APBD Beli Sapi, Darno: Kalau Gak Mampu Gak Usah Kurban

Sudarno (istimewa)

MALANGVOICE – APBD Kota Batu yang digunakan membeli lima ekor sapi jenis Limousin untuk lima pejabat Kota Batu, mendapatkan kritikan dari Ketua Good Governance Activator Alliance (GGAA), Sudarno.

Dalam pesan singkatnya kepada MVoice, Senin (21/9) sore, Sudarno menjelaskan kurban tersebut sangat tidak bijak dan menghamburkan uang rakyat saja. “Kurban itu memakai uang sendiri bukan memakai uang rakyat yang diakomodir dalam APBD,” ucap lelaki yang akrab dipanggil Darno ini.

Dijelaskan, menurut agama Islam kurban itu diperuntukan bagi pemeluk yang merasa mampu. Kalau pimpinan daerah Kota Batu tidak memiliki kemampuan berkurban, lanjut Darno, maka tidak usah dipaksakan.

Sebab itu, saran Sudarno, MUI Kota Batu perlu memberikan penyikapan akan hal ini sehingga tidak ada kerancuan antara ibadah individu dengan jabatan yang seseorang emban. “Hal ini menurut saya tidak tepat dan tidak bijak penggunaan anggaran APBD untuk kepentingan pribadi dalam menjalankan ibadah kurban,” tutup Darno.

RAB Kecamatan Tidak Wajar, Dewan akan Panggil Pengguna Anggaran

Anggota Banggar, Zia Ulhaq.

MALANGVOICE – Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang, menemukan adanya ketidakwajaran Rencana Anggaran Belanja (RAB) setiap kecamatan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2016.

Data yang dihimpun MVoice dari RAPBD, setiap kecamatan mendapatkan anggaran sebesar Rp 500 juta. Lebih besar dari tahun lalu yakni, sebesar Rp 450 juta, karena mendapat tambahan Rp 250 juta saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2015, beberapa waktu lalu.

Dalam RAPBD tersebut, anggaran rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah dan anggaran makanan dan minuman (mamin), setiap kecamatan tidak sama. Kecamatan Pagak untuk rapat koordinasi sebesar Rp 102.125.000,00, dan mamin sebesar Rp 52.300.000,00. Kecamatan Wonosari sebesar Rp 80.250.000,00 untuk rapat dan mamin Rp 65.550.000,00.

Kecamatan Kromengan Rp 86.400.000,00 dan mamin sebesar Rp 59.400.000,00. Kecamatan Sumber Pucung Rp 76.500.000,00 untuk rapat koordinasi dan mamin Rp 69.360.000,00.

Selanjutnya, Kecamatan Wagir menganggarkan sebesar Rp 100.800.000,00 dan mamin Rp 59.400.000,00. Ngajum untuk rapat dianggarkan Rp 39.750.000,00 dan untuk mamin sebesar Rp 141.450.000,00.

Sementara Kecamatan Kepanjen untuk rapat hanya Rp 50.400.000,00 dan untuk mamin Rp 91.910.000,00. Kecamatan Sumbermanjing Wetan Rp 108.250.000,00 untuk rapat koordinasi dan untuk mamin Rp 48.000.000,00.

Kecamatan Tirtoyudo untuk rapat koordinasi Rp 133.820.000,00 dan mamin Rp 65.232.000.00. Ampelgading Rp 196.200.000,00 dianggarkan untuk rapat dan mamin Rp 18.385.000,00.

Ditambah, Kecamatan Ngantang sebesar Rp 211.740.000,00 untuk rapat koordinasi, dan mamin Rp 31.540.000,00. Kasembon Rp 118.200.000,00 dan mamin Rp 74.250.000,00. Kecamatan Lawang sebesar Rp 133.400.000,00 dan mamin Rp 58.600.000,00.

Kecamatan tertinggi menganggarkan rapat koordinasinya yakni, Kecamatan Jabung sebesar Rp 249.300.000,00 dan mamin Rp 18.125.000,00. Singosari Rp 220.520.000,00 dan mamin Rp 49.750.000,00. Pakis Rp 184.275.000,00 dan mamin Rp 18.500.000,00.

