Jalur Pendakian Sumbergondo Diharap Segera Diresmikan

Pendaki Puncak Gunung Arjuna yang menjajal jalur pendakian Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu (Foto: istimewa)

MALANGVOICE – Pendakian Puncak Gunung Arjuna melalui jalur Desa Sumbergondo, Bumiaji, Kota Batu banyak diminati pendaki. Jalur pendakian ini masih belum diresmikan, namun diminati karena pendaki lebih nyaman terutama bagi pendaki pemula.

Seperti diungkapkan M. Rizal Alisa, pendaki asal Kota Batu. Menurutnya jalur ini cocok untuk pendaki yang memiliki waktu banyak, karena lebih membutuhkan waktu tambahan 2 jam untuk sampai ke Puncak.

“Ya, untuk perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu 10 hingga 12 jam,” ujarnya kepada MVoice

“Kalau untuk pemula lewat jalur pendakian desa Sumbergondo lebih bagus, karena tracknya tidak begitu menanjak. Beberapa waktu lalu saya lewat jalur ini karena saya mengajak rekan saya yang baru pertama kali ke sini,” imbuhnya.

Rizal membandingkan jalur pendakian lewat Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dengan jalur Desa Sumbergondo lebih menanjak. Sedangkan jalur Desa Sumbergondo lebih landai dan tidak terlalu menanjak. Terutama dari start keberangkatan sampai pos 2. Jalur ini juga banyak pemandangan pertanian warga sekitar, sehingga lebih sejuk.

Sementara itu, Bajang (60) seorang warga Desa Sumbergondo mengatakan untuk menjajal jalur ini pendaki tetap harus melalui beberapa prosedur. Perwakilan dari ketua rombongan harus mendaftarkan rombongannya ke pihak Taman Hutan Raya (Tahura) dan Perhutani melalui warga. Hal itu bertujuan agar tetap terdata siapa saja pendaki yang melalui jalur ini.

“Ketika ada sesuatu, warga desa juga siap menolong dan membantu pendaki. Banyak yang lewat jalur ini, 100 pendaki lebih ada yang pakai jalur ini,” tukas pria asal sumbergondo itu.

Jalur ini memang masih belum banyak diketahui oleh pendaki. Walaupun belum diresmikan, pihaknya berharap secepatnya bisa diresmikan. Karena masyarakat desa juga bisa mengenalkan wisata desa Sumbergondo serta Kota Batu.

Jalur pendakian ini sudah memenuhi syarat yang ditentukan Tahura. Di antara syaratnya yakni jalur evakuasi, jarak tempuh, dan keamanan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Putra Geng Wahyudi Ramaikan Bursa Calon Ketua KNPI

Adi Wiguna (bertopi) dan beberapa pimpinan OKP.

MALANGVOICE – Beberapa nama mulai meramaikan bursa calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang. Moch Adi Wiguna (21), yang diusung organisasi kepemudaan (OKP) Ikatan Pemuda Tionghoa (IPTI) Malang Raya, juga siap memperebutkan kursi ketua.

Putra tokoh masyarakat Kabupaten Malang, Geng Wahyudi, itu sangat optimis bisa meraih suara maksimal dan menang pada pemilihan ketua KNPI, dalam Musyawarah Daerah (Musda), Sabtu (10/10) besok.

“Kemarin (Kamis, 8/10), kami sudah mendaftarkan dan hari ini tinggal mengurusi beberapa administrasi yang masih kurang,” kata Nurwahyudi, Pembina IPTI Malang, beberapa menit lalu.

Adi Wiguna mengklaim didukung Garda Bangsa dan GMNI. “Beliau sangat muda sekali dan sangat representatif sebagai Ketua KNPI,” ungkap Nurwahyudi.

Dijelaskan, dukungan OKP lain terus diusahakan, mengingat kondisi perpolitikan jelang pemilihan ketua hingga saat ini masih fleksibel. “Karena itu kami optimis bisa meraup dukungan banyak OKP,” imbuhnya.

