Rendra Tetap Memproses Pengunduran Diri Masrifah

Bupati Malang, Rendra Kresna (tengah) dalam acara deklarasi Cabup-Cawabup, beberapa waktu lalu.

MALANGVOICE – Bupati Malang H Rendra Kresna tetap akan memproses permohonan pengunduran diri Hj Masrifah Hadi sebagai PNS di lingkungan Pemkab Malang.
Meskipun Masrifah Hadi maju sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Hj Dewanti Rumpoko di Pilbup Malang, Rendra menegaskan tidak akan menghambat proses pengunduran Masrifah Hadi.
Dijelaskan, sesuai aturan yang ada pensiun dini diberikan bagi PNS yang memiliki halangan jangka panjang, misalnya sakit tidak kunjung sembuh.

PNS yang pensiun dini berhak atas tunjangan dan uang pesangon, sesuai aturan di pemerintah. ”Jika alasannya maju sebagai Cawabup, bisa jadi menyalahi aturan yang ada. Karena perihalnya salah,” jelas Rendra Kresna yang kembali mencalon diri dalam Pilbup Malang ini.

Seharusnya Masrifah, lanjut Rendra, mengajukan surat pengunduran diri sebagai PNS. Apalagi, aturan baru melarang PNS ikut dalam politik.

“Prosesnya kan panjang, dari BKD baru dilimpahkan ke saya. Kalau sudah di meja, tidak sampai hitungan menit sudah saya tandatangani. Bukan bermaksud menghambat yang bersangkutan,” tegas Pendiri Kawula Muda Bersatu (KMB) itu.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Masrifah Hadi belum bisa dimintai komentarnya terkait pengajuan pensiun dini, baik di telfon maupun via SMS.

Jelang Pilkada Kabupaten Malang, tiga pasangan calon telah mendaftarkan diri ke KPU yakni, Nurholis dan M Mufid, Rendra Kresna dan Sanusi, serta Dewanti Rumpoko dan Masrifah Hadi.
Rencananya, KPU baru menetapkan paslon 24 Agustus mendatang.-

Kata Rektor Unitri, Malang Tidak Seharusnya Banjir

Rektor Unitri, Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo

MALANGVOICE – Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo menilai pengelolaan air di Kota Malang kurang baik sehingga kerap kali menimbulkan banjir.

“Malang itu seharusnya tidak ada banjir,” ungkapnya kepada MVoice, di Kampus Unitri, Rabu (5/8).

Menurutnya, air hujan yang seharusnya ditanam di bawah tanah malah dibuang ke jalan. Dia mencontohkan, perumahan dan ruko yang semakin banyak membuat daerah resapan air semakin sedikit.

“Seperti di Belanda, setiap rumah 40 persen selalu ada tanah untuk resapan air. Air perlu ditanam dan nanam air itu gampang, tinggal lahan terbuka dan sumur resapan,” ungkap Wani Hadi Utomo.

Ia berharap Pemkot Malang segera membuat resapan air, agar tidak kekeringan saat musim kemarau saat ini. “Kami di kampus sudah bikin tampungan air hujan, sehingga bisa kami gunakan lagi untuk keperluan lain,” paparnya.

Jika kondisi ini tidak ditangani, lanjut Wani, semua sumur yang ada di Kota Malang akan segera habis. ”Coba lihat saja, 25 tahun ke depan sumur di sini tidak ada airnya,” tandasnya.-

Dishub-Dispenda Sinkronisasi Parkir Ruko

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang melakukan sinkronisasi terkait tempat parkir kawasan rumah toko (ruko).

Simkronisasi dilakukan, karena selama ini terdapat kerancuan pemahaman di masyarakat yang menganggap parkir di ruko merupakan ranah Dishub.

Padahal, sesuai dengan aturan mekanisme parkir ruko ada dua model. Parkir yang berada dalam pengawasan Dishub dengan tarif sesuai retribusi dan parkir di bawah Dispenda dengan tarif yang ditentukan sendiri.

“Sinkronisasi ini perlu mengingat banyak sekali kerancuan yang terjadi, banyak warga protes soal parkir ruko dialamatkan pada kami padahal belum tentu itu masuk wilayah Dishub,” kata Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto, Rabu (5/8).

Ia mengatakan, aduan terbanyak dari masyarakat yakni seputar tarif parkir di ruko yang sangat beragam. Karenanya sinkronisasi diperlukan agar adanya keseragaman parkir untuk ruko.

“Kalau memang ruko ditangani Dispenda silahkan, kalau ditangani Dishub kami juga siap, nanti muaranya sama yakni pendapatan daerah,” tutur dia.

Ia mengakui jika tidak ada sinkronisasi, maka Dishub akan sulit melakukan pengawasan parkir khususnya di depan ruko. Itu belum lagi, bakal ada penerapan tarif baru sesuai dengan perda yang sudah disepakati.

