Komisi C Tolak Anggaran Vergola

MALANGVOICE – Komisi C DPRD Kota Malang bersikukuh menolak anggaran pembangunan Vertikal Garden (Vergola) yang digarap Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Ketua Komisi C, Bambang Sumarto, mengatakan, pihaknya menolak pengajuan anggaran sebesar Rp 5,3 miliar untuk penyempurnaan rangka vergola.

Pada pengajuannya, DKP akan mengganti tumpuan rangka vergola di luar konstruksi jembatan, sehingga taman vergola berada di luar jembatan.

“Yang pasti kami tetap menolak anggaran untuk vergola,” tegs  Bambang kepada MVoice, Senin (28/7).

Menurutnya, daripada anggaran digunakan untuk penyempurnaan vergola, lebih baik dialihkan untuk kepentingan lain yang lebih bisa dirasakan  masyarakat secara langsung.

“Anggaran lebih baik untuk meterisasi PJU, itu jelas lebih baik,” tandasnya meyakinkan.

Ditanya soal nasib rangka vergola yang sudah terpasang, politisi Partai Golkar itu mengimbau kepada Pemkot Malang untuk menuruti rekomendasi DPRD, yakni memindah lokasi, tidak di atas jembatan lagi.

“Kami sudah rekomendasikan tidak dibangun di atas jembatan, lebih baik digeser atau dipindah ke tempat lainnya,” tegasnya.

BNN Kota Malang

Deklarasi, Rendra Pamer Prestasi Selama Memimpin

Pasangan Cabup dan Cawabup, Rendra Kresna-Sanusi saat deklarasi di halaman parkir Stadion Kanjuruhan

MALANGVOICE – Bupati Malang, Rendra Kresna, pamer prestasi yang berhasil diraih saat memimpin Kabupaten Malang. Hal itu disampaikan pada acara deklarasi cabup dan cawabup periode 2015-2020 di Halaman Parkir Stadion Kanjuruhan, Senin (27/7).

“Segudang prestasi berhasil diraih Kabupaten Malang, tidak hanya dari pemerintah, penghargaan dari luar negeri juga pernah diraih Kabupaten Malang,” katanya, di hadapan pendukungnya.

Prestasi itu, lanjut dia, bukan karena keberhasilan pemerintah semata, tapi juga kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Masyarakat diminta tidak hanya melihat dari banyaknya piagam dan sertifikat, tetapi pengaruh dan bukti nyata  keberhasilan pembangunan di masyarakat selama ini.

“Jika diberi kepercayaan lagi, kami harap ada partisipasi organisasi masyarakat dalam pembangunan,” paparnya, didampingi Wacabup, Sanusi.

Ia juga berpesan agar masyarakat memilih pemimpin  berkualitas, baik dari segi keilmuan, pengetahuan, keterampilan dan teknologi.

“Penting juga, pemimpin harus memiliki akhlak yang baik, tanpa itu semua tidak akan berjalan,” pungkasnya.

BNN Kota Malang

Halim: Pilih Pemimpin Berpengalaman

Cabup dan Cawabup Kabupaten Malang, Rendra Kresna-Sanusi, bersama Ketua DPW PKB dan pejabat partai pengusung, saat deklrasi

MALANGVOICE – Pasangan Cabup dan Cawabup Kabupaten Malang, Rendra Kresna-Sanusi, memiliki banyak pengalaman. Pernyataan itu dikemukakan Ketua  DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, pada deklarasi cabup dan cawabup Kabupaten Malang, Senin (27/7).

Modal pengalaman itu baik untuk pembangunan lima tahun mendatang, khususnya mengangkat derajat masyarakat agar lebih sejahtera. “Pak Rendra terbukti berhasil memberi wajah baru di Kabupaten Malang selama lima tahun memimpin,” sambutnnya.

Selain itu, pasangan Rendra-Sanusi juga menjadi ikon bagi pemuda  Kabupaten Malang ke depannya. Sebab, gaya kepemimpin dan sepak terjangnya patut dicontoh.

“Kalau sudah ada yang pas, ngapain milih calon lain, beri kesempatan lagi bagi pak Rendra-Sanusi,” pintanya.

Sementara Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Hari Budiono, menilai, pasangan Rendra-Sanusi merupakan pemimpin yang pas dan berintegritas.

“Pak Rendra  pekerja keras, pak Sanusi dekat dengan masyarakat. Sangat pas calon yang kami usung,” pungkasnya.

