Angkot Pasang Tarif Sampai Rp 10 Ribu, Dishub: Pasti Kami Tilang!

Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban
Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang serius menindak para supir angkutan umum (Angkot) yang menarik tarif sampai Rp 10 ribu kepada penumpang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban (Daltib), Raymond Matondang, mengatakan, penindakan terhadap para supir Angkot nakal perlu dilakukan, karena banyak keluhan masyarakat perihal tarif angkot yang ugal-ugalan.

Bahkan, guna membuktikan hal itu, Dishub pernah menurunkan beberapa anggota yang menyaru sebagai masyarakat biasa untuk naik angkot. Hasilnya, apa yang dikeluhan masyarakat, benar adanya.

“Tarif angkot sedang kita awasi betul. Kepada masyarakat yang menemui sopir nakal, bisa langsung lapor kepada kami,” tegas Raymond, beberapa menit lalu.

Dishub memprediksi, aksi oknum sopir Angkot nakal ini dimulai pada saat Ramadan lalu, menjelang Hari Raya Lebaran, dan kondisi itu berlangsung hingga kini. Karenanya, Dishub bakal melakukan tindakan tegas kepada angkot yang diketahui menarik tarif di atas kewajaran hingga Rp 10 ribu atau bahkan Rp 15 ribu.

“Tilang akan membuat mereka kapok, karena mereka akan disidang dan bakal didenda Rp 250 ribu jika terbukti menarik di atas tarif resmi,” ungkapnya.

Sekadar informasi, tarif resmi angkot di Kota Malang yakni Rp 4 ribu untuk masyarakat umum, dan Rp 2.500 untuk pelajar.

Pantauan Dishub di lapangan, stiker tarif angkot yang harusnya melekat di tubuh kendaraan banyak yang sudah dihilangkan oknum, sehingga warga tidak tahu pasti berapa tarif resmi yang diberlakukan pemerintah.

“Karenanya besok kami akan mengecat tarif di dalam Angkot, supaya masyarakat tahu berapa tarif resmi,” pungkasnya.

Jalan Bandung Kembali Macet, Netizen Ramai-Ramai Wadul Humas Polri hingga Gubernur Khofifah

Jalan Bandung. (Aziz Ramadani/ MVoice)

MALANGVOICE – Jalan Bandung Kota Malang kembali menuai kritikan akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan. Netizen atau warganet ramai-ramai mengadukan fenomena menahun tersebut.

Tak tanggung-tanggung, akun Humas Polri hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jadi sasaran pengaduan.

Ini bermula dari cuitan akun Rangga Prima Muhammad sekitar pukul 10.25 WIB pada Kamis 19 Desember 2019. Dalam unggahnya tersebut, disertai video berdurasi 17 detik yang menggambarkan suasana kemacetan di jalan depan kawasan kompleks sekolah itu.

Tangkapan layar Twitter.
Tangkapan layar Twitter.

“Jalanan yang selalu kebal hukum @infomalang,” tulis akun @ranggapm.

Beragam respon atau tweet balasan mewarnai unggahan Rangga tersebut. Mayoritas mendukung agar ada penertiban kawasan yang seharusnya bebas dari parkir kendaraan di bahu jalan. Cuitan akun @ZusBlaenZ ini misalnya. Ia meminta akun Humas Polri untuk melakukan tindakan.

“Cc @DivHumas_Polri pak,ini masalah sudah lama,masalah nya itu ada garis kuning zigzag yg artinya mobil tidak boleh berhenti,lha ini malah dibuat parkir oleh wali murid sekolah MIN Kota Malang (lokasi jln. Bandung),mohon di ditindak pak,saya juga jengkel klo lewat sini,” tweet akun @ZusBlaenZ.

Ada pula yang mengadu ke Gubernur Khofifah.

“Bu gubernur @KhofifahIP tolong kota malang bu, walikotanya sudah gak sanggup kelihatannya bu ga pernah ada tindakan, Banyak curanmor juga dibiarkan. Kami ngadu ke siapa?,” cuit akun @FahmiFKRZ.

