Dijamin Mbois! Simak Jadwal Reuni Akbar Sinergi Agitma Untuk Negeri

Poster kegiatan Reuni Akbar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ikatan Alumni SMAN 3 Malang atau biasa dikenal Ika Smari Agitma akan menggelar rangkaian kegiatan Gebyar Reuni Akbar Gema Silaturahim Lintas Angkatan mengangkat tema Agitma Bersinergi untuk Negeri.

“Tema ini mewakili serangkaian kegiatan dari alumni yang sudah kami lakukan selama setahun ini. Tentu saja kegiatan ini tujuannya untuk memberikan dampak positif bagi kemajuan almamater sekaligus memberikan sumbangsih positif untuk masyarakat Malang pada umumnya,” papar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ika Smari Agitma, Bagus Tjahja Kartika, saat dihubungi MVoice, Jumat (4/8).

Para alumni yang tergabung dalamIka Smari Agitma seusai rapat. (Istimewa)

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan alumni selama setahun terakhir seperti program alumni mengajar yang dimotori angkatan 97, pagelaran kesenian ludruk di TIM Jakarta yang dimainkan alumni dan pemain profesional cak Kartolo cs, alumni Gathering Olah Raga dan Sarapan Bareng di Sekolah oleh DPC Malang, lalu baksos di desa Baran dimotori angkatan 85 dg support DPC Malang n DPP.

Lalu, untuk kegiatan pre-reuni akbar lain yang sedang dipersiapkan bisa dilihat berikut ini sebagaimana yang telah dirangkum MVoice dari panitia :

1. Bakti Almamater – Bedah Musholla sekolah yang dikoordinasikan angkatan 88 didukung seluruh alumni.

Program kerja merehab dan meng-upgrade fasilitas musala sekolah agar lebih nyaman untuk mendukung pembinaan character siswa. Kegiatan ini dimulai tanggal 18 Juni.

2. Kegiatan Turnamen Golf yang akan dilaksanakan tanggal 6 Agustus di Pondok Indah Jakarta.

Turnamen ini dimaksudkan untuk menggalang dana kegiatan reuni akbar dan charity sekaligus ajang silaturahim para golfer dari Malang.

3. Pagelaran Musik Tembang Kenangan untuk para alumni.

Sedang, untuk acara puncak reuni ada beberapa kegiatan seperti:

1. Tanggal 17 Agustus, Wisata Kemerdekaan di Malang.

Para alumni yang akan bereuni masing-masing angkatan akan melakukan kegiatan wisata secara mandiri untuk mempererat silaturahim sambil liburan menikmati wisata Malang. Dalam kegiatan wisatanya mereka diharapkan melakukan kegiatan unik seperti upacara bendera di tempat wisata dan membuat foto-foto yang instagramable untuk dimuat di media-media sosial dan diharapkan menjadi viral sehingga ada manfaat promosi wisata Malang.

Kepada para angkatan yang berwisata juga diharapkan melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat sehingga perjalanan wisatanya menorehkan jejak kebaikan.

2. Tanggal 18 Agustus adalah acara Kongress Organisasi Ika Smari Agitma yang dihadiri perwakilan cabang dan angkatan.

Dalam acara ini akan dilakukan pengesahan pembentukan badan hukum Perkumpulan Ika Smari Agitma. dan dilanjutkan pencanangan Penggalangan Dana Abadi yang akan dikembangkan dan hasilnya digunakan untuk mendukung kegiatan Alamater dan masyarakat. Lalu diakhiri dengan pencanangan Pembentukan Badan Usaha Alumni.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Diikuti 6.000 Peserta, Sejumlah Tokoh Nasional Dipastikan Hadir

Segenap pengurus KAHMI Kota Malang menggelar jumpa pers di Kopilogi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Jalan sehat bertajuk ‘Uklam-uklam Tahes’ yang digeber Korps Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dipastikan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Selain itu, sekitar 6.000 peserta diprediksi turut serta dalam event yang dipusatkan di depan Balai Kota Malang, Minggu (30/7) ini.

Ketua Pelaksana, Ulil Azmi, mengatakan, 6.000 peserta tersebut telah melaksanakan pendaftaran secara online. Dengan begitu, kemungkinan bertambahnya jumlah peserta masih ada, mengingat pendaftaran hingga saat ini masih dibuka.