BNN Kota Malang

Lagu Indonesia Raya Awali Deklarasi Rendra-Sanusi

Para pendukung Rendra Kresna-Sanusi di acara deklarasi Bacabup Malang dan wakilnya, Senin (27/7) pagi

MALANGVOICE – Lagu wajib Indonesia Raya menandai deklarasi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupapti Malang,  Rendra Kresna-Sanusi di halaman Stadion Kanjuruhan Kepanjen,  Senin (27/7) pagi.

Ribuan kader partai pendukung Rendra Kresna- Sanusi ikut menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman itu.  Pasangan ini didukung Partai Golkar,  PKB,  PPP,  Gerindra,  Partai Nasdem,  Partai Demokrat,  dan PKS.

Deklarasi  pasangan  Rendra Kresna-Sanusi juga dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Malang.  Setelah  menyanyikan lagu Indonesia Raya disambung dengan khotmil Quran.

Sebelumnya, Rendra-Sanusi resmi mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang sekira pukul 09.00 WIB. Kehadirannya di KPU juga diikuti pendukung dan kader partai.

BNN Kota Malang

Arus Penumpang Terminal Arjosari Turun 15 Persen

MALANGVOICE – Peningkatan penumpang  arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini di Terminal Arjosari, Kota Malang, tak lagi terjadi. Senin (27/7) hari ini, kondisi lalu lalang penumpang kembali normal.

Kasubbag TU UPT Terminal Arjosari , Agus Ruskandi, mengatakan, puncak arus balik memang telah terlewati pada Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7) kemarin.

Ia menyebut, jumlah penumpang selama momen arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini menurun  dibandingkan  tahun sebelumnya. “Tahun ini pemudik yang memilih memakai bus lebih sepi dibanding tahun lalu. Penurunannya sekitar 15 persen,”  kata Agus Ruskandi kepada wartawan, Senin (27/7).

Terkait penumpukan penumpang yang sempat dikhawatirkan, terbukti tidak terjadi dan berhasil diantisipasi. Dia menambahkan, jumlah armada bus yang disediakan cukup untuk mengangkut penumpang.

Meski begitu, ia mengakui sempat ada beberapa kali keterlambatan kedatangan bus, lantaran kepadatan arus lalu lintas. “Senin (27/7) adalah hari pertama kerja, siswa juga sudah sekolah, kemungkinan macet tetap ada,”  ungkapnya.-

BNN Kota Malang

Lima Detik Gempa Goyang Malang Raya

MALANGVOICE – Gempa berkekuatan 6,3 Skala Ritcher, tidak saja mengguncang  Malang Raya melainkan terasa di kawasan pesisir timur Jawa Timur.

Laporan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, pusat gempa di Samudera Hindia pada kedalaman 10 kilometer dengan titik 150 km Barat Daya Kabupaten Malang, 163 km Tenggara Kabupaten Blitar, 168 km Barat Daya Lumajang dan 253 km Barat Daya Surabaya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yang menerima informasi adanya gempa langsung bereaksi cepat dengan menginstruksikan BPBD setempat untuk melakukan analisa dampak gempa.

“Kami langsung instruksikan kepada BPBD setempat untuk lakukan analisa,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (26/7).

Dikatakan, guncangan gempa dirasakan dalam volume sedang hingga sangat kuat oleh masyarakat di sepanjang pesisir Selatan Jawa Timur mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.

“Bahkan kami menerima laporan gempa juga dirasakan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Bali,” tuturnya

Data yang masuk ke BNPB dari berbagai wilayah pesisir Jawa Timur, gempa dirasakan kuat selama 5 detik di Kabupaten Malang, 6 detik di Kabupaten Blitar serta di Kabupaten Lumajang selama 4 detik.

“Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan. BPBD masih memantau kondisi di lapangan” paparnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, lokasi gempa berada pada zona subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia.

Lokasi ini masih satu zona dengan gempa 5,7 SR yang terjadi Sabtu lalu, dimana zona tersebut memang rawan gempa yang bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah Timur Laut-Utara.

“Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan karena gempa dapat terjadi tiba-tiba. Semoga gempa 6,3 SR tidak mempengaruhi peningkatan aktivitas Gunung Raung,” bebernya.

BNN Kota Malang

Gempa di Malang Terjadi Dua Kali

MALANGVOICE – Gempa bumi yang terjadi di Malang Raya tdisebabkan adanya patahan dari dua lempeng Indo Australia dan Eurasia yang bertumbukan.

Kepala Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Malang, Musripan, mengatakan, akibat adanya patahan itu, terdapat dua gempa bumi yang terjadi pada hari ini.

Pertama, gempa berlangsung pada pukul 14:05 WIB sedangkan gempa susulan pada pukul 15:51 WIB.

