Serunya Melukis Gratis Bareng Luber Ngalam Bersama Watercolorist Muda

Peserta pamer hasil lukisan. (istimewa)

MALANGVOICE – Ngalup Coworking Space (Ngalup.Co) menggandeng watercolorist muda, Anja Arowana untuk mengisi aktivitas workshop melukis Watercolor Painting for Beginners di Ngalup.Co, Malang, Jumat (18/8).

Dalam kegiatan itu, banyak dipaparkan materi soal teknik-teknik melukis dengan media cat air. Mulai dari teknik mewarnai dasar, pencampuran warna dan teknik dasar ilustrasi.

Watercolorist sekaligus pembicara, Anja Arowana mengatakan, motivasi menggelar workshop adalah untuk mewadahi mereka para pemuda yang memiliki jiwa seni yang terpendam. Menurut Anja, beberapa anak muda termasuk dirinya, yang ingin menekuni hobi lukis, kebingungan harus belajar lukis dimana.

“Karena saya awalnya belajar lukis otodidak. Bagi saya belajar sendirian itu nggak enak. Susah juga. Belum lagi menghabiskan banyak waktu karena saya tidak ada arahan. Mau masuk jurusan seni pun kendalanya biaya ya. Jadi disini saya coba bagikan ilmu melukis yang sudah saya pelajari ke teman-teman secara gratis,” papar mahasiswa Pasca Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Jumat (18/8).

Ternyata, animo peserta lumayan tinggi. Kursi workshop yang disediakan Ngalup.Co pun penuh terisi. Terlihat peserta serius dan fokus mempraktekkan seni yang sudah diajarkan Anja.

“Sangat menarik dan inspiratif. Bisa gabung teman-teman yang ngga bisa. Jadi kemampuan belajar seni lukis ini bisa ditingkatkan,” kata salah satu pegawai negeri yang ikut workshop, Fransisca Dya.

Ke depan, Anja mengatakan, mereka yang ikut komunitas hari ini akan dikumpulkan kembali sebagai komunitas belajar melukis bernama Luber Ngalam atau Lukis Bareng Ngalam.

“Jadi tepat pada hari ini, komunitas Luber Ngalam lahir. Ini karena permintaan peserta juga yang masih ingin belajar terus,” kata Anja.

Kegiatan Luber Ngalam tentu saja berkaitan dengan workshop soal lukis cat air atau media lainnya, mengasah kreativitas melukis dan menjadikannya hobi yang mengasilkan uang, menyelanggarakan event seni dan sebagainya.

“Harapan saya, komunitas ini bisa jadi komunitas yang mewadahi siapa saja yang ingin belajar dan bersenang-senang melalui lukis. Nanti kita coba hadirkan pelaku seni lain atau teman-teman komunitas lain untuk berbagi ilmunya,” tutup Anja


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ketika Celana ‘Hits’ Kulot Mengalahkan Celana Jeans

Perempuan memakai celana kulot. (Anja Arowana)
Perempuan memakai celana kulot. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Tren pakaian yang sedang berkembang saat ini adalah penggunaan pakaian yang tertutup nyaman tetapi terlihat modis, trendi dan selalu tampil lebih berbeda dari hal lainnya. Ini juga yang menjadi aspek utama ragam model pakaian muslim di Indonesia.

Sebagai contoh, celana longgar atau kulot dianggap menjadi solusi pas perempuan yang ingin tampil modis tapi juga nyaman. Bahkan, celana yang biasa disebut ‘celananya ibu-ibu’ ini mulai mengalahkan jeans lho.

Salah seorang karyawan PDAM Kota Malang, Wenny Wirane, adalah satu dari banyaknya penggemar celana kulot. Menurutnya, celana kulot membuat tampilan terlihat lebih slim. Wenny memiliki lima celana kulot dan semua didominasi warna hitam. Biasanya, Wenny menggandengkan dengan atasan kaos dan outer, atau blouse.

“Kemeja dan sweater juga boleh,” tukas perempuan berjilbab ini kepada MVoice.

 Contoh mengunakan celana kulot yang fashionable (hipwee.com)
Contoh mengunakan celana kulot yang fashionable (hipwee.com)
Pemilik online shop hijab, Intan Nurwaddah juga punya pendapat serupa. Menurut Intan, celana kulot tidak terlalu ketat dan menonjolkan bentuk kaki. Bagi mereka yang tidak suka pakai rok tapi juga tidak suka pakai celana ketat/jeans, kulot solusi tepat.

