KPU Tentukan Lokasi APK Paslon di Pilwali Kota Malang 2018

Ashari terangkan pemasangan APK, usai rapat koordinasi dengan paslon. (Lisdya/MVoice).
Ashari terangkan pemasangan APK, usai rapat koordinasi dengan paslon. (Lisdya/MVoice).

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang hari ini, Rabu (14/2), menggelar rapat koordinasi membahas persiapan tahapan kampanye di Pilwali 2018. Koordinasi tersebut dihadiri tim pemenangan masing-masing Paslon.

Pembahasan ditujukan untuk pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di wilayah Kota Malang yang telah ditentukan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda terkait titik-titik mana yang dilakukan pemasangan APK,” ujar Komisioner KPU, Ashari Husen.

Selain itu, KPU menyediakan APK di tiap kecamatan di Kota Malang. Tiap APK berisi tiga Paslon yang sudah ditetapkan, yakni Nanda-Wanedi, Anton-Syamsul, dan Sutiaji-Edi. Mengenai desain dan ukuran baliho atau APK yang lainnya, semua telah ditetapkan KPU.

Lebih lanjut, Ashari menyatakan, ketiga Paslon diberi waktu sebanyak 113 hari untuk masa kampanye. “Untuk paslon tidak boleh melakukan kegiatan kampanye apapun dalam bentuk apapun setelah 113 hari,” tegas Ashari.

Selain itu, KPU juga mengimbau dan membatasi kepada paslon untuk memiliki satu akun untuk satu jenis media sebagai media kampanye. “Jadi satu akun untuk Facebook, satu lagi di Instagram. Paling lambat dilaporkan pada 16 Februari,” pungkas pria berkacamata ini.(Der/Aka)

Hindari Penyalahgunaan, Kapolres Batu Check Senjata Api Personel

Kapolres memeriksa senpi (istimewa)
Kapolres memeriksa senpi (istimewa)

MALANGVOICE – Pengamanan internal untuk menghindari pelanggaran dan penyalahgunaan senjata api telah dilakukan sebagai antisipasi dengan pengecekan secara berkala setiap bulan oleh Kapolres Batu.

Hari ini, Kapolres didampingi Kasi Propam, memeriksa kondisi senjata api baik dari segi kebersihan perawatan maupun Surat Ijin Pinjam pakai Senjata Api.

Pada pengecekan tersebut, Kapolres Batu Akbp Leonardus Simarmata,menyampaikan pesan kepada pemegang Senjata Api untuk menjaga dan merawat senjata.

“Senjata Api merupakan istri pertama bagi anggota Polri, rawat dan jaga dengan baik jangan sampai anda salah gunakan”, tandas Kapolres.

Dalam pemeriksaan kali ini, dari 94 pucuk senpi, yang dapat dihadirkan 91 pucuk, kurang 3 pucuk karena si pemilik dalam dinas Reskrim.

10 orang diberi tindakan disiplin dengan push up karena senjata api mereka kurang bersih. Ada 4 pucuk senpi harus digudangkan karena Surat Ijin menggunakan Senpi sudah habis masa berlakunya, dan akan dikembalikan lagi apabila yang bersangkutan telah memperpanjang surat ijinnya.

Satu TPS di Jabung Lakukan Pemungutan Suara Ulang Lanjut

Ilustrasi

MALANGVOICE – Di wilayah Kabupaten hanya ada satu tempat pemungutan suara (TPS) yang akan melakukan pemungutan suara ulang atau (PSU) untuk untuk DPR RI yang akan dilakukan pada Sabtu (27/4) besok.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Santoko mengatakan, pemungutan suara ulang lanjutan ini dilakukan hanya di TPS 26 Desa Kemantren, Jabung. Nantinya pemungutan suara hanya DPR RI saja karena di Pemilu 17 April lalu kekurangan surat suara.

“Atas kejadian ini kami lakukan rapat dengan Bawaslu yang disepakati supaya Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Kecamatan Jabung melakukan pemungutan suara ulang lanjutan untuk surat suara DPR RI kepada 60 pemilih yang sudah hadir dan telah mengisi C7 serta sudah menyerahkan C6 kepada KPPS,” ungkapnya.

“Pelaksanaan PSU lanjutan ini hanya untuk 60 orang saja yang saat itu kehabisan surat suara DPR RI,” pungkasnya

Sementara itu, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva menyampaikan, pihakanya juga akan memberlakukan pembatasan jam pelaksanaannya.