Ketua IPTI Malang Raya, Micheal Remetwa, menegaskan, pemilihan putra kedua Geng Wahyudi masuk bursa Calon Ketua KNPI atas pertimbangan tataran level pengurus. “Saya melihat dari segi kepemimpinan, Adi bisa memfasilitasi OKP yang ada di Malang,” tandasnya.

Adi Wiguna selain aktif kuliah di Universitas Merdeka, saat ini menjabat Wakil Ketua I, IPTI Malang Raya.

BNN Kota Malang

Gara-Gara Bakar Sampah, Rumah Ikut Terbakar

Suasana kebakaran di Desa Kromengan (Toski)
Suasana kebakaran di Desa Kromengan (Toski)

MALANGVOICE – Niat hati ingin bersih-bersih rumah dengan membakar sampah, namun justru rumah Tuminah (60) warga Desa Jatikerto, Kromengan, Kabupaten Malang, yang terbakar, Jumat (27/4). Rumah tersebut dikontrak distributor jamu.

Kepala Seksi (Kasi) Penangulanggan Bahaya Kebakaran, Bidang Penanggulangan, Pencegahan Bahaya Kebakaran (PPBK) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Nurul Khusnaeni, menjelaskan, rumah korban terbakar sekitar pukul 09.40 WIB.

“Pagi hari, penghuni rumah melihat sampah yang menumpuk ingin membersihkan denga cara dibakar di belakang rumah,” jelas pria yang akrab disapa Lulun.

Namun saat sampah terbakar, api menyala ditinggal pergi sehingga semakin membesar dan menyambar atap dapur rumah. Seketika bangunan atap yang rangkanya dari kayu ludes terbakar.

“Kejadian tersebut diketahui warga ketika api sudah membakar atap, dan langsung dilaporkan ke kami,” ungkap Lulun.

Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang, warga berjibaku memadamkan amuk si jago merah dengan peralatan seadanya.

“Pukul 10.08 api berhasil dipadamkan dan langsung dilakukan pendinginan. Dalam kebakaran ini kami menurunkan tiga unit mobil damkar,” tegas Lulun.

Beruntung kebakaran yang menimpa rumah Tuminah tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cedera. “Hanya kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta,”ujar Nurul.

Dalam kesempatan yang sama Kasi PBK Kab Malang ini menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar berhati-hati. “Jika membakar sampah atau memasak, pastikan api padam baru ditinggal, jangan membiarkan api menyala tanpa pengawasan karena berbahaya,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Dirut BPJS Kesehatan Sebut Kota Malang Pelopor Smart City Health Care

Smart City Health Care
Smart City Health Care

MALANGVOICE – Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Malang mewujudkan pelayanan kesehatan berkualitas melalui layanan kesehatan berbasis digital. Saat ini seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama(FKTP) di Kota Malang sudah menerapkan sistem antrean pelayanan berbasis online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan.

“Kami salut dengan komitmen Bapak Walikota dalam mewujudkan kemudahan layanan kesehatan bagi warganya. Kami sangat surprise bahwa saat ini FKTP di Kota Malang sudah 100% menerapkan sistem antrean online yang telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Tanpa adanya komando langsung dari beliau tentu hal ini tidak akan terwujud,” ujar Fachmi Idris, saat menengok penerapan sistem antrean online se-Kota Malang, di Puskesmas Kedung Kandang, Rabu (11/3).

Ia melanjutkan, bahwa pemerintah daerah saat ini memiliki andil besar dalam keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bukan hanya dari sisi kebijakan, namun mengupayakan keterbukaan informasi serta kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Fachmi mendorong Walikota dapat menginstruksikan implementasi layanan digital di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti rumah sakit dan klinik utama dan diintegrasikan dengan sistem yang ada di BPJS Kesehatan (aplikasi Mobile JKN). Saat ini, sebanyak 95% FKRTL yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Kota Malang telah menerapkan sistem antrean berbasis online, menyediakan informasi display ketersediaan tempat tidur, dan 100% telah menerapkan kemudahan administrasi pelayanan hemodialisa melalui sistem finger print.

