Lepas Kursi Legislatif, Proses PAW Nanda Tunggu Surat Gubernur

Calon Wali Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban. (Muhammad Choirul)
Calon Wali Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Calon Wali Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, harus melepaskan kursi legislatif agar bisa bertarung dalam Pilwali 2018. Saat ini, proses pengunduran diri perempuan yang akrab disapa Nanda itu tengah diproses.

“Segala administrasi sudah saya lengkapi dan sedang dalam proses. Surat pengunduran diri sudah saya ajukan,” ungkap Nanda kepada MVoice.

Terpisah, Sekretaris DPRD Kota Malang, Bambang Suharijadi, menjelaskan, pihaknya memang tengah mengurus administrasi terkait hal ini. Rabu (14/2) kemarin, surat pengunduran diri Nanda sudah dikirimkan kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

“Alurnya surat tersebut setelah diajukan DPRD kepada Pemkot Malang, kemudian dikirim ke Pemprov Jatim. Sekarang menunggu Surat Keputusan Gubernur, untuk mengesahkan pengunduran dirinya, karena yang mengangkat kan Gubernur, jadi yang memberhentikan juga Gubernur,” paparnya, Kamis (15/2).

Dia menyebut, surat tersebut secepatnya dikirimkan kembali kepada Pemkot Malang untuk diteruskan ke DPRD Kota Malang. Yang jelas, lanjut Bambang, pemberhentian Nanda sebagai legislatif terhitung sejak 12 Februari 2018, sesuai tanggal pengajuan.

“Jika pengunduran diri ini sudah disahkan melalui surat tersebut baru bisa dilakukan proses PAW (Pergantian Antar Waktu). Ini menjadi wewenang partai untuk menempatkan kadernya, tentu disesuaikan dengan hasil Pileg 2014,” pungkasnya. (Coi/Ery)

Bisa Saja Tarif Parkir Dievaluasi

Wali Kota Malang, HM Anton

MALANGVOICE – Parkir menjadi masalah hangat akhir-akhir ini. Bahkan, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan adanya tinjauan ulang terhadap besaran tarif parkir, yakni Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3.000 bagi kendaraan roda empat.

Menanggapi itu, Wali Kota Malang, HM Anton, menegaskan, perubahan tarif bisa saja dilakukan, jika masyarakat memang merasa keberatan, karena dinilai terlalu mahal.

“Bis saja kita evaluasi Perda soal retribusi itu,” kata Anton, beberapa menit lalu.

Ia menegaskan, yang menjadi permasalahan saat ini bukanlah masalah nominal, tapi pelayanan kepada masyarakat yang kurang, sehingga memantik reaksi masyarakat.

“Saya yakin masyarakat tidak keberatan dengan harga, mereka hanya mengeluhka pelayanan yang kurang baik,” tukasnya.

Kendati begitu, jika ada kajian ilmiah yang menegaskan tarif parkir harus dievaluasi, tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Suprapto, mengusulkan adanya kajian terhadap besaran retribusi parkir yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

Ia menambahkan, kajian dilakukan karena ada permasalahan di masyarakat, sehingga lahirlah petisi yang ditulis akun atas nama Helmy.

Menurutnya, petisi merupakan sinyalemen jika warga keberatan dengan besaran tarif retribusi parkir, Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 3 ribu untuk kendaraan roda empat.

“Kajian itu bisa saja berbentuk survei, misalnya apakah menurut warga tarif parkir selama ini terlalu mahal atau tidak,” kata Suprapto, beberapa menit lalu.

Ia menegaskan, Perda Retribusi Daerah yang saat ini dijadikan rujukan dalam penarikan retribusi parkir, bisa saja dievaluasi bahkan direvisi beberapa pasalnya.

“Karena itulah, hasil dari kajian itu akan dijadikan dasar nanti, jika memang Perda sepakat direvisi. Kalau ada revisi berarti ada Pansus. Dasarnya ya kajian ini,” bebernya.

