Anggota Lantas Tewas Kecelakaan di Jalan Kolonel Sugiono

Briptu Dodik Restu Purnomo semasa hidup. (istimewa)

MALANGVOICE – Seorang anggota polisi dari satuan Lantas Polres Mojokerto, Briptu Dodik Restu Purnomo, tewas kecelakaan di Jalan Kolonel Sugiono, Mergosono, Kota Malang, Minggu (16/12).

Korban yang mengendarai kendaraan patwal 1225197-X diduga berserempetan dengan sepeda motor Supra X nopol N 5273 DE sebelum jatuh.

Dijelaskan Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro, korban sedang perjalanan dinas dari Kabupaten Mojokerto ke Malang.

Sesampainya di lokasi, korban diduga hendak menyalip kendaraan di depannya karena kondisi lalu lintas padat merayap.

“Dodik mau menyalip ke kanan, kemudian ada kendaraan dari arah berlawanan. Dodik mengerem mendadak,” katanya.

Saat mengerem mendadak, motor korban jatuh dan Dodik terpelanting ke aspal. “Kepalanya membentur aspal,” lanjutnya.

Korban saat itu langsung dievakuasi ke RS Panti Nirmala. Namun, di sana dinyatakan meninggal dunia. “Jenazah kemudian divisum dan dibawa ke rumah duka di Mojokerto. Anggota Polres Mojokerto sudah ke sini,” tandasnya.

Sementara pengemudi Supra, Ridho juga dirawat di rumah sakit.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Polisi Temukan Bukti Baru Misteri Kematian Mantan Wakapolda Sumut

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni. (Muhammad Choirul)
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Polisi masih berupaya mengungkap misteri kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol (purn) Agus Samad. Kassubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni, mengatakan, pihaknya baru saja menemukan bukti baru.

“Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) belum bisa disimpulkan secara utuh, namun ada satu lagi bukti baru,” ungkapnya, Minggu (25/2) siang.

Bukti yang dimaksud ialah adanya tetesan darah pada tembok pagar di lantai 2, menuju arah lantai 3 rumah yang ditempati korban. Selain itu, tetesan darah juga ditemukan pada daun pisang dan kulit jeruk di TKP.

“Ini akan kami dalami lebih lanjut. Bukti baru ini menunjukkan bahwa ada orang yang sempat naik ke atas, kami belum tahu ini bunuh diri atau apa, namun bisa juga itu jejak pelaku,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi juga menemukan cairan yang diduga muntahan makanan. Marhaeni menyebut bahwa cairan tersebut bercampur dengan darah yang tercecer di sekitar tubuh korban ketika ditemukan tewas.

“Saat ini masih dilakukan uji laboratorium, sepertinya (muntahan) itu bukan makanan baru, mungkin sekitar satu atau dua hari,” tandasnya.

Sejalan dengan itu, polisi juga masih menunggu hasil autopsi jasad korban. Dia menyebut, kemungkinan hasil autopsi baru bisa didapat pada Senin (26/2) besok.

Sementara itu, polisi juga masih akan memintai keterangan para saksi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Agus Samad ditemukan tewas Sabtu (24/2) pagi di dalam rumahnya Perum Bukit Dieng Permai.

“Istrinya semalam belum datang, dia tengah berlibur ke Bali, kami belum tahu hari ini sudah bisa dimintai keterangan atau belum. Motif belum ditemukan, belum bisa mengambil kesimpulan, ada permasalahan keluarga atau gimana belum tahu,” pungkasnya.(Coi/Aka)

BNN Kota Malang

BREAKING NEWS: Balai Kota Malang Digeledah KPK

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan pemeriksaan di Balai Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kabar mengejutkan muncul dari Balai Kota Malang. Bangunan milik Pemkot Malang itu digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/8).

Pantauan MVoice di lokasi, sekitar lima penyidik KPK memeriksa beberapa ruangan. Penggeledahan berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB.

Pemeriksaan berlangsung tertutup. Awak media hanya diperkenankan mengambil gambar dari depan Ruang Sidang Balai Kota. Sementara, petugas melakukan penggeledahan di Ruang Wali Kota dan  Ruang Sekretaris Daerah (Sekda). 

Wali Kota Malang, HM Anton, tampak tidak sedang di lokasi. Beberapa pejabat Pemkot yang berada di lokasi antara lain Sekda, Wasto, dan Kepala Bagian Humas Pemkot, Nur Widianto.

Belum ada pihak yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini. Hingga berita ini ditulis pukul 12.43, penggeledahan masih berlangsung. 


