ASN Penggugat Pemkot Batu Mengaku Diintimidasi

Arif Setyawan (dok MVoice)

MALANGVOICE – Gugatan ASN Pemkot Batu, Arif Setyawan, akibat dicopot dari jabatan eselon IIb mulai memanas. Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu ini mengaku mendapat intimidasi dari pihak tergugat.

Hal ini diungkapkan langsung Arif Setyawan dalam agenda yang mengundang awak media, di Joglo Dau, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu sore (16/7).

Arif membeberkan bahwa dirinya mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Achmad Suparto. Tepatnya saat Apel pagi, Senin pekan lalu (10/7), namanya diungkapkan dalam gelaran apel tersebut dan terkesan menyudutkan. Terlebih kaitannya dengan proses gugatannya yang telah diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

“Sebagai pejabat, dia (Achmad Suparto) janganlah mendramatisir apalagi mengintimidasi. ASN seperti saya ini mengajukan gugatan hal yang wajar, lumrah dan biasa saja,” kata Arif.

Terlepas dari perlakuan kurang menyenangkan itu, Arif menegaskan bahwa pemberhentian dari jabatan bahkan mengarah pada pemecatan itu cacat hukum.

Hal yang tertuang dalam keputusan Wali Kota Batu nomor: 821.2/09/SK/422.202/2017 tertanggal 20 Maret, menurutnya bertentangan dengan peraturan perundang undangan dan asas umum pemerintahan yang baik. Bahkan tentang indisipliner yakni absensi diragukannya.

“Soal absensi akhir Maret saya masih melakukan tanda tangan laporan pertanggung jawaban kok. Jadi soal lalai dari tanggung jawab itu tidak benar,” ujarnya dengan nada kecewa.

ASN yang bertugas di Pemkot Batu sejak 2001 ini menambahkan, dirinya baru tahu ada pemberhentian jabatan awal April. Lantas Arif berusaha meminta klarifikasi langsung kepada Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Namun, berkali-kali usahanya untuk bertemu tak menuai hasil. “Saya ngantri bolak-balik ke sekpri beliau juga selalu gagal,” bebernya.

Agar tidak terulang dan menimpa ASN yang lain, Arif mengaku akan maju terus tentang gugatannya di PTUN Surabaya. Rabu mendatang (19/7) dijadwalkan berlangsung sidang perdana. “Saya tidak menargetkan menang dalam gugatan ini. Terpenting agar jadi pembelajaran dan biar cukup saya saja yang mengalami,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

ER Blak-Blakan Soal Maju Pilgub Jatim 2018, Ini Lengkapnya…

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dan Gus Ipul saat menghadiri Batu Bersholawat di Balai Kota Among Tani, 27 April silam. (dok.)
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dan Gus Ipul saat menghadiri Batu Bersholawat di Balai Kota Among Tani, 27 April silam. (dok.)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko akhirnya buka suara terkait isu maju menjadi cawagub Jatim dalam Pilgub Jatim 2018. Dalam isu yang viral itu, orang nomor satu di Kota Batu ini disandingkan dengan Wakil Gubernur Jatim aktif, Saifullah Yusuf.

Baca juga : ER Maju Pilgub Jatim 2018?

Berikut petikan wawancara MVoice, Sabtu (15/7):

Apa benar bapak maju pilgub 2018 sesuai isu yang viral di sosmed?

Saya kira partai, khususnya PDIP, telah mempersiapkan kader atau calon yang dipersiapkan maju pilgub dan semua kader jika diperintah ya harus siap.

Lantas sejauh ini sudah adakah keputusan dari partai?

Pokoknya yang penting hak untuk menyampaikan itu dari partai bukan saya. Nanti saya ge’er.

Lalu apa sudah ada komunikasi politik dengan Gus Ipul (Saifullah Yusuf) sejauh ini?

Soal komunikasi kan tidak harus lewat WA. Anda bisa lihat dari seringnya beliau datang ke sini juga (Kota Batu).

