04 December 2022
04 December 2022
22.6 C
Malang
ad space

Ini Alasan Bapak Setubuhi Anak Kandung Sendiri Selama Empat Tahun…

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha dan Kasubbag Humas Ipda Made Marhaeni bersama pelaku persetubuhan anak kandung dan barang bukti yang diamankan. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Pelaku persetubuhan anak kandung sendiri, R (36) warga Sukun Kota Malang, mengaku tega melakukan aksi bejatnya itu karena berawal dari menghukum Tulip (nama samaran) setelah menonton adegan berciuman di film Korea.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha, Tulip saat itu masih kelas 4 SD kemudian dimarahi pelaku di dalam rumah. “Setelah dimarahi, pelaku meminta korban membuka baju dan terjadilah persetubuhan tersebut,” jelasnya, Selasa (28/11).

Persetubuhan itu terjadi sejak 2012, saat ini Tulip berumur 14 tahun dan duduk di kelas 3 SMP. Ambuka menambahkan, selama itu pelaku menyetubuhi korban setiap pulang sekolah saat ditinggal isitrinya bekerja. Korban disetubuhi hampir setiap hari, bahkan bisa sampai delapan kali sepekan.

Pelaku juga mengancam memukul Tulip apabila melapor kepada orang lain. “Korban diancam sehingga takut melaporkan. Kalau bicara sama orang lain akan dipukul,” lanjutnya.

Akan tetapi, korban akhirnya memberanikan diri bercerita kepada ibunya pada 13 November lalu dan dilaporkan ke Polres Malang Kota. Polisi awalnya tidak bisa menemukan pelaku karena melarikan diri selama tiga hari.

“Kemudian istri pelaku janjian bertemu di Merjosari dan seketika dilakukan penangkapan pada pelaku,” tutur Ambuka.

Pelaku kini harus meringkuk dalam sel tahanan. Ia diancam 15 tahun penjara karena dikenai Pasal 81, Ayat 2 dan 3 Undang-Undang No 17 Tahun 2016, Tentang perlindungan anak. Karena R adalah ayah kandung, hukuman ditambah sepertiga. (Der/Yei)

Kendaraan dan Penumpang Bukan Asal Malang Siap-Siap Disuruh Balik Kanan

Kendaraan luar kota mendapat penanganan dari petugas posko check point di Arjosari. (istimewa)
Kendaraan luar kota mendapat penanganan dari petugas posko check point di Arjosari. (istimewa)

MALANGVOICE – Antisipasi mudik pada lebaran tahun ini dan penyebaran Covid-19, Satlantas Polresta Malang Kota memberlakukan penyekatan di exit tol Madyopuro. Total sudah ada belasan kendaraan dari luar Malang yang disuruh balik kanan.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Priyanto, mengatakan, petugas yang bertugas di posko check point akan memeriksa asal-usul penumpang dan kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.

“Kendaraan dari luar daerah atau luar provinsi dan juga yang memiliki KTP luar Malang akan kami minta untuk kembali,” katanya.

Pemberlakuan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 pun juga dilakukan. Petugas yang dilengkapi APD wajib mengukur suhu tubuh pengemudi dan penumpang yang akan masuk ke Malang. Apabila ditemukan gejala sakit, petugas segera merekomendasikan perawatan ke Puskesmas atau rumah sakit.

Hal serupa juga dilakukan di posko check point utara kawasan depan Perum Graha Kencana. Semua kendaraan yang masuk wajib dicek petugas.

Priyanto berharap masyarakat mampu menahan diri tidak mudik agar Covid-19 tidak semakin menyebar. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah demi keselamatan bersama.

“Tujuannya agar wabah Covid-19 ini tidak meluas ke banyak daerah dan penanganannya bisa cepat selesai,” tandasnya.(Der/Aka)

Aksi Kejar-kejaran Suami Pergoki Istri Selingkuh di Sawojajar

ilustrasi (Istimewa).

MALANGVOICE – Aksi kejar-kejaran antara suami yang pergoki istri diduga selingkuh terjadi pada Ahad (11/7) di kawasan Sawojajar.