“Kalau aku sukanya yang bahan plisket atau katun yang enggak terlalu lebar cuttingnya. Saranku, buat yang pahanya besar sebaiknya pilih kulot warna gelap dan bahannya jatuh. Pilih yang nyaman dipakai ya,” kata Intan saat dihubungi MVoice.

Sedang menurut salah seorang wartawan Times Indonesia, Dian Ayu Antika Hapsari, kulot memang jauh lebih nyaman dari celana jeans. Perempuan yang pernah cedera lutut ini merasa lebih nyaman memakai celana longgar.

“Kalau pakai celana ketat, rasanya nyiksa. Kalau kulot kan longgar, lalu enak dipakai salat. Aku punya 4 celana kulot, warna abu-abu, hitam dan biru. Biasanya aku padankan sama kemeja,” kata Tika, begitu dia akrab disapa.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Ayo, Ibu Hamil Rajinlah Konsumsi Alpukat

Buah Alpukat untuk ibu hamil (ist)

MALANGVOICE – Alpukat memiliki beragam manfaat untuk ibu hamil. Kandungan asam folat, mineral, vitamin dan lemak tak jenuhnya sangat penting untuk perkembangan bayi.

Menurut seorang bidan, Umi Rachmawati SKeb, asam folat menjadi nutrisi kunci dalam masa kehamilan terutama dapat mengatur jalinan sel baru.

“Ibu hamil yang kekurangan zat asam folat berisiko melahirkan bayi cacat. Sekurang-kurangnya, 400 mikogram asam folat harus terpenuhi setiap harinya,” papar dia.

Dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat sejak trimester pertama kehamilan, karena janin sedang mengalami perkembangan sistem syaraf pusat.

“Saya sarankan untuk memilih alpukat dalam kondisi segar atau yang belum terlalu matang. Alpukat tersebut dapat memudahkan saat menyajikan dan bertahan lebih lama,” tutupnya.

Bosan Sepatu Hitam Sekolah Monoton, Coba Lirik 5 Alternatif Ini

MALANGVOICE – Umumnya, sekolah mewajibkan siswa bersepatu hitam. Sayangnya peraturan seperti ini membuat bosan karena sepatu yang dipakai monoton dan berwarna hitam. Namun, ada 5 alternatif gaya sepatu hitam yang tetap modis lho. Berikut 5 sepatu hitam fashionable yang bisa dipakai ke sekolah menurut Larasati Karinda, fashion Blogger Cewekbanget.id

1. Oxford Shoes

Sepatu yang sebenarnya berasal dari Skotlandia dan Irlandia ini, merupakan salah satu pilihan model sepatu yang menarik untuk digunakan ke sekolah. Modelnya yang formal dengan detail jahitan di kedua sisi yang membentuk sayap, membuat sepatu ini terlihat fashionable tapi tetap aman buat dipakai ke sekolah

2. Boat Shoes

Untuk yang senang bergaya preppy look, sepatu yang satu ini layak dicoba. Sepatu dengan garis jahitan yang jelas dan tali di sekeliling permukaan membuat desain sepatu ini kelihatan unik. Selain itu, Boat Shoes juga memiliki pola sol sepatu yang khusus didesain anti-slip.

3. Canvas Shoes

Canvas Shoes memiliki beberapa kelebihan diantaranya nyaman digunakan karena memiliki bahan yang breathable. Selain itu, sepatu ini juga ringan sehingga cocok untuk dipakai di berbagai acara termasuk ke sekolah.

4. Leather Sneakers

Berbeda dari Canvas Shoes, Leather Sneakers memiliki kelebihan yaitu anti air. Karena berbahan kulit, sepatu ini dapat menahan air dan cairan lainnya sehingga dapat menjaga kaki agar tetap kering dan pastinya juga mudah buat dibersihkan kalau terkena kotoran.

5. Running Shoes

Mungkin sepatu ini paling nyaman diantara semua jenis sepatu karena aktivitas sekolah padat dan siswa sering jalan-kaki. Bisa juga dipakai olahraga di sekolah. Modis tapi tetap nyaman.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

The Chapel, Spot Fotografi Instagrammable dan Artistik

The Chapel, fasilitas pernikahan yang bisa dimanfaatkan untuk spot fotografi pengunjung Golden Tulip Holland Resort Batu. (Aziz Ramadani)
The Chapel, fasilitas pernikahan yang bisa dimanfaatkan untuk spot fotografi pengunjung Golden Tulip Holland Resort Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Bebagai terobosan dilakukan hotel-hotel di Kota Batu demi memuaskan konsumennya. Tak terkecuali Golden Tulip Holland Resort Batu. Hotel yang baru menggelar 5 star international brand ini menyuguhkan spot The Chapel dengan desain artistik.

