Jam Operasional Hutan Kota Dibatasi

Slamet Husnan

MALANGVOICE – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang bakal membatasi jam operasional Hutan Kota Malang.

Kabid Pertamanan DKP, Slamet Husnan, mengatakan, pembatasan itu merujuk pada permintaan aliansi agar ekosistem kawasan itu tetap terjaga.

“Jadi nanti dibatasi dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore,” kata Slamet, beberapa menit lalu.

Dijelaskan pula, nantinya akan ada 12 orang yang menjaga Hutan Malabar setiap harinya, dibagi dalam empat shift berdasar tugas masing-masing.

Shift siang dan malam bertugas untuk perawatan hutan kota, sedangkan shift malam khusus untuk keamanan.

“Kami jaga, agar fungsi ekologis terjaga dan juga keberadaan hutan kota tidak jadi ekses negatif,” tandasnya.

Kosongkan Pasar Merjosari, Pedagang Luruk Balai Kota

Pedagang Pasar Merjosari bersama sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di balai kota. (Muhammad Choirul)
Pedagang Pasar Merjosari bersama sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di balai kota. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pedagang Pasar Merjosari meluruk Balai Kota Malang, Rabu (28/12) pagi ini. Ditemani sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa, mereka berunjuk rasa terkait polemik pembangunan Pasar Dinoyo.

Koordinator Perwakilan Pedagang Pasar Dinoyo (P3D), Sabiel El Achsan, menyebut, sejak pagi para pedagang sudah menghentikan aktivitas perdagangan di Pasar Merjosari. “Semua pedagang sudah sepakat libur untuk aksi damai di balai kota,” ungkapnya.

Pantauan MVoice, massa memadati jalan Bundaran Tugu depan balai kota dan Gedung DPRD. “Kami tetap aksi meskipun kemarin Dinas Pasar sidah mengangkut sampah. Ini bentuk jawaban kami atas kesewenang-wenangan Dinas Pasar selama ini,” tandasnya

ATM Mahasiswi Hilang, Duitnya Ikut Dikuras

Ilustrasi pencurian (Anja)
Ilustrasi pencurian (Anja)

MALANGVOICE – Mahasiswi asal Bali yang kos di Jalan Cengger Ayam, Lowokwaru, Kota Malang, Khamelia Widiyanti (21) mengalami tindak pencurian. Uang di dalam ATM-nya raib.

Kejadian itu dialami Khamelia pada 24 Februari lalu, pada saat itu ia mengambil uang di ATM dekat kos. Ia tak berpikir aneh-aneh dan segera pulang.

Sore harinya, ia mengecek kartu ATM yang ditaruh tas. Akan tetapi, Khamelia tidak bisa menemukannya dan melaporkan ke bank untuk diblokir. Keesokan harinya, Khamelia pergi ke bank dan melakukan pengecekan transaksi. Ia terkejut karena saldo sebesar Rp 8,7 juta ternyata sudah amblas dan ditarik seseorang.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Malang Kota sambil masih bingung kemana uangnya pergi.

Mendapati laporan tersebut, Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Made Marhaeni, mengaku polisi sudah mendalami pencurian tersebut.

Heni, sapaan akrabnya juga mengimbau masyarakat untuk hati-hati terhadap segala tindak kejahatan. Dalam kasus itu, bisa jadi korban sudah dibuntuti pelaku dan dicuri ATM-nya.

“Kami masih lakukan penyelidikan untuk kasus ini. Masyarakat juga harus waspada terhadap kejahatan apapun,” imbaunya.(Der/Aka)

Anton Beri Motivasi pada Pengajian Lapas Wanita Sukun

Wali Kota HM Anton

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, hari ini, menghadiri pengajian oleh Pondok Pesantren Annisa, Lapas Wanita Sukun

Anton memberikan motivasi kepada warga binaan agar dapat terus mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan Ponpes tersebut guna lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

lapas1

Pondok Pesantren yang berdiri sejak bulan Mei 2016 tersebut, dibentuk dalam rangka memberikan fasilitas keagamaan kepada Warga Binaan guna membekali mereka akan ilmu-ilmu keagamaan.

“Saya berharap agar melalui kegiatan ini, seluruh warga binaan juga mendapatkan kegiatan yang positif selama menjalani hari-harinya di dalam lapas” ujar Anton.