Suprapto menilai, alasan Pemkot Malang menaikkan retribusi parkir untuk mengurangi jumlah kendaraan, kurang efektif. Terbukti di beberapa kawasan masih terlihat macet.

“Untuk menilai apakah opini saya itu benar atau tidak butuh kajian tadi. Apakah dengan naiknya harga berdampak signifikan bagi pengurangan jumlah kendaraan di jalan?” tukasnya.

Rencananya Fraksi PDI Perjuangan akan melemparkan wacana ini kepada fraksi yang ada di DPRD sehingga ada tindak lanjut.

“Masalah PAD dan segala macam bisa kita bicarakan nanti, yang penting adalah layanan kepada masyarakat,” tukasnya.

Komisi A Sesalkan Proyek Sumber Jeruk Tetap Dilanjutkan

Ketua Komisi A, Darmadi, ketika Sidak pembangunan Sumber Jeruk di Karangsuko, beberapa waktu lalu.

MALANGVOICE – Komisi A DPRD Kabupaten Malang menyesalkan tetap dilanjutkannya proyek pembangunan di Sumber Jeruk, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran. Padahal pihaknya sudah merekomendasikan agar dihentikan sementara waktu.

Ketua Komisi A, Darmadi, menilai, Dinas Pengairan tidak reaktif atas rekom dari dewan.

“Lihat saja nanti pas hearing, jika tidak jelas, kami rekomendasikan dihentikan selamanya,” kata dia, saat berbincang dengan MVoice.

Dikatakan, pihaknya masih mengkaji lebih lanjut adanya laporan masyarakat. Ketika Sidak, beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan adanya perubahan desain di lapangan.

Meski demikian, politisi PDI Perjuangan itu menunggu laporan lebih lanjut dari masyarakat penolak pembangunan.

“Belum ada reaksi lagi dari masyarakat, kami butuh data lebih konkrit, sekalipun sedikit banyak dapat disimpulkan sementara,” jelas warga Poncokusump itu.

Abah Anton: Silakan Kita Rayakan Bersama

Abah Anton
Abah Anton

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, hadir di panggung puncak perayaan HUT ke-29 Arema, di depan Stasiun Kota Baru, Malang, hari ini. Ia mengaku bangga pada Aremania dan Aremanita yang tertib merayakan bertambahnya usia Singo Edan.

“Ini momen bahagia. Silakan kita rayakan bersama. Tidak terasa kebersamaan dan eksistensi Arema sudah berusia 29 tahun,” tambahnya.

Ia menyebut, ketakutan masyarakat baik Kota Malang maupun luar Kota Malang pada potensi aksi anarkis Aremania tidak terbukti. Anton mengaku bahagia dengan ketertiban Aremania hari ini.

“Walau kita hingar-bingar, tetap bisa kompak, Kita bisa melihat Aremania-Aremanita bersatu tidak ada kebrutalan,” tandasnya.

Hal ini patut menjadi contoh bagi seluruh suporter di Indonesia. Ditegaskan Anton, kecintaan pada klub sepak bola tidak harus ditunjukkan dengan aksi brutal.

“Kreativitas sangat dibutuhkan dengan tetap memperhatikan aturan yang ada,” pungkasnya.

Gunadi Handoko Resmi Layangkan Gugatan Perihal Penjaringan Calon Wakil Wali Kota

Gunadi Handoko bersama tim advokat. (deny rahmawan)
Gunadi Handoko bersama tim advokat. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Gunadi Handoko ditemani 36 advokat ramai-ramai mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (24/1). Kedatangan tersebut tidak lain untuk menggugat beberapa pihak terkait proses penjaringan calon wakil wali kota yang dilakukan PKB.

Pihak tergugat antara lain DPC PKB Kota Malang, LPP PKB DPC Kota Malang, DPP PKB, dan Desk Pilkada Pusat PKB.

