Hari Santri di Kabupaten Malang, dari Kaligrafi hingga Pentas Seni

Aneka lomba meriahkan Hari Santri Nasional (tika)
Aneka lomba meriahkan Hari Santri Nasional (tika)

MALANGVOICE – Gelaran Jambore Santri dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2016 Kabupaten Malang di Ngajum bukan hanya dengan upacara yang dipimpin Bupati, Rendra Kresna.

Beberapa lomba juga digelar untuk memeriahkan acara yang diikuti oleh lebih dari 2.000 santri dari 180 sekolah se Kabupaten Malang ini. Mulai dari lomba memasak, kaligrafi hingga pentas seni.

Para peserta lomba pensi terampil membawakan nasyid yang dipadukan dengan aneka instrumen musik.

lomba2

Salah satu peserta lomba kaligrafi, Novita Sari tampak serius melukis tulisan Bismillah di atas selembar kertas.

Secara terampil tangannya bergantian menggunakan pensil, spidol dan pewarna untuk menciptakan tulisan terapik.

Siswa kelas X SMA Maarif Lawang ini mengaku tidak menyiapkan latihan khusus menghadapi lomba.

“Karena sudah hobi melukis kaligrafi,” jelasnya sambil serius menggambar.

Sekretaris Pelaksana rangkaian HSN 2016 Kabupaten Malang, Husnul Hakim MH menjelaskan, berbagai macam lomba memang digelar untuk memacu dan mewadahi kreativitas para santri.

“Kami memang sengaja mengisi dengan berbagai macam kegiatan yang positif bagi para santri,” tegas Husnul kepada MVoice, Sabtu (22/10).

Dia menambahkan, selain Jambore Santri, dalam rangka HSN juga akan dimeriahkan dengan parade 1.000 rebana yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang.

Sebelumnya, lanjut dia, beberapa kegiatan sudah digelar. Mulai dari kirab para santri, lomba-lomba di Unisma dan Islamic Center Kabupaten Malang serta pembacaan satu miliar shalawat Nariyah.

Pelajar SMP di Batu Gasak Motor Teman Sekolahnya

Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata saat gelar kasus.(Miski)

MALANGVOICE – Polres Batu berhasil mengungkap aksi pencurian yang dilakukan salah satu siswa SMP.

Modusnya, pelaku yang masih di bawah umur membawa kabur motor teman sekolahnya.

Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata, mengatakan, semula motor milik Sandy Eko Widana, siswa salah satu SMP diparkir di sekitar sekolah.

Kemudian korban masuk ke sekolah mengikuti pelajaran. Setelah pulang, korban kaget sepedanya tidak ada di tempat parkir.

“Pelapor orang tua korban. Kami butuh lima jam untuk anggota mengungkap kasus ini,” kata dia, Kamis (7/10).

Untung motor, jelas Leo, belum sempat dijual, karena tujuan pelaku mengambil kendaraan sekadar ingin memiliki.

Pelaku berhasil menggasak motor karena mengetahui keseharian korban. Kunci sepeda ditaruh di bawah jok yang tidak bisa dikunci.

“Karena pelaku di bawah umur kami lakukan diversi. Kami serahkan ke orang tuanya supaya dilakukan pembinaan. Alasan lain pelaku baru pertama kali melakukan perbuatannya,” papar dia.

Bisnis Esek-esek via Facebook, Germo asal Kepanjen Diringkes

Polisi bersama tersangka germo di Mapolres Malang Kota. (Deny)

MALANGVOICE – AG, Seorang germo asal Kepanjen, Kabupaten Malang, berhasil diringkus Unit Reskrim Polres Malang Kota. Ia terbukti berperan sebagai penjual jasa bisnis esek-esek.

Waka Polres Malang Kota, Kompol Dewa Putu Eka, mengatakan, pelaku ditangkap berdasar hasil patroli cyber, karena AG menawarkan bisnis haram itu melalui sosial media. “Dia memajang foto wanita beserta tarif, lalu kami selidiki,” katanya pada wartawan, beberapa menit lalu.

Dewa menjelaskan, sekali transaksi, AG mendapat untung Rp 1,5 juta dan langsung bagi hasil dengan si wanita pekerjanya. AG mendapat Rp 600 ribu, sisanya untuk si wanita.

Berdasar pengakuan pelaku, dalam seminggu mereka bisa mendapat dua kali pelanggan.

“Dia punya empat wanita pekerja dengan umur 20-23 tahun yang sekarang kami amankan sebagai saksi,” tambah Dewa.

Atas kejadian itu, polisi lebih sering menggelar patroli di media sosial untuk memberantas prostitusi online, apalagi menjelang Ramadan.