Kejar-kejaran itu melibatkan dua mobil yang dikendarai MA warga Sawojajar dengan kendaraan selingkuhan istrinya, Aida alias RA bernama Udik.

MA menceritakan awalnya sang istri berpamitan keluar bersama temannya. Namun, ada gelagat mencurigakan dari Aida sehingga MA membuntuti dari belakang.

Tak berselang lama, MA melihat sosok mirip istrinya di dalam mobil Avanza di daerah ruko Danau Toba pukul 19.00. MA yang menaruh curiga kemudian mendekat untuk memastikan wanita itu adalah istrinya.

“Saya melihat Aida di belakang ruko Avan Supermarket di dalam mobil Avanza milik Udik. Saya berusaha mendekat,” katanya kepada wartawan, Senin (12/7).

Upaya MA mendekat dilakukan sampai sekitar ruko Jalan Maninjau Raya.

“Setelah saya yakin itu adalah istri saya Aida dan pria bernama Udik itu, saya berhenti dan parkir mobil Datsun saya di depan mobilnya yang Avanza itu,” ujarnya.

Sayangnya saat melihat MA turun dari mobil, kendaraan Avanza yang dikendarai Udik dan Aida ini langsung tancap gas. Kejar-kejaran pun terjadi dari Jalan Danau Maninjau Raya, Jalan Danau Bratan, Jalan Danau Towuti, Jalan Danau Kerinci Kota Malang.

MA bahkan mengejar mobil tersebut sampai Jalan Sugriwo hingga Jalan Jaya Simandaran.

“Saya kejar seperti film action. Saya sempat teriaki agar berhenti dan baru bisa memotong jalurnya di Jaya Simandaran,” jelas MA.

Setelah kedua mobil berhenti, Aida dan MA turun. Mereka berdua cekcok di pinggir jalan sementara pengemudi Avanza kabur.

“Saya tanyai dia, ngapain dia berada di dalam mobil itu. Dia mengaku ‘alat kelaminnya lebih enak, kamu mau apa?’,” kata MA menirukan istrinya yang merupakan atlet bulutangkis.

Tak ingin lama-lama cekcok, MA memutuskan melaporkan tindakan istrinya itu ke Polresta Malang Kota lewat pengaduan resmi di SPKT.

“Jadwalnya nanti 19 Juli nanti konfirmasi kelanjutan penyelidikan laporan saya,” tegasnya.(der)

Mbois! Pemuda Lulusan SMP di Malang Ubah Sedan Biasa Jadi Lamborghini

Replika Lamborgini yang dibuat Bayu (kiri), (dok Bayu to MALANGVOICE.com).

MALANGVOICE – Mahandika Bayu Aji (22) pemuda asal Kota Malang, menarik perhatian masyarakat. Pasalnya dia berhasil membuat replika Lamborghini.

Kepada MVoice, pemuda yang tiggal di Jalan Raya Candi 3 no 358, Karangbesuki, Kota Malang ini mengatakan pembuatan replika Lamborghini tersebut berawal dari keinginnanya memiliki mobil berjenis sports buatan Italia itu, namun terkendala harganya yang cukup mahal.

Lalu, dirinya memutuskan nekat membuat replika Lamborghini itu dari dasar hingga kini prosesnya sudah mencapai 85 persen.

“Awal mula itu dari keinginan sendiri, lihat pembuatan replika Lamborghini dari Bandung sama Jogja. Terus cari inspirasi sembari ngumpulin modal dan akhirnya nekat,” ujarnya saat ditemui Malangvoice.com.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

Proses pembuatan replika Lamborghini dilakukan pemuda lulusan SMP itu seorang diri. Ia merombak sedan Mazda 323 mulai mesin, sasis hingga body mobil. Semua dilakukan dengan berbekal kemampuan yang dimiliki dari pengalaman kerja sebelumnya.

“Basic saya dulu ngelas, pernah juga di karoeseri morodadi, terus bikin-bikin pagar, body juga pernah di mebel hingga saat ini,” tuturnya.