Sementara itu turut tergugat adalah HM Anton selaku calon Wali Kota Malang, Syamsul Mahmud selaku Calon Wakil Wali Kota Malang, DPW PKB Jatim, dan KPUD Kota Malang.

Menurut Gunadi, inti gugatan ini adalah perbuatan melawan hukum. Karena awalnya PKB menjaring calon Wakil Wali Kota Malang lewat mekanisme dan proses.

Setelah dirinya mengikuti proses dengan melakukan pendaftaran, mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Kota Malang serta Jakarta. Akan tetapi, hasil akhir dipilih Syamsul Mahmud yang diketahui tidak mengikuti proses tersebut.

“Ternyata PKB menunjuk Syamsul Mahmud. Ini ada apa, atas dasar apa? Kami merasa didzalimi di sini,” katanya kepada wartawan.

Lebih lanjut, Gunadi mengatakan sudah menyetorkan sejumlah uang saat pendaftaran tersebut. Jumlahnya sekitar Rp 25 juta. Ia meminta kejelasan dari pihak PKB terkait hal itu.

“Kami ingin ada kejelasan kejujuran dari partai (PKB). Kalau sudah membuka penjaringan apalagi dengan biaya, ya harus tanggung jawab sesuai mekanisme,” tegasnya.

Selanjutnya, rombongan akan mengunjungi kantor KPUD Kota Malang. Mereka ingin meminta penangguhan pencalonan wali kota dan wakil wali kota HM Anton-Syamsul. (Der/Ery)

Satu Kursi Kosong DPRD Kota Batu Segera Terisi

(Dua dari kanan) Komisioner KPU Kota Batu Saifudin Zuhri. (Aziz Ramadani/MVoice)
(Dua dari kanan) Komisioner KPU Kota Batu Saifudin Zuhri. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Kursi anggota dewan Kota Batu yang ditinggal almarhum Sugeng Hariono dari Fraksi Hanura bakal segera terisi. Ini pasca DPRD Kota Batu mengirim surat pengajuan PAW (pergantian antar waktu). Adalah Yoyok Suliono yang diajukan partai besutan purnawirawan Jendral TNI Wiranto itu.

KPU Kota Batu setelah menerima surat dari DPRD Kota Batu dengan nomor 170/333/422.050/2018 perihal PAW Sugeng Hariono dari Partai Hanura yang meninggal dunia, 2 Juni lalu. Komisioner KPU juga telah menggelar rapat pleno, Senin (2/7).

Rapat Pleno dihadiri oleh 5 Komisioner KPU Kota dan Sekretaris KPU Kota Batu. Sesuai surat dari DPC Partai Hanura Kota Batu dengan Nomor : 172/DPC-BATU/HANURA/VI/2018 perihal pengajuan PAW Drs. Sugeng Hariono. Dalam surat pengajuan DPC Partai Hanura Kota Batu yang dikirim ke DPRD Kota Batu tersebut, menyebutkan usulan PAW adalah Yoyok Suliono.

“Iya, 29 Juni lalu (surat PAW) sudah masuk KPU,” kata Komisioner KPU Kota Batu Saifudin Zuhri kepada MVoice, Senin (9/7).

Selanjutnya, masih kata Saifudin, KPU Kota Batu melakukan penelitian terhadap berkas pengajuan PAW. Mulai dari berita acara meninggalnya Sugeng Hariono, daftar calon tetap (DCT) hingga daftar perolehan hasil Pileg (Pemilu Legislatif) 2014. Hasilnya nomor urut tiga Yoyok Suliono yang mengantongi 351 suara yang memenuhi persyaratan.

“Sebenarnya ada nomot urut dua Rudi Hartono yang mengantongi 580 suara di atas Yoyok. Tapi yang bersangkutan sudah pindah partai,” jelasnya.