Untuk Kecamatan Poncokusumo terbilang rendah hanya Rp 63.360.000,00 dianggarkan untuk rapat, dan mamin Rp 22.312.500,00.

Ada lagi untuk perawatan dan pemeliharaan gedung kecamatan anggarannya juga bervariasi. Di Kecamatan Bantur untuk pemeliharaan sebesar Rp 57.295.000,00, Tajinan Rp 24.500.000,00, dan Pagelaran Rp 13.200.000,00, Poncokusumo mencapai Rp 118.181.000,00 serta Tumpang sebesar Rp 113.650.000,00.

Anggota Banggar, Zia Ulhaq, menyebut anggaran yang diajukan di luar kewajaran. Pihaknya mempertanyakan besaran anggaran operasional tersebut. “Hari Rabu (23/9) kami minta kecamatan yang tidak wajar untuk dihadirkan, guna dievaluasi dan dipertanyakan alasannya,” jelas dia, saat dihubungi MVoice.

Padahal, semua kecamatan tidak jauh berbeda, hanya letak geografisnya saja yang berbeda jarak. Masih dikatakan wajar, lanjut dia, manakala anggaran operasional kecamatan pinggiran mengganggarkan lebih besar. Namun, kecamatan Singosari, Pakis yang letaknya tidak terlalu jauh justru mengajukan setara.

“Bukan soal besaran angkanya, melainkan diperuntukkan apa saja. Itu yang kami kejar nanti. Jika alasannya kurang meyakinkan, kami minta ada perubahan angka,” kata Zia Ulhaq

Lima Sapi Limousin untuk Pejabat Dibiayai APBD

Tampak beberapa sapi limousin yang diternak oleh Supangat di Junrejo (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Lima pejabat tinggi di Kota Batu disediakan masing-masing satu ekor sapi jenis Limousin dari APBD Kota Batu. Mereka adalah wali kota beserta wakil, dan ketua DPRD beserta dua wakilnya.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, saat dikonfirmasi mengatakan, lima sapi Limousin itu sudah disiapkan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Batu.

“Nanti penyerahannya akan dibagi, pak wali di mana, saya di mana, ketua dewan di mana dan lain-lain. Anggarannya saya belum tahu, tanya ke pak Teguh,” tambahnya.

Soal dana APBD yang digunakan membeli sapi ini, Punjul juga mengakuinya. Dikatakan, tiap tahun pasti ada anggaran dari APBD yang disediakan untuk membeli sapi guna diserahkan ke masjid yang menyelenggarakan Shalat Idul Adha.

“Misalnya nanti Bulan Nobember akan dibahas dalam APBD tahun 2016 untuk penganggaran membeli sapi. Secara protokoler memang harus begitu, termasuk nanti masing-masing SKPD akan membeli sapi juga,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Batu, Teguh Widjayanto, menjelaskan lima ekor sapi itu didapat dari peternakan milik Supangat 2 ekor, dari peternakan milik Suwoto 1 ekor, dan dari peternakan yang ia lupa namanya di Kelurahan Sisir 2 ekor.

“Itu dari kelompok masyarakat yang beternak, dananya saya juga belum tahu, tergantung dari sapinya nanti,” tutup Teguh.

Lereng Gunung Arjuno Terbakar Lagi

Lereng Arjuno (Istimewa)

MALANGVOICE – Kemarau panjang membawa bencana lagi. Hutan seluas 20-25 hektar di lereng selatan Gunung Arjuno terbakar sejak siang tadi dan hingga kini belum dapat dipadamkan.

Dari pengamatan MVoice, kebakaran tersebut dapat dilihat dari Kota Batu. Kebakaran terjadi di dua titik yang sama luasnya. Api mengepul sejak siang karena matahari bersinar terik.

“Kebakaran betul terjadi di dua titik, satunya di wilayah Kota Batu, satu lagi di wilayah Kabupaten Malang. Kami masih berupaya memadamkannya,” ungkap staf BPBD Kota Batu, Ismu Buhana saat dikonfirmasi MVoice.