Meski begitu, dalam pembuatan replika Lamborghini Bayu sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya pada minimnya modal yang dimiliki, sehingga pengerjaanya dilakukan secara bertahap.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

“Proses pengerjaan sampai saat ini kurang lebih sudah berjalan 10 bulan mulai 2020 dan mengerjakan itu jeda-jeda, jadi ngerjakan 1 bulan lalu 1,5 bulan libur dulu buat ngumpulin modal lagi,” kata dia.

Karena dalam pengerjaan replika Lamborghini itu dilakukan oleh Bayu tanpa dibantu siapapun, ketika ada pekerjaan yang perlu tenaga dua orang atau lebih juga menjadi kendala.

“Ngerjakan sendiri, jadi bingung kalau lagi angkat-angkat. Misalnya mau bayar temen juga kan meminimalisir modal. Jadi dikerjakan sendiri saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bayu menyampaikan untuk penyelesaian replika Lamborghini buatannya masih ada beberapa tahap, mulai dari pembuatan interior hingga kelistrikan.

“Total dari dasar hingga saat ini sudah keluar modal sampai Rp120 Juta. Tinggal interior sama kabel-kabel,” jelasnya.

Setelah keinginannya tercapai, Bayu merasa sangat puas, sebab dengan jerih payah yang sudah dicurahkan selama beberapa waktu ini, telah membuahkan hasil baik.

Ke depan, apabila proyek ini berhasil ia akan membuat workshop dan menerima pesanan modifikasi total mobil sport.

“Allhamdulilah Kerja keras yang sudah saya keluarkan telah berbuah baik, saya merasa sangat puas,” tandasnya.(der)

New Normal Malang Raya Bisa Batal, Ini Alasannya

Wali Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Skema transisi new normal bisa saja batal diterapkan Pemda Malang Raya, khususnya Kota Malang. Hal itu terjadi apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mematok masa adaptasi atau transisi new normal selama 7 (tujuh) hari dan akan dilakukan penilaian atau evaluasi. Namun, menurutnya, apabila tetap saja banyak yang acuh, bersikap mengabaikan dan tidak mau tahu, yang sederhana seperti tidak menggunakan masker. Maka bisa saja semua itu (new normal) dibatalkan.

“Jadi, saya tegaskan ini bukan melonggarkan. Ini justru makin diperketat berkaitan dengan protokol COVID-19. Yang jadi “hope”, harapan kita bersama adalah kita mulai berproses untuk kembali memutar roda ekonomi dan aktivitas sehari – hari secara normal,” jelasnya, Kamis (28/5).

Ia melanjutkan, agar harapan new normal menjadi kenyataan yang baik dan produktif, bergantung pada kedisiplinan masyarakat. Dicontohkannya, disiplin menggunakan masker, disiplin untuk mengambil jarak (physical distancing) dalam beraktivitas, disiplin mencuci tangan dengan sabun, disiplin beraktivitas olahraga dan berjemur dan setiap tempat usaha, tempat kerja, bisnis dan perdagangan melengkapi dengan standar protokol COVID-19.

“Ini lah saatnya menunjukkan antara keinginan dengan komitmen kedisiplinan dapat bergerak seiringan. Karena selama ini kami terus mendengarkan keluh kesah warga karena tidak dapat berusaha, pendapatan yang terus menurun serta yang lainnya karena tidak dapat beraktivitas,” sambung politisi Demokrat ini.

Wali Kota Sutiaji menegaskan kembali, jika masyarakat menginginkan kembali beraktivitas normal, maka penting harus diimbangi dengan kepatuhan dan kedisiplinan tentang protokol kesehatan tersebut.

“Aspek monitoring dan operasi penindakan di lapangan juga akan tetap dilakukan. Karena itu juga akan jadi tolok ukur sampai sejauh mana kesadaran masyarakat telah terbangun dan jadi habbit (kebiasaan),” pungkasnya.