Perlu diketahui, ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko akan mengakhiri kepemimpinan dua periodenya, akhir Desember mendatang. Sinyalemen untuk maju sebagai orang nomor dua di Jawa Timur dalam pesta demokrasi 2018 mendatang sangat besar terjadi. Terlebih, sejak menjabat Wali Kota Batu 27 Desember 2007 silam, Kota Batu berkembang pesat sebagai destinasi wisata nasional dan internasional.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Penonton Bawa Bayi Hingga Berkemah, Simak Serunya FMF!

Danilla, salah satu penampil dalam Folk Music Festival (FMF) 2017di Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Sabtu malam (15/7). (Aziz Ramadani)
Danilla, salah satu penampil dalam Folk Music Festival (FMF) 2017di Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Sabtu malam (15/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Banyak pernak pernik antusiasme gelaran Folk Music Festival 2017 di Kusuma Agrowisata Kota Batu, Sabtu (15/7). Paling menarik, tak sedikit di antara ribuan penonton, terdapat pasangan membawa serta bayinya menonton event yang mendatangkan 14 musisi folk tanah air tersebut. Bahkan, ada pula penonton mendirikan tenda kemah di lokasi festival.

Baca juga: Musisi Folk Nasional Sambangi Batu, 5.000 Lembar Tiket Ludes

Pasangan Suci Prima Yousya-Azizul Amri misalnya. Warga asal Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini tak canggung mengajak bayinya yang berumur setahun. Hal ini diakuinya juga baru pertama kali dilakukan.

Beberapa penonton FMF 2017 ada yang membawa serta bayinya di Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Sabtu malam (15/7). (Aziz Ramadani)
Beberapa penonton FMF 2017 ada yang membawa serta bayinya di Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Sabtu malam (15/7). (Aziz Ramadani)

“Biasanya ya kalau jalan-jalan ke taman saja. Tapi di FMF 2017 ini konsepnya (outdoor veneu) jadi bisa alternatif jalan-jalan, kalau indoor ngebosenin, dan terbatas,” kata Icus, sapaan akrab Suci Prima Yousya ditemui MVoice beberapa saat lalu.

Alasan mengajak serta buah hatinya bukan tanpa sebab. Selain karena ingin melihat dan menikmati penampilan beberapa musisi favorit, keduanya juga ingin mengenalkan musik sejak dini kepada buah hati pertamanya bernama Arzuqna Baruna Amri.

Dia berharap, agenda selanjutnya panitia bisa menyediakan spot khusus untuk keluarga sehingga ramah anak-anak. “Sebenarnya sudah ada tenda, tapi terbatas dan penuh ditempati penonton lainya (bukan keluarga),” pungkasnya.

Sementara itu, Yohanes Cordha, penonton yang mendirikan tenda mengaku telah jauh hari mempersiapkan perlengkapan ala camping, mulai tenda, matras hingga kompor mini. Sebab, menurutnya, konsep FMF 2017 dengan suasana pegunungan alami Kota Batu sangat cocok. “Ya lihat situasi dan kondisi acara dulu mas,” kata pria domisili Bali ini.

Terlepas dari itu, Cordha, panggilan akrabnya, sangat terkesan dengan FMF 2017. Sebab, dirinya bertemu dengan teman lama sekaligus menambah teman baru.

“Jadi bukan hanya sekadar senang-senang tapi silaturahmi dan nambah kenalan,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Ngaglik Festival II, Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan

Pengunjung balita bermain wayang yang jadi dekorasi Festival Ngaglik II di kampung Hendrix Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. (Aziz Ramadani)
Pengunjung balita bermain wayang yang jadi dekorasi Festival Ngaglik II di kampung Hendrix Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE- Ada yang menarik di Kampung Hendrix Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, hari ini (15/7). Jalan kecil disulap tematik dengan menonjolkan budaya lokal. Dalam momen itu juga, panitia mengajak dan mengenalkan warga tentang pelestarian lingkungan.