Kebersamaan Diwujudkan TNI dan Rakyat di TMMD 104 Kodim 0824 Jember

TMMD 104 Kodim 0824 Jember. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kerja sama yang baik antara TNI dengan warga masyarakat diwujudkan oleh Satgas TMMD Reguler ke-104 Kodim 0824/Jember. Semua demi kemanunggalan antara TNI dengan rakyat benar-benar nyata.

Kali ini rumah Tasir (50) tahun RT02/ RW04 Dusun Krajan, Gunungmalang, Sumberjambe, Kabupaten Jember yang menjadi sasaran TMMD 104. Rumah itu dibangun bersama TNI dan rakyat.

“Setiap hari kami Satgas TMMD membantu pada pembangunan rumah milik salah seorang warga Bahkan tiap sore kami membantu Pak Tasir (pemilik rumah) dengan para tukang untuk membangun rumahnya,” kata Letda Arm Asardi dari anggota Satgas TMMD Satuan Yon Armed 8.

Kebetulan rumah tersebut adalah rumah yang mereka tumpangi menginap. Rumah itu berhadapan dengan rumah Hasan (53).

“Kegiatan ini saya lakukan dengan ikhlas untuk memelihara hubungan yang harmonis serta untuk menjalin komunikasi yang baik dengan warga,” tambah Danton Muda ini.

Harapannya adalah terjalin kedekatan dan kerja sama yang baik antara TNI dengan warga masyarakat. Hal itu setidaknya mengurangi beban atau pekerjaan pembangunan rumah milik Tasir.

Sementara itu Tasir beserta keluarganya mengucapkan terima kasih kepada anggota Satgas TMMD 104 Kodim 0824/Jember yang mau membantu pembangunan rumahnya.

“Semoga dengan kegiatan ini, kebersamaan yang selama ini sudah terjalin dengan baik, akan bertambah baik lagi,” ujarnya. (Der/Ulm)

Tunggak Pajak Ratusan Juta, Reklame Besar Dirobohkan

MALANGVOICE – Lantaran menunggak pajak hingga mencapai angka ratusan juta rupiah, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang, terpaksa melakukan penyegelan dan menurunkan reklame.

Pantauan MVoice di kawasan Jalan Kolonel Sugiono, ada satu reklame besar yang terpaksa harus disegel dan satu reklame yang harus dipotong tim opsgab pajak Dispenda Kota Malang.

Kepala Dispenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto mengatakan, sebelum dilakukan penyegelan pihak Dispenda sudah memberikan peringatan tertulis dan teguran kepada wajib pajak (WP) yang bertanggung jawab, namun ternyata hal itu diabaikan.

“Kami selalu sesuai prosedur, pertama ada peringatan, lalu kalau tetap membandel akan kami segel,” kata Ade saat ditemui di lokasi sidak, Selasa (1/9).

Dijelaskan, nilai total tunggakan pajak dari puluhan reklame yang saat ini dilakukan operasi mencapai ratusan juta rupiah. “Untuk reklame bando yang besar, karena kami tidak mampu menurunkan, jadi kami beri segel. Jika kami mampu maka akan kami gergaji,” tegasnya.

Satu reklame besar di wilayah Jalan Kolonel Sugiono, terpaksa harus disegel lantaran menunggak pajak senilai puluhan juta. “Hampir semua ini, menunggak di atas 5 tahun,” ungkap pemilik Sasana d’Kross ini.-

Waspada, BNN Ungkap Modus Peredaran Ganja Mirip Rempah-Rempah

Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BNN Kota Malang mengungkap modus baru peredaran ganja. Hal itu terungkap setelah mengamankan dua orang kakak adik yang sama-sama mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto, menyampaikan, dari tangkapan dua pelaku berinisial JS dan AF ini ada sebanyak 3,3 kg ganja yang sebagian dijual adalah rantingnya.

Ranting itu, kata Bambang, kerap digunakan sebagai bahan mirip rempah-rempah, tepung atau bahkan campuran kopi yang menyasar golongan ibu-ibu dan orang tua.

“Jadi disebarkan sebagai rempah-renpah atau obat pelangsing. Jadi modusnya diseduh pakai biji dan ranting ganja yang sudah dihaluskan,” kata Bambang.

Meski Bambang tak menyebut secara rinci di mana peredaran ramuan rempah-rempah ganja itu, namun efek yang ditimbulkan apabila dikonsumsi bisa berbahaya.

