Yasonna Laoly Resmikan Pondok di Lapas Lowokwaru

Menkumham Yasonna Laoly di Lapas Lowokwaru. (deny)

MALANGVOICE – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI, Yasonna Laoly, meresmikan Ponpes At Taubah, di Lapas Kelas 1 Lowokwaru, Malang, Senin (5/6).

Ponpes yang dikelola pihak Lapas Lowokwaru itu baru pertama di Indonesia. Sehingga, Yasonna Laoly sangat memberi apresiasi tinggi pada Ponpes At Taubah.

“Membina keimanan adalah cara terbaik dilakukan lapas,” ujarnya.

Menkumham Yasonna Laoly di Lapas Lowokwaru. (deny)

Setelah menandatangani prasasti tanda peresmian ponpes, Yasonna berpesan pada seluruh santri agar bisa lebih baik menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Saya percaya semakin tinggi iman bisa menjadi lebih baik lagi diri seseorang yang tidak lagi merusak,” lanjutnya.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada 400 santri yang menghuni ponpes. Kesemuanya diseleksi dengan ketat agar bisa masuk, antara lain tes baca tulis Al Quran, salat dan pengetahuan agama.

Ponpes yang baru selesai dibangun tahun ini berkapasitas 600 santri. Para santri menghuni sel khusus di dalam pondok.

Dua Siswa SMA 1 Muhammadiyah Malang Jadi Duta Antihoax

Dua siswa SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang didapuk sebagai Duta Antihoax saat foto bersama Ketua AJI Malang, Hari Istiawan usai acara aJi gOes tO School (JOOS), Senin (5/6).(Miski)

MALANGVOICE – Dua siswa SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, Rifqi Arya Mustofa dan Nabila Aboed Alkatiri, didapuk menjadi duta antihoax. Kedua pelajar tersebut diharapkan turut serta mengkampanyekan antihoax di masyarakat.

Bagi Rifqi, dipercaya sebagai duta antihoax merupakan suatu kehormatan dan sekaligus amanah yang harus diemban.

Siswa SMA 1 Muhammadiyah saat selfie sembari kampanye antihoax.(Miski)

“Berangkat dari sendiri, kemudian mengajak teman-teman dan masyarakat sekitar,” katanya usai mengikuti Talk Show Cerdas Bermedia Sosial yang merupakan serangkaian aJi gOes tO School (JOOS), diselenggarakan AJI Malang dan PROPR Ilmu Komunikasi UMM.

Menurutnya, dampak berita bohong bisa meresahkan masyarakat. Sebagai kaum pelajar, sudah sepatutnya tidak terjebak dalam informasi maupun pemberitaan di media massa.

Meski demikian, siswa kelas X MIPA ini belum pernah mengalami hal tersebut. Namun, beberapa kali mendapat broadcast dan share berita ke laman media sosialnya.

“Dengan mengedepankan dampak, saya yakin teman-teman mulai sadar akan bahaya share informasi dan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkap siswa kelahiran 16 Juli 2001 ini.

Senada dengan Rifqi, Nabila, mengakui, menjadi duta antihoax bukanlah tugas mudah. Menurutnya, ada beban dan tanggung jawab sosial untuk menyebarluaskan bahaya antihoax ke masyarakat.

“Sedikit banyak mendapat pengetahuan baru dari para pemateri tadi. Seperti contoh-contoh informasi dan berita hoax dan tindakan apa yang perlu dilakukan,” jelas dara kelahiran 11 April 2000 itu.

Berita bohong sebenarnya tidak akan menjadi viral apabila pengguna media sosial tidak serta merta menyebarluaskan. Pengguna media sosial, lanjut dia, harus cerdas memilah setiap informasi yang diterima.

“Jangan lantas dan mudah percaya. Kecuali sudah jelas fakta dan latar belakangnya,” papar dia.

Keduanya pun optimistis ke depan masyarakat, khususnya pengguna media sosial akan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

“Bukan hanya kami saja, tapi dibutuhkan peran serta semua lapisan masyarakat. Karena, hoax menjadi ancaman bagi persatuan bangsa,” tandasnya.

Perangi Hoax, AJI Malang Dorong Literasi Media Digalakkan

Kegiatan aJi gOes tO School (JOOS) yang berlangsung di SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Fenomena berita bohong atau dikenal dengan hoax sangat meresahkan akhir-akhir ini. Untuk memerangi tersebut dibutuhkan peran serta masyarakat luas, tak terkecuali pelajar.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Abdul Malik, mengatakan, AJI mendorong literasi media digalakkan.