Achmad Rifai, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Batu sekaligus penggagas Ngaglik Festival mengatakan, gelaran tahun kedua ini mengeksplorasi sejarah dan potensi lokal Kampung Hendrix atau Dukuh Sudodadi Kelurahan Ngaglik. Sekitar 1960 silam, wilayah ini merupakan perkebunan kopi milik warga Belanda bernama Hendrix. Sayangnya, seiring perkembangan jaman, lahan hijau telah berubah menjadi pemukiman padat penduduk.

“Kami ingin mengajak warga Kota Batu khususnya, mengenal sejarah serta tetap menjaga lingkungan hijau yang tersisa kini tidak lebih 1.000 meter persegi saja dari semula 12 hektar,” beber Achmad ditemui MVoice beberapa saat lalu.

Momen tahun ini, lanjut Achmad, pihaknya juga menegaskan konsep desa inspirator. Tepatnya agar kegiatan ini dapat memantik desa/kelurahan lain di Kota Batu untuk membikin acara serupa dengan potensi lokal masing-masing.

“Selebihnya juga ingin membangun guyup rukun, ke depan harapannya banyaknya hotel di lingkungan Ngaglik bisa jadi mitra menampung potensi warga,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana Ngaglik Festival II, Teguh Riwayanto menambahkan, potensi yang diangkat tentang
home industri dan handy craft warga sekitar. Dicontohkannya, kerajinan danbo bohlam, kripik samiler dan krupuk opak. Total ada 10 stand bazar yang didirikan.

“Festival dibuka dengan tasyakuran dan bancakan di kali Kebo dipimpin
Samsyu Soeid tokoh masyarakat Ngaglik,” pungkas pria juga menjabat Wakil Ketua Karang Taruna Kota Batu ini.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Musisi Folk Nasional Sambangi Batu, 5.000 Lembar Tiket Ludes

Pengunjung dari berbagai daerah antri masuk gelaran Folk Music Festival 2017 di Kusuma Agrowisata Hotel, Kota Batu, Sabtu (15/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Folk Music Festival (FMF) 2017 digeber Sabtu (15/7) mulai siang ini, di Kusuma Agrowisata, Batu. Agenda tahunan yang mendatangkan belasan musisi folk nasional ini disambut antusias pecinta genre musik syahdu. Sebanyak 5.000 tiket yang disediakan panitia ludes.

Media Relation FMF 2017, Ulin Rositi, mengatakan, tingginya antusias pengunjung tidak lain karena folk bukan sekadar musik minimalis dengan alunan nada melankolis. Lebih dari itu, folk merupakan merupakan musik yang sangat berseni dan berbalut nilai budaya.

“Semua tema bisa diramu mulai dari kesederhanaan cinta dan rumitnya politik,” jelas Ulin kepada awak media, memimpin jalannya pers rilis.

FMF 2017 yang diselenggarakan Soledad and The Sisters Company ini sudah memasuki tahun ketiga. Pihaknya menginginkan ajang ini menjadi bukan sekadar festival musik, melainkan juga memiliki misi visi menggerakkan kaum muda Jawa Timur khususnya, untuk dapat bersosialisasi dan berdialog.

“Ide dan gagasan baru festival selanjutnya juga diharapakan muncul inspirasi di momen ini,” pungkasnya.

FMF 2017 kali ini menghadirkan musisi folk nasional asal berbagai daerah. Mereka di antaranya, AriReda, Payung Teduh, Float, Iksan Skuter, Bin Idris, Monita Tahalea, Jason Ranti, Danilla, Pagi Tadi, Silampukau, Stars and Rabbit, Sandrayati Fay, Irine Sugiarto dan Manjakani.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

ER Maju Pilgub Jatim 2018?

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko saat menjadi inspektur apel peringatan HANI 2017 di Balai Kota Among Tani, Kamis (13/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Isu majunya Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Pilkada 2018 semakin santer saja. Teranyar, beredar dan viral melalui pesan WhatsApp, Eddy Rumpoko mencalonkan Wakil Gubernur Jatim mendampingi Saifullah Yusuf.

Berikut kutipan dalam pesan yang sedang ramai dibicarakan netizen:

Break News
menarik..