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Universitas Negeri Malang Benarkan Mahasiswanya Ditangkap Polisi, Begini Responnya

Ilustrasi mahasiswa Anarko
Ilustrasi (Istimewa)

MALANGVOICE – Universitas Negeri Malang membenarkan satu dari tiga aktivis Kamisan Malang yang ditangkap polisi, berinisial AFF (22), merupakan mahasiswanya. Pihak kampus berencana memberikan pendampingan hukum ( advokasi ) kepada AFF yang diketahui juga merupakan aktivis pers mahasiswa tersebut.

Hal itu dibenarkan Kasubag Humas Universitas Negeri Malang, Ifa Nursanti, Kamis (23/4). Ia mengatakan, pihak kampus melalui bidang kemahasiswaan sedang berkoordinasi, pasca bertemu dengan Polresta Malang Kota. Pada koordinasi tersebut, salahsatunya merencanakan untuk memberikan pendampingan hukum.

“Rencana seperti itu (advokasi) ada. Masih dikoordinasikan,” kata Ifa kepada MVoice, beberapa saat lalu.

Teknisnya seperti apa, Ifa belum bisa menjelaskan detail. Sebab pihaknya belum mendapat laporan hasil koordinasi.

“Dan hasilnya belum tersampaikan ke kami,” tutupnya.

Seperti diberitakan, sejumlah tiga mahasiswa aktivis Kamisan Malang ditangkap polisi dengan dugaan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, Minggu (19/4). Modusnya dengan mencoret properti bertuliskan tulisan ‘Tegalrejo Melawan’ dengan pilok atau cat semprot. Polisi melalui konferensi persnya mengatakan, motif ketiga aktivis tersebut karena tidak terima dan mengajak masyarakat melawan kapitalisme yang merugikan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Gelombang Pasang Menerjang Pantai Malang Selatan

Gelombang pasang pantai Kabupaten Malang. (Istimewa/BPBD)

MALANGVOICE – Beberapa pantai di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan diterjang gelombang pasang, sejak Selasa 26 Mei 2020. Otoritas setempat memastikan tidak ada kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat fenomena alam tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bagyo Setiono mengatakan, gelombang pasang laut menerjang hampir sepanjang pesisir wilayah Kabupaten Malang. Pihaknya telah memastikan tidak ada kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. Terlebih seluruh pantai komersil telah ditutup dari akses wisatawan. Dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya.

“Tak ada (korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur). Gelombang pasang biasa. Penyebabnya low pressure di Utara Barat Australia,” kata Bagyo dihubungi, Rabu (27/5).

Ia menambahkan, berdasarkan data Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peringatan dini gelombang pasang hingga mengakibatkan banjir ROB telah diedarkan. Dijelaskan, bahwa fenomena tersebut terjadi akibat aktivitas pasang air laut, kondisi gelombang tinggi, dan curah hujan tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir wilayah Indonesia. Termasuk wilayah pesisir selatan Jawa Timur.

“Sekarang sudah mulai surut. Meski demikian, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” pungkasnya.(der)

BNN Kota Malang

Warga Kota Malang Kembalikan Uang “Money Politics” ke Bawaslu

Warga datangi kantor Bawaslu Kota Malang (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa warga Kota Malang mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Senin (6/5). Mereka datang untuk mengembalikan uang dari “money politic” yang diterima jelang Pemilu 17 April 2019 lalu.

Salah satu warga yang mengembalikan uang tersebut adalah, Agus Mulyono. Ia menegaskan jika beberapa warga yang datang ke Bawaslu itu, takut akan isu yang beredar jika lembaga anti rasuah yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang turun untuk menindak praktik money politics.

“Ada beberapa orang mengembalikan uang money politik, saya tidak kenal, pas waktu saya berangkat ke Bawaslu, ternyata juga ada yang mengembalikan uang tersebut,” kata Agus

Ia menegaskan, jika pihaknya tidak melakukan laporan. Hanya secara moral mengembalikan uang yang tidak pantas diterima dalam kontestasi Pemilu 2019. “Saya tidak laporan tidak menyebut nama caleg tertentu. Saya hanya mengembalikan uang yang tidak seharusnya diterima,” tukasnya

Terpisah, Komisioner Bawaslu Kota Malang Hamdan Akbar Safara mengatakan memang ada beberapa warga yang mendatangi kantornya untuk mengembalikan diklaim uang namun masih dalam amplop tersegel. Pihaknya pun menolak menerima karena tidak disertai bukti-bukti lain yang kuat.

“Akadnya cuma ingin mengembalikan uang. Kami menyarankan ada laporan silahkan asal ada bukti formil yang kuat, misal video atau minimal bukti rekaman percakapan,”

Ia menduga warga ketakutan dan khawatir menerima sanksi juga akibat money politics. Padahal dalam undang undang, penerima tidak terkena sanksi.

