimana buah tidak akan berkurang nutrisinya selama proses pengejusan. Tekstur buah lebih halus dan segar tanpa tambahan gula/syrup sehingga nyaman dikonsumsi, ” jelas Steffi yang tinggal di Jalan Punten 7 Malang ini.

Jus Doctor Organic dibuat dari buah impor dan sayur organik berkualitas. Hadir dengan varian rasa seperti Red Dragon fruit, Orange, Strawberry dengan nama ‘will u berry me’, dsb.

“Semuanya sangat bagus untuk nutrisi kulit, karena ketiga buah tersebut mengandung anti-oksidan yang tinggi dan berbagai mineral untuk kesehatan kulit,” kata Steffi.

Dalam sebulan, Doctor Organic bisa menjual 600-800 botol. Setiap botolnya dibanderol Ro 32.000. Namun ada tambahan produk gratis bila pelanggan membeli dengan jumlah tertentu.

“Beli 10 dapat gratis 1 dengan maksimal akumulai 21 hari. Free delivery service untuk Kota Malang,” Steffi menambahkan.

Selain itu, Steffi berharap 2016 ini bisa segera membuka gerai. “Semoga tahun ini kami memiliki gerai, orang bisa minum jus secara langsung dan melihat sendiri proses pembuatannya,” harapnya.

Demi Afgan, Kaum Hawa Sesaki Dome UMM

Suasana PSCS di Dome UMM. (deny)

unnamed-8MALANGVOICE – Suasana Dome UMM malam ini penuh sesak. Ribuan penonton yang notabene kaum hawa menanti penampilan penyanyi tampan, Afgansyah Reza.

Acara yang dikemas dalam Pentas Seni Citra Smanti (PSCS) yang diselenggarakan SMAN 3 Malang itu memang istimewa. Dekorasi panggung megah dengan layar besar dan sound system ciamik, membuat penonton betah.

Apalagi ditambah penampilan seni dari siswa SMAN 3 Malang sendiri. Mulai dari koreografi B-Choir, penampilan Galaxiis Dance, serta Lluvia Band, tari kolosal dan bintang tamu pertama violinist Keiza Amelia.

Sebelum penyanyi yang hits dengan lagu Sadis itu tampil, akan ada bintang tamu ke dua, yakni Menita Tahalea, akan menyuguhkan lagu yang tak kalah romantis. Afgan sendiri dijadwalkan tampil menyapa kawula muda pada pukul 22.00 WIB.

“Antusias penonton bagus sekali, Dome terasa sempit malam ini,” kata Ketua OSIS SMAN 3 Malang, Adri Fidya.

Batu Bumi Hangus, Pertempuran di Wilayah Pujon dan Penyerangan Sebaluh

Pasukan Belanda saat Agresi Belanda I di Malang (kiri), Tank Belanda memasuki Batu (1947)
Pasukan Belanda saat Agresi Belanda I di Malang (kiri), Tank Belanda memasuki Batu (1947)

MALANGVOICE – Agresi Belanda I yang bergitu gencar menyebabkan sebagian besar pasukan RI mundur dan membuat pertahanan di Batu, yakni di Gunung Dali, Rajekwesi, Gunung Bale, Gunung Seruk dan di Pegunungan Banyak. Pada waktu itu, 1948, Pujon-Ngantang adalah bagian dari wilayah Malang Barat yang meliputi Karesidenan Batu, termasuk Kasembon dan Batu.

Konsolidasi pertahanan dipimpin oleh Mayor Abdul Manan dan memiliki kekuatan kompi seperti Kapten Soemitro dan Kapten Sumeru, serta bantuan dari pasukan Batalyon Soenandar. Malang Barat hampir seluruhnya dikuasai Belanda, seperti Sengkaling, Dinoyo, dan Karangploso. Maka, rakyat pun berbondong mengungsi ke daerah Pujon, Kasembon, dan Ngantang. Rakyat Batu sebagian besar mengungsi ke Pujon dan Jurangkuali.

Kampung Songgoriti, Tambuh, dan Songgokerto mengalami kerusakan parah dan kosong akibat beberapa pertempuran dan Kota Batu sudah dibumihanguskan. Belanda bertahan dan menguasai Batu, membuat benteng pertahanan di Nganglik, Jambedawe, Songgokerto, dan Kawedanan Batu. Oleh pasukan RI jalan besar antara Sebaluh dan Pujon dirusak dan terputus.