“Ini sudah melebihi target, karena awalnya kami hanya menargetkan 4.000 peserta. Selain anggota KAHMI dari berbagai daerah se-Indonesia, masyarakat umum juga mendaftar,” ungkapnya.

Dia menyebut, jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan semua kegiatan serupa sebelumnya. Perlu diketahui, agenda ini merupakan kegiatan rutin yang digelar KAHMI secara berkala di tempat berbeda.

“Sebelumnya di Bandung, peserta hanya sekitar 1.000, di Malang banyak yang tertarik datang dari luar kota karena mungkin suasana Malang yang bagus,” imbuhnya.

Di sisi lain, sejumlah tokoh yang telah memastikan hadir antara lain Mahfud MD, Akbar Tanjung, Ferry Mursyidan Baldan, Aidul Fitriciada Azhari, dan tiga Kepala Daerah di Malang Raya. Mereka juga dijadwalkan hadir dalam Welcome Dinner yang masuk rangkaian kegiatan ini, di Ridwan Hisjam Center, Perum Permata Jingga, Sabtu (29/7) malam.

“Welcome dinner nanti dihadiri sekitar 300 orang perwakilan kontingen berbagai daerah,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Lebih Segar, d’Kross Bangkitkan Mars Legendaris ‘Malang Kota Subur’

Surat berisi notasi lagu ‘Malang Kota Subur’ dikirimkan mantan guru senior SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto yang juga Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (eks Dispenda) Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Album baru bertajuk ‘Kembali Berpesta’ dijamin bakal mengobati kerinduan fans d’Kross. Pasalnya, selain berisi lagu anyar lain bernuansa ska seperti ‘Tamasya’, ‘Best Friends Forever’ dan ‘Jomblo Ngenes (Jones)’, beberapa repackage dari tembang lawas ikut melengkapi deretan track di album ini.

Yang istimewa, ada aransemen ulang lagu legendaris ‘Malang Kota Subur’ dengan nuansa punk-rock. Para musisi dan kritikus pun mengapreasi positif langkah d’Kross mengangkat kembali lagu tersebut.

“Ini membangkitkan kembali memori publik tentang lagu legendaris ini, karena sebenarnya masih banyak lagu legendaris lain yang seharusnya diketahui oleh generasi muda Kota Malang saat ini,” ungkap musisi senior, Mamek HS.

Dia menilai, hal ini bisa berdampak positif menjadi stimultan bagi pemerintah kota. Tentu saja, untuk menggiatkan kembali kecintaan anak didik terhadap daerahnya.

Dikatakannya, mereka mereka diajarkan lagi bangga menjadi arek Malang lewat lagu ini. “Selain berisi pesan moral yang baik, lagu tersebut sekaligus menjadi media untuk mempromosikan Kota Malang,” paparnya.

Lebih jauh, Mamek menyebut Malang sebagai barometer musik nasional. Kalau sepakbola Malang bisa menjadi besar, lanjutnya, kini juga saatnya musik Bhumi Arema kembali berjaya.

Pendapat senada juga dilontarkan Danar Rahadian. Musisi senior Malang itu menilai lagu ‘Malang Kota Subur’ sebagai sebuah identitas yang melekat pada masyarakat.

“Jadi kalau ditarik mundur, lagu itu seolah menjadi lagu wajib anak sekolah sejak era 70’an. Bagi generasi saat ini, mungkin sudah banyak yang tidak tahu. Padahal bagi generasi kami dulu, sampai sekarang pun liriknya masih melekat kuat di kepala,” kenang pria yang juga dikenal sebagai instruktur dan pengawas keselamatan kerja tingkat nasional ini.

Bagi Danar, aransemen apapun sah-sah saja dilakukan terhadap lagu kebanggaan warga Malang ini. Tentu saja, dengan catatan bahwa aransemen tidak mengurangi esensi, makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

“Jadi ketika didengungkan kembali, audience masih merasakan feel dari mars legendaris ini,” tandasnya.