“kemana lagi , warga malang mengadu, tolong bu @KhofifahIP , walikota juga sdh gak ada kabarnya , bertahun2 pancet wae masalahe,” sambung akun @woody_imut. (Hmz/ulm)

Sesosok Bayi Ditemukan di Jalan Poros Villa Puncak Tidar

MALANGVOICE – Sesosok bayi ditemukan warga di jalan poros Perum Villa Puncak Tidar, Kecamatan Ndau, Kabupaten Malang, pagi tadi, sekitar pukul 09.30 WIB.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan terbungkus plastik warna merah dengan ari-ari masih menempel di tali pusarnya. Diperkirakan bayi malang itu baru berusia 7 bulan dalam kandungan.

Menurut Heru, salah satu petugas kamar mayat RS dr Saiful Anwar, bayi itu dikirim sekitar pukul 10.00 WIB.

“Bayi berukuran panjang 30 cm, tadi pagi dikirim ke sini, dimasukkan dalam bungkus kardus,” tutur Heru pada MVoice, beberapa menit lalu.

Saat ini jasad bayi itu disimpan di lemari pendingan, sementara polisi masih menyelidiki siapa orangtua yang tega membuang bayi mungil tanpa dosa itu.

PTMSI Kota Batu Gelar Kejuaraan di Mall

Kompetisi di Lippo Plaza (istimewa)

MALANGVOICE – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Batu menggelar Kejuaraan Tenis Meja se-Jawa Timur di Mall Lippo Plaza, Kota Batu, sejak Jumat hingga Minggu hari ini.

Acara diikuti tiga kelompok, yakni pemula (maksimal 12 tahun), yunior (18 tahun), dan umum. Peserta pemula diikuti 120 orang, junior 150 orang, dan umum se-Malang Raya 130 orang.

Sekretaris PTMSI, Gembong Waluyo Putro, menjelaskan, lomba digelar di Lippo Plaza, tujuannya untuk mengenalkan tenis meja dan eksistensinya kepada masyarakat.

“Kami akui tenis meja tidak banyak dikenal sebagaimana sepak bola atau bulu tangkis. Makanya tidak kami gelar di GOR, tapi di mall,” ungkap Gembong.

Ia gembira melihat antusiasme pengunjung mall yang mengelilingi venue. Gembong ingin ke depan tenis meja menjadi kegemaran warga Kota Batu.

Yang lebih penting, lanjutnya, kemampuan atlet tenis meja asli Kota Batu bisa dikembangkan. Dari kejuaraan semacam ini, ia katakan, muncul bibit dari kalangan pemula.

“Kami tetap berharap Kota Batu meraih banyak medali, namun pemilihan atlet baru itu juga penting. Mereka yang nanti menjadi andalan dalam kompetisi selanjutnya,” tandasnya.

Dispenda Kota Malang dan Kota Kupang Sharing Ilmu

Kepala Dispenda Kota Malang dan Kepala Dispenda Kota Kupang

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang, Ir Ade Herawanto, bersama rombongan melakukan kunjungan ke kantor Dispenda Kota Kupang, hari ini.

Tujuan kunjungan untuk belajar mengenai sistem penagihan pajak yang ada di pulau seberang itu. Kepala Dispenda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, pada kesempatan itu membeberkan, pihaknya memiliki enam UPTD Dispenda, sesuai dengan jumlah kecamatan di sana.

“Tugas pokok selain pajak daerah pada umumnya, lebih ke PBB. Karena soal tunggakan PBB masih belum rampung,” kata Jeffry.

Ia menambahkan, guna memaksimalkan masalah tunggakan PBB, Dispenda bekerjasama dengan camat hingga lurah. “Ada pula kebijakan kemudahan untuk urusan administrasi perizinan persayaratannya melampirkan bukti lunas PBB tiga tahun terakhir,” tuturnya.

Upaya itu, lanjut Jeffry merupakan strategi terbaik saat ini, agar warga tidak menunggak PBB terlalu banyak. “Selain itu Camat dan Lurah diberi target oleh wali kota, untuk penyelesaian PBB warganya,” tegasnya.

Target PAD yang dibebankan kepada Dispenda Kota Kupang sendiri mengalami kenaikam cukup drastis dari Rp 54 miliar menjadi Rp 154 miliar tiap tahunnya.