“Diharapkan melalui integrasi ini, akan membentuk sistem pelayanan kesehatan yang berbasis online untuk seluruh lini pelayanan kesehatan di Kota Malang. Kota Malang bisa menjadi cikal bakal Smart City Health Care,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, baik Pemkot Malang dan BPJS Kesehatan sudah bersinergi membangun untuk kemudahan akses tersebut.

“Kini tinggal masyarakat untuk dapat memanfaatkannya. Khusus untuk peserta JKN-KIS, dapat dimulai dengan men-download aplikasi Mobile JKN,” imbuhnya.

Fachmi berharap, hal serupa juga dapat dilakukan oleh seluruh pimpinan daerah di Indonesia, dalam upaya memberikan kemudahan dan keterbukaan informasi pelayanan kesehatan. Tanpa adanya perhatian khusus dari Gubernur, Walikota ataupun Bupati, masyarakat yang kini tengah hidup di era modern tentu tidak akan puas terhadap pemberian pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan.

“Kewajiban penyelenggara pelayanan publik adalah memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman. Kita harus lebih adaptif dan memanfaatkan kemajuan teknologi. BPJS Kesehatan siap bersama-sama pemerintah daerah untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya sangat memberikan perhatian kepada implementasi Program JKN-KIS. Khususnya bagaimana program ini dapat mendorong meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sutiaji mengaku pemanfaatan teknologi informasi dapat dilaksanakan karena keterbukaan informasi dan kemudahan akses adalah hal yang ditunggu masyarakat saat ini.

“Kami sudah memiliki program-program yang mendorong terbentuknya ekosistem digital di Kota Malang, bahkan ada program untuk masyarakat yang sesungguhnya masih kurang melek teknologi,” kata Sutiaji.

Sutiaji menambahkan ia akan mendorong FKTP untuk komitmen dalam mengoptimalkan program promotif dan preventif kesehatan. Ia memahami ketimpangan iuran dan pemanfaatan dalam Program JKN-KIS, sehingga diperlukan upaya menjaga kesehatan masyarakat melalui optimalisasi peran FKTP di bidang promotif preventif.

BNN Kota Malang

Sutiaji – Bung Edi Bertekad Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Kota Malang

Sutiaji bersama Sofyan Edi Jarwoko. (istimewa)
Sutiaji bersama Sofyan Edi Jarwoko. (istimewa)

MALANGVOICE – Kebutuhan air bersih di Kota Malang menjadi perhatian paslon nomor urut 3, Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko. Hal itu didasari banyak keluhan masyarakat setelah melakukan banyak blusukan di masa kampanye ini.

Menurut Sutiaji yang maju menjadi Calon Wali Kota, mengaku pemerintah perlu menerapkan kebijakan green government. Antara lain dengan penambahan sumur resapan (biopori) dan penghijauan kembali wilayah-wilayah gersang yang berdampak pada penyediaan air di masa depan.

“Kami akan menempatkan persoalan ini sebagai salah satu prioritas dalam Tri Prasetya,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Sutiaji, bisa mengurangi ketergantungan dari pemanfaatan sumber berasal dari Kabupaten Malang. Yakni Sumber Wendit dan Sumber Pitu.

“Mengingat beban Kabupaten Malang juga banyak karena peningkatan jumlah penduduk,” lanjutnya.