Apresiasi turut disampaikan musisi senior Malang lainnya, Rudy Satrio Lelono. Menurutnya, apa yang dilakukan d’Kross bisa menjadi teladan dan mengilhami band lain untuk mengikuti jejak.

“Bagus, karena generasi saat ini perlu terus dipupuk semangat kecintaannya terhadap negeri. Lagu-lagu kebanggaan daerah dan bertema nasionalis sangat dibutuhkan di era saat ini,” urainya.

Rudy berharap lahirnya kembali ‘Malang Kota Subur’ dapat menjadi titik kebangkitan yang disuarakan d’Kross.

“Apalagi pesan moralnya disampaikan dengan bahasa universal, yakni musik dan dibalut nuansa kekinian. Semoga dapat diterima semua kalangan sehingga memberi efek positif,” lanjut musisi yang mengarrange sejumlah mars-mars Arema, salah satunya lagu ‘Singa Bola’ itu.

Bahkan salah seorang mantan guru senior di SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito sempat mengirimkan surat khusus kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto, berisi notasi asli lagu gubahan R Dirman Sasmokoadi tersebut.

Karena itulah, momentum lahirnya kembali lagu ini juga bakal semakin terasa, seiring bakal ditampilkannya lagu ‘Malang Kota Subur’ di acara Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang.

Banyaknya kejutan di album baru bukan berarti band yang selama ini kental nuansa rock itu berubah haluan 180 derajat. Justru lewat album baru ini, Ined dkk sukses mentransformasi musik rock menjadi lebih ‘kaya’ dengan kolaborasi aneka genre secara smooth dan tetap enerjik.

Penggarapannya pun menggandeng gitaris kenamaan dari ibukota, Noldy Benyamin Pamungkas.Fill gitar yang meraung dan melengking dengan ciri khas distorsi dan reverb kental ala Noldy akan menjadi ‘roh’ di album berdesain colorfull tersebut.

Selain hits single ‘Kembali Berpesta’, lagu baru lain yang masih kental nuansa Malangan adalah ‘Sing Tawur Ngesroh’. “Pesan moral dari lagu itu sebenarnya cukup sederhana. Jadi dalam menyelesaikan masalah, tidak harus dengan kekerasan. Sekarang sudah bukan zamannya tawuran. Justru sekarang saatnya generasi muda bergaul melalui banyak kegiatan positif,” ulas Yokiwuz, vokalis d’Kross.

Sam Ade d’Kross rencananya akan ikut naik panggung membawakan lagu legendaris ini pada Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang.

“Tentu akan terasa istimewa bisa mendengarkan kembali lagu tersebut sambil mengenangnya bersama teman-teman kami saat acara reuni nanti,” kata Ketua Panitia Reuni Akbar 65 Tahun SMANTI, Hari Resofianto.

Performance d’Kross di acara reuni tersebut sekaligus mengawali rangkaian tour album ‘Kembali Berpesta’, setelah lebih dulu digelar kegiatan bedah album pada 10 Agustus nanti dan launching bersamaan peringatan HUT ke-30 Arema sehari kemudian.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ayo! Belajar Seni Kaligrafi Bareng Ustadz Didin dan Ustadz Athoilla di MTQMN 2017

Kegiatan workshop kaligrafi digelar tanggal 30 Juli. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pada tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2017 Kota Malang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN). Acara akbar ini akan diadakan di dua perguruan tinggi sekaligus yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).

Berbagai kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan acara akbar ini, salah satunya Workshop Kaligrafi Nasional. Workshop ini diadakan berhubungan dengan adanya lomba Kaligrafi Nasional yang bertemakan ‘Mengukuhkan Budaya Nusantara Melalui Kreativitas Qur’ani’.

Workshop yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2017 ini bertempat di Gedung Graha Cakrawala UM. Workshop ini diharapkan menambah pemahaman mengenai seni kaligrafi para peserta lomba Kaligrafi yang akan diadakan pada hari setelahnya yakni pada tanggal 1 Agustus 2017.