Setelah beredar bnyk info, akhirnya petinggi partai PKB dan PDIP semalam deal soal pilgub Jatim. Berselang beberapa jam, SBY jg sukses menggalang koalisi bersama Prabowo. Berikut hasil fix nya.
1. PKB-PDIP-PPP mengusung;
H. Saifullah Yusuf-Eddy Rumpoko
(Pasangan wagub incumbent dan walikota batu).

2. Demokrat-Gerindra-Golkar-Nasdem-Hanura-PAN mengusung;
Khofifah Indar Parawansa-Rendra Kresna
(Mensos RI dan bupati Malang)

Dikonfirmasi, wali kota yang akrab disapa ER ini tak menampik perihal viralnya pesan yang mencantumkan namanya maju dalam Pilgub Jatim mendampingi Gus Ipul, sebutan akrab Saifullah Yusuf. Namun, ER memilih hemat berbicara saat ditanyai seputar komunikasi politik baik dari PDIP maupun PKB dan PPP yang disebut mengusung keduanya maju di pesta demokrasi Jatim 2018 tersebut.

“Siap grak!,” tulis ER saat dikonfirmasi MVoice melalui pesan WA.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

PT BWR Siap Dukung Smart City Lewat Agrosegar dan Pasar Tani

Direktur PT BWR Kota Batu, Bagyo Prasasti. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Program Smart City mendapat dukungan PT Batu Wisata Resource (BWR). BMUD milik Pemkot Batu bersinergi melalui Agrosegar dan Pasartani.

Baca juga: Smart City Solusi Putus Mata Rantai Tengkulak yang Rugikan Petani

Direktur PT BWR, Bagyo Prasasti mengatakan, konsep Smart City melalui Smart Farmer tidak jauh beda dengan program Agrosegar.com dan Pasartani.co.id yang sudah berjalan hampir separuh tahun ini. Tepatnya resmi dilanuching awal Januari silam, dan dihadiri langsung oleh 5 menteri, yakni Menkominfo, Rudiantara, Menko Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

“Kami pastinya siap bersinergi dengan Diskominfo Kota Batu tentang Smart City,” kata Bagyo ditemui MVoice di ruang kerjanya, Lantai V Balai Kota Among Tani, Jumat (14/7).

Lebih lanjut, Bagyo menjelaskan, agrosegar.com adalah lapak produk-produk pertanian dan olahan khas Kota Batu dari desa-desa yang subur yang mengutamakan cara becocok tanam organik, sehat, alami, anti obat-obatan kimia. PT BWR menggaransi kualitas produk dan layanan yang terbaik terutama produk pertanian Kota Batu.

Dicontohkan tanaman bibit bunga dari Sidomulyo, centra produk tanaman bunga. Dalam jasa ini pihaknya menekankan pada tehnik pengemasan (packaging). “Jadi konsumen membeli bibit masih dalam kondisi segar meskipun datangnya 2-3 hari,” urainya.

Sinergi yang dimaksud, masih kata Bagyo, website jual beli online milik PT BWR bakal masuk dalam program market place Smart City. Pihaknya berstatus sebagai penyedia. Total saat ini PT BWR memiliki jaringan buyer tersebar dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi), Surabaya, Bali dan Kalimantan. “Mayoritas pembeli rumahan dengan daya beli minimal 1-10 produk bibit seharinya,” tutup Bagyo.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Pasar Batu jadi Solusi Urai Kemacetan

Pasar Besar Batu Unit Sayur di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu. (Aziz Ramadani)
Pasar Besar Batu Unit Sayur di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Pasar Besar Kota Batu digadang-gadang jadi solusi kemacetan. Konsepnya, seluruh bus wisata akan berhenti di pasar yang bakal memiliki fasilitas rest area dan kereta gantung tersebut.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, dalam momen peletakan batu pertama, pembangunan pasar unit sayur, di Jalan Dewi Sartika, Kamis lalu (13/7). Rest area akan dibangun harapannya bus wisatawan dapat mampir dan berbelanja. “Wisatawan konsepnya nanti harus wajib mampir di sini agar tidak macet lagi,” kata ER sapaan akrab Eddy Rumpoko.

