Pelanggar Lalu Lintas Sidang di Tempat, Polisi Gandeng Tokoh Agama

Suasana sidang di tempat Operasi Patuh Semeru 2018. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Masih dalam Operasi Patuh Semeru yang akan berakhir pada 9 Mei mendatang. Polres Malang Kota terus menggalakkan razia kendaraan. Salah satunya di Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (7/5).

Anggota Satlantas Polres Malang Kota dibantu jajaran lain seperti kejaksaan, Dishub dan tokoh agama ikut dalam razia kali ini. Pasalnya polisi menerapkan sidang di tempat bagi pelanggar.

Kasat Lantas Polres Malang Kota AKP Ari Galang Saputra, menjelaskan, selama operasi dilakukan hingga saat ini masih banyak terjadi pelanggaran. Tercatat polisi sudah mengeluarkan sekitar 3 ribu surat tilang.

Suasana sidang di tempat Operasi Patuh Semeru 2018. (Deny Rahmawan)

“Kali ini kami lakukan sidang di tempat dengan melibatkan banyak pihak terutama kejaksaan. Sementara tokoh agama bisa memberikan ceramah atau siraman rohani,” katanya kepada wartawan.

Seperti diketahui, Operasi Patuh Semeru ini difokuskan pada 7 pelanggaran umum dalam berkendara. Antara lain tidak menggunakan helm standar, menggunakan HP saat berkendara, melebihi batas kecepatan serta anak di bawah umur.

“Kami berharap pengguna kendaraan lalu lintas bisa sadar akan bahaya itu. Jadi menaati peraturan dan mengurangi angka kecelakaan,” tandas Ari Galang. (Der/Ery)

Puluhan Advokat Muda Disumpah, Diharap Mampu Berkiprah di Tingkat Nasional

Pengambilan sumpah advokat di Hotel Santika Malang, Jumat (13/12).
Pengambilan sumpah advokat di Hotel Santika Malang, Jumat (13/12).

MALANGVOICE – Puluhan advokat muda mengikuti prosesi pengambilan sumpah di Hotel Santika Malang, Jumat (13/12).

Total ada 97 advokat muda dari DPC Peradi Malang Raya dan DPC Peradi Kota Besar Surabaya. Pengambilan sumpah dipimpin langsung Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, Herri Suwantoro secara terbuka.

Pengambilan sumpah advokat ini dirasa berbeda karena dilakukan di luar PT. Hal itu dijelaskan Ketua DPN Peradi Suara Advokat Indonesia, Juniver Girsang, karena soal efisiensi.

Namun, terpenting daripada itu adalah makna dan banyaknya harapan pada advokat muda ini. Juniver menginginkan adanya peningkatan kualitas advokat dari masa ke masa.

“Advokat juga sudah harus bisa menerapkan sistem e-Court dan e-Litigasi pada Tahun 2020 nanti, semua Advokat wajib bisa menggunakan e-Litigasi yang diwajibkan Mahkamah Agung dan berlaku di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama seluruh Indonesia,” ujar Juniver.

Selain itu dikatakan Ketua DPC Peradi Malang Raya, Iwan Kuswardi, pada advokat yang baru diambil sumpahnya ini harus menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.

“Di sini banyak perkara yang tidak dibayar tapi harus maksimal menjalankan profesi,” katanya.

Tak hanya itu, 97 advokat dari Malang dan Surabaya ini paling tidak harus bisa mencontoh para seniornya yang sudah sukses dan berkembang. Hal itu dimaksud agar bisa meningkatkan skill setiap individu serta memahami pentingnya etika profesi advokat.

“Saya ingin mereka alamiah berkembang mengikuti seniornya dalam ikatan kebersamaan. Silakan meniru senior yang sudah berhasil. Ke depan harus menjadi advokat luar biasa tingkat nasional. Harus kembangkan dirinya dan dikenal di seluruh Indonesia,” tandas Iwan.(Der/Aka)

Lagi, Balon Gas Melintas di Kawasan Lanud Abdulrachman Saleh

Balon udara di Lanud Abdulrachman Saleh
Balon udara di Lanud Abdulrachman Saleh

MALANGVOICE- Baru dua hari lalu kejadian balon gas melintas di wilayah Bandara Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, hingga sempat mengganggu penerbangan, hari ini dua balon gas kembali melintasi di kawasan itu. Kedua balon itu dapat diamankan anggota TNI AU.

Berdasar rilis yang diterima Mvoice, beberapa menit lalu, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Djoko Senoputro, didampingi para kepala dinas dan pejabat terkait turun langsung melihat balon gas itu.

Balon gas itu memiliki panjang 8 meter dan lebar 3 meter. Kulit balon terdapat nomor handphone pembuat. Djoko pun langsung menghubungi yang bersangkutan sesuai nomor yang tertera, dan menanyakan maksud dan tujuan dari kegiatannya itu.

Dia menjelaskan, balon gas itu telah melintasi di bandara Abdulrachman Saleh, dan itu dapat mengganggu operasi penerbangan dan mengakibatkan kecelakaan pada pesawat.

“Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa menerbangkan balon gas dapat membayakan penerbangan,” tegas dia.

