28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Korban Kekerasan Lumajang Pecah Lambung, Dioperasi di RSSA

Istri Tosan, Ika Haryati, tengah menunggui suaminya di RSSA Kota Malang (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Salah satu korban kekerasan kelompok preman di Lumajang, Tosan, (48), dari Forum Petani Anti Tambang, dirawat intensif di RSSA Kota Malang.

Bapak tiga anak itu dirujuk ke RSSA Kota Malang, Minggu (27/9), karena mengalami luka parah, setelah dikeroyok puluhan preman di depan rumahnya, Dusun Krajan Dua RT56/RW19, Desa Selo Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Sabtu (26/9) pagi.

Sebelumnya Tosan sempat mendapat pertolongan di Puskesmas Pasiran dan RSU Lumajang, namun karena luka yang diderita cukup parah, terpaksa dibawa ke Kota Malang.

Dari pengakuan istri Tosan, Ika Haryati, (44), suaminya langsung menjalani operasi lambung, karena berlubang. “Lambungnya sudah ditambal apa gitu sama dokter,” katanya, saat ditemui MVoice di ruang 13, beberapa menit lalu.

Ia menceritakan kejadian yang hampir merenggut nyawa suaminya itu. Dari 30 preman yang mengatasnamakan ‘Tim 12’ bentukan kepala desa setempat itu memukuli dengan cangkul dan batu.

“Suami saya dikeroyok sampai berdarah semua, tapi berhasil lolos dan kabur ke lapangan, tapi masih dikejar 4 orang,” ujarnya.

Di lapangan, Tosan ditangkap dan dihajar hingga pingsan, tak berhenti di situ, anggota tim 12 melindas badan Tosan yang terkulai tak berdaya dengan sepeda motor.

“Saya kejar suami saya ke lapangan, saya cegah agar tidak dibawa ke Balai Desa. Dikira mati saya minta tolong warga setempat yang cuma nonton dari kejauhan karena takut,” sedihnya.

Saat ini bapak tiga anak itu sudah membaik kondisinya dan Polda Jatim sudah mengunjungi untuk mencari keterangan. “Semalam tiga orang dari Polda datang sampai jam 22.00 WIB saya dimintai keterangan banyak. Saya tidak takut karena merasa benar,” tandasnya.

Sebanyak 106 Pedagang Siap Relokasi

Wahyu Setianto

MALANGVOICE – Sebanyak 106 pedagang Pasar Blimbing siap di relokasi ke tempat penampungan sementara di Stadion Blimbing, Jalan Tenaga. Meski belum ideal, namun kenaikan jumlah pedagang cukup signifikan.

Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, dari 106 pedagang sebanyak 56 pedagang sudah mendaftar meski belun mengambil nomor Sedangkan sisanya 50 pedagang sudah mengambil nomor pada Dinas Pasar.

“Ada yang bedak dan juga ada yang loss dan juga emper,” kata Wahyu, saat mengunjungi tempat penampungan sementara, Selasa (22/3).

Dikatakannya, Dinas Pasar sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk mempermudah pedagang untuk boyongan ke pasar relokasi. “Kami sediakan truk yang siap 24 jam untuk mengangkut barang dagangan mereka,” tandasnya.

Selain itu, Dinas Pasar juga menyiapkan pengamanan dari TNI dan Polres Malang Kota, agar proses relokasi besok bisa berjalan lancar.

“Kami harap relokasi bisa segera dilakukan mengingat kondisi pasar sudah sangat tidak layak,” bebernya.-

Polres Malang Kota Awasi Kos-kosan, Ada Apa?

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan. (deny)

MALANGVOICE – Banyaknya pendatang di Kota Malang menjadi perhatian khusus Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan.

Hal itu berkaitan dengan kewaspadaan terhadap aksi teror yang ditujukan pada polisi sejak beberapa hari terakhir.

Menurut mantan Pamen Densus 88 ini, penjagaan di tempat kos tidak ketat. Hal itu dikarenakan karena pemilik sering tidak berada di tempat dan hanya menyisakan penghuni saja.

“Pengawasan terhadap penghuni jadi berkurang. Ini nanti jadi program kami dan perlu didiskusikan lagi sama Pemkot Malang,” ujarnya, Rabu (12/4).

Pihaknya kini sedang mendata di mana daerah rawan yang berpotensi menjadi tempat persembunyian jaringan atau kelompok radikal. Ia juga meminta peran serta masyarakat agar melapor apabila ada hal yang mencurigakan.