Director of Sales and Marketing, Golden Tulip Holland Resort Batu, Elfa Yuliani Erlangga, menuturkan, selain menyuguhkan 260 kamar yang nyaman, pihaknya memanjakan tamu dengan fasilitas lain. Salah satunya yang tengah hits di sosial media, terutama Instagram adalah The Chapel.

Tak sedikit tamu yang mengabadikan momen di bangunan dengan desain artistik berwarna serba putih tersebut. “Setiap detail di tempat kami buat modern minimalis namun tetap terlihat luxurious (mewah),” jelas perempuan akrab disapa Elfa ini.

Elfa menambahkan, hotel beralamatkan Jalan Cherry No.10 Kompleks Panderman Hills ini berada di ketinggan 1.000 mdpl. Sehingga membuat nuansa hotel berada di atas awan. Panorama Gunung Panderman dan Gunung Arjuna semakin menambah keindahan.

“Selain The Chapel, the peak outdoor dan sky walk juga tak kalah menarik bagi tamu untuk mengabadikan momen bersama keluarga atau kekasih,” sambung dia.

Tak hanya itu, masih kata Elfa, pihaknya memiliki fasilitas untuk anak-anak, yakni Kids club. Fasilitas taman bermain yang menyenangkan dalam dimanfaatkan sepuasnya. “Kami juga memiliki kolam renang bergaya lagoon dengan seluncur air yang super lebar,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

30 Fotografer Bidik Model Seksi di Taman Hutan Kota Bondas Batu

Peserta fotografi foto bersama dengan para model di Taman Hutan Kota Bondas, Selasa (1/8).
Peserta fotografi foto bersama dengan para model di Taman Hutan Kota Bondas, Selasa (1/8).

MALANGVOICE – Sekitar 30 fotografer berbagai daerah berburu foto dengan model seksi di Taman Hutan Kota Bondas, Jalan Sultan Agung Kota Batu, Senin (1/8). Ajang itu juga dijadikan sebagai promo wisata Kota Batu.

Ketua Pelaksana sekaligus owner RB Models Unity Agency, Eko Subdianto mengatakan, 30 peserta hunting foto bersama model di Taman Hutan Kota Bondas dari berbagai daerah. Di antaranya, Kota Malang, Surabaya, Mojokerto, Kediri, Jember, Probolinggo dan kota lainnya.

“Sebenarnya masih banyak yang antusias ikut. Sebab memang kami tidak berbayar alias gratis,” kata pria akrab disapa Dian ini.

Dipilihnya spot Taman Hutan Kota Bondas bukan tanpa sebab. Selain ingin lebih mengenalkan taman baru dibangun 2013 silam, taman dengan nilai APBD Rp 2,4 miliar ini merupakan ruang terbuka hijau yang asri.

“Jadi cocok sekali untuk objek foto. Sekaligus promosi wisata murah meriah,” sambung pria asli Kota Batu ini.

Andini, RB Models Saat Mengikuti Event Hunting Foto Promosi Taman Hutan Kota Bondas, Kota Batu, Selasa (1/8). (istimewa)
Andini, RB Models Saat Mengikuti Event Hunting Foto Promosi Taman Hutan Kota Bondas, Kota Batu, Selasa (1/8).
(istimewa)

Dian menambahkan, ajang serupa dengan mengambil spot di tempat-tempat wisata yang ada di Kota Batu kerap kali digelarnya. Yakni di antaranya, Coban Talun, BNS, Coban Putri, Taman Hutan Kota, Kusuma Agro Real Estate, Pure Giri Arjuno, Paralayang Gunung Banyak dan masih banyak lagi.

“Paling sering mengeksplorasi potensi Kota Batu. Karena di kota dingin ini surganya objek fotografi,” jelasnya.

Terlepas dari itu, pihaknya berharap ke depan semakin banyak lagi peserta hunting foto. Terutama dari Kota Batu. Tak hanya yang telab memiliki kamera atau skill memotret. Paling penting yakni mau belajar tentang apa itu fotografi.

“Intinya ya bisa belajar bersama-sama. Fotografi bukan seni pamer kamera, tapi juga seni melukis cahaya,” tandasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Ini Dia Aplikasi Note Rekomendasi Para Pewarta Malang

Wartawan menunjukkan aplikasi Note yang dipakainya. (Anja Arowana)
Wartawan menunjukkan aplikasi Note yang dipakainya. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Profesi jurnalistik atau pewarta menuntut seseorang untuk selalu mobile dan cekatan dalam menggali informasi. Di era modern, para pewarta kini memaksimalkan penggunaan smartphone untuk memudahkan pekerjaan mereka. Sebagai contoh, pewarta kini beralih menggunakan aplikasi berbasis catatan (note) untuk mencatat informasi-informasi penting saat interview, agenda, dan editing berita.