Ia pun berharap di Kota Malang ada sumber air yang bisa dimanfaatkan. Sesuai saran tokoh agama dan tokoh masyarakat, KH Marzuki Mustamar, bahwa masih banyak sumber air yang belum dieksplorasi demi memenuhi kebutuhan air warga Kota Malang.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

DPP Beri Lampu Hijau, PAN – Hanura Kian Mantap Usung Nanda

Segenap pengurus PAN dan Hanura berbincang membahas koalisi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gerbong koalisi PAN Hanura kian mantap mengusung Ya’qud Ananda Gudban sebagai Bakal Calon Wali Kota Malang. Ini setelah poros ini mendapat lampu hijau dari DPP PAN.

Ya’qud Ananda Gudban yang tak lain adalah Ketua DPC Hanura Kota Malang telah bertatap muka secara langsung dengan Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan. Pertemuan itu terlaksana pada Sabtu (29/10) malam lalu, ketika pria yang juga menjabat Ketua MPR RI ini berkunjung ke Malang.

Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief, menyebut, pertemuan itu memang membahas rencana koalisi ke depan. Tindak lanjutnya, dalam waktu dekat DPD akan menggelar rapat pleno untuk kemudian mengumumkan secara resmi hasil rapat tersebut.

“Kita akan umumkan secara resmi. Koalisi Hanura dan PAN mudah-mudahan mampu mengusung Ya’qud Ananda Gudban,” ujarnya.

Meski begitu, koalisi dua partai ini belum memenuhi syarat untuk mengusung pasangan dalam Pilwali 2018 mendatang. Sebab, PAN memiliki empat kursi legislatif, sedangkan Hanura hanya tiga kursi.

Dengan demikian, masih kurang dua kursi untuk mendaftarkan pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menanggapi hal ini, Dito tidak terlalu risau. Sebab, pihaknya juga masih gencar menjalin komunikasi dengan beberapa partai lain.

Kans besar adalah menjalin koalisi dengan Partai Gerindra. Salah satu elit Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria juga telah berkomunikasi dengan Zulkifli Hasan. Tiga tokoh termasuk Nanda Gudban terlibat komunikasi intens di dalamnya.

“Bang Ahmad Riza Patria, Gerindra menyambut baik koalisi itu. Ini membuka pintu agar koalisi bisa terlaksana,” tambah Dito.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

MPM Dukung Program Millenial Road Safety Festival

Program Millenial Road Safety Festival di Samantha Krida UB beberapa waktu lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polda Jatim menyelenggarakan program Millenial Road Safety Festival di tujuh kota Jawa Timur, mulai Januari hingga Maret 2019.

PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM ) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT mendukung program Millenial Road Safety Festival tersebut.

Road show pertama diselenggarakan di Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) Malang pada tanggal 25 Januari kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh 1.500 peserta yang berasal dari siswa tingkat SMA dan bikers di wilayah Malang.

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan materi dan praktek mengenai teknik berkendara, melewati narrow plank serta diadakan deklarasi Millenial Road Safety.

Instruktur Safety Riding MPM , Mizidianto mengatakan sangat mendukung kegiatan kampanye safety riding ini. “Semoga dengan adanya program Millenial Road Safety ini dapat bermanfaat untuk generasi millenial sekarang,” ujarnya.

Selain program Millenial Road Safety, MPM juga mengedukasi pengemudi motor online agar tetap safety pada waktu membonceng konsumennya.

Sepanjang tahun 2018 MPM telah melakukan edukasi sebanyak 426 event dan lebih dari 36 ribu masyarakat telah mendapatkan pengetahuan dan training safety riding.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Perserosi Kabupaten Incar Bibit Atlet Usia Dini

Ketua Perserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo. (Toski D)
Ketua Perserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo. (Toski D)

MALANGVOICE – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Malang semakin serius melakukan pembinaan untuk mencari bibit-bibit atlet sepatu roda usia dini.

Ketua Perserosi Kabupaten Malang, yang juga sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo mengatakan, sekarang ini semakin banyak bermunculan klub sepatu roda, baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Malang, yang mendaftar ke Perserosi Kabupaten Malang.