Sekadar informasi, Menteri Kesehatan (Menkes) telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Memberikan panduan saat kembali bekerja pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), antara lain :
1. Bagi Tempat Kerja
a. Pihak manajemen/Tim Penanganan COVID-19 di tempat kerja selalu memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah terkait COVID-19 di wilayahnya, serta memperbaharui kebijakan dan prosedur terkait COVID-19 di tempat kerja sesuai dengan perkembangan.
b. Mewajibkan semua pekerja menggunakan masker selama di tempat kerja, selama perjalanan dari dan ke tempat kerja serta setiap keluar rumah.
c. Larangan masuk kerja bagi pekerja, tamu/pengunjung yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas. Berikan kelonggaran aturan perusahaan tentang kewajiban menunjukkan surat keterangan sakit.
d. Jika pekerja harus menjalankan karantina/isolasi mandiri agar hak-haknya tetap diberikan.
e. Menyediakan area/ruangan tersendiri untuk observasi pekerja yang ditemukan gejala saat dilakukan skrining.
f. Pada kondisi tertentu jika diperlukan, tempat kerja yang memiliki sumber daya dapat memfasilitasi tempat karantina/isolasi mandiri.

Menkes juga mengeluarkan SE Nomor : HK.02.01/MENKES/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid 19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha, dengan poin antara lain :
Bagi Pengurus atau Pengelola Tempat Kerja/Pelaku Usaha pada Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) untuk :
a. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area kerja dan area publik (mendisinfeksi fasilitas umum yang sering disentuh publik setiap 4 jam sekali).
b. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha.
c. Pastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan COVID-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
d. Melakukan pengecekan suhu badan bagi seluruh pekerja sebelum mulai bekerja dan konsumen/pelaku usaha di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja dengan suhu >37,30C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
e. Mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker.
f. Memasang media informasi untuk mengingatkan pekerja, pelaku usaha,pelanggan/konsumen dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/handsanitizer dan menggunakan masker
g. Melakukan pembatasan jarak fisik minimal 1 meter:

1) Memberikan tanda khusus yang ditempatkan di lantai area padat pekerja seperti ruang ganti, lift, dan area lain sebagai pembatas jarak antar pekerja.
2) Pengaturan jumlah pekerja yang masuk agar memudahkan penerapan menjaga jarak.
3) Pengaturan meja kerja, tempat duduk dengan jarak minimal 1 meter.

h. Melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan:
1) Menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir, customer service dan lain-lain).
2) Mendorong penggunaan metode pembayaran non tunai (tanpa kontak dan tanpa alat bersama).

i. Mencegah kerumunan pelanggan, dapat dilakukan dengan cara:
1) Mengontrol jumlah pelaku usaha/pelanggan yang dapat masuk kesarana ritel untuk membatasi akses dan menghindari kerumunan.
2) Menerapkan sistem antrian di pintu masuk dan menjaga jarak minimal 1 meter.
3) Memberikan tanda di lantai untuk memfasilitasi kepatuhan jarak fisik, khususnya di daerah yang paling ramai, seperti kasir dan customer service.
4) Menerima pesanan secara daring atau melalui telepon untuk meminimalkan pertemuan langsung dengan pelanggan. Jika memungkinkan, dapat menyediakan layanan pesan antar (delivery services) atau dibawa pulang secara langsung (take away).
5) Menetapkan jam layanan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(der)

Suasana Haru Menyelimuti Prosesi Pemakaman Hero Tito

Suasana haru di rumah duka, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Warga, kerabat hingga sahabat mendatangi rumah duka Hero Tito (35) pada Jumat (4/3). Suasana haru pun menyelimuti kepergian petinju yang memiliki julukan Hero “The Lion” Tito.

Jenazah Hero atau Pemiliki nama asli Heru Purwanto tiba di rumah duka pada sekitar pukul 06.30 pagi dari RS Mitra Keluarga, Jakarta. Kemudian pada pukul 08.00 jenazah dibawa menuju TPU yang berada di dusun Sindurejo, Pakis, Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, promotor Hero, Armin Tan juga ikut mengantarkan jenazah Hero menuju pemakaman.