Ismu melanjutkan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soeryo untuk upaya pemadamannya. “Dari Tahura sudah mengirim 12 orang,” tandasnya.

Sujud: Dicopot, Berarti Ngajak Perang Warga Kabupaten Malang

Spanduk tiga paslon saat terpasang di sepanjang jalan di Kabupaten Malang.

MALANGVOICE – Ketua Tim Relawan pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari PDIP, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, Sujud Pribadi, menilai, keberadaan foto dan tulisan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, sudah tepat.

Buktinya, lanjut dia, KPU tidak mempermasalahkan sejak awal materi atribut kampanye disetorkan.

Keberadaan foto dirinya bersama Wali Kota Batu, sesuai dengan harapan masyarakat Kabupaten Malang.

“Jangan sampai ditutupi apalagi dicopot. Jika demikian, artinya ngajak perang,” jelasnya, saat dihubungi, beberapa menit lalu.

Pihaknya bersama warga Kabupaten Malang sudah siap perang melawan kebatilan dan kedzaliman.

“Selama ini kami sudah cukup sabar diperlakukan sewena-wena, lagian masalah foto cuma masalah kecil. Ada masalah besar justru dibiarkan,” ungkap mantan Bupati Malang dua periode itu.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Pemenangan Dewi Sri, Hari Sasongko. Menurutnya, materi atribut kampanye sudah melalui seleksi KPU. Sebelum diturunkan, KPU harus bertanggung atas masalah ini.

“Tanyakan ke KPU, kalau memang tidak boleh seharusnya sejak awal, kenapa baru sekarang dipermasalahkan,” paparnya.

Ratusan Anggota Polres Malang Kota Tes Urine

Pemeriksaan urine anggota Polres Malang Kota (Humas Polres Malang Kota for MVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 160 petugas Polres Malang Kota menjalani pemeriksaan urine, di Mapolres Malang Kota, Senin (21/9) hari ini, dipimpin langsung Kasubdit Provist Polda Jatim, Kompol Budi Santosa SIK MH.

Pemeriksaan dilakukan dalam rangka menegakkan disiplin anggota tentang indikasi keterlibatan penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan juga diikuti Kapolsek dan sejumlah pejabat di jajaran Polres Malang Kota.

Wakapolres Malang Kota, Kompol Dewa Putu Eka Darmawan, mengatakan, kegiatan ini perlu dilakukan, agar kinerja kepolisian tidak ternodai dengan pelanggaran petugas sendiri.

“Kami yakin hasilnya 160 anggota yang dites urine, semua bebas narkoba,” kata Dewa Putu.

Panwas Rekomendasikan Spanduk Dewi Sri Dicopot dan Diperbaiki

Komisioner Panwaslu, George Da Silva

MALANGVOICE-Panwaslu Kabupaten Malang merekomendasikan KPU agar mencopot semua spanduk yang ada foto dan tulisan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, di spanduk pasangan calon Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi (Dewi Sri).

“Harus ditarik spanduknya, nanti dibetulkan. Itu rekomendasi kami ke KPU, tetapi kami belum kirim surat resmi, karena ada beberapa materi belum lengkap. Sore ini kami layangkan ke KPU,” kata Komisioner Panwaslu, George Da Silva, saat dihubungi, beberapa menit lalu.

Bentuk perbaikannya seperti apa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke KPU. Jangan sampai keberadaannya menimbulkan permasalahan selama Pilkada.

Meski demikian, sampai Senin (21/9), pihaknya belum menerima laporan resmi dari tim sukses Rendra-Sanusi.”Sampai sore ini (Senin, Red), tidak ada laporan masuk ke kami. Akan tetapi temuan itu sudah masuk dalam kajian kami sejak beberapa hari lalu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim sukse pasangan calon Rendra Kresna-Sanusi, mempermasalahkan keberadaan foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, pada spanduk paslon Dewi Sri.