Dalam workshop ini akan dihadiri oleh pemateri dan couching yang ahli di bidang seni kaligrafi, yaitu Ustadz Didin Sirojuddin dari Jakarta selaku pendiri Lembaga Kaligrafi Al Qur’an (LEMKA) dan juga Ustadz Athoillah dari Jombang selaku pendiri Sekolah Kaligrafi Al Qur’an (SAKAL). Dengan adanya para ahli seni kaligrafi tersebut, para peserta workshop akan lebih memahami dan memiliki pengalaman dalam seni kaligrafi sebelum mengikuti perlombaan.

Panitia pun membatasi sebanyak 200 peserta dalam workshop ini. Workshop ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin memahami dan mempraktekkan seni kaligrafi. Workshop yang akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB ini tidak memberikan syarat khusus Peserta hanya perlu membawa alat tulis dan dikenai biaya sebesar Rp. 25.000,-.

Bukan hanya itu saja, para peserta diberikan kemudahan untuk melakukan pendaftaran mengikuti workshop ini. Pendaftaran workshop dilakukan dengan mengirimkan identitas pribadi melalui whatsapp dan membayar biaya pendaftaran via transfer. Selain memeriahkan MTQMN, acara ini juga berguna sebagai sarana mengenalkan UM kepada khalayak umum khususnya para pelajar yang ada di Kota Malang.

“Saya harap workshop ini dapat memberikan manfaat, baik ilmunya maupun pengalamannya, sekaligus semoga khot tetap berjaya di Indonesia,” harap salah satu penanggung jawab Khot, Zahrotun Nafi’a.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kombinasikan Genre Punk-Ska, ‘Jomblo Ngenes’ Tembang Anyar d’Kross

d'Kross saat tampil dalam ajang Radioshow TV One. (Muhammad Choirul)
d'Kross saat tampil dalam ajang Radioshow TV One. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Diluncurkannya album baru bertajuk ‘Kembali Berpesta’ menandai kehadiran d’Kross dengan penampilan lebih segar. Ini berarti musik yang dibawakan tak lagi sama dengan album-album sebelumnya.

Kabarnya, genre punk dan corak ska bakal mewarnai album ‘Kembali Berpesta’. Front man d’Kross, Ir H Ade Herawanto MT, memastikan hal tersebut.

“Sekaligus menandai perjalanan 11 tahun d’Kross, kami ingin terus berkarya dan menampilkan sesuatu yang fresh,” lanjut Sam Ade yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda nasional.

Sedikit bocoran, akan ada 11 track yang diusung dalam album berdesain colorfull ini. Selain hits ‘Kembali Berpesta’, sejumlah tembang anyar diyakini memberi warna baru, diantaranya ‘Best Friend Forever’, ‘Tamasya’ dan ‘Jones (Jomblo Ngenes)’.

“Lagu-lagu lain seperti Mars Arek-arek Malang’, ‘Arema e’ dan ‘Medley Chant Stadium’ juga diaransemen ulang dengan irama lebih rancak dan enerjik,” sambung Menyax, sang bassist.

Meski mengusung genre baru, bukan berati d’Kross main-main dalam mempersiapkan album ‘Kembali Berpesta’. Proses penggarapan album ini sudah dimulai sejak akhir 2016.

Dalam sejumlah aksi panggungnya belakangan ini, Yokiwuz dkk memang sudah mulai mengkolaborasi genre musik yang mereka bawakan. Hasilnya pun cukup memuaskan dan mengesankan.

Eksplorasi musik bukan barang baru bagi d’Kross. Tak cuma mengusung genre rock, punk , ska atau menjajal reggae, buktinya mereka berhasil menelurkan album religi bertajuk ‘Sholawat Bani Hasyim’ yang dibalut nuansa pshydelic rock beberapa waktu lalu.

“Untuk genre, biar fans dan para pendengar langsung yang menilainya. Kami berharap lagu-lagu di album ini bisa dinikmati berbagai kalangan,” pungkas Manajer d’Kross, Roy Hermanto.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Kado Ultah Arema, d’Kross Luncurkan ‘Kembali Berpesta’

MALANGVOICE – Menyambut hari jadi ke-30 Arema pada 11 Agustus mendatang, d’Kross menyiapkan kado spesial. Band yang terbentuk pada 17 Oktober 2006 itu akan merilis album baru, tentu sebagai kado untuk Aremania.