“Masalah, mereka datang ke Bawaslu cuma ngasihkan uang tersebut, tidak memberikan info kapan pemberiannya dan pemberinya siapa,” tutupnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Foto Diduga dari Dalam Lapas Kota Malang Beredar di Medsos

Ilustrasi Lapas Kelas 1 Lowokwaru Kota Malang.(deny rahmawan)

MALANGVOICE – Media sosial dihebohkan dengan postingan salah satu pengguna Facebook di grup. Foto itu kemudian viral dan menjadi perbincangan.

Betapa tidak, akun atas nama Indra Kusuma ini mengunggah foto aktivitas di dalam penjara beserta caption. Foto itu diduga diambil di dalam Lapas Kelas 1 Lowokwaru, Kota Malang.

Pihak Lapas Kelas 1 Malang melalui Kepala Keamanan, Giyono, mengaku sudah mendapat informasi itu. Petugas lapas pun segera melakukan interogasi internal. Hasilnya diketahui akun tersebut menggunakan foto narapidana narkoba, Indra Sugianto.

“Setelah ketemu orangnya kami interogasi. Yang bersangkutan menyangkal bahwa itu di FB tulisannya,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/6).

Meski mengelak, pihak lapas tetap menganggap Indra sudah melanggar. Hal itu berdasar dari bukti yang ada di foto-foto akun Facebook tersebut. “Karena kami dasarnya dari bukti di akun itu, maka tetap dianggap pelanggaran. Yang bersangkutan kami proses sampai tahap berikutnya,” ujarnya lagi.

Proses penyelidikan pihak Lapas Kelas 1 Kota Malang ini juga melibatkan pihak Polres Malang Kota. Tim dari polisi diminta melacak jejak akun atau nomor yang dicurigai sebagai pengunggah konten di Facebook.

“Kami jelas koordinasi dengan Polres Malang Kota untuk ungkap ini. Sudah diketahui posisinya,” lanjutnya Giyono.

Meski begitu, Giyono mengakui sulitnya melacak penyelundupan HP dari luar lapas. Dikatakannya ada 3.122 warga binaan di Lapas Kelas 1 Kota Malang saat ini sehingga tidak bisa mengawasi satu persatu warga binaan lapas.

“Kami berusaha zero HP di lapas. Tapi dengan hunian 3.122 per hari ini kami tidak bisa menjamin 100 persen. Yang jelas petugas di lapas juga sudah disumpah agar tidak memasukkan HP dan narkoba,” tandasnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Akademisi UB: Pasca Pilpres 2019, Pancasila ‘Mati’, Berubah jadi Pancatuna

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Prof Dr Unti Ludigdo dalam agenda diskusi bertajuk Harmoni Pasca Pilpres di Hotel Savana, Sabtu (29/6). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Akademisi serius menyoroti dampak di masyarakat, pasca pemilu presiden (pilpres) 2019. Sebab, yang terjadi akibat pesta demokrasi itu justru adanya perubahan dari ideologi Pancasila menjadi Pancatuna.

Hal ini diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Prof Dr Unti Ludigdo dalam agenda diskusi bertajuk Harmoni Pasca Pilpres di Hotel Savana, Sabtu (29/6). Dalam paparannya berjudul Disharmoni dalam Pluralitas dan Kematian Pancasila, Unti menyatakan bahwa ironi yang terjadi kekinian adalah prinsip Ketuhanan telah terkalahkan dengan nilai keuangan, prinsip kemanusiaan telah tergadaikan dengan spirit kekuasaan, prinsip persatuan telah tergerus dengan ego lokalitas berbasis SARA, prinsip kepemimpinan dengan hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan tergantikan dengan kepemimpinan berdasarkan kontestasi suara individual, dan prinsip keadilan sosial telah bertransformasi menjadi keadilan oligopolis (keadaan pasar).

“Realitas dalam Pancatuna, Tuhan diyakini ada namun ditiadakan dalam sikap dan perilaku serta agama hanya sekedar sebagai aksesoris gaya hidup. Lokalisme baru berbasis SARA cenderung menjadi arus untuk melemahkan persatuan dan juga kegotongroyongan Indonesia. Kepemimpinan dibangun dalam suasana yang lebih kompetitif daripada sinergi. Keadilan sosial tereduksi oleh keserakahan beberapa pihak yang memiliki akses pada kekuasaan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, disharmoni (ketidakselarasan) akibat Pancatuna diantaranya, kelaziman saling fitnah terjadi, kebohongan sebagai hal lumrah, kesantunan Indonesia telah tereduksi, take for all sebagai hasil kontestasi.

“Ketidakpedulian atas suatu peristiwa yang menimpa pihak lain karena menganggap bukan bagian dari kami kebebasan menjadi segalanya dalam tata kehidupan sehingga siapapun bisa berbicara, bersikap dan bertindak apa saja,” ujarnya.