“Kami lebih waspada lagi ya. Masyarakat juga harus berikan informasi kalau ada pendatang tidak jelas di sekitarnya sehingga langsung kami selidiki,” tandasnya.

Anton: Danlanal dan Pemkot Harus Bersinergi

MALANGVOICE – Pimpinan Rombongan Susdanlanal (Kursus Komandan Pangkalan AL) Letkol (AL) Mansyur, berkunjung ke Kantor Balai Kota Malang, Selasa (22/9).

Dalam lawatannya, Mansyur mengatakan ada 12 calon komandan pangkalan AL yang diikutkan dalam kegiatan pembekalan praktis kepemimpinan yang nanti diisi Wali Kota Malang HM Anton.

Anton mengatakan, para pimpinan termasuk pimpinan angkatan (Danlanal), harus menyatu dengan daerah juga masyarakatnya. “Jadi Pemerintah ada sinergi antara kedua institusi ini dengan masyarakat,” ucap Anton.

Meskipun AL, matra kelautan, namun Danlanal Malang beserta jajarannya, selama ini banyak bersinergi dengan Pemkot Malang, bahkan terlibat secara langsung dalam kegiatan blusukan 2 (dua) minggu sekali.

Anton berharap siswa Susdanlanal, saat nanti telah menduduki jabatan Danlanal, mampu membangun sinergi dengan Pemda setempat.-

Kadis Pantau Tempat Penampungan Sementara Pedagang Pasar Blimbing

Wahyu Setianto

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setiyanto, Selasa (21/9) memantau perkembangan terakhir tempat penampungan sementara pedagang Pasar Blimbing di Stadion Blimbing, Jalan Tenaga.

Pantauan ini dilakukan menjelang sehari sebelum pencanangan awal tahap relokasi sebelum pasar dilakukan pembangunan.

Pada prinsipnya, Wahyu mengaku, kondisi tempat relokasi sangat siap dan sudah ditambah beberapa item termasuk menambah saluran air, penomoran dan pemasangan cyclone. “Pasar sudah siap dan besok sudah siap pencanangan awal relokasi,” kata Wahyu.

Ia berharap proses relokasi bisa segera dilakukan mengingat kondisi Pasar Blimbing saat ini sudah tidak representatif. “Pasar sudah sangat kotor dan harus segera relokasi agar bisa dibangun,” tandasnya.-

Di Tengah Pandemi Covid-19, IBU Gelar SAMBA Pancasila Sakti

Rektor
1. Rektor IBU, Nurcholish Sunuyekto. (Toski D).

MALANGVOICE – Kesekian kalinya, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo atau biasa disebut IBU Malang, kembali menggelar acara Sambut Mahasiswa Baru (SAMBA) dengan mengambil tema ‘SAMBA Pancasila Sakti’, Kamis (1/10).

Kegiatan yang diwarnai adanya peragaan Tari Nusantara Utama IKIP Budi Utomo dengan mengusung semangat berpancasila ini diikuti sebanyak 200 mahasiswa baru.

Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 150 mahasiswa yang mengikuti secara online dengan melalui live streaming YouTube, dan 50 mahasiswa yang hadir langsung (Offline) di Kampus C IBU, Jalan Cintandui, Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, Rektor IBU, Nurcholish Sunuyekto mengatakan, kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru dari episode-episode sebelumnya, yakni SAMBA episode Perdana, SAMBA episode Merdeka, SAMBA episode Arjuna dan SAMBA episode Srikandi.

“Untuk kali ini kami mengambil tema SAMBA episode Pancasila Sakti. Karena bulan-bulan ini Pancasila menjadi pembahasan tersendiri, karena Pancasila merupakan jati diri sekaligus cita-cita bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Nurcholish, sebagai Kampus yang dijuluki miniatur Indonesia, lantaran keberagaman mahasiswanya, baik secara agama, bahasa dan budaya ini dapat menciptakan suasan keakraban dan mengenalkan kehidupan kampus dengan cara-cara yang dibenarkan oleh pemerintah sebagaimana dihimbau oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Kegiatan SAMBA ini bersifat mengedukasi, menyenangkan dalam suasan keakraban dan mengenalkan kehidupan kampus untuk berikrar Pancasila dan Kebudiutamaan yaitu, ke-Indonesia-an, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan dan Kepatutan,” jelasnya.