“Ini akan menjadi kado khusus di ulang tahun Arema,” seru sang frontman, Sam Ade d’Kross. Hal ini kian melengkapi kiprah d’Kross yang memang sejak awal identik dengan ciri khas khazanah lokal bhumi Arema.

Pemilik nama lengkap Ir H Ade Herawanto MT itu menyebut, hadirnya album baru ini, diharapkan mengobati kerinduan fans. ‘Kembali Berpesta’ menjadi judul album baru band yang kini digawangi Ined (drum), Bachtiar (gitar), Menyax (bass) dan Yokiwuz (vokal) tersebut.

Pasca terakhir merilis mini album pada 2015 lalu, inilah momentum yang dirasa tepat untuk kembali meramaikan jagad musik Nusantara. Sebab, kiprah d’Kross selama ini memang tak diragukan lagi.

Melewati perjalanan lebih dari satu dasawarsa jelas bukan hal mudah dilalui sebuah band komunal. Apalagi, dalam kurun selama itu, rentetan album demi album terus dilahirkan.

Beragam karya ini sebagai buah kreativitas dan cita rasa musikalitas mumpuni. Lagu ‘Kabar Damai’ dan ‘Malang ke Bulan’ tentu sudah tak asing lagi di telinga pecinta musik Tanah Air.

Bahkan lewat ‘Bhumi Arema’ dan ‘Salam Satu Jiwa’, nama d’Kross seolah tak bisa dipisahkan lagi sebagai bagian penting perjalanan klub dan kelompok suporter Singo Edan. “Bersama d’Kross, mari kita kembali berpesta,” timpal Ade lagi.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

47 Alat Musik Daerah Tambah Koleksi MMI

Wali Kota Malang, HM Anton mengunjungi MMI. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton mengunjungi MMI. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Malang telah rampung. Meski begitu, masih ada sisa kegembiraan dari ajang tahunan itu, terutama bagi Museum Musik Indonesia (MMI).

Betapa tidak, sebanyak 47 alat instrumen musik daerah menambah koleksi museum musik pertama di Indonesia ini. Jumlah itu berasal dari sumbangan 35 wali kota berbagai daerah yang tak lain peserta Rakernas Apeksi pekan lalu.

Jenisnya pun beragam, mulai dari Sasando, Gong, hingga Rebana. Praktis, hal ini menjadi berkah tersendiri bagi MMI.

Pendiri MMI, Hengky Herwanto, mengatakan, tambang itu kian melengkapi katalog MMI, yang saat ini sudah sekitar 23 ribu koleksi. Selain alat musik, jumlah meliputi beragam benda lain, termasuk koleksi piringan hitam, kaset, CD dan sebagainya.

“Tentunya ini sangat membantu karena dengan makin banyaknya koleksi, MMI bisa menjadi tujuan wisata dan berdampak positif kepada Kota Malang,” ujar Hengky, sapaan akrabnya.

Pria yang identik dengan ikat kepala ini juga mengapresiasi Pemerintah Kota Malang yang selama ini sudah memberikan dukungan terhadap museum musik tersebut. Selama ini, MMI mendapat banyak dukungan, salah satunya pemakaian fasilitas Gedung Cendrawasih.

“Harapan kami bisa melestarikan budaya bangsa termasuk alat musik tradisional yang sudah disumbangkan kepada kami,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

#PahlawanDigital Ajari Anak Muda Malang Piawai Ambil Foto Produk

Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)
Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – #PahlawanDigital menggelar roadshow bertema ‘Improve Your Online Business with Brilliant Product Foto’ di Ngalup.Co Coworking Space, hari ini (21/7). #PahlawanDigital diprakarsai Jagoanhosting.com dan didukung Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, fotografer profesional muda asal Kota Malang, Septa Twi. Septa menerangkan, foto produk sangat berpengaruh dalam kesuksesan operasi bisnis. Dia juga menjelaskan, untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas tidak dibutuhkan peralatan mahal. “Cukup dengan peralatan sehari-hari,” kata Septa.

Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).
Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).

Septa juga mengajak audience untuk praktek mengambil foto produk dengan teknik yang sudah diterangkan. Semisal, untuk mengambil foto berlatar putih, pastikan pengaturan kecerahan cahaya dimaksimal, contrast juga dinaikkan levelnya. Menggunakan aplikasi Android Snapseed, foto terlihat lebih dramatis dan profesional.