“Nantinya kami akan pasang plang pengumuman tarif parkir ketika perda sudah bisa dijalankan,” pungkasnya.-

Rendra Belum Terima Surat Pensiun Dini Masrifah

Bupati Malang, Rendra Kresna

MALANGVOICE – Bupati Malang, H Rendra Kresna mengaku, belum menerima surat pengajuan pensiun dini oleh Calon Wakil Bupati dari PDI Perjuangan, Masrifah Hadi.
Masrifah Hadi merupakan wakil dari Cabup Dewanti Rumpoko yang dicalonkan PDI Perjuangan dalam Pilbup Malang, 9 Desember mendatang.

“Sampai sekarang saya belum menerima suratnya,” aku Rendra yang juga maju dalam Pilkada mendatang.

Sebelumnya, Masrifah Hadi telah mengajukan pensiun dini ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang.

Sekedar diketahui, Masrifah Hadi tercatat sebagai PNS di Dinas Pendidikan, Kabupaten Malang. Ia digandeng Dewanti Rumpoko sebagai Calon Wakil Bupati Malang.

Untuk memuluskan jalannya sebagai kandidat, Masrifah dituntut menyetorkan SK pengunduran diri ke KPU, paling lambat 60 hari setelah penetapan pasangan calon dan nomor urut.-

Suami Pembunuh Anak-Istri Masih Harus Cuci Darah

Kanit Sidik IV, Iptu Sutiyo sesaat setelah melihat kondisi Abdullah. (deny/malangvoive)

MALANGVOICE – Kondisi kesehatan Abdullah Lutfianto (54), berangsur membaik. Meski begitu, bapak yang diduga membunuh istri dan anak kandungnya itu belum bisa diperiksa polisi.
Abdullah diperiksa terkait kasus dugaan pembunuhan istri dan anaknya, Wiwik Halimah (45) dan Putri Sari Devi (16), Selasa (4/8) kemarin.
Kanit Sidik IV Polres Malang, Iptu Sutiyo menjelaskan, kondisi Abdullah masih harus cuci darah ketiga.

“Kami baru saja cek kesehatannya, dia sudah siuman namun harus cuci darah. Jadi belum bisa kami periksa hari ini,” katanya pada wartawan dibRS Saiful Anwar Malang, Rabu (5/8).

Abdullah yang saat ini tergolek di ruang psikiater 23, sudah bisa berbicara dan merespon kedatangan petugas Polres Malang tersebut.

Sutiyo berharap kondisi Abdullah bisa segera pulih dan segera menjalani pemeriksaan. ”Segera kami pantau kondisi dia, kini sudah ada 4 saksi yang kami mintai keterangan,” lanjutnya.-

Pemkab Sumbang Rp 300 Juta untuk Tranportasi CJH

Calon jamaah Haji saat mengikuti manasik haji di Pendopo, Kabupaten Malang.

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten Malang menghibahkan dana sebesar Rp 300 juta bagi Calon Jamaah Haji (CJH).

Dana tersebut nantinya untuk kebutuhan transportasi pulang pergi (PP) mulai pemberangkatan ke embarkasi dan sebaliknya.

“Tahun lalu besaran dananya kisaran itu, disesuaikan dengan jumlah CJH,” kata Bupati Malang, Rendra Kresna, Rabu (5/8).

Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang itu menyebut, hibah ini diberikan untuk membantu meringankan beban biaya setiap jamaah. Sekaligus sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah.

“Naik haji biayanya berapa sekarang, kami include di dalamnya,” jelasnya.

Ia berharap, jamaah haji dari Kabupaten Malang dapat menyelesaikan ibadah haji dengan lancar dan selamat hingga tanah air.

“Doakan semoga Kabupaten Malang aman, tentram dan masyarakatnya rukun,” pungkasnya.-

Tim Sukses Pemberi Uang Terbanyak Saat Pemilu

MALANGVOICE – Tim Sukses pada saat Pemilukada adalah orang yang paling banyak memberikan uang kepada pemilih di Kota Batu dengan prosentase sebesar 55 persen.

Demikian hasil survei yang dilakukan oleh PT Kualita Prima Indonesia dalam acara diseminasi yang diselenggarakan oleh KPU Kota Batu.

Menduduki Peringkat kedua adalah pengurus parpol sebanyak 20 persen, tetangga pemilih sebesar 12,5 persen. Saudara dan teman sebanyak 7,5 persen, lalu perangkat desan dan lainnya masing-masing 2,5, persen.

“Saya hanya menyajikan data yang kita punyai berdasarkan hasil survei. Karena ada 15 persen pemilih yang tidak setuju bila money politik dihilangkan dari peta pemilu di Batu,” kata Manajer Tim Survei, Afin Kusani.