Dengan begitu, tambah Nurcholish, dirinya berharap, para mahasiswa baru dapat memiliki karakter yang berbudiutama, dengan menghadirkan stakeholder pengguna lulusan yang dikemas dalam bincang santai.

“Kagiatan kali ini, kami juga menghadirkan alumni IKIP Budi Utomo Malang memiliki karakter yang tidak ditemui dari lulusan perguruan tinggi manapun, seperti kepala sekolah dan pengasuh pondok pesantren,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam gelaran SAMBA (Sambut Mahasiswa Baru) IKIP Budi Utomo Malang, para peserta harus memenuhi protokol kesehatan. Panitia dan mahasiswa sebelum masuk ke lokasi terlebih dahulu dicek suhu badannya dengan menggunakan thermo gun, disemprot di bilik disinfektan, cuci tangan, dan memakai masker selama acara betlangsung.(der)

Mahasiswa Matematika Undip Kaji Wisata di Pemkot Batu

Mahasiswa saat mengikuti pemaparan dari Dinas Pariwisata
Mahasiswa saat mengikuti pemaparan dari Dinas Pariwisata.(fathul)

MALANGVOICE – Puluhan mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Materika, Universitas Diponegoro Semarang, akan menjadikan wisata di Kota Batu sebagai kajian dalam Praktek Kerja Lapangan.

Menurut salah satu mahasiswi, Rahmadeny Widyaputri, wisata di Batu sudah terkenal. Karena itu, dia dan teman-temannya dari Prodi Matematika ingin mengetahui kalkulasinya sebagaimana ilmu yang didalaminya tersebut.

“Semua bisa dimatematikakan, jadi meliputi potensi wisatanya apa saja, jumlah wisatawan, potensi pengunjung, hingga rute, itu akan kita kaji secara matematis,” ungkap Putri kepada MVoice.

Mereka ke sana disambut Kepala Seksi Bimbingan dan Pelatihan Disparbud, Mulyoadji. Dalam paparannya, Mulyoadji menjelaskan 30 destinasi wisata di Kota Batu, baik wisata alam maupun wisata buatan.

“Berbagai wisata kami sediakan di Kota Batu, wisata keluarga, wisata perkotaan, wisata minat khusus, wisata sejarah, hingga wisata alam. Lengkap di sini,” jelas Mulyoadji.

Selain mengedepankan potensi wisata, Pemkot juga mendorong wisata berbasis kemasyarakatan. Sehingga di Kota Batu juga dikenal adanya petik apel. Termasuk kreativitas petani untuk membuat makanan olahan dari hasil pertaniannya.

“Sebagai kota wisata, di sini masyarakat tidak hanya menjadi obyek, tapi sekaligus subyek. Mereka bisa memiliki pendapatan lain yang menguntungkan,” tandasnya.

Dewi Sri Kuasai Pakisaji!

Satuan pengaman menjaga kotak suara dari TPS yang sudah diserahkan ke Kantor Desa Pakisaji

MALANGVOICE – Pasangan duo hawa, Dewi-Sri, menguasai Desa Pakisaji. Dari tujuh TPS, pasangan yang mengusung tagline Malang Anyar itu unggul di semua TPS, dengan perolehan sementara sebanyak 1.921 suara, atau 67,78 persen.

Berdasar pantauan MVoice hingga pukul 16.00, tim PPS masih melakukan entry data perolehan suara masing-masing Paslon. Pasangan incumbent Rendra-Sanusi hanya bisa memikat 795 suara atau 28,05 persen, sedangkan Nurcholis dan Muhammad Mufidz mendapat suara minimalis, 118 suara atau 4,1 persen dari suara yang masuk.

Jumlah total jumlah pemilih di Desa Pakisaji sebanyak 5.539 dengan rincian 2.635 pemilih laki-laki dan 2.704 pemilih perempuan.

Nurhayati, salah satu warga Desa Pakisaji, mengaku memilih pasangan Dewanti Rumpoko dan Masrifah Hadi, karena ingin merasakan pemimpin perempuan. Ia berharap jagoannya bisa menyegarkan sekaligus membuat Kabupaten Malang lebih berkembang.

“Semoga pilihan saya tepat, tinggal lihat saja, janji pendidikan gratisnya beneran atau nggak. Kalau nggak direalisasikan, tinggal nuthuk (mukul) saja,” katanya sembari tersenyum.