Shalat Ied Rabu, PNS Tetap Masuk Kerja

Banner yang dipasang di depan Masjid An Nur terkait shalat Idul Adha. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Perbedaan hari raya antara Muhammadiyah dengan pemerintah terjadi lagi. Muhammadiyah sudah memutuskan hari Rabu, sedangkan pemerintah menjalankannya hari Kamis.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mempersikahkan bila ada PNS Kota Batu yang ingin Shalat Ied pada hari Rabu. Namun usai shalat Ied diharapkan masuk kantor seperti biasa.

“Kami sudah umumkan soal ini ke seluruh pegawai Kota Batu. Karena hari libur nasional kan ditetapkan hari Kamis dan Jumat,” ujar Punjul kepada wartawan, Senin (21/9).

Ia sendiri yakin bahwa perbedaan ibadah Hari Raya Idul Adha antara Muhammadiyah dengan pemerintah tidak akan menimbulkan gejolak yang berarti. “Ini adalah ujian, tapi umat muslim sudah biasa menghadapi ini,” tambah Punjul.

Sementara untuk siswa sekolah yang banyak meminta kejelasan jadwal libur juga masih belum diputuskan. Punjul berjanji besok sudah ada keputusan yang disampaikan langsung ke sekolah.

“Dinas Pendidikan sudah saya sampaikan agar cepat melakukan kordinasi dengan Pemprov guna memutuskan libur atau tidaknya siswa pada hari Rabu itu,” tandasnya.

KPU Tunggu Rekom Panwas Soal Spanduk Paslon Dewi Sri

Foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko terpasang di spanduk pasangan calon Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi.

MALANGVOICE-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menunggu rekomendasi dari Panwaslu terkait spanduk pasangan calon Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi.

Komisioner KPU, Totok Hariyono, menyerahkan sepenuhnya kepada Panwas. Apapun rekomendasinya, sepanjang memenuhi ketentuan hukum, pasti dijalankan.

“Kalau kami tidak memiliki interpretasi hukum lainnya, kami laksanakan sepenuhnya rekomendasi Panwas,” ungkapnya.

Boleh tidaknya foto itu, pihaknya tidak mengoreksinya. Sebab saat penyerahan materi atribut, paslon nomor 2 baru menyetorkan sekitar pukul 23.00, Kamis (27/8). Padahal, batas waktu penyetoran pukul 12.00 siang.

Pihaknya juga tidak berwenang merubah dan menggantinya, karena dalam PKPU tidak ada keterangan hukum yang jelas.

Selain itu, materi dibuat masing-masing calon. Keberadaan foto dan tulisan di spanduk maupun atribut lainnya diperbolehkan, sepanjang memenuhi ketentuan PKPU.

“Kami tidak punya waktu memeriksa dan menelitinya, kalau tidak diloloskan, maka produksinya akan molor,” jelasnya.

Mantan wartawan itu mengakui, keberadaan foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, hanya terpasang di spanduk. Di atribut lainnya tidak ditemukan. Hal tersebut dibuktikan ketika pencocokqn materi atribut dengan hasilnya.

“Hari Rabu (23/9) kami ajak musyawarah paslon, supaya ada jalan yang terbaik. Bisa saja nantinya foto dan tulisannya ditutup,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, di spanduk paslon nomor 2 dipertanyakan tim sukses Rendra-Sanusi.

Timses Rendra-Sanusi Pertanyakan Foto ER di Spanduk Dewi Sri

Spanduk pasangan calon terpasang di beberapa titik di Kabupaten Malang

MALANGVOICE – Tim sukses calon incumbent, H Rendra Kresna-H Sanusi, mempertanyakan adanya foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di spanduk pasangan calon Dewanti Rumpoko- Masrifah Hadi.

Temuan tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke Panwaslu. “Kenapa foto Wali Kota Batu bisa lolos dan tercantum di spanduk milik paslon nomor 2. Sebenarnya KPU meneliti apa tidak,” jelas Ketua Timses Rendra-Sanusi, Ahmad Andik kepada MVoice.

Menurutnya, di spanduk paslon nomor 2 pasangan Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi di bagian kanan terpasang foto mantan Bupati Malang, Sujud Pribadi dan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. “Jika foto Eddy Rumpoko dan dibawahnya bertuliskan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, kami tidak permasalahkan,” tegas Ahmad Andi.-

Komunitas