“Pasca pencoblosan kesibukan luar biasa. Waktu jeda hanya pada saat makan atau pun sholat. Ini sangat melelahkan. Untuk itu, sekarang kami batasi hanya sampai pukul 24.00 WIB harus selesai semuanya,” ulasnya.

Sebab, tambah George, pihakanya memiliki keterbatasan anggota, apalagi ada beberapa anggota Bawaslu Kabupaten Malang yang jatuh sakit.

“Kami mengambil keputusan ini untuk mengantisipasi jatuh korban. Karena petugas kami lima orang yang sakit karena kelelahan,” pungkasnya.(Der/Aka)

10 Ribu Relawan ‘Mbois’ Siap Sambut Kedatangan Jokowi di Malang

press konferensi relawan mbois. (Lisdya)

MALANGVOICE – Relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi – Ma’ruf Amin, yang tergabung dalam Malang Bersama 01 Sekali lagi (Mbois) bakal menggelar deklarasi dukungan bertajuk Milenial Satu Jiwa pada Sabtu (23/3) mendatang.

Ketua relawan mbois, Tjandra Purnama mengatakan, para relawan dari Malang Raya yang bakal mengikuti deklarasi tersebut diklaim berjumlah 10 ribu orang.

“Ya, saat ini yang terdaftar hampir 10 ribu. Kami targetkan itu, kadang pas hari H kan bisa saja bertambah. Perlu diketahui, ini murni relawan, bukan dari unsur golongan partai maupun lainnya,” katanya saat press konferensi di posko relawan Mbois, Rabu (20/3).

Nantinya, kedatangan Jokowi akan disambut oleh iring-iringan ratusan sepeda motor modifikasi karya arek Malang Raya. Terdiri dari 500 sepeda motor modifikasi, chopper dan komunitas sepeda motor yang tergabung dalam komunitas otomotif Malang.

“Saat turun dari helipad di Tidar kemudian menuju venue Lembah Dieng, Jokowi akan mengendarai salah satu sepeda motor modifikasi terbaik tingkat Asia karya arek Malang,” jelasnya.

Selain itu, lagu-lagu nasional juga bakal dikumandangkan selama acara. Bahkan, Addie MS akan membawakan tujuh arransemen lagu nasional dan diikuti oteh para peserta deklarasi. Artis ibukota seperti Yuni Shara pun dikabarkan juga akan menyumbangkan suara emas nya diiringi oleh broken Blues.

“Kemungkinan datang, meskipun hanya sebentar,” terangnya.

Tak hanya artis ibukota, musisi-musisi Malang pun juga turut hadir. Di antaranya yakni, Anto Baret, Predator, Proses Band, Mbois Makes, Broken Blues, Girls Diary, Calle Bujang, NoWar, For Light Band, Susie Band serta solois gitar Herman Adi.

Komunitas kopi pun dijadwalkan akan hadir dengan edukasi kopinya. Nantinya, kopi yang akan disuguhkan oleh komunitas kopi Malang adalah kopi khas Malang dan beberapa kopi unggulan Malang Raya.

“Mereka (komunitas) itu murni kecintaan pada Jokowi. Bahkan kami sampai menolak komunitas lainnya, karena memang sudah full ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, gelaran tersebut juga akan menyuguhkan booth milenial bertajuk pesta rakyat, seperti start up, coaching klinik tentang bagaimana membuat sepada motor modifikasi, air brush pada helm, cuppping coffe, body painting dan engravier.

“Terakhir yakni doa bersama lintas agama dan akan dipimpin oleh perwakilan pemuka agama masing-masing. Kami optimistis, Jokowi menang di Malang Raya 100 persen,” tandasnya. (Der/Ulm)

Jembatan Kaca KWJ-Tridi Segera Diresmikan

Jembatan Kaca di Kampung Jodipan dalam proses pengecatan (istimewa)
Jembatan Kaca di Kampung Jodipan dalam proses pengecatan (istimewa)

MALANGVOICE – Jembatan kaca penghubung antara Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi segera rampung. Vice President Director PT Indana Paint, Steven Antoni Sugiarto, mengatakan, jembatan yang pembangunannya dimulai sejak Mei itu akan diresmikan tanggal 9 Oktober 2017 pekan depan.