Pujiharjo Banjir Lagi, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Hanyut

Banjir bandang di Desa Pujiharjo (ist)

MALANGVOICE – Banjir bandang kembali menerjang kawasan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Rabu (14/9) malam, sekitar pukul 22.00.

Banjir bandang ini disebabkan Desa Pujiharjo diguyur hujan deras selama beberapa hari. Hujan terparah terjadi Rabu malam.

Akibatnya, puluhan rumah rusak, satu rumah dan beberapa hewan ternak hanyut terbawa arus. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Kepala Desa Pujiharjo, Endik Arso menjelaskan, banjir kali ini lebih parah jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu.

“Wah sekarang lebih parah Mbak. Lebih banyak rumah yang rusak. Total ada 10 rumah yang rusak parah, 30 yang kerusakannya biasa dan satu rumah hanyut. Masih belum ada laporan soal korban jiwa,” kata Endik kepada MVoice, Kamis (15/9) pagi ini.

Keparahan banjir diperkirakan karena pengerukan sungai akibat bencana sebelumnya tidak terselesaikan dengan baik.

Akibatnya, aliran air tidak melewati sungai, melainkan langsung menghantam badan jalan dan rumah penduduk.

“Sungainya kan jadi dangkal sehingga airnya langsung meluber. Pokoknya, di tempat kami ini hujan lebih dari satu jam bisa dipastikan banjir,” keluh dia.

Siap Dideklarasikan, Nanda – Wanedi Ingin Wujudkan Koalisi Rakyat

Pasangan Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi segera dideklarasikan di Kota Malang. (Muhammad Choirul)
Pasangan Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi segera dideklarasikan di Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi, bakal dideklarasikan pada Rabu (10/1) mendatang. Rencananya, ajang tersebut bakal berlangsung di kawasan Jalan Simpang Balapan.

Di hari itu pula, pasangan ini bakal mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Prosesi deklarasi dan pendaftaran dihadiri segenap pengurus partai pengusung di tingkat provinsi dan pusat.

Sejauh ini, Nanda – Wanedi diusung gabungan 5 partai, yakni PDIP, PAN, PPP, Hanura, dan Nasdem. “Bersama dukungan 5 partai yang memiliki 22 kursi di DPRD atau separuh dari jumlah anggota dewan, kami optimis meraih hasil maksimal,” tutur Nanda.

Sebagai pasangan yang diusung gabungan koalisi terbesar, Nanda tidak jumawa. Dalam benaknya, dia masih ingin mewujudkan koalisi rakyat. Harapannya, koalisi rakyat benar-benar tercipta yang diawali sejak deklarasi nanti.

Karena itu, pemilihan tempat dan konsep deklarasi tidak dilakukan asal-asalan.
Dia menilai, kawasan Jalan Simpang Balapan merupakan simbol semangat kepahlawanan.

Di tempat itu, selain terdapat patung pahlawan asal Malang, Hamid Rusdi, juga berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). “Ini melambangkan geliat pemuda pada zaman penjajahan yang rela mengorbankan harta dan nyawamya berjuang demi merebut kemerdekaan,” tandasnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini menyebut, semangat ini harus diaplikasikan dalam membangun Kota Malang ke depan. Semua itu, lanjut Nanda, bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan itu, deklarasi bakal melibatkan sekitar 1000 orang serta dimeriahkan kesenian tradisional. Tak sebatas itu saja, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) juga dilibatkan dalam ajang ini.

“Kami menyebutnya dengan deklarasi kerakyatan karena akan diikuti oleh ribuan masyarakat dengan konsep yang betul-betul bernuansa kerakyatan,” imbuh peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya ini.(Coi/Aka)

Revitalisasi Mapolsek Batu Harus Izin Mabes

Bangunan Mapolsek Batu tampak depan. (fathul)

MALANGVOICE – Aktivitas di Polsek Batu dianggap paling dinamis di jajaran Polresta Batu. Karena itu, muncul wacana untuk merevitalisasi mapolsek, karena bangunannya dinilai perlu perbaikan.

Dikonfirmasi masalah itu, Kapolsek Batu, AKP Arinto Priyo Sularso, menegaskan, persoalan pembangunan mapolsek bukan wilayahnya.