Selain itu, AJI mengajak masyarakat lebih cerdas memilih informasi yang benar dan tidak.

“Ketika sudah mengetahui berita itu benar dan tidak. Diharapkan masyarakat ikut kampanye terhadap orang lain, sehingga ada efek domino,” jelasnya dalam acara pembukaan aJi gOes tO School (JOOS), di SMA 1 Muhammadiyah, Senin (5/6).

aJi gOes tO School (JOOS) diselenggarakan atas kerja sama AJI Malang dan PROPR Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Di antaranya Talk Show, Pameran, Mengenal Kegiatan Jurnalis, Pemilihan Duta Antihoax dan Kampanye Antihoax serta Ngabuburit bersama.

Talk Show dengan tema “Cerdas Bermedia Sosial” menghadirkan Pendiri Mediadiet dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Unitri, Ellen Meianzi Yasak, Spesialis Media sosial Harian Surya, Adrianus Adhi serta Aktifis Media Sosial, Sophia Mega.

Sementara, Humas SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, Yuni Lestari, mengakui, kegiatan ini bermanfaat bagi siswa. Ke depan, lanjut dia, siswa lebih cerdas menerima informasi dan berita.

“Kami harapkan siswa lebih bijak menggunakan media sosial dan bisa menyaring informasi yang didapat,” ungkapnya.

Ia sepakat berita bohong sangat meresahkan masyarakat. Dampak hoax sangat terasa di masyarakat, bahkan menimbulkan gesekan dan konflik sosial.

“Kalau sudah bisa membedakan informasi yang jelas sumbernya dan tidak. Kami yakin siswa tidak akan serta merta menyebar informasi tersebut”

“Di SMA 1 Muhammadiyah juga terdapat klub jurnalistik, sehingga ini selaras dengan kegiatan di sekokah,” tambahnya.

Ketua PROPR, Rifqy Luqmannurrahmat, menyebut, selain memiliki tanggung jawab tugas kampus, pihaknya merasa punya tanggung jawab sosial ke masyarakat.

“Masalah hoax yang meresahkan misalnya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan pelajar. Berbekal dari pengetahuan tersebut, setidaknya bisa meminimalisir berita bohong,” tandasnya.

Golkar Kecamatan Blimbing Bagi-bagi Takjil

Pengurus Golkar Kecamatan Blimbing membagikan takjil. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebagai bentuk peduli sesama di bulan Ramadan, partai Golkar Kecamatan Blimbing berbagi takjil, Minggu (4/6).

Bertempat di Kantor Pimpinan Kecamatan (PK) Blimbing, Jalan Panji Suroso, Arjosari, pembagian 200 bungkus takjil itu dihadiri Fraksi Golkar Dapil Blimbing, Bambang Sumarto, seluruh pengurus HWK, dan pengurus Golkar serta ketua partai kelurahan se kecamatan Blimbing.

Setiap pengguna jalan yang melintasi depan kantor PK Blimbing Golkar sangat senang dan antusias diberi takjil untuk berbuka puasa.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sumarto, menyampaikan, bahwa pembagian itu merupakan bentuk terhadap kesetiakawanan sosial dari Golkar.

“Apalagi di bulan suci Ramasan ini, Golkar sangat peduli terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Lebih lanjut, bapak tiga anak itu berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan sekaligus menebar kebaikan pada masyarakat di bulan Ramadan.

“Kegiatan itu sangat bagus. Saya harap bisa terus dilanjutkan di masa mendatang,” tandasnya.

Jokowi Tepis Soal Isu Dirinya Komunis

Joko Widodo

MALANGVOICE – Isu tentang faham komunis sempat disinggung Presiden Joko Widodo, Sabtu (3/6), saat menghadiri Kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jatim, di Dome UMM. Presiden ke-7 RI ini menampik soal bangkitnya faham yang dicetus Karl Marx tersebut.

Soal faham komunis, hal itu disampaikan Jokowi di akhir pidatonya. Belakangan ini, menurutnya, banyak isu beredar tentang bangkitnya komunis. Bahkkan dia menantang kepada siapapun yang mengetahui keberadaan adaya paham komunis, tunjukkan di mana pastinya.

”Banyak isu-isu tentang komunis bangkit, pertanyaannya di mana? kalau memang ada tunjukkan pada saya,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, persoalan komunis juga sempat dikaitkan dengan dirinya sendiri. Bahkan, orang tuanya juga sempat dituding sebagai seorang yang menganut faham tersebut.

”Ini supaya clear. Saya juga dikait-kaitkan (soal komunis), ditarik pula orang tua saya, dan itu tidak logis,” ujarnya. Sebetulnya saya males menanggapi, tapi mumpung ada kesempatan ini, ya ngomong,” imbuhnya.