“Banyak klub baru yang mengajukan izin ke Perserosi. Bahkan ada klub dari tiap kecamatan juga melakukan hal yang sama dan mereka sudah berlatih bersama tiap pekan. Jadi pembibitan sudah kami mulai,” ungkap Priyo Sudibyo yang akrab dinsapa Bogank, Jumat (6/7).

Olahraga sepatu roda ini, lanjut Bogank, merupakan olahraga yang sedang booming, sehingga membuat minat anak usia dini menjadi lebih besar.

“Ini jelas menguntungkan Perserosi untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Bogank, pihaknya berharap para atlet usia dini dapat segera bergabung dengan klub sepatu roda. Supaya mereka bisa mendapat porsi latihan yang teratur dan bisa mengasah skill dengan lebih baik.

“Jika ingin menjadi atlet sepatu roda, biasanya harus melalui klub, supaya dapat mendapatkan porsi latihan yang benar. Kalau di Kanjuruhan ini, kami setiap Minggu pagi latihan bersama,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Besok, Kabupaten Malang Siaga Satu!

Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto (fathul)

MALANGVOICE – Polres Malang mulai memberlakukan Siaga 1 dalam pengamanan Pilkada Kabupaten Malang, Rabu (9/12) besok.

Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto, menjelaskan, untuk pengamanan pihaknya mengerahkan 2/3 pasukan. Polres Malang juga mendapat bantuan dari Polres Kota Malang dan Polres Batu, Bantuan Kendali Operasi (BKO) personel Polda Jatim, termasuk bantuan prajurit TNI.

“Kami juga bersinergi dengan tiga pilar, yaitu Muspika, Babinkamtibmas, dan Babinsa, untuk menjaga kondusifitas dan kelancaran pencoblosan di masing-masing TPS,” ungkap Kapolres kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Penempatan anggota akan dimulai hari ini, agar besok saat pelaksanaan, lokasi pencoblosan dapat terjaga keamanannya.

Kapolres menjelaskan, setiap 1 polisi akan mengawasi 3 TPS. Sementara daerah aman, setiap 1 anggota polisi akan mengawasi 5 TPS.

“Kategori rawan dan tidaknya sudah kami tentukan, di antara kategorinya adalah letak geografis, apakah ada calon di situ yang mencoblos, dan jumlah penduduknya,” imbuh Kapolres.-

BNN Kota Malang

Utamakan Potensi di Wilayahnya, Desa Tulungrejo Kota Batu Larang Keras Hadirnya Toko Modern

Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Desa Tulungrejo, Kota Batu melarang keras hadirnya toko modern di wilayahnya. Hal itu karena ingin mengutamakan potensi yang dimiliki.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, mengatakan larangan itu sudah diberlakukan sejak empat tahun terakhir hingga saat ini. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan membuat Peraturan Desa (Perdes) terkait larangan toko modern.

“Sudah banyak pihak ke tiga yang datang ke sini untuk mengurus izin itu. Ya, tapi kami pihak desa sudah bertekad tidak mengizinkan toko modern berdiri di desa ini,” ujarnya.

“Dan secepatnya akan kami buatkan Perdes, agar kami punya dasar kuat alasan mengapa tidak diizinkannya toko modern itu berdiri di desa kita ini” imbuh Suliyono

Oleh karena itu, pihak desa lebih memberdayakan toko yang dikelola sendiri oleh masyarakat setempat.

Apalagi melihat potensi berbagai tempat wisata yang dimiliki seperti Taman Rekreasi Selecta, Coban Talun, dan Wisata Religi Pura Giri Arjuna. Maka, dari potensi wisata itu masyarakat lebih dikembangkan untuk menghadirkan produk pelaku usahanya sendiri.

“Kami juga memberdayakan masyarakat di setiap kegiatan. Jikalau ada toko modern yang masuk, dikhawatirkan akan mematikan pelaku usaha di sini. Jadi kami melarang itu,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Komunitas