“Dampaknya hampir sama dengan daun ganja yang dibakar, tapi cuma dosisnya saja. Itu bikin malas gerak karena mengandung DHC,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, BNN terus melakukan penyuluhan. Paling banyak ada di kawasan hiburan malam. Karena di sana kata Bambang adalah lokasi strategis penggunaan narkotika.

“Kami terus lakukan penyuluhan. Jadi tak hanya tingkat atas saja, tingkat bawah pun rentan terhadap obat-obatan berbahaya. Itu harus disadari semua pihak,” tegasnya. (Der/Ulm)

RAPBD Batu Molor Lagi, PNS-Dewan Terancam Tidak Gajian

Cahyo Edy Purnomo. (fathul)

MALANGVOICE – Pimpinan dewan memprediksi pembahasan RAPBD 2016 Kota Batu dipastikan molor melebihi batas maksimal penetapan, akhir November ini.

Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo, memaparkan, secara normal tahapan yang harus dilakukan hingga masuk ke penetapan APBD membutuhkan waktu lebih dari 10 hari.

Prosesnya, kata Cahyo, ada pelemparan RAPBD, pandangan umum fraksi-fraksi, jawaban wali kota, pembahasan, laporan badan anggaran, dan penetapan. ”Itu kalau dihitung setiap tahapan 1 hari, maka butuh 6 hari,” papar Cahyo.

Hal itu ditambah paripurna KUA-PPAS yang belum ditetapkan, serta pembahasan dalam RAPBD yang biasanya membutuhkan waktu minimal 10 hari kerja. “Itupun sudah lembur-lembur, malam-malam digenjot,” jelasnya.

Dengan asumsi pengerjaan tahapan seperti itu, kenyataan pembahasan dipastikan molor hingga batas akhir November. Konsekuensinya jelas, pejabat eselon IV dan seluruh anggota dewan tidak akan menerima gaji.

Terkait mepetnya waktu, politisi PDI Perjuangan ini tidak mau anggota dewan hanya diminta memelototi draf anggaran secara singkat lalu setuju. Bagaimana pun, dewan harus teliti membaca anggaran pendapatan dan penggunaannya untuk apa saja.

“Kami sudah konsultasikan ke gubernur terkait kemoloran ini. Kami menunggu langkah eksekutif karena kami sudah kirim surat pemberitahuan hingga teguran. Ini bukan kesalahan dewan, kalau eksekutif tidak ada pelemparan, apa yang mau dibahas?,” tandasnya.-

Kasus Pelecehan Pancasila, Dapat Perhatian Deputi UKP PIP

Deputi Advokasi UKP PIP Bertemu VAM, Disaksikan Kapolres Malang.
Deputi Advokasi UKP PIP Bertemu VAM, Disaksikan Kapolres Malang.

MALANGVOICE – Kasus pelecehan Pancasila yang dilakukan seorang anak perempuan usia 14 tahun, VAM warga Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen di media sosial akun Facebook Khenyott Dhellown mendapatkan perhatian dari Deputi Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP).

Kepala Divisi Advokasi UKP PIP, Prof Haryono, mengatakan, pihaknya melihat kasus tersebut timbul dikarenakan adanya kekosongan pemahaman Idiologi Pancasila pada anak-anak sekarang.

Sehingga Pancasila dijadikan sebagai bahan candaan atau ejekan dengan mengubah isinya. Padahal, hal itu tidak akan terjadi apabila anak tersebut memahami dan mengerti akan ideologi Pancasila yang benar.

“Terutama generasi milenial kan hidupnya banyak di dunia maya. Sehingga dunia medsos itu pengaruhnya sangat luar biasa pada anak-anak dan kami juga telah melakukan beberapa langkah. Yang pertama adalah langkah promotif, kemudian juga langkah preventif,” ujar Hariyono kepada awak media di Mapolres Malang, Jumat (26/1).

Pasalnya, lanjut Hariyono, dalam penyelesaian kasus pelecehan terhadap Pancasila oleh Polres Malang dinilai sangat simpatik, bijaksana, dan manusiawi sehingga bisa menjadi contoh model dalam penanganan kasus serupa di semua jajaran Kepolisian RI.

“Kami memahami akan kondisi seperti itu, makanya kami ingin melihat dan mengetahui secara langsung bagaimana kasus itu bisa terjadi dan proses penanganannya,” lanjutnya.

Langkah promotif yang dimaksud dalam hal ini adalah dengan mengajak netizen menjadikan Pancasila sebagai energi positif. Sementara untuk langkah preventif yaitu dengan mengajak netizen mencegah hal-hal negatif dilakukan di medsos.