Public Relation Direct Intermedia, Yukiko Ayu Kartika, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan entrepreneur baru dengan memanfaatkan teknologi digital dengan anak muda sebagai motor penggeraknya.

Program ini juga merupakan program kolaborasi yang menjembatani anak muda dan UMKM yang belum Go Online untuk melakukan re-packaging dan re-branding produk UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar Internasional.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Game of Thrones Season 7 Tayang, Jangan Terkejut Gara-Gara Ini…

Poster Game of Thrones Season 7. (webpaint.com)

MALANGVOICE – Game of Thrones season 7 mulai tayang di HBO, Senin (17/7) jam 8.00 WIB pada jam yang sama dengan Amerika Serikat. Episode pertama ini akan ditayangkan ulang pada hari yang sama jam 20.00 WIB.

Episode terbaru selanjutnya tayang pada jam yang sama setiap Senin. Para fans tentu penasaran bagaimana kelanjutan polemik cerita-cerita di season sebelumnya. Kali ini, season 7 banjir kejutan.

Dari pihak Stark, kita akan melihat bagaimana Arya membalaskan dendamnya dengan sempurna serta titik baru perjalanan Bran Stark. Tak kalah dengan adik-adiknya, Jon Snow dan Sansa Stark dihadapkan pada polemik persekutuan yang menyisakan dendam dengan pemecahan yang mencengangkan.

Daenerys Targaryen akhirnya memutuskan berlayar menuju Westeros bersama pasukannya, naga dan Hand of the Queen barunya, Tyrion Lannister. Jon Snow telah mendapat gelar King in the North setelah mengalahkan Ramsay Bolton dalam Battle of the Bastards dan kembali ke Winterfell menuju House Stark.

Di King’s Landing, Cersei Lannister menduduki Iron Throne setelah membakar High Sparrow, para pengikut dan musuh-musuhnya di Sept of Baelor. Namun ketika aliansi lama terpecah dan muncul yang baru, sepasukan orang-orang mati bergerak menuju the Wall, mengancam akan mengakhiri perebutan takhta selamanya.

Para pemain yang kembali hadir di serial Game of Thrones season ini termasuk: pemenang Emmy dan Golden Globe Peter Dinklage (Tyrion Lannister), Nikolaj Coster-Waldau (Jaime Lannister), Lena Headey (Cersei Lannister), Emilia Clarke (Daenerys Targaryen), Aidan Gillen (Petyr “Littlefinger” Baelish), Kit Harington (Jon Snow), Diana Rigg (Lady Olenna Tyrell), Sophie Turner (Sansa Stark) dan Maisie Williams (Arya Stark).

sumber: newyorker.com


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

DBA 2 Kisahkan Aremania Perantauan di Kalimantan

Proses shooting DBA 2 di Kalimantan. (istimewa)

MALANGVOICE – Cerita perjalanan Pacho di film Darah Biru Arema (DBA) 2 terus berlanjut. Proses pembuatan film itu sudah dilakukan hingga saat ini.

Banyak tema dikemas dalam film yang menceritakan kisah Aremania itu termasuk suporter perantauan. Karenanya, proses shooting film dilanjutkan di daerah Kalimantan Timur.

Publicist DBA 2, Akbar Umara, menjelaskan, cerita Aremania perantuan akan dimasukkan dalam film. Nantinya akan ada kejutan dan konflik cerita di Kalimantan.

“Cerita ini berbeda dengan kisah Pacho. Yang pasti akan dikemas dengan baik,” katanya, Minggu (30/4).

Tim DBA 2 akan kembali ke Malang setelah sepekan menjalani shooting di sana. Nantinya, akan dilanjutkan dengan beberapa kisah unik lain. “Memang DBA 2 mengambil tema berbeda dalam satu film,” lanjutnya.

Semua proses film sudah bisa diintip bagaimana penggarapannya di channel Youtube DBAFilm Official. “Masalah ceritanya masih dirahasiakan. Tapi prosesnya bisa dilihat terus karena kami selalu update,” tandasnya.