Selamat dari Kanker Berkat Ramuan Sendiri, Sri Ingin Berbagi Pengalaman

Sri Marianingsih menjuarai kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pemenang kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017, Sri Marianingsih, ingin berbagi pengalaman hidup. Selama ini, pengalaman itulah yang mengantarkannya memenangi kontes yang dipuncaki di Hotel Gajahmada, Rabu (26/4) malam.

Keberhasilannya lepas dari derita penyakit kanker, merupakan anugerah tersendiri. Betapa tidak, dia selamat berkat ramuan yang diraciknya secara mandiri.

“Minum daun herbal buatannya sendiri, saya yang air seduhannya termasuk mencari bahannya sendiri,” ungkapnya.

Pengetahuan yang dia punya, kemudian sempat disebarkan ke orang-orang sekitarnya sebagai metode pengobatan alternatif. Beberapa penderita kanker pun sempat mendapat bantuan Sri.

“Saya tahu rasanya sakit, jadi saya ingin orang lain juga sembuh. Mudah-mudahan bermanfaat. Tidak ada salahnya berbagi,”pungkasnya.

BNN Kota Malang

‘Kartini Bumiayu’ Menangi Grandfinal Perempuan Inspiratif

Sri Marianingsih menjuarai kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kontes bertajuk Grandfinal Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017 dimenangkan ‘Kartini’ asal Kelurahan Bumiayu, Sri Marianingsih. Bertempat di Hotel Gajahmada, Rabu (26/4) malam, dia mengungguli 19 nominator lain.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Dewi Farida Suryani, membacakan langsung pemenang. Suami Wali Kota HM Anton ini lantas mengalungkan selendang tanda jawara.

Dengan begitu, Sri Marianingsih memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Sementara itu, juara II diraih Diana dari Kelurahan Kedung Kandang, dan juara III disabet Evrida Hartini dari Cemorokandang.

Selanjutnya, juara favorit didapat Peni Budiastuti dari Purwodadi. Untuk juara harapan, masing-masing didapat III Ida Yuastuti, Kusmillah, dan Endang Yuliati Amperawati.

Kepala DP3AP2KB, Penny Indriani, mengatakan, rangkaian penilaian sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Sudah dimulai dua pekan lalu dan diakumulasikan dengan nilai malam ini,” paparnya.

BNN Kota Malang

Umi Farida Apresiasi Kontes Perempuan Inspiratif

Kepala TP PKK Kota Malang, Hj Dewi Farida Suryani, menerima cenderamata dari Kepala DP3AP2KB, Penny Indriani. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Dewi Farida Suryani, mengapresiasi gelaran Grandfinal Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017, Rabu (26/4) malam ini, di Hotel Gajahmada. Dalam kesempatan itu, dia sempat menyampaikan beberapa patah kata, mewakili Wali Kota, HM Anton.

“Kegiatan ini sangat konstruktif, mendorong perempuan aktif berperan serta dalam pembangunan Kota Malang pada segala bidang,” kata Umi Farida, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, dia tak henti-hentinya mengucapkan kebanggaan atas ajang ini. Betapa tidak, ajang ini menghadirkan 20 nominator terbaik yang lolos dari beberapa seleksi sebelumnya.

Perempuan ini juga telah melalui tahap usulan kelurahan, sehingga mereka sudah jelas memiliki kapasitas bersaing menjadi yang terbaik.

“Saya selalu bangga jika berada di tengah perempuan yang punya semangat energi tinggi, berpikir positif berhati tulus ikhlas. Karena itu, penghargaan ini apresiasi atas prestasi kreatif dan inovatif,” pungkasnya.

BNN Kota Malang

20 Nominator Bersaing di Puncak Kontes Perempuan Inspiratif

Para nominator perempuan inspiratif unjuk kebodohan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Grandfinal Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017 digelar pada Rabu (26/4) malam ini. Sebanyak 20 nominator bersaing menjadi yang terbaik pada ajang ini.

Mereka bakal dinilai berdasarkan sejumlah kriteria oleh tim juri kompeten dari berbagai unsur. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Penny Indriani, menyebut, ajang ini dimaksudkan agar perempuan terus maju mengembangkan kualitas diri.

“Acara ini untuk mengapresiasi dan menghargai kepada kaum wanita yang memiliki pengaruh dan sumbangsih pada lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Penny menambahkan, indikator lain sebagai acuan yakni wanita yang bersangkutan harus berjiwa sosial, tanggap sesama dan mampu bergotong royong menggerakkan warga. Ruang gerak itu, lanjutnya, dalam hal wirausaha sehingga mampu membuka lapangan kerja.

“Selama ini kontes perempuan inspiratif menghadirkan wanita yang sudah mapan. Kali ini kami pilih dari tingkat paling bawah usulan kelurahan. Diharapkan warga bisa mencontoh, sehingga mampu merubah hidup bermanfaat,”pungkasnya.

BNN Kota Malang