Sementara Kadispenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto, mengaku, kenaikan target pajak cukup drastis, dari Rp 54 miliar menjadi Rp 110 miliar.

“Bahkan target kami saat ini satu hari Rp 1 miliar,” tandasnya.

Karenanya, guna memenuhi angka itu, perlu ada terobosan-terobosan, salah satunya, ide Dispenda Kota Kupang soal pajak PBB bisa diterapkan. “Karena sejatinya masalah yang dihadapi hampir sama,” imbuh Ade.

‎Dalam Pada itu Jefry juga menanyakan terobosan e-Tax alias pajak online di Kota Malang yang bisa dilaksanakan di Kota Kupang, karena sistem dan teknis pajak online juga sudah berjalan.

60 Aremania Segera Menyusul Rombongan Menuju GBK

Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono bersama Aremania. (Deny)

MALANGVOICE – Enam bus yang memberangkatkan Aremania dari Kota Batu, salah satunya batal berangkat, karena kecelakaan.

Sehingga, dari total 26 bus yang direncanakan, baru 25 bus yang berangkat. Saat ini koordinator Aremania belum mendapat bus.

Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono bersama Aremania. (Deny)2

“Kecelakaan terjadi kemarin, di Bondowoso, saat bus perjalanan menuju ke sini,” kata Kabag Ops Polres Batu, Kompol Zen Mawardi.

Namun saat ini sudah dikoordinasikan dan dicarikan bus pariwisata pengganti yang segera datang ke lokasi pemberangkatan.

“Sudah ada satu yang datang, jadi total tetap 26 bus,” katanya.

Saat ini, sekitar 60 Aremania masih menunggu bus, di depan Balai Kota Malang.

Sementara Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono, mengatakan, bus terakhir tetap akan dikawal dan diupayakan bisa mengejar rombongan.

“Ditunggu dulu busnya, tetap akan kami kawal, pasti terkejar sama rombongan lain,” jelasnya.

Timses Sae Akui Kaus yang Beredar Tidak Resmi

Kaus yang ditarik setelah dibagikan ke peserta pagi tadi. (istimewa)
Kaus yang ditarik setelah dibagikan ke peserta pagi tadi. (istimewa)

MALANGVOICE – Aksi pembagian kaus salah satu paslon Pilwali Kota Malang 2018 saat agenda wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air di Hotel Aria Gajayana, Selasa (10/4) diawasi Panwaslu.

Acara tersebut diselenggarakan Bakesbangpol Jatim bekerja sama dengan Kosgoro Jatim serta Kota Malang. Kaus itu dibagikan kepada peserta sebagai souvenir, namun bertuliskan Relawan #MalangSAE yang merujuk pada paslon nomor urut 3, Sutiaji-Edi. Jumlah peserta sekitar 300 an orang.

Anggota Panwaslu Kota Malang, Iwan Sunaryo, kepada wartawan mengaku sudah menarik semua kaus yang terlanjur diedarkan kepada peserta. Pasalnya, acara itu digelar dengan institusi pemerintah.

“Kausnya yang ditarik sudah kami bawa semua. Nanti akan kami rapatkan,” katanya.

Sementara itu, kordinator media tim Sae, Zaini Nashirudiin, mengaku tak mengetahui adanya pembagian kaus. Pihaknya meyakini kaus tersebut bukan resmi dari tim paslon.

“Yang jelas bukan dari tim resmi paslon Sae. Insyaallah kami akan segera klarifikasi,” tegasnya.(Der/Aka)

Satu Tiket Konser Mata Hati Iwan Fals Diberikan Cuma-cuma di CFD

Aksi bersih-bersih sampah di CFD. (istimewa)
Aksi bersih-bersih sampah di CFD. (istimewa)

MALANGVOICE – Seorang warga Malang sangat beruntung hari ini. Betapa tidak, ia mendapat tiket konser eksklusif Mata Hati Iwan Fals, pada acara bersih-bersih yang diadakan di Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Minggu (13/11).

Ia berhasil menjawab kuis dari pihak promotor, J-Entertainment usai memungut sampah di sepanjang jalan.

cfd2

Even Manajer, Armanda, mengatakan, setelah mengumpulkan sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pihaknya memberikan hadiah bagi masyarakat yang terlibat secara antusias.