Suasana haru di rumah duka, (Bagus/Mvoice).
Jenazah dibawa menuju TPU, (bagus/Mvoice).

Baca Juga: Kisah Perjuangan dan Kerja Keras Hero Tito, Belajar Tinju Pakai Sandal Sebagai Target Pukul

Menurut Armin, Hero merupakan petinju senior yang memiliki fisik yang sangat bagus. Bahkan seringkali Armin membandingkannya dengan petinju baru yang memiliki umur lebih muda.

“Saya memiliki banyak petinju di camp. Meski banyak petinju yang lebih mudah usianya, fisiknya tetap kalah dibandingkan dengan mas Hero,” ujarnya saat ditemui awak media di TPU, Jumat (4/3).

“Saya ingat bertanding dengan petinju baru usia 21. Waktu latihan itu saya bilang contoh mas Hero, umurnya 35 tapi dia masih lebih kuat dari kamu (petinju baru), lalu mas Hero teriak bang sebentar lagi aku 36 dan itu membekas sekali di memoriku,” sambungnya.

Jenazah usai dimakamkan, (Bagus/Mvoice).

Sementara itu, Siswanto, kakak kandung Hero Tito, merasa tidak menyangka adiknya telah berpulang secepat ini, di usia 35 tahun.

Padahal, Ia mengingat moment penting bersama adiknya, dimana setiap akan bertanding, Hero selalu meminta Siswanto untuk memijatnya.

“Biasanya setiap mau tanding minta pijit saya. Itu selalu teringat-ingat terus,” ucap dia.

Perlu diketahui, Hero Tito meninggal dunia pada Kamis (3/3) kemarin, usai dirawat selama 5 hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, karena cedera otak.(der)

Anak Usia 10 Tahun Rela Putus Sekolah Demi Layani Ayahnya yang Lumpuh

MALANGVOICE – Malang betul nasib Siswoyo (49) warga Jalan Raya Tlogomas nomor 83 RT 04 RW 07, Kota Malang.

Karena lumpuh, Iswanto selama delapan bulan terakhir hanya bisa berbaring tak berdaya di atas kasur yang berantakan.

Hanya kedua anaknya, Muhammad Ilham (10) dan Muhammad Rizky (4) yang setia menemani dan melayani sang ayah.

Istri Siswoyo, Sri Mulyati telah meninggal dunia usai kecelakaan pada Desember 2020 lalu. Saat itu Iswanto bersama keluarganya perjalanan dari Lamongan menuju Kota Malang.

“Saat itu saya bersama dengan istri dan dua anak saya pulang dari Lamongan. Sesampai di daerah Pujon, kami mengalami kecelakaan hingga akhirnya istri saya meninggal,” ujarnya saat ditemui Mvoice, Jumat (20/8).

Siswoyo yang sebelumnya bekerja sebagai penjual layangan itu mengaku, usai mengalami musibah kecelakaan tersebut dia masih dalam keadaan sehat dan mampu berjalan.

“(Waktu itu) masih sehat-sehat cuman kayak kecetit aja. Pada bulan Januari 2021 mulai timbul benjolan di bagian ketiak bersamaan saya juga nggak bisa gerak,” ucap dia.

Sejak saat itu hingga sekarang, dia hanya bisa bergantung pada anak sulungnya Ilham untuk membantunya baik makan, minum hingga ketika akan pergi ke kamar mandi.

Tentu saja perawatan yang didapat Siswoyo juga terbilang belum maksimal, sebab kedua anaknya masih sering meninggalkannya sendiri untuk bermain.

“Kadang-kadang itu saya ditinggal sendiri sampai tidak makan dan minum lama. Jadi Rizky sama Ilham ini bangun keluar main,” ceritanya.

“Siang sekitar jam 12.00 pulang, saya minum ditinggal lagi sampai sore baru bisa makan,” sambungnya.

“Tapi mau bagaimana lagi, ya harus dimaklumi karena mereka masih anak-anak,” imbuhnya.