Ikami Sulsel Cabang Malang Pilih Ketua Umum Baru

Ketua Umum Ikami Sulsel Cabang Malang, Ayunda Fino. (istimewa)
Ketua Umum Ikami Sulsel Cabang Malang, Ayunda Fino. (istimewa)

MALANGVOICE – Ikatan Mahasiswa Pelajar Mahasiswa Sulawesi Selatan (Ikami Sulsel) Cabang Malang, Senin (16/1) menggelar Muscab, di Asrama Hasanuddin, Jalan Simpang Dieng, Sukun, Kota Malang.

Muscab yang diadakan setahun sekali itu hasilnya memutuskan Ayunda Fino sebagai Ketua Umum Ikami Sulsel Cabang Malang yang baru menggantikan Muhammad Arifin.

Fino sapaan akrabnya, mengalahkan tiga calon lain dengan perolehan terbanyak yakni 12 suara, di atas Oscar dengan raihan 10 suara, sama dengan Jalil dan dibuntuti Haril dengan 7 suara.

Suasana Muscab Ikami Sulsel Cabang Malang. (istimewa)
Suasana Muscab Ikami Sulsel Cabang Malang. (istimewa)
Dijelaskan Ketua pelaksana, Ayunda Nurul, meski Muscab Ikami Sulsel Cabang Malang tahun ini sangat rancu dan kurang efektif, tapi akhirnya mampu memilih ketua baru.

Sebagai ketua baru, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu langsung memberi sambutan. Di hadapan para peserta, Ayunda Fino berharap Ikami Sulsel Cabang Malang bisa menjadi organisasi yang memiliki daya saing tinggi dengan organisasi lainnya.

“Semoga ke depan mampu menciptakan inovasi terbaru untuk Indonesia terkhususnya Sulawesi Selatan,” katanya.

Sebelumnya, Muscab Ikami dilakukan di kebun holtikultura Sidomulyo, milik Dinas Pertanian Kota Batu, dengan tema “Menciptakan Generasi yang Dedikatif, Kreatif dan Inovatif demi Terwujudnya Generasi Berbudaya dan Berdaya Saing yang Tinggi”, sejak 13 Januari kemarin.

Selain Janjikan Bonus, Anton Siap Beri Dukungan Langsung

Wali Kota Malang, HM Anton, usai melepas atlet Kota Malang menuju PON.

MALANGVOICE – Keberangkatan 47 atlet Kota Malang atas nama Jawa Timur (Jatim) menuju PON 2016, 17-28 September mendatang di Jawa Barat (Jabar), mendapat motovasi tambahan. Rangsangan positif itu berupa bonus yang dijanjikan Wali Kota Malang, HM Anton.

“Yang penting berjuang dulu, kalau bonus nanti pasti kami siapkan. Saat ini kita semua harus bulatkan tekad dan bawa pulang banyak medali,” kata dia, saat melepas segenap atlet, official, dan wasit di halaman Kantor KONI Kota Malang, hari ini.

Baca juga: Resmi, 47 Atlet PON Dilepas Abah Anton

Selain itu, Anton juga berencana memberi dukungan langsung pada para atlet yang berjuang di Jabar. Menurutnya, prestasi atlet Kota Malang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemkot Malang.

“Mudah-mudahan saya bisa datang langsung ke Bandung. Yang jelas kami sudah siapkan bonus untuk peraih medali, nominalnya tidak perlu disebutkan sekarang,” tambahnya.

Baca juga: Ditarget 10 Emas PON, KONI Kota Malang Siap

Ketua Dewan Tanfidziah DPC PKB Kota Malang itu mengapresiasi langkah KONI Kota Malang yang sudah membina atlet hingga mendapat berbagai prestasi. Sepanjang 2016 ini, berbagai gelar berhasil dibawa pulang untuk mengharumkan Kota Malang.

Data yang tercatat dari kejuaraan di berbagai cabor, pada tingkat provinsi Kota Malang berhasil meraih 26 emas, 35 perak, dan 36 perunggu. Sementara itu, pada tingkat nasional, medali yang berhasil terkumpul ada 7 emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Tidak cukup sampai di situ, di tingkat internasional juga terdapat 1 emas dan 3 perunggu yang diraih atlet-atlet bhumi Arema.

“Jika melihat prestasi nasional maupun internasional, modal ini sangat baik. Saya berharap 47 atlet yang berangkat bisa berjuang maksimal, kalau bisa ya dapat lebih dari 10 emas,” pungkas suami Hj Dewi Farida Suryani itu.