“Tiket festival kami berikan cuma-cuma,” katanya pada Mvoice.

Kegiatan itu bertujuan untuk menularkan semangat positif Iwan Fals yang melalui karya-karyanya yang banyak bertema pesan positif terhadap lingkungan.

Diharap, masyarakat Malang juga peduli dan sadar terhadap kebersihan lingkungan, terutama di area CFD yang seringkali meninggalkan sampah berserakan.

Selanjutnya, J-Entertainment akan terus bagi-bagi tiket gratis di acara yang sama pekan depan.

Pada acaea itu, penggemar Iwan Fals, OI juga turut serta. Selain mengambil sampah, mereka juga ngamen lagu hits dari penyanyi bernama asli, Virgiawan Listanto itu.

Iwan Fals sendiri bakal menggebrak Malang di Graha Cakrawala UM, 26 November mendatang dengan dibuka nyanyian Iksan Skuter.

Dewanti Ajak ASN Syukuran di Balai Kota Among Tani

Tasyakuran Balai Kota Among Tani. (Istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan tasyakuran penempatan tahun ke-4 Balai Kota Among Tani.

Dalam acara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Herawan, menceritakan sejarah berdirinya Balai Kota Among Tani. Munculnya ide nama gedung balai kota tersebut merupakan pemikiran ide Wali Kota Ke-2, yakni Edy Rumpoko bersama tokoh masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Kepala SKPD. Dengan makna warga Kota Batu mayoritas petani dan sumber dana pembangunan murni APBD Daerah, dan sudah tugas pemerintah untuk menjadi among (momong) para petani di Kota Batu.

“Masih banyaknya bangunan Belanda di Kota Batu menjadikan inspiasi Pemkot Batu untuk membangun Balai Kota Among Tani dengan Arsitektur pola desain Eropa,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dalam sambutannya menyampaikan, di balik kemegahan Balai Kota Among Tani, sebagai wujud syukur seluruh pejabat Pemkot Batu harus selalu memelihara serta menjaga kebersihan lingkungan Balai Kota Among Tani.

“Jika lingkungan kita bersih Insya Allah hati kita bersih, kerja kita juga akan bersih dari iri dan cemburu dengan rekan kerja. Sudah banyak fasilitas yang kami berikan kepada masyarakat Kota Batu, sudah saatnya untuk mempertimbangkan kesejahteraannya, agar kinerja para ASN menjadi lebih baik lagi,” paparnya.(Der/Aka)

Joni: Difabel Juga Berhak Berpolitik

Joni saat talkshow (anja)
Joni saat talkshow (anja)

MALANGVOICE – Setiap warga negara, termasuk kaum difabel, mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam berpolitik.

Berbicara soal hak politik, menurut Joni Yulianto, Direktur Sigab (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel), hak politik tidak semerta-merta bicara soal memilih dan dipilih, tapi bicara soal diterimanya kaum difabel untuk bisa berorganisasi.

“Teman-teman difabel berhak terlibat dalam kegiatan organisasi apapun. Jadi bukan hanya organisasi difabel saja,” tandas Joni, saat Seminar Nasional Gegas Inklusi di Universitas Brawijaya, pagi ini.

Ia juga menegaskan, hak-hak itu sudah diatur dalam peraturan, baik nasional dan internasional, salah satunya tertuang dalam Deklarasi Hak Asasi Manhsia dan Konvenen Tentang Hak-hak Sipil Politik (ICCPR) Pasal 25 bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan tanpa pembedaan apapun.

Sampai saat ini, beberapa perkembangan hak-hak politik difabel bisa dilihat dari disahkannya Undang-Undang No 8 Tahun 2016 yang mengatur pelaksanaan dan pemenuhan hak difabel.

“Jadi kalau teman-teman difabel masih menganggap hak-hak politiknya tidak ada, itu salah. Semuanya sudah ada. Maka, perjuangkan dan gunakan hak-hak itu sebaik-baiknya dengan aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan demokrasi yang bisa dinikmati semua, salah satunya hak politik, seperti mengikuti pemilu dan partisipasi berorganisasi,” tandasnya.

Komunitas