Kedua gempa terjadi di titik yang sama, yakni 9,44 Lintang Selatan,112,63 Bujur Timur atau di 150 km dari Kabupaten Malang di kedalaman 56 km.

“Terjadi dua gempa bumi, akibatnya adalah patahan lempeng tersebut,” ucap Musripan, Minggu (26/7) malam.

Gempa dikatakan tidak berpotensi tsunami sehingga diprediksi tidak akan membahayakan kawasan pantai di pesisir selatan Jawa Timur.

BNN Kota Malang

Versi BMKG Gempa Hanya 5.9 SR

MALANGVOICE – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Malang, menegaskan gempa yang terjadi Minggu (26/7) sore memiliki kekuatan 5.9 skala richter (SR)  dengan kedalaman  56 kilometer.

“Awalnya kami merilis kekuatan gempa 6,3 SR namun, setelah dikaji hanya 5,9 dengan kedalaman 56 Km,” jelas Kepala BMKG Karangkates, Musripan, Minggu (26/7) petang.

Catatan BMKG gempa terjadi dua kali, dimana gempa susulan dengan koordinat yang sama berkekuatan sebesar 4,2 SR.

“Gempa susulan hanya tercatat pada alat kami, tapi tak terasa pada manusia karena lokasinya terlalu dalam,” beber dia.

Gempa pertama berlangsung selama 7 detik dan dirasakan meluas mulai dari Yogyakarta, Malang, Bondowoso, Banyuwangi, bahkan hingga Bali dan Lombok.

“Kawasan Malang Selatan seperti juga di Sumatera, ada banyak titik mega trust, pertemuan antara lempeng Indo Australia dan Eurasia yang terus bertumbukan,” jelasnya.

Gempa disebabkan terjadinya patahan di antara dua lempeng sehingga menimbulkan ledakan energi dan terjadi gempa. Gempa tak berpotensi tsunami karena kedalamannya di bawah 10 km di dalam laut.

Selama tahun 2015, Stasiun Geofisika BMKG Karangkates mencatat ada empat kali gempa dengan sebab yang sama di Kabupaten Malang. Gempa pertama berlangsung pada 14 Januari dengan kekuatan 4,7 SR, gempa ke dua pada 1 Mei dengan kekuatan 5,2 SR dan gempa ke tiga terjadi pada 9 Juli dengan kekuatan 4,2 SR.

BNN Kota Malang

Rendra Target 75 Persen Suara

MALANGVOICE – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna-Sanusi, mematok target perolehan suara 75 persen pada Pilkada Kabupaten Malang, .9 Desember mendatang.

Target itu ditetapkan setelah melihat perolehan suara yang didapat Rendra Kresna pada Pilkada sebelumnya. Calon Petahana ini mendapat 64 persen suara, menyisihkan calon lain pada Pilkada 2010 lalu.

“Saya harus optimis, pada 2010 lalu saya dapat 64 persen suara, masa 2015 sama, mudah-mudahan di atas itu,” ungkapnya.

Terkait dualisme di tubuh DPP Partai Golkar, dia tak terlalu meresahkannya. Ia telah mendapat rekomendasi dari kedua kubu yang berkonflik.

“Dua kubu Golkar merestui. Saya mendapat rekom yang ditandatangani Pak Aburizal Bakrie bersama Sekjen, serta Pak Agung Laksono bersama Sekjen, rekom itu dua-duanya ada,” imbuhnya.

BNN Kota Malang

Besok, Rendra-Sanusi Daftar ke KPU

Rendra Kresna dan Sanusi bersama kader partai pengusung

MALANGVOICE – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna – Sanusi, bakal mendaftar ke KPU pada Senin (27/7) besok. Rencananya, pasangan ini didampingin langsung para kader partai pengusung.

Ketua Tim Pemenangan Rendra -Sanusi, Choirul Anam, menyatakan, masing-masing partai politik (parpol) mengirimkan 5 kader dari tiap desa. “Jumlahnya tinggal dikalikan saja dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Choirul Anam berharap, dengan dukungan 7 parpol, Rendra – Sanusi lebih mudah memenangkan Pilkada. Parpol yang turut mengusung pasangan ini ialah Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sementara itu, dia memastikan Rendra Kresna tidak akan melakukan kampanye sebelum jabatan sebagai Bupati Malang berakhir, 26 Oktober mendatang.

“Jadi selama belum lepas dari Bupati, Pak Rendra tidak akan kampanye. Selepas masa berakhir, baru kampanye,” pungkasnya.

BNN Kota Malang