“Kamis (5/7), kami sudah membalas surat untuk kemudian tahapan berlanjut di Gubernur Jatim,” tutupnya.(Der/Aka)

Nenek Tanpa Identitas Ditemukan Hanyut di Sungai

Jasad nenek yang ditemukan meninggal. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Seorang nenek diperkirakan usia 70 tahun ditemukan tewas mengambang di sungai induk pengairan di lingkungan RT 09/RW 04, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Malang, Minggu (27/9).

Warga menemukan nenek tanpa identitas itu masih mengenakan baju lengkap di pinggir sungai pukul 05.45 WIB. Adalah Ernawati yang menemukan jasad nenek itu pertama kali, kemudian ia memanggil tetangga, Harijanto dan segera mengangkat mayat itu.

Petugas rescue dan polisi yang dihubungi langsung mengevakuasi jasad itu ke kamar mayat RSSA Kota Malang guna menjalani otopsi.

Menurut Harijanto, warga sekitaran tidak mengenal dan mengetahui nenek dengan tinggi badan 140cm berkulit putih itu. “Saya tidak mengenali mayat tersebut serta tidak ada warga di dekat tempat tinggal saya yg juga mengetahui mayat itu,” katanya.

Atlet Sea Games Menangi Cakra Run HUT Kostrad

Pangdivif 2 Kostrad beri selamat pemenang Cakra Run. (istimewa)

MALANGVOICE – Ajang Cakra Run yang digelar sebagai peringatan HUT ke-56 Kostrad, Minggu (9/4), berlangsung sukses.

Sebanyak 5 ribu peserta dari semua golongan ikut memeriahkan ajang yang dihelat di Madivif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang.

Lomba yang dibagi dua jarak, 5 dan 10 km itu akhirnya mendapati sang jawara dan berhak mendapat hadiah total Rp 75 juta, yang dibagi beberapa kategori, yakni Pelajar (Putra, Putri) dengan menempuh jarak 5 km serta Kategori Umum (Putra, Putri) dan TNI/Polri, yang keduanya sama-sama menempuh jarak 10 km.

Di jarak 10 km, pemenangnya adalah Serka Agus Prayogo, yang berdinas di Jasdam III/Siliwangi. Ia meraih waktu tercepat 30 menit 38 detik, lebih cepat 16 detik dari Juara 2 Ridwan dari Nusa Tenggara Barat.

Atlet yang akan diturunkan dalam Sea Games 2017 ini mengaku senang bisa meraih kemenangan. “Saya diundang secara khusus dan akhirnya menang. Senang juga,” katanya.

Di samping itu Agus tak memikirkan hadiah. Ia lebih memfokuskan diri dalam Cakra Run untuk latihan sebelum Sea Games. “Sekalian latihan juga sih,” singkat pria yang pernah menang 5 kali PON.

Sementara itu, Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Benny Susianto, mengaku akan mengagendakan Cakra Run secara rutin tiap tahun. Tujuannya agar bisa membentuk masyarakat yang sehat dengan berolahraga.

“Saya senang bisa tembus target sebanyak 5 ribu. Kedepan akan diagendakan setiap tahun,” ujar Benny.

Perlu diketahui pemenang lomba Cakra Run lainnya adalah Atjongtio Purwanto dari Batalyon Mekanis 521/Dadaha Yudha yang bermarkas di Kediri, Jawa Timur di posisi ke 3 lari 10 km.

Sedangkan pada Kategori Umum Putri, Juara 1 diraih Yulianingsih dari Mojokerto, Juara 2 Rieka Febriyanti dan Juara 3 Lailatul Asviyah yang keduanya berasal dari Primavera Salatiga.