Fenomena tersebut seharusnya dapat segera ditangani. Agar terjadi atau tercipta kembali suasana bermasyarakat yang harmonis. Mengembalikan marwah ideologi Pancasila. Solusinya, adalah menjadikan Pancasila sebagai referensi nyata dalam berbangsa Indonesia namun tidak dijadikan alat politik untuk menegasikan pihak lain yang tidak dalam barisan penguasa pemerintahan. Berbagai perumusan regulasi kebijakan harus dipastikan tidak bertentangan dengan substansi nilai-nilai Pancasila.

“khususnya dalam bidang politik, instrumen demokrasi dan tata politik Indonesia perlu dievaluasi kembali kesesuaiannya dengan Pancasila. Kemudian revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam narasi kekinian di Indonesia,” pungkasnya.(Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Satu Mahasiswi Polinema Positif Covid-19, Kampus Terus Pantau Perkembangan

Tenda pengecekan kesehatan para tamu Polinema. (istimewa)
Tenda pengecekan kesehatan para tamu Polinema. (istimewa)

MALANGVOICE – Satu mahasiswi Politeknik Negeri Malang (Polinema) positif terjangkit virus corona (Covid-19).

Satu mahasiswi ini sekarang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kanjuruhan.

“Memang benar ada mahasiswi dari jurusan Teknik Elektro,” kata Kepala UPT Humas Polinema, Dr Nur Salam.

Satu orang yang dinyatakan positif ini sudah diisolasi sejak 21 Maret lalu. Mahasiswi ini diketahui tinggal di kawasan Kabupaten Malang.

Menanggapi adanya satu orang yang dinyatakan positif, Polinema segera tanggap dengan aktif memantau perkembangan pasien. Termasuk teman-teman satu kelas.

“Alhamdulilah teman satu kelas dengan pasien melaporkan dalam keadaan sehat pada Senin kemarin. Tapi kami masih tetap terus memantau perkembangan selanjutnya dan berharap semua baik-baik saja,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga penyebaran virus yang berasal dari Wuhan ini, Polinema menerapkan kebijakan screening atau protokol masuk ke dalam kampus. Yakni wajib menggunakan masker, memakai hand sanitizer dan dicek suhu tubuh.

“Kami menerapkan one gate system sekarang. Jadi dipusatkan masuk di satu pintu untuk pengecekan para tamu sesuai SOP,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Satu-persatu Tirai Misteri Kematian Agus Samad Terungkap

lokasi rumah Agus Samad. (deny rahmawan)
lokasi rumah Agus Samad. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Satu-persatu tirai misteri kematian Kombes Pol (purn) Agus Samad mulai terkuak. Terakhir, polisi yang terus mendalami kasus ini menemukan fakta baru.

Kematian mantan Wakapolda Sumut itu memang menjadi perhatian. Pria 71 tahun ditemuka tergeletak tak bernyawa di taman belakang rumahnya sendiri, Perum Bukit Dieng Permai blok MB-9, Sabtu (24/2). Kakinya terikat tali rafia hitam yang dikaitkan ke balkon lantai tiga.

Tak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 10 meter ada bercak darah diduga juga milik Agus Samad. Darah itu diduga keluar dari tangan korban yang penuh luka sayat serta muntahan.

Sedangkan rumah Agus dalam kondisi terkunci rapat dan tidak ada barang berharga dilaporkan hilang serta rumah tidak dalam kondisi teracak-acak.

Selama tujuh hari melakukan penyelidikan, polisi masih ragu menyebut ia murni bunuh diri atau dibunuh.

Terakhir, penyebab kematian Agus sudah diketahui, yakni patahnya tulang rusuk kiri hingga menembus jantung. Hal itu juga jadi pertanyaan, bagaimana tulang rusuknya bisa patah? Polisi masih merahasiakannya.

Baru-baru ini sampel darah dan cairan muntahan korban diperiksa di labfor dan dikirim ke Mabes Polri. Hasil sementara terkuak apa yang ada di dalam lambung korban.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, hasil autopsi sementara di dalam lambung korban tidak ditemukan adanya racun serangga.

“Bukan racun serangga yang mematikan korban. Tidak ada itu sampel di lambungnya,” kata Frans kepada awak media.

Tentu hasil itu semakin membuat kasus ini mulai jelas. Polisi tak henti-hentinya melakukan olah TKP kembali di rumah korban dan memeriksa saksi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, berharap dalam waktu dekat kasus ini bisa segera terungkap. “Semoga bisa cepat terungkap, ya,” singkatnya.
(Der/Ery)

BNN Kota Malang