Steven menjelaskan, pekan ini hanya proses final pengecatan jembatan saja. Dia berharap hari Jumat pekan ini seluruh proses pengerjaan selesai total sehingga segera dilanjutkan persiapan peresmian.

“Iya diharapkan segera rampung Jumat ini. Rencananya diremikan bapak Menteri Pekerjaan Umum (PU),” kata Steven kepada MVoice beberapa menit lalu via Whatsapp, Selasa (3/10).

Soal keamanan, Steven memastikan jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 1.25 meter itu kuat menahan beban hingga 50 orang dewasa yang berjalan kaki. Bahan utama jembatan adalah baja yang kuat menahan beban para pengunjung nanti.

Jembatan dicor beton sebagai penguat, kaca ada di sela railing sebagai penopang utamanya. Desain dikerjakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Saya harap dengan adanya jembatan ini Kampung Warna Warni dan Tridi lebih banyak pengunjungnya. Jembatan kaca ini juga menjadi tempat wisata baru karena merupakan jembatan kaca pertama di indonesia,” harap Steven.

Untuk diketahui, jembatan kaca dikerjakan dengan dana CSR PT Indana Paint dengan total Rp 1.2 Miliar. Jembatan tersebut menghubungkan Kampung Warna-warni Jodipan dengan Kampung Tridi yang dibelah daerah aliran sungai (DAS) Brantas. Nantinya, pengunjung bisa melintasi jembatan kaca sekaligus melihat ke bawah sungai secara langsung.(Der/Ak)

Terlibat Kasus Suap, Sembilan Kader PDI Perjuangan Dipecat

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari. (Muhammad Choirul)
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengambil langkah tegas pada para anggota dewan dari partainya yang terlibat kasus suap APBD – Perubahan 2015. Sembilan orang anggota dewan kader partai berlambang kepala banteng itu, langsung diberhentikan.

“Langsung kami putuskan saat itu juga bahwa sembilan anggota DPRD fraksi PDI-P dipecat oleh partai, karena menjadi tersangka korupsi,” ujar Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur, Sri Untari.

Ketua umum partai, Megawati Soekarno Putri, lanjut Untari sudah meminta secara tegas seluruh kader PDI-P yang terjerat kasus korupsi harus diberhentikan dari keanggotaan partai. Proses pemberhentian pun juga telah melalui prosedur partai.

“Semua sudah sesuai dengan perintah ketua umum bahwa seluruh kader-kader yang tersangkut tindak pidana korupsi (Tipikor) harus diberhentikan dari keanggotaan secara langsung. Semua sudah selesai, surat dalam waktu dekat akan dikirim ke DPC PDIP Kota Malang,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Perangi Covid-19, Muspika Turen Pasang 1.000 Banner

MALANGVOICE – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Turen instruksikan pada setiap pelaku usaha menyukseskan kegiatan 1.000 banner.

Camat Turen, Trisulawanto menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Turen.

“Dengan gerakan 1.000 banner ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan agar dapat mengatasi dan mencegah persebaran covid 19,” ungkapnya, Sabtu (15/8).

Menurut Trisulawanto, Gerakan 1000 benner ini diperuntukkan untuk para pelaku usaha, agar berperan serta dalam mencegah penysebaran Covid-19.

“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mensosialisasikan pada masyarakat tentang pentingnya pemakaian masker. Makanya kami gandeng para pelaku usaha, agar tidak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker,” jelasnya.

Dengan kegiatan 1000 banner ini, lanjut Trisulawanto, diharapkan dapat dapat merubah kebiasaan masyarakat untuk menggunakan masker kemanapun mereka bepergian.

“Semua toko, warung dan lain-lain di sini (Turen, red) hanya melayani mereka (Pembeli, red) yang menggunakan masker saja. Sehingga, bisa menjadi kebiasaan untuk menggunakan masker dalam Pandemi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) 0818/14, Turen, Kapten Inf. Yuyud Hadi Purnomo mengatakan, kegiatan ini dilakukan sejak pada Rabu (5/8) lalu.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak tanggal 5 lalu, tim yang beranggotakan dari jajaran Muspika langsung mensosialisasikan. Tiap pelaku usaha diwajibkan pasang banner secara mandiri,” jelasnya.

Tim yang diketuai oleh Sekcam Turen, Bayu Jadmiko ini, lanjut Yuyud, setiap harinya terus melakukan sosialisasi dan meninjau langsung tempat-tempat yang sebelumnya btelah didatangi.