Dia bakal melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bandara. Terutama di wilayah Kabupaten Jember, asal balon gas itu diterbangkan.

Danramil 0818/02 Batu Bekali Siswa SD Ibnu Hajar Wawasan Kebangsaan

Pemberian wawasan kebangsaan oleh Danramil 0818/02 Batu di SD Ibnu Hajar, Oro-oro Ombo.(Ist)

MALANGVOICE – Wawasan kebangsaan penting bagi siswa sekolah dasar (SD). Pasalnya, mereka memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar-dasar mental.

Danramil 0818/02 Batu, Kapten Bambang Herwanto, mengatakan, pembekalan wawasan kebansaaan penting bagi generasi muda.

“Usia mereka perlu diberikan wawasan positif, supaya mewarnai perjalanannya meraih cita-cita ke di masa yang akan datang,” kata dia, dalam rilis yang diterima Mvoice.

Wawasan kebangsaan yang diberikan tentunya disesuaikan dengan usia siswa SD, sehingga mudah dicerna, dipahami. Meliputi sejarah perjaungan bangsa dan faham atheisme atau komunis. Pemberian wawasan kebangsaan juga diwarnai dengan pemutaran film operasi trisula penumpasan PKI di Blitar Selatan. Sebanyak 78 siswa SD Ibnu Hajar mengikuti kegiatan tersebut.

Bambang juga mengimbau siswa agar tidak terpengaruh dengan budaya dari luar yang tidak sesuai dengan budaya lokal.

“Dengan harapan, mereka bisa mengerti sejarah bangsanya, sehingga mereka lebih menjunjung tinggi adat ketimuran yang merupakan budaya Indonesia,” paparnya.

Universitas Harus Andil dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental

Bisri dan Puan dalam acara kuliah tamu di Widyaloka (anja)

MALANGVOICE – Gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa Indonesia yang saat ini tengah menghadapi tiga problem pokok bangsa yaitu; merosotnya wibawa negara, merebaknya intoleransi, dan melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional.

Menurut Rektor Universitas Brawijaya, M Bisri, dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong. Universitas berperan penting untuk mewujudlan revolusi mental.

“Di dalam pendidikan ada 3 tugas perguruan penting dalam mewujudkan revolusi mental yaitu memberikan bekal pengetahuan atau knowledge, ketrampilan, dan positive attitude,” kata Bisri.

Bisri menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani yang datang memberikan kuliah tamu soal revolusi mental di Universitas Brawijaya Malang hari ini.

“Tentu berat jika kami mengatasi pembinaan mahasiswa sendirian. Kami perlu bantuan, terimakasih pada ibu Puan yang berkenan hadir ke UB memberikan materi untuk mambangun karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin,” tutup Bisri.

Dewanti-Masrifah Unggul di TPS 3 Ngijo

Pasangan Dewi Sri

MALANGVOICE – Pemilihan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Ngijo, Kecamatan Karang Ploso, usai sudah.

Di markas calon wakil bupati Masrifah Hadi ini pasangan nomor urut 2, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, unggul dengan 251 suara, sementara pasangan petahana Rendra Kresna-Sanusi dengan raihan 209 suara.

Pasangan independen, Nurcholis-Mufidz, di TPS ini hanya mendapat 12 suara, dan suara tidak sah sebesar 22 suara. TPS 3, Desa Ngijo sendiri memiliki daftar pemilih tetap (DPT) 679 pemilih.

Asyik, Denda PBB Sampai 2012 Bakal Dihapus

Kepala Dispenda, Ade Herawanto

MALANGVOICE – Kabar gembira bagi warga Kota Malang, pasalnya, pada Agustus mendatang, Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan penghapusan denda Pajak Bumi Bangunan (PBB) sampai 2012.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Ir Ade Herawanto MT, mengatakan, pemutihan denda PBB itu diatur dengan Peraturan Wali Kota dan diperkuat dengan Keputusan Wali Kota Malang.

Rencananya program ini digulirkan pada Agustus, bertepatan HUT ke 71 Republik Indonesia. “Denda itu nanti akan kita hapus. Jadi warga yang mempunyai denda PBB sampai 2012 akan diputihkan,” tukasnya.

Program ini bertujuan, agar warga bisa membayar PBB dengan baik, sebab, biasanya jumlah denda itu lebih besar dari jumlah PBB yang harus dibayarkan. “Tujuannya agar target PAD (pendapatan asli daerah) bisa tercapai,” imbuhnya.

Selain penghapusan denda, dalam Perwali itu juga ada pemutihan objek pajak seperti fasilitas umum seperti Masjid, Gereja, Pondok Pesantren, taman dan sebagainya yang masih kategori wajib pajak.

Krisis Air, Warga Resmi Gugat PDAM dan DPRD Kota Malang

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BIMA Malang, Abdul Wahab Adhinegoro di PN Malang, Kamis (23/1/2020). (Aziz Ramadani MVoice)
Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BIMA Malang, Abdul Wahab Adhinegoro di PN Malang, Kamis (23/1/2020). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Krisis air tak kunjung tuntas membuat dua warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) Kota Malang, Abdul Malik dan Ali Imran layangan gugatan, Kamis (23/1/2020). Keduanya menggugat Perumda Tugu Tirta (PDAM Kota Malang) serta DPRD Kota Malang.