Jokowi kembali menagaskan, bahwa di masa kepemimpinannya, tidak ada bahkan tidak boleh ada faham komunis. Payung hukum yang melarang faham tersebut tumbuh di Indonesia, menurutnya, telah sangat jelas.

“Aturannya jelas, ada pada TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966,” beber dia.

Terlepas dari itu, Jokowi juga menegaskan perihal persekusi.
Persekusi, menurutnya, sangat berlawanan dengan asas-asas hukum negara Indonesia. Perorangan maupun organisasi apapun, menurutnya, dilarang main hakim sendiri.

”Apalagi atas nama penegakan hukum. Itu (persekusi) tidak boleh dan tidak ada, kita nantinya jadi negara barbar,” jelasnya.

Terkait persekusi, Jokowi telah memerintahkan Kapolri (Jenderak Polisi Tito Karnavian) untuk menindak tegas.

“Perseorangan atau dari kelompok manapun, segera hentikan (praktik persekusi) dan serahkan persoalan yang ada ke aparat hukum dan kepolisian,” pungkasnya.

Jokowi Malah Sambat ke Warga Muhammadiyah?

Presiden RI Joko Widodo didampingi Rektor UMM Fauzan menyapa mahasiswa dan awak media di luar Dome UMM, sore tadi (3/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Safari Ramadhan Presiden RI Joko Widodo di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jadi ajang sambat. Di hadapan ratusan warga Muhammadiyah se-Jatim dan mahasiswa UMM, Presiden juga mengajak membangkitan etika berbangsa dan bernegara yang besar.

Sambat pertama Jokowi, sapaan akrab Presiden RI ke-7 itu adalah beberapa bulan terakhir banyak terjadi saling memfitnah, saling mencela, saling menjelekkan dan saling mendemo.

Anggaran ratusan miliar, menurutnya, terbuang hanya untuk melakukan pengamanan proses demonstrasi tersebut. ”Apa yang salah dari negeri ini? Anggaran kita banyak yang habis untuk hal-hal tidak perlu,” kata Jokowi yang saat itu mengenakan jas almamater UMM.

Sambat berikutnya, Jokowi mengungkapkan, saat ini telah banyak yang lupa tentang arti bersaudara. Indonesia, menurutnya, ada dan lahir dari keberagaman, yakni beragam agama, suku dan ras. Ada 714 suku, 1.100 lebih bahasa lokal, 516 kota/kabupaten, 34 provinsi dan 17.000 pulau.

”Betapa sangat beradabnya kita dengan keberagaman ini,” sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat kembali menjadi jati diri bangsa yang besar. Kembali kepada etos kerja yang tinggi, yang disiplin, dan etika berbangsa dan bernegara yang tinggi.

”Meskipun saya tahu yang baik-baik ini ada di Muhammadiyah, maka dari itu saya mengajak jajaran pengurus dan anggota, mengajak bersama kembali kepada hakekat berbangsa dan bernegara yang baik, sehingga bisa kembali konsentrasi hal positif,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan seluruh peserta Kajian Ramadhan yang memenuhi Dome UMM.

Jokowi Tekankan Pentingnya SDM dalam Membangun Negara

Presiden Jokowi saat meresmikan SMA Nala Taruna. (istimewa)

MALANGVOICE – Presiden RI, Joko Widodo, menekankan pentingnya SDM dalam membangun sebuah negara. Apalagi, menurut Jokowi, Indonesia memiliki 60 persen usia produktif saat ini.

Hal itu diungkapkan saat meresmikan SMA Nala Taruna, di Kota Malang, Sabtu (3/6).

“Ini keuntungan Indonesia yang tak dimiliki negara lain. Para siswa harus dibina agar menjadi produktif,” katanya.

Dalam peresmian itu, Jokowi ditemani beberapa menteri dan Gubernur Jatim serta Wali Kota Malang. Ia berpesan pada siswa SMA Nala Taruna bisa mencetak lulusan unggul, kreatif dan kompetitif. Presiden pun berharap SMAN Taruna Nala akan mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Mereka harus punya cita-cita tinggi sejak dini dalam membangun bangsa,” lanjutnya.

SMA Nala Taruna seperti diketahui adalah sekolah pertama di Jawa Timur yang berbasis ketarunaan. Para siswa difasilitasi asrama untuk menunjang pendidikan. Kurikulum yang diterapkan melalui Dinas Pendidikan Kota Malang dan TNI AL.