Pada Kategori Pelajar, Juara 1 Putra diperoleh Rahmat Setiabudi dari SMANOR Sidoarjo, Juara 2 Ririk Satrio dari MA Al Suithon dan Juara 3 direbut Mochamad Ali dari SMAN 5 Malang. Sedangkan Juara 1 Pelajar Putri diraih oleh Ari Indah dari SMA DIPO Tumpang Malang dengan catatan waktu 18 menit 32 detik. Juara 2 dan 3 diperoleh Firdauziah Sudarsono pelajar SMP 2 Tengarang Bondowoso dan Masyaroh dari SD Jemurwonosari 3 Surabaya.

Untuk Kategori TNI/Polri, seluruhnya berhasil dikuasai oleh prajurit Kostrad. Juara 1 diraih Saiin Halim dengan perolehan waktu 32 menit 23 detik, Juara 2 Ridwar Wahyudi yang hanya berbeda 17 detik dibelakangnya dan Juara 3 direbut Ahmad Soleh dengan waktu 33 menit 33 detik.

Guru Terlapor Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Siswi SD Penuhi Panggilan Polisi

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Terlapor dugaan kasus pelecehan seksual oknum mantan guru terhadap siswi sudah menjalani pemeriksaan. Oknum berinisial IS ini memenuhi panggilan Polres Malang Kota, Sabtu (23/2).

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi, menyatakan, IS awalnya sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat (22/2), namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa ada alasan jelas.

“Kemarin sudah datang memenuhi panggilan kami ke Polres Malang Kota,” katanya saat dikonfirmasi MVoice, Minggu (24/2).

Komang menjelaskan, pemeriksaan itu merupakan langkah penyelidikan setelah sebelumnya memeriksa beberapa saksi. Saat ini ada dua korban yang melapor atas dugaan pelecehan seksual. Sementara hasil visum dari salah satu korban juga sudah diterima polisi.

“Intinya penyelidikan kasus ini dari semua pihak akan diselesaikan pekan ini,” ujarnya, namun Komang belum bisa menjawab apakah ada penetapan tersangka setelah pemeriksaan IS.(Der/Aka)

Sutiaji Langsung Respon Aksi Penggalangan Koin Jalan Berlubang

Wali Kota Malang Sutiaji berdialog dengan kelompok aksi penggalangan koin perbaikan jalan berlubang, Kamis (21/3). (Istimewa)

MALANGVOICE – Aksi demonstratif atas kondisi jalan berlubang dengan cara penggalangan koin direspon positif Wali Kota Malang, Sutiaji. Aksi tersebut diakuinya memiliki niat yang baik untuk Bumi Arema.

“Tentu saya respon positif gerakan koin untuk jalan berlubang. Karena setiap gerakan sosial selama diniatkan baik, maka tentu akan berjalan baik,” kata Sutiaji saat berdialog dengan kelompok aksi di depan DPRD Kota Malang tersebut, Kamis (21/3).

Namun, lanjut Sutiaji, Pemerintah Kota Malang tidak hanya tinggal diam melihat banyaknya jalan berlubang di wilayahnya. Penting untuk dipahami masyarakat, menurutnya, bahwa APBD bukan seperti uang di brankas.

“Yang sewaktu-waktu langsung dapat diambil dan dipergunakan. APBD ada proses dan mekanismenya. Sudah terpetakan peruntukannya, dan pencairan penggunaannya melalui mekanisme,” urai pria berkacamata ini.

Sutiaji menambahkan, tentang penganggaran perawatan jalan dan dana insidentil, memang pada triwulan pertama sebagian telah terealisasikan. Namun, bertepatan musim hujan yang intensitasnya tinggi berdampak pada bertambahnya titik jalan rusak.

“Akan kami evaluasi, ada beberapa titik yang masih dalam tahapan perawatan rekanan sehingga tidak bisa disentuh APBD,” jelasnya.

“Pada sisi lain memang harus kami akui beberapa ruas jalan kualitasnya kurang baik. Ini jadi komitmen kami untuk menuntaskannya,” tutup pria juga Politisi Demokrat ini. (Der/Ulm)

Komunitas