Dari situ, Siswoyo sendiri memiliki kemauan kuat untuk bisa sembuh dan kembali seperti sediakala demi kedua anaknya.

“Intinya saya mau dan harus semangat hidup. Kasihan anak saya masih kecil-kecil,” harap dia.

Selama beberapa bulan ini Siswoyo mengaku kebutuhan makan setiap hari hanya bisa bergantung pada bantuan dari tetangga atau dermawan yang datang.

Kondisinya sendiri yang lumpuh tidak memungkinkan untuk memasak.

“Jadi kalau untuk makan biasanya dikasih sama tetangga atau orang-orang yang datang gitu. Tapi kalau punya uang ya beli,” imbuhnya

Sementara itu, anak sulung Siswoyo, Muhammad Ilham selama ini telah merawat Ayah dan Adiknya Rizky. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumahnya Ilham berjualan mainan dan Nasi Kuning.

“Jadi mainan sama nasi kuning saya ambil dari orang terus saya jual. Nanti hasilnya buat makan, beli popok buat ayah,” kata dia.

Selain merawat ayahnya yang tidak berdaya dan adiknya, Ilham juga harus rela berhenti sekolah lantaran tidak memiliki biaya untuk melanjutkannya.

“Saya kelas 4 (SD) dan adik saya harusnya masuk TK. Karena nggak ada biaya jadi tidak sekolah dulu,” ucap Ilham.(end)

33 Korban Meninggal Akibat Kecelakaan di Kota Malang

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto (tengah) saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Sejak Januari hingga Agustus Tahun 2021 terdapat 33 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas di Kota Malang.

Menurut Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, jumlah itu menjadi penyumbang 1 persen dari total 3.176 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas di Jawa Timur.

Guna mengurangi jumlah korban Laka Lantas serta menekan aksi balap liar di Kota Malang, pihaknya berencana melakukan pemasangan Speed Trap di beberapa titik jalan.

“Kita bahas di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Karena banyaknya terjadi trek-trekan, kebut-kebutan, ada beberapa lokasi yang harus kita pasang speed trap,” ujarnya, Selasa (26/10).

Perlu diketahui di beberapa ruas Jalan di Kota Malang seperti, Jalan Ahmad Yani, Jalan Letjen S Suparman, Jalan Ijen dan Jalan Soekarno-Hatta sering digunakan untuk balap liar.

Meski begitu, Pria yang akrab disapa Buher itu belum bisa memastikan berapa titik lokasi yang akan dipasang speed trap. Pihaknya akan melakukan pembahasan lagi nantinya dalam forum Lalu Lintas (Lalin) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Terpisah, Kadishub Kota Malang, Heru Mulyono menyampaikan akan melakukan kajian dan perhitungan terlebih dahulu, terkait pemasangan speed trap tersebut.

“Kita juga berhitung dengan ketinggian speed trap itu hanya 9 milimeter dengan 20 milimeter dan berapa unit itu nanti akan kita hitung getarannya,” terangnya.

Kajian dan perhitungan itu perlu dilakukan untuk mencegah munculnya dampak buruk pada kawasan yang akan dipasang speed trap nantinya.

“Karena pemasangan speed trap itu bisa berpengaruh pada kondisi kendaraan dan bangunan di sekitar lokasi speed trap,” ucap dia.(end)

Dinkes Sarankan Masyarakat Kurangi Konsumsi Nasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Berdasarkan hasil konsultasi dan cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang beberapa waktu lalu, ternyata kadar gula dan tekanan darah masyarakat Kota Malang cenderung tinggi. Hal itu dikarenakan pola makan tidak sehat dan tidak seimbang.

Menurut Kepala Dinkes Kota Malang, Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM, selama ini nasi selalu jadi dominasi dalam asupan makanan sehari-hari. Pagi nasi, siang nasi, malam pun masih nasi. Padahal, Rachmi menyebut kandungan karbohidrat nasi sangatlah tinggi. Makan banyak nasi tidak dibenarkan.

“Makan nasi terlalu banyak itu tidak baik, karena malah merugikan tubuh. Karbohidrat itu diubah menjadi trigliserida, lemak jahat,” paparnya saat dihubungi awak media.