“Alhamdulillah, kemarin (14/8) dilakukan pengecekan dan sudah 90 persen pelaku usaha di Turen sudah menerapkan,” tukasnya.(der)

Bawaslu Kabupaten Malang Sepakati NPHD Anggaran Pilbup 2020

Penandatanganan NPHD. (Toski D).
Penandatanganan NPHD. (Toski D).

MALANGVOICE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, akhirnya tandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tentang anggaran Pilihan Bupati (Pilbup) Malang tahun 2020 mendatang, Senin (28/10).

Penandatanganan tersebut dilakukan di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, usai pelaksanaan upacara peringatan ke-91 Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, M Wahyudi mengatakan, dana hibah yang diusulkan akhirnya disepakati sebesar Rp27 miliar.

“Alhamdulillah, akhirnya dapat disepakati. Dimana dana yang kita usulkan sebesar Rp32 miliar, dan kami lakukan efisiensi hingga Rp28,6 miliar, disetujui Rp27 miliar,” ungkapnya, saat ditemui awak media.

Menurut Wahyudi, dengan disetujuinya usulan itu maka Bawaslu akan segera menjalankan program yang sudah di rencanakan, walau sempat alot.

“Dengan disetujui anggaran sebesar Rp27 miliar tersebut, akan kami gunakan untuk realisasi kegiatan sesuai tahapan KPU, tidak ada yang kami kurangi, tapi honor yang kami kurangi,” jelasnya.

Pengurangan honor tersebut, dijelaskan lanjut mulai dari honor pegawai, pegawas pemilu TPS. Untuk proses pencairan dana pilkada itu nantinya akan dilakukan secara bertahap.

“Pengurangan honor itu, misalnya jika mereka mendapatkan Rp100 ribu, akhirnya menjadi Rp75 ribu. Untuk rangkaian kegiatan lainnya seperti rapat koordinasi, perjalanan dinas sosialisasi dan bimtek tetap,” pungkasnya.(Der/Aka)

Komisi D Desak Pemkot Sediakan Transportasi bagi Siswa SMPN 15

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Hadi Susanto.

MALANGVOICE – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Hadi Susanto, mendesak Pemerintah Kota agar memberikan sarana transportasi bagi para siswa SMP Negeri 15.

Ia menegaskan, akses dan sarana transportasi itu penting, karena selama ini siswa terlampau jauh jalan kaki dari jalan raya menuju sekolah.

“Saya sudah sampaikan kepada Dinas Pendidikan terkait hal ini,” kata Hadi kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Pihak Dinas, lanjut Hadi, menjanjikan akan memberi satu mini bus yang diperoleh dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Dinas sedang mencarikan dana itu untuk dibelikan satu mini bus, karena kalau pakai bus sekolah yang besar aksesnya tidak mumpuni,” tukasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap Pemkot Malang segera tanggap terhadap sekolah-sekolah pinggiran yang akses kendaraannya sulit seperti di SMP Negeri 15.

“Harap diperhatikan sekolah pinggiran, utamanya yang jauh dari jalan raya, karena kalau siswa kesulitan akses mereka akan naik motor sendiri dan itu kurang kondusif,” pesan Hadi.

“Pencium Jenazah” Ditetapkan Tersangka

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata. (deny rahmawan)
Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – AS (53) pencium jenazah yang diketahui positif Covid-19 hingga viral di media sosial ditetapkan tersangka oleh Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, mengatakan, penetapan tersangka berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan dari yang bersangkutan.

“Semalam sudah cukup alat bukti dan ditetapkan tersangka,” kata Leonardus, Rabu (19/8).

AS sendiri dijemput di rumahnya sekitar Jalan Mayjen Sungkono pada Selasa (18/8). Ia dikawal ketat anggota dan petugas kesehatan menggunakan APD lengkap. AS kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi rapid test dan swab test.

Leo sapaan akrab Leonardus Simarmata, menambahkan, AS dikenakan pasal 93 UU nomor 4 tahun 2018 junto pasal 9 ayat 1 karena menghalangi petugas kesehatan. Kendati demikian, AS tidak ditahan dan masih menunggu hasil swab test yang direncanakan keluar sore nanti.

“Yang bersangkutan tidak ditahan karena ancaman hukumannya setahun. Sampai saat ini masih ada di Polresta karena menunggu hasil swab, kalau positif dibawa ke rumah isolasi, kalau negatif dikembalikan,” imbuhnya.(der)