“Untuk langkah preventif ini kami juga kerja sama dengan Kemenkominfo, dengan Polri juga koordinasi bagaimana penanganan-penanganan berita yang terkait Pancasila dan simbol-simbol negara itu ditangani secara khusus. Di Polri itu ada istilah diskresi, bagaimana menyikapi problem-problem di medsos itu dengan cara-cara yang Pancasila-is,” tambahnya.

Sementara Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan, dalam kasus pelecehan Pancasila ini sebenarnya sudah langsung diketahui tim Patrol Cyber Polres Malang. Melihat hal itu tim Patrol Cyber melakukan penelusuran pemilik akun Facebook tersebut dan ternyata pemiliknya masih berusia 14 tahun dan diminta keteranganya di UPPA Polres Malang.

“Dalam proses tersebut jajaran Polres Malang bertindak hati-hati mengingat pelaku masih usia anak-anak,” kata Yade Setiawan Ujung.

Untuk itu, tambah Yade, pelaku disanksi pembinaan dengan membuat surat pernyataan bermaterai dan meminta maaf di medsos secara terbuka. Kemudian pelaku dikembalikan kepada keluargannya setelah diproses di Polres Malang.

“Tindakan yang kami ambil pada pelaku lebih pada pembinaan saja. Dan kami terima kasih apabila Divisi Advokasi UKP RI memberikan apresiasi atas langkah yang kami laksanakan,” pungkas Yade Setiawan Ujung.(Der/Aka)

Akademisi UB Ambil Sampel Material Kolam Renang Kanjuruhan

Akademisi UB didampingi anggota Reskrim Polres Malang
Akademisi UB didampingi anggota Reskrim Polres Malang

MALANGVOICE – Akademisi Universitas Brawijaya (UB), Rabu (14/9) siang, mendatangi lokasi pembangunan proyek kolam renang di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang beberapa waktu lalu menewaskan seorang pekerjanya.

Akademisi yang didampingi beberapa anggota Polres Malang itu berkeliling melihat bangunan dan mengambil sampel beberapa material yang ada di lokasi.

“Kami mengambil semua material yang dibutuhkan untuk uji materi,” jelas akademisi UB, Ir Sugeng Prayitno Budio MS, saat ditemui di lokasi proyek kolam renang.

Meski demikian, Sugeng mengaku belum bisa menyimpulkan adanya unsur kelalaian dalam proyek ini.

“Kami baru melakukan survei dan memotret kondisi di lapangan, baru kemudian kami uji laboratorium material yang kami dapatkan,” imbuh Kepala Jurusan Teknik Sipil UB ini.

Ketika ditanya kapan hasil uji laboratorium akan keluar, Sugeng juga belum bisa memastikan.

“Ya tunggu dulu. Belum bisa kami pastikan, karena belum diujikan. Saat ini laboratorium masih penuh, jadi antre dulu,” tegas dia.

Gelar Reses, Ribut Harianto Disambati Masalah Pembangunan

Drs Ribut Harianto MM menggelar Reses di Rumah Makan Gasebo, Tlogomas. (Muhammad Choirul)
Drs Ribut Harianto MM menggelar Reses di Rumah Makan Gasebo, Tlogomas. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Drs Ribut Harianto MM, menggelar Reses untuk memenuhi Masa Reses I Tahun 2017, di Rumah Makan Gasebo, Tlogomas, Rabu (15/2) malam. Dalam kegiatan itu, hadir pula Ketua Komisi C, Bambang Sumarto.

Sebagaimana tujuan kegiatan ini, yaitu penjaringan aspirasi, sejumlah warga menyampaikan keluh kesahnya. Ridwan Wahyu, warga Tunggul Wulung, mengeluhkan permasalahan pembangunan di wilayahnya.

“Tahun 2017 tidak ada usulan pembangunan di wilayah kami, padahal kami sudah kawal Musrenbang 2016. Harusnya pelaksanaan tahun ini, itu dibatalkan di LPMK setempat karena permasalahan pribadi,” ungkapnya.

Dia mempertanyakan bagaimana hal ini bisa terjadi. Ridwan meminta permasalahan ini jadi permasalahan khusus. Ketua Komisi C, Bambang Sumarto, merespon keluh kesah itu.

Dia menegaskan, hasil kesepakatan Musrenbang tidak boleh dibatalkan karena masalah pribadi. Politisi Partai Golkar itu menambahkan, Musrenbang merupakan salah satu acuan pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS).

“Usulan prioritas dijaring mulai tingkat RT/RW, dilanjutkan di kelurahan dan diperjuangkan di kecamatan. Ini yang akan direalisasikan harusnya. Ke depan supaya tidak terjadi masalah, hasil Musrenbang mohon disampaikan kepada kami,” tandasnya.

Komunitas