Salah seorang wartawan Malangtoday.com, Pipit Anggraeni, merekomendasikan menggunakan aplikasi Android, Google Keep.

“Pakai Keep lebih mudah daripada pakai aplikasi Microsoft Word mobile. Keep itu ringan tidak makan memori. Apalagi di fitur yang terbaru ada undo dan redo jadi tidak takut catatannya terhapus,” kata dia.

Beda lagi dengan wartawan Harian Surya, Neneng Uswatun Hasanah yang memakai aplikasi Android Color Note. Aplikasi ini memiliki fitur yang hampir sama dengan Google Keep. Namun dilengkapi dengan pengaturan urutan dan warna pada catatan Anda yang akan ditampilkan secara otomatis ketika membuka aplikasi

Sedang, wartawan lain, seperti Rio Hendra dari Harian Duta, mengaku lebih senang menggunakan aplikasi Notepad. Fitur yang dimiliki Notepad lebih sederhana. Desain user interface lebih sederhana dan tidak memakan memori.

Selain tiga aplikasi di atas, ternyata beberapa wartawan mengaku lebih suka mencatat langsung di fitur new email Google Mail karena draft catatan bisa leluasa mereka kirim ke kantor atau atasan.

Lalu bagaimana dengan kamu? Aplikasi note mana yang jadi favoritmu?


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Film Filosofi Kopi 2, Bukan Sekadar Meracik Kopi

Meet and Greet Film Filosopi Kopi 2 (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sukses dengan seri pertama, film Filosofi Kopi 2 garapan Angga Dwimas Sasongko masih menghadirkan kisah tentang kopi dan persahabatan.

Dimulai dengan petualangan lima barista Filosofi Kopi yang mengelilingi Pulau Jawa dan Bali bersama van kesayangan mereka. Berbagai lokasi didatangi demi filosofi Ben yang mengharuskan ‘kopi lokal dibagi-bagikan kepada masyarakat’.

Setelah El (Julie Estelle) yang menjadi perempuan sentral di antara Ben dan Jody di bagian pertama. Kini seri kedua, ada tokoh-tokoh baru mulai dimunculkan. Ada Nadine Alexandra (Brie) dan Luna Maya (Tarra) yang menambah petualangan dan drama di dalamnya.

Meet and Greet Film Filosopi Kopi 2 (Anja Arowana)

Cerita pendek Dewi Lestari yang dikembangkan hingga menjadi sekuel oleh Angga Dwimas Sasongko ini tampil dalam petualangan baru namun kemasan yang tak banyak jauh beda. Dialog-dialog yang dilontarkan Ben dan Jody tak sedikit yang menyentuh hati. Seperti bagian pertamanya, cerita ‘Filosofi Kopi 2’ tetap menyulut semangat dan membantu memaknai hidup yang saat lika-liku dan pasang surut.

Pemeran utama film, Chicco Jerikho, mengatakan, tema kopi diambil karena perfilman Indonesia ingin mengangkat kultur perkopian Indonesia yang cukup kaya dan menarik.

“Ini adalah kekayaan Indonesia, harus diangkat. Mulai dari Aceh sampai Papua punya jenis kopinya sendiri,” kata dia saat Meet and Greet di Malang Town Square, hari ini.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Begini Cara Aman Penderita Diabetes Makan Pepaya

Konsumsi buah pepaya dengan cara dipotong (istimewa)

MALANGVOICE – Penderita diabetes tidak boleh makan manis termasuk buah-buahan. Tapi bukan berarti mereka tidak boleh makan buah sama sekali karena tidak semua buah memperparah angka gula darah mereka. Salah satu buah yang boleh dimakan penderita diabetes adalah pepaya.

Menurut seorang dokter di Jalan Arumba, Tegalgondo, dr Rahman Agus, buah pepaya punya kandungan gula yang rendah. Satu cangkir pepaya hanya mengandung 8.3 gram gula. Selain itu buah ini mengandung bitamin A dan C, kasium, magnesium dan besi. Zat ini membantu melawat penyakit jantung.

Namun, lanjut dia, makan pepaya pun ada takarannya. Disarankan hanya makan pepaya satu cangkir saja. Buah pepaya juga harus dipotong kecil-kecil dan dimakan bertahap. Tujuannya, agar kenaikan gula darah tidak terlalu drastis.

“Jangan dikonsumsi dengan cara di jus, karena penyerapan gulanya bisa drastis. Beda kalau dengan cara dipotong,” tuturnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Komunitas