Sementara untuk penghapusan politik uang, Afin juga menunjukkan hasil surveinya. Yaitu dengan peningkatan pengawasan sebesar 34 persen, sosialisasi dan edukasi 18,4 persen, dan pemberian sanksi sebesar 22,4 persen

“Kalau hasil lainnya kecil kecil seperti laporan oleh media massa sebanyak 11,2 persen, pelarangan memberi uang pada parpol, ketegasan dari Panwaslu dan lainnya,”tutup Afni.-

Calon Bupati Belum Terima Hasil Tes Kesehatan

MALANGVOICE-Calon Bupati Malang dari partai Golkar, Rendra Kresna, mengaku, belum menerima hasil tes kesehatan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Belum saya terima, mungkin masih di tim sukses,” akunya disela-sela acara Manasik Haji di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (5/8).

Menurut dia, dari sisi kesehatan sifatnya hanya rekomendasi. Sekalipun memiliki penyakit jantung ata mengidap HIV/AIDS, tetap bisa mencalonkan.

Kecuali, mengalami gangguan mental dan terindikasi stres, baru rekomendasi dari dokter tidak diteruskan.

“Misal ada calon yang memiliki penyakit jantung, sama dokter hanya disarankan harus begini dan begitu. Selebihnya tetap bisa lolos,” jelas calon incumbent itu.

Hal senada juga diungkapkan Calon Bupati dari PDIP, Dewanti Rumpoko.
Hingga kini belum menerima salinan hasil tes kesehatan. Kendati begitu, ia sudah mengetahui hasil tes diserahkan hari ini.

Selama ini, lanjutnya, tidak memiliki masalah terkait kesehatan. Jika ada, paling kurang istirahat.

“Kesehatan paling utama, kalau jadi pemimpin sakit-sakitan, gimana nanti mau ngurus masyarakat,” tuturnya.

Polisi Belum Bisa Simpulkan Penyebab Kematian Kakek Ong

MALANGVOICE – Jasad kakek tua Ong Ka Hien yang ditemukan tewas di atas kloset kamar mandi, saat ini masih diperiksa RS Saiful Anwar Malang.
Pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian kakek tua yang hidup sendiri di rumah kontrakan di Jalan Gamalama, Sukun, Malang.
Kapolsek Sukun, Kompol Sutantyo menjelaskan, hasil sementara tidak ditemukan bekas terjadi penganiayaan di jasad korban.

“Menurut keponakannya memang ada sakit stroke. Meskipun demikian kami akan tetap tunggu pemeriksaan,” kata kapolsek.

Diperkirakan kakek usia 76 tahun itu meninggal sudah 3 hari lalu, sebelum ditemukan warga Rabu (5/8) siang.

Kali pertama yang mengetahui kakek Ong Ka Hien sydah menjadi mayat, adalah Kristanto. Tetangga korban inilah yang mendobrak pintu rumah Ong Ka Hien, di Jalan Gamalama E22.
Ia menceritakan jika pengantar makanan di rumah tidak mengambil makanannya hingga membusuk di luar rumah.
Kristanto dan warga yang di bantu hansip setempat, Nur Suyono, langsung mendobrak pintu rumah kakek Ong Ka Hien.
“Kini beberapa saksi kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” papar Kapolsek Sukun tersebut.-

Dewan Bakal Sidak Lagi ke Balai Uji KIR

MALANGVOICE – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, bakal melakukan sidak lagi ke proyek Balai Uji KIR Kedung Kandang.

Ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana progres perkembangan proyek pasca dilakukan sidak dan hearing. “Kami akan sidak lagi untuk mengetahui perkembangan proyek itu,” kata Bambang, Rabu (5/8).

Politisi Golkar ini memberikan catatan kepada rekanan proyek Balai Uji KIR, yakni PT IDEE Murni dalam melaksanakan pekerjaannya ke depan.

Salah satu hal yang diwanti-wanti oleh dewan kepada rekanan, yakni penambahan tenaga kerja dan alat berat agar proyek bisa berjalan sesuai waktu.

Selain itu, masalah perubahan skema dan pekerjaan tambah kurang yang mencuat saat hearing juga menjadi masukkan dewan.

“Hasil hearing tadi kita memberikan catatan-catatan agar pembangunan pekerjaan ini tidak ada masalah di belakang hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PT IDEE Murni, Sumardi mengatakan menerima baik masukan dewan dari komisi bidang pembangunan ini. Saat sidak dua minggu nanti, pihaknya bakal menunjukkan progres nyata sesuai dengan target yang ada dalam kontrak.

“Setiap minggunya kami harus menyelesaikan pekerjaan 4,7 persen, jadi nanti saat sidak dua minggu lagi angka 20 persen lebih progres pembangunan akan tercapai,” tutur Sumardi.-

Komunitas