Arus pengungsi menuju Pujon, Kasembon, dan Ngantang menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk di sana dan kehidupan sehari-hari semakin berat. Sebagian rakyat berdagang ke daerah pedalaman melewati jalan-jalan yang tidak diawasi oleh pasukan Belanda. Saat itu Belanda sedang melaksanakan blokade ekonomi terhadap RI. Jatah bantuan makanan didapatkan dari Kediri, Jombang, dan Mojokerto, daerah-daerah yang masih dikuasai RI. Namun, dalam kondisi demikian Wedono Suntoro yang bertempat tinggal di Pujon dapat menjaga kehidupan pertanian berjalan sebagaimana biasanya.

Sebelum terjadinya Agresi Belanda II, Batalyon Abdul Manan secara bergiliran mengadakan penyusupan untuk mengenali medan dan menyelidik situasi. Kompi Sumeru melaksanakan gerakan untuk memasuki daerah Lawang, Kompi Yusuf bergerak menyusup ke daerah Malang Barat, Kompi Benu bertugas menembus ke daerah Batu. Sementara Kepala Staf Batalyon, Soemitro, berjaga di pos komando di daerah Pasar Pujon/Ngroto.

Di awal Agresi Belanda II, pos pasukan Belanda di daerah Sebaluh diserang oleh Batalyon Abdul Manan. Pasukan Belanda terdesak mundur dan didapatkan rampasan dari mereka, antara lain 6 buah mantel, helm, telepon, dan mobil jeep yang diangkut beramai-ramai oleh penduduk.

Pada 19 Desember 1948, diperoleh informasi bahwa Belanda sedang melintas menuju ke barat, yaitu Gunung Kelet, desa Bian, Bakir, dan Bendosari Kecamatan Pujon. Terjadilah kontak senjata dengan Batalyon Abdul Manan dan Batalyon Sabaruddin. Di wilayah desa Maron, pasukan Belanda dihadang dan terjadi kontak senjata dengan Kompi Mistar.

Melanjutkan gerakan pasukan menuju Desa Kambal dan Selorejo, di desa Klangon pertempuran hebat terjadi ketika pasukan Belanda disergap oleh Kompi Soemadi yang dipimpin Letda Martawi yang kemudian mundur ke desa Gobet Mendalan. Belanda ternyata bertaktik lain, mereka menerobos hutan menuju Waduk Sekuli dan menduduki Kleppen Huis. Mereka menutup pintu air yang mengalir ke turbin dan membuang ke sungai Konto. Listrik pun padam. Nampaknya pasukan Belanda sudah mengetahui tentang taktik pasukan RI, yakni taktik bumi hangus dengan memakai bom yang dialiri arus listrik.(idur)

Lava Glazzmoz, Lampu Hias Pengusir Nyamuk!

(Dari kiri) Dalilah, Kartika, Chandra.

MALANGVOICE- Lampu hias biasanya hanya sebagai alat penerang, kini juga bisa berfungsi lebih. Itulah Lava Glazzmoz, lampu hias dengan banyak fungsi, di antaranya mengusir nyamuk, aromatherapy, mp3 player, bahkan bisa berotasi hingga memunculkan pola cahaya menarik.

Lava Glazzmoz merupakan hasil kerja kreatif 4 mahasiswa UMM, Kartika Dwi P (Manajemen), Chandra Yuniar (Manajemen), Dalilah Fitri (Inggris), dan M Sulaiman (Teknik Elektro).

Lampu Lava Glazzmoz
Lampu Lava Glazzmoz

Lampu hias itu terbuat dari anyaman rotan warna warni, kemudian cairan lava yang di bawahnya disinari lampu, aromatherapy pengusir nyamuk yang juga membantu menenangkan, kemudian kabel colokan listrik.

Ditemui MVoice, Kartika, Direktur Lava Glazzmoz, menjelaskan, lampu itu dibuat dengan bahan tahan lama.

“Lampu ini dibuat dengan rotan sintetis, jadi tidak mudah lapuk dan kutuan. Bahan seperti ini juga biasa dipakai untuk kursi atau meja di pinggir pantai. Jadi sudah sangat teruji ketahanannya. Kami juga berencana ekspor. Orang luar lebih suka bahan rotan sintetis,” tutur Kartika.

Sejauh ini dipasarkan di hotel dan cafe di Malang, dengan permintaan cukup tinggi. Model lampu pun bervariasi, dari segi warna dan desain. Rencananya Kartika dan kawan-kawan akan memasarkan lampu itu di kampung halaman masing-masing, dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kami ingin memberdayakan masyarakat. Kami akan ajari cara pembuatannya. Itu misi kami. Jadi anak-anak atau pengangguran di kampung kami bisa mendapat pekerjaan,” timpal Chandra.

Kartika dan kawan-kawannya juga akan membuat variasi ukuran lampu dengan harga lebih terjangkau pula. “Saat ini kami punyanya yang besar. Kami lagi mendesain ukuran mini. Jadi lebih praktis,” sahut Dalilah.

Komunitas