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BIMA Malang, Abdul Wahab Adhinegoro SH, MH bersama tujuh rekan menjadi kuasa hukum Ali Amran dan Abdul Malik. Mereka resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Malang.
Ia menjelaskan, bahwa gugatan tersebut akibat selaku tergugat memiliki unsur perbuatan melawan hukum, tepatnya Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

“Sebab adanya kerugian dialami warga, sebagai pelanggan tetap PDAM,” jelas Wahab.

Selanjutnya, masih kata dia, gugatan ini sebagai bentuk pembelajaran kepada Perumda Tugu Tirta (PDAM). Agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan. Terpenting soal perawatan dan pembangunannya.

Lalu, terkait DPRD Kota Malang selaku tergugat berikutnya, agar pihak legislatif lebih berkualitas dalam pengawasan.

“Kami lebih bersifat memberikan peringatan. Kewenangan DPRD (pengawasan), mestinya lebih berkualitas lagi,” pungkasnya.(Der/Aka/MG1)

Tim Dit Lantas Polda Jatim, Nilai Pospam dan Posyan Polres Malang Kota

Tim Dit Lantas Polda Jatim Saat meninjau Posyan di depan Stasiun Kota Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Tim Dit Lantas Polda Jatim melakukan penilaian dan pengecekan kesiapsiagaan pos pelayanan (Posyan) dan pos keamanan (Pospam) Polres Malang Kota, Jumat (31/5).

Pos pertama dicek di depan Stasiun Kota Malang dan dilanjutkan ke depan PDAM Kota Malang Lama untuk diikutkan lomba dalam pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran 2019 tingkat Polda Jatim.

Dalam lomba Pospam dan Posyan ini diikuti oleh 39 Polres di Jawa timur, untuk perlombaan tersebut yang menjadi kriteria dapam penilaian yaitu tentang Inovasi dan kreativitas Pospam dan Posyan.

Kasi Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kompol Aditya Panji Anom mengatakan, dalam perlombaan ini, sebanyak enam tim yang diterjunkan untuk melakukan penilaian.

“Tim saya berjumlah 8 orang, yang bertugas melakukan penilaian di daerah Sidoarjo, Gresik, Malang Kota, Malang Kabupaten, Kota Batu, dan Pasuruan Kota/Kabupaten. Dan saat ini kami berada di kawasan Posyan Polres Malang Kota untuk memberikan penilaian terhadap pos yang ada di wilayah hukum Polres Makota,” ungkapnya, saat ditemui usai memberikan penilaian di Posyan di depan stasiun Kota Baru Malang, Jum’at (31/05).

Penilaian tersebut, lanjut Aditya, ada beberapa poin yang diutamakan, antara lain tentang kerapian, koordinasi yang baik dengan instasi lainya yang terkait, inovasi, kelengkapan sarana yang samuanya totalitas dilakukan untuk melayani masyarakat dalam rangka mudik lebaran.

“Ada keunikan yang ada di pos yang bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti yang kita lihat sekarang ini, ada ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan mobil servis,” jelasnya.

Aditya menegaskan, Pospam dan Posyan yang menang dalam perlombaan rutin tahunan ini akan mendapatkan tropi bergilir dari Polda Jatim. Untuk Polres Malang Kota sendiri di tahun lalu berhasil merebut juara 3.

“Kami melakukan penilaian mulai tanggal 30/5 hingga tanggal (2/6) nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro menyampaikan, pihakanya telah melakukan koordinasi dengan pihak instansi terkait untuk kelengkapan Pospam tersebut.

“Kami sudah melakukan kerjasama dengan pihak pihak terkait. Semoga ditahun ini kami bisa mendapatkan nomor, syukur-syukur lebih dari tahun lalu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Tuntut Keadilan, Warga Madyopuro Kembali Mengadu ke Dewan

arga Madyopuro Hearing dengan DPRD Kota Malang

MALANGVOICE – Sebanyak 50 warga Madyopuro yang lahannya terimbas pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan, pagi ini kembali melakukan rapat kerja bersama para anggota DPRD Kota Malang.

Sambil mengenakan pita berwarna putih di lengan kiri, warga menuntut keadilan tentang harga tanah dan bangunan yang belum menemui titik terang hingga saat ini.

Perbedaan harga yang mencolok pada satu kawasan, membuat warga menuntut para wakil rakyat agar bisa memperjuangkan aspirasinya.

Koordinator warga, Endi Sampurna, mengatakan, hearing ini merupakan lanjutan dari rapat kerja sebelumnya yang intens dilakukan bersama Komisi C.

“Kami terus berupaya agar permasalahan harga ini bisa segera diselesaikan,” kata Endi.

Upaya warga melalui aksi demonstrasi di Gedung Balai Kota Malang, beberapa waktu lalu, juga tidak mendapat hasil signifikan, karena tidak ditemui Wali Kota HM Anton.