Sebanyak 180 siswa sudah diterima masuk pada sekolah yang diberi nama Panglima AL masa Majapahit yakni Laksamana Nala itu.

Gubernur Jatim, Soekarwo, menyatakan, para siswa akan dijamin biaya pendidikannya dan ditanggung Pemprov Jatim. “Semoga bisa menambah siswa lebih banyak lagi,” tandasnya.

Presiden Jokowi Hadiri Kajian Ramadhan di UMM

Presiden RI Joko Widodo menyapa Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam acara Kajian Ramadhan di Dome UMM, Kota Malang, Sabtu (3/6).(Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Presiden RI Joko Widodo, Sabtu siang (3/6), melangsungkan safari Ramadhan 1438 Hijriyah di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pada momen yang mengusung tema Memberi itu Indah, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu dijadwalkan menjadi narasumber di hadapan ratusan mahasiswa UMM dan warga Muhammadiyah se-Jatim.

Topik yang bakal disampaikan tidak hanya seputar Bulan Suci Ramadhan. Jokowi yang tiba sekitar pukul 14.00 itu juga berencana membahas materi spirit Pancasila, dan 1 Juni, yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Tampak dalam deretan kursi terdepan, mendampingi Presiden Jokowi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, Menteri Agama RI, Rektor UMM, Fauzan, Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Walikota Malang H Moch Anton, dan Bupati Malang Rendra Kresna.

Ketua KONI Kota Malang Rayakan Ultah Secara Sederhana di Bulan Spesial

Perayaan ulang tahun Bambang DH Suyono. (deny)

MALANGVOICE – Bulan Ramadan tahun ini dirasakan spesial bagi Bambang DH Suyono. Betapa tidak, di bulan suci umat Islam ini pria yang menjabat Ketua KONI Kota Malang menginjak usia 64 tahun.

Pada perayaan ulang tahunnya, Jumat (2/6) petang tadi, ia mengajak keluarga, sahabat, dan rekan kerja dalam syukuran bersama secara sederhana di salah satu rumah makan di kawasan Sulfat, Blimbing, Kota Malang.

Suasana guyub rukun serta beberapa candaan banyak terjadi sambil menunggu waktu berbuka puasa. Keluarga dan kerabat akhirnya memberikan kue ulang tahun sambil mengucap doa tanda syukur diberi umur panjang.

Mantan Sekda Kota Malang ini kemudian meniup lilin ditemani cucu dan sang istri. “Ya ini bentuk syukuran biasa saja. Sebenarnya sudah rutin tapi kebetulan pas di ulang tahun saya saja,” kata Bambang.

Selepas itu, Bambang menuturkan bahwa ulang tahun kali ini paling penting bukan perayaannya, melainkan instropeksi diri sendiri. Di usianya yang semakin senja, Bambang berharap bisa menjadi pribadi yang baik kepada manusia dan Tuhan.

“Kemarin apa yang sudah dilakukan harus lebih baik lagi. Masa mendatang harus lebih baik dari sekarang,” tandasnya.

Kakek yang memiliki tujuh cucu itu berharap di umur ke 64 tahun ini ia bisa terus bertugas dengan baik dan senantiasa menebarkan kebaikan. “Ya pokonya banyak-banyak instropeksi diri lah,” tandasnya.

PDIP Mulai Jaring Bakal Calon Wali Kota Malang

MALANGVOICE – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang mulai bergerak, menyongsong Pilkada 2018. Mereka membuka pendaftaran dan penjaringan Bakal Calon Walikota (Walkot) dan Wakil Walikota (Wawalkot) periode 2018-2023.

Pendaftaran ditangani panitia yang disebut sebagai tim 5. Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 1 – 15 Juni 2017, dengan rentang pengembalian berkas 15 – 30 Juni 2017 mendatang, di sekretariat DPC PDIP Kota Malang, Jalan R Panji Suroso No 5C, Kecamatan Blimbing.

Ketua Tim 5 panitia pendaftaran, DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, mengatakan, momentum hari kelahiran Pancasila menjadi kesempatan baik untuk membuka pendaftaran. “Seperti kita tahu, Juni ini kan bulan Pancasila. Nanti tiap harinya kita buka pukul 10.00 – 16.00 WIB,” papar Made, sapaan akrabnya.

Dalam penjaringan ini, siapa pun bisa mendaftar. Nantinya, para pendaftar diseleksi dan berkasnya akan dikirimkan ke DPD PDIP Jawa Timur untuk ditindaklanjuti oleh DPP PDIP.

“Selain menjaring calon dari internal, kami juga menjaring dari external partai dan kalangan terbuka (umum),” pungkasnya.