“Jangan (tanya) saya, ke Kapolresta langsung. Kami hanya menjalankan tugas saja di sini. Misal Kapolres oke, ya kita oke saja,” jelasnya, di sela-sela meninjau Pasar Akbar di BTC.

Secara terpisah, Kapolresta Batu, AKP Decky Hendarsono, menjelaskan, pembangunan mapolsek sudah tidak sebebas dulu, harus dikomunikasikan ke Mabes Polri.

“Saya pikir bangunan ini tidak jelek, masih bagus lah. Bahkan di sini sudah representatif untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kapolresta kepada MVoice.

Sebaliknya ia berkeinginan membangun Masjid di Polsek Batu, yang dirasa kurang luas. Untuk merenovasi masjid, dikatakan, diperbolehkan, karena milik masyarakat. Apalagi untuk salat Jumat, masjid tidak mampu menampung jamaah.

“Semua ini dilakukan guna mencegah terjadinya korupsi. Dana untuk harwat (pemeliharaan dan perawatan-red) mapolsek juga cukup, saya rasa bukan prioritas,” tandas Kapolres asli Batu ini.

Jelang Akhir Tahun, Pengendalian Harga Jadi Perhatian Pemkot

Wali Kota Malang, HM Anton, memimpin rapat koordinasi stabilitas dan kondusivitas jelang akhir tahun. (Ist)
Wali Kota Malang, HM Anton, memimpin rapat koordinasi stabilitas dan kondusivitas jelang akhir tahun. (Ist)

MALANGVOICE – Pemkot Malang menggelar rapat koordinasi pengendalian harga jelang akhir tahun 2016 di Balai Kota, Senin (21/11). Dipimpin langsung Wali Kota, H Moch Anton, yang didampingi Sekretaris Daerah, Idrus, rapat membahas sejumlah poin penting.

Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain Forkopimda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Pertamina, Bulog, BPS, Bank Indonesia, SKPD terkait serta Perwakilan pedagang pasar dan Gabungan Kelompok Tani yang ada di Kota Malang.

Dalam paparannya, Anton menyampaikan, perlu ada identifikasi komoditi-komoditi utama penyebab inflasi. Selain itu penentuan kebijakan dan langkah-langkah antisipasi untuk menciptakan stabilisasi harga juga harus diperhatikan.

“Sehingga tercipta stabilitas harga pada komoditi penyebab utama inflasi, serta terciptanya stabilitas sosial politik dan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, suami Hj Dewi Farida Suryani itu berharap, suplai pasokan bahan pangan, termasuk elpiji dan BBM di Kota Malang bisa memenuhi kebutuhan. Apalagi, permintaan pasar diprediksi melonjak tajam di akhir tahun nanti.

“Saya juga berharap ada komitmen bersama antara Forkopimda, TPID dan Pemkot tetap menjaga stabilitas dan keamanan Kota Malang yang sudah cukup kondusif jelang Natal dan tahun baru yang akan datang” tegasnya lagi.

Secara umum, kondisi inflasi di Kota Malang sendiri cukup stabil, bahkan pada Oktober ini, inflasi terjadi sebesar 0.20 persen. Jelang akhir tahun, harga bahan pokok diperkirakan meningkat mengingat sumbangan kelompok bahan pangan pada inflasi akhir tahun cukup tinggi.

Beberapa komoditas strategis yang perlu diwaspadai karena rentan mengalami kenaikan harga, antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, gula pasir dan sayur sayuran.

Penyebab kenaikan harga antara lain meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi dengan jumlah pasokan. Selain itu, perubahan iklim juga membuat produksi pangan menurun.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Setda Kota Malang, Dra Rinawati MM, menyatakan, rapat koordinasi ini merupakan langkah menekan inflasi yang biasanya akan meningkat tajam di waktu-waktu tertentu seperti jelang hari besar keagamaan atau akhir tahun.

“Karakteristik meningkatnya inflasi Kota Malang dapat disebabkan karena tingginya tingkat permintaan pasar akan sebuah produk, khususnya bahan pangan dari pada jumlah pasokan bahan yang minim. Karena itu perlu dikendalikan,” tambah Rina.