Asih menyarankan masyarakat mulai rajin makan sayur lebih banyak. Bukan hanya orang dewasa saja, bayi dan anak-anak juga harus terbiasa makan sayur. Selain sayur ada beberapa pilihan makanan yang bisa menggantikan nasi.

Oetmal misalnya, adalah salah satu jenis gandum yang dapat membantu mengurangi lemak dan kolesterol. Oatmeal bisa dikobinasikan dengan berbagai macam makanan dan buah seperti pisang atau susu. Oatmeal juga bisa membuat kenyang lebih lama.

Selain itu bisa dicoba kentang, yang tidak mengandung banyak karbohidrat. Di dalamnya terdapat pati, vitamin E, vitamin K, vitamin B, vitamin C, zat besi, magnesium dan seng. Rutin mengonsumsi kentang bisa meningkatkan fungsi otak, menutrisi kulit, dan menurunkan tekanan darah. Pengganti lainnya adalah ubi jalar. Ubi jalar memiliki rendah lemak dan kalori. Mengonsumsi ubi jalar dapat melancarkan pencernan dan meningkatkan stamina. (Der/Ulm)

Perumahan Subsidi Maupun Tidak, Pengembang Harus Penuhi Fasum- Fasos

Diah Ayu Kusumadewi.

MALANGVOICE – Pemenuhan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) jadi tanggung jawab developer alias pengembangan. Baik itu perumahan kategori bersubsidi maupun tidak.

Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi.

“Dalam aturannya, fasum dan fasos wajib disediakan pengembang. Tidak pandang bulu meskipun itu perumahan bersubsidi,” katanya, Rabu (23/1).

Peraturan yang dimaksud, yakni sesuai Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 11/2008 tentang Pedoman Keserasian Kawasan Perumahan dan Permukiman, setiap pengembang wajib menyediakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Termasuk bagi perumahan bersubsidi yang sebagian anggarannya didapat dari bantuan pemerintah pusat.
Fasiltas yang dimaksud itu antara lain seperti jalan penghubung, drainase, taman bermain, tempat ibadah dan ruang terbuka hijau. Pengembang wajib menyediakan tanah seluas 30 persen dari total keseluruhan pembangunan dalam site plan sebagai fasum dan fasos. Berkaitan dengan mobilitas warga.

Diah melanjutkan, Pemerintah Kota Malang memiliki produk hukum yang berkaitan dengan pembangunan perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi. Salah satunya berkaitan dengan luasan lahan pemakaman yang wajib difasilitasi dan disiapkan pengembang. Hal itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman. Dijelaskan bahwa kewajiban pengembangan menyediakan lahan pemakaman seluas dua persen dari total lahan dalam site plan.

“Jadi setiap perumahan wajib memenuhi ketentuan itu. Jika tidak, izin akan tidak dikeluarkan,” sambung dia.

Bahkan dalam pasal 20 ayat 1, dijelaskan setiap pengembang perumahan/pengusaha real estate dan sejenisnya berkewajiban menyediakan lahan utilitas umum untuk tempat pemakaman penduduk yang tertuang dalam rencana tapak (site plan) atau Advice Planning (AP) seluas minimal dua persen (dua persen) dari luas tanah yang akan dibangun oleh pengembang atau sejenisnya pada lokasi tersebut.

Apabila tidak memungkinkan untuk mengembangkan pemakaman di kawasan tersebut, maka pengembang wajib menyediakan lahan pengganti di tempat lain yang telah ditentukan oleh Pemerintah Daerah atau memberikan dana pengganti sebelum ditetapkan rencana tapak (site plan) atau Advice Planning (AP) sebagaimana dalam pasal 20 ayat 2.

“Pengembang wajib memberikan dana pengganti penyiapan lahan atau tempat pemakaman kepada Pemerintah Daerah sebanding dengan harga tanah yang seharusnya disediakan. Lalu pemerintah daerah wajib mencarikan (pengganti) tempatnya,” urainya.(Der/Aka)