HT Tinjau Operasi Katarak di RSAUB

Hary Tanoesoedibjo saat meninjau operasi katarak di RSAUB. (fia)

MALANGVOICE – Usai memberikan kuliah tamu di Universitas Islam Malang (Unisma), Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, langsung meninjau pelaksanaan operasi katarak dan bibir sumbing di RS Akademik Universitas Brawijaya (RSAUB) Malang.

Operasi katarak dan bibir sumbing itu menjaring penderita dari Malang Raya sebanyak 100 orang dari kalangan pra sejahtera yang sebagian besar berusia 40 tahun ke atas.

Hary Tanoe mengatakan, gerakan sosial yang diprakarsai Jalinan Kasih itu sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Hingga kini 700 ribu orang telah dibantu dalam bentuk operasi katarak, operasi bibir sumbing, hingga sunat gratis.

“Bentuk bantuan yang diberikan bersifat fleksibel. Tidak hanya di bidang medis, tetapi juga dalam bentuk sumbangan bantuan pembangunan sarana dan prasarana umum,” kata pria kelahiran Surabaya ini.

Operasi katarak dan bibir sumbing untuk masyarakat pra sejahtera itu, menurut pria yang akrab disapa HT, ini bisa membuat kehidupan masyarakat meningkat dan pasien bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Selamat bagi bapak ibu yang sudah menikmati operasi katarak dan bibir sumbing. Semoga bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi,” ucap HT.

Sementara DR Dr Tinny Rasjad Indra Sp PK mengatakan, angka kebutaan di Indonesia sebagian besar disumbangkan oleh penyakit katarak. Melalui kegiatan itu diharapkan mampu mengurangi angka kebutaan sekaligus membuat kehidupan masyarakat khususnya pasien katarak menjadi lebih baik.

“Semoga bisa beraktifitas kembali dengan normal,” kata dia.

MUI Gelar Mediasi di Ponpes Kasembon Terkait Isu Kiamat Sudah Dekat

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat meninjau langsung Pondok Pesantren Miftahul Falahi Mubtadin Kasembon, Kab. Malang

MALANGVOICE – Menindaklanjuti perkembangan pindahnya puluhan warga Watu Bonang, Badegan, Kabupaten Ponorogo, ke ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin, Kasembon, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar mediasi.

Mediasi itu dilakukan setelah MUI Kecamatan Kasembon meninjau langsung pondok dengan Kapolres Batu, Muspika, dan organisasi NU, Kamis (14/3).

Perwakilan MUI Kecamatan Kasembon, Ibnu Mukti mengungkapkan hasil mediasi terkait ajaran atau fatwa yang disampaikan pimpinan Ponpes, Gus Romli, tidak ada yang keluar dari koridor Islam. Tetapi MUI masih belum memberikan keputusan dan memberikan fatwa terkait hal itu.

“Hal itu memang ada dasarnya, tapi MUI memberikan garis bahwasanya ini diperkenankan penyampaianya bukan di forum umum,” tegasnya.

Dari MUI sendiri juga menyampaikan agar hal ini tidak sampai disampaikan ke forum umum. Apabila ada indikasi meresahkan masyarakat. MUI juga berhak untuk menegur kegiatan tersebut.

Sementara itu, ada dua poin penting menjadi catatan pimpinan Ponpes yang
yang beralamat di Dusun Pulosari, Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang itu.

Di antaranya, Gus Romli harus siap untuk proaktif terkait apapun yang berkenaan dengan Ponpes ini. Terlebih berhati-hati dalam membuat fatwa agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami sudah sampaikan dua poin penting. Tapi, yang paling penting kita meminta agar Gus Romli tidak lagi membuat beberapa fatwa yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” imbuhnya.

Terlebih diharapkan hal ini juga menjadi perhatian besar untuk dijadikan pelajaran dan hati – hati dalam memberikan statement dalam pengajian.

“Namun, jika dalam prosesnya ditemukan indikasi yang memunculkan keresahan di masyarakat, MUI siap menegur dan bahkan bisa sampai ke ranah hukum,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, ada 52 orang yang pindah dari Ponorogo ke Kasembon, Kabupaten Malang. Warga itu nekat pindah karena termakan isu kiamat sudah dekat.

Warga juga ada yang sempat menjual rumahnya untuk biaya hidup serta diminta membeli pedang karena isu kerusuhan.(Der/Aka)

Komunitas