Tak dipungkirinya, lanjut ER, Kota Batu permasalahan kemacetan setiap tahunnya meningkat. Ini tak terlepas dari semakin dikenalnya Kota Batu sebagai destinasi wisata nasional dan internasional.

“Maka diharapkan rencana program ini tetap dilanjutkan meskipun pemimpinya berganti. Hal yang sama saya lakukan melanjutkan pemimpin sebelumnya,” sambung dia.

Politisi PDIP ini menambahkan, untuk itu pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Polres Batu terkait pengaturan lalu lintas. Diharapkan dengan sinergitas antar instansi dapat mematangkan solusi kemacetan tersebut. “Saya sudah komunikasikan dengan pak Kapolres,” urainya.

Terkait kereta gantung, masih kata ER, proyek prestisius di kepemimpinan periode keduanya ini diharapkan segera rampung juga. Sebab, kereta gantung atau kondola akan terkoneksi tempat wisata dan pasar. “Jadi bus wisata sudah ndak perlu parkir di jalan-jalan. Cukup parkir di pasar ini nanti wisatawan naik kereta gantung,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

BNN Kota Batu Waspadai Narkoba Perangko

Kepala BNN Kota Batu AKBP Heru Cahyo Wibowo. (Aziz Ramadani)
Kepala BNN Kota Batu AKBP Heru Cahyo Wibowo. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Setiap tahun kasus narkoba nasional meningkat. Bahkan narkoba dengan berbagai jenis baru peredarannya mengkhawatirkan. Teranyar, ada narkotika jenis baru berbentuk perangko atau yang lebih dikenal CC4.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, AKBP Heru Cahyo Wibowo, membenarkan bahwa narkoba jenis tersebut tengah diawasi betul peredarannya. Sebab, efek narkotika baru ini lebih berbahaya dari ekstasi. Narkotika ini termasuk golongan 1 dan sangat berbahaya. Meski dianggap narkotika jenis baru, namun pengaruhnya sangat kuat. “Pengaruhnya kuat, bisa membuat orang berhalusinasi,” kata Heru ditemui MVoice beberapa saat lalu.

BNN, lanjut Heru, akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mencegah peredaran narkoba jenis baru yang dapat menghancurkan generasi muda ini. Tak terkecuali dengan pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Meskipun hingga saat ini diakuinya belum ada indikasi atau temuan narkotika CC4 tersebut di wilayah Kota Batu. “Kami pastinya terus berkoordinasi dalam rangka pencegahan. Untuk penindakan koordinasi langsung dengan pihak kepolisian,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mendukung penuh segala bentuk upaya BNN Kota Batu melakukan pecegahan peredaran narkotika di wilayahnya. Namun, bukan berarti pemerintah daerah pasif. Salah satu contoh yang diterapkannya untuk melakukan pencegahan di lingkungan pemerintahan yakni mewajibkan tes urine bagi ASN naik pangkat. “Pejabat OPD juga rutin dicek berkala,” kata pria akrab disapa ER ini.

ER menambahkan, program tersebut akan terus diterapkan di lingkungan pemerintahan. Tak hanya itu, persoalan narkotika perlu dilawan bersama-sama. “Seluruh komponen masyarakat harus ikut aktif mewaspadai peredaran narkoba. Jangan takut melaporkan meskipun keluarga sendiri,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Smart City Solusi Putus Mata Rantai Tengkulak yang Rugikan Petani

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko saat menerima penghargaan dari Kepala BNN Kota Batu, Heru Cahyo Wibowo dalam agenda peringatan HANI 2017, Kamis (13/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Ngototnya Pemkot Batu merealisasi program Smart City rupanya ada misi terselubung. Selain merespon perkembangan teknologi, pemerintah ingin memutus mata rantai tengkulak, khususnya di sektor pertanian.

Baca juga: Butuh 80 Tenaga Non PNS, Pemkot Batu Buka Lowongan

Misi itu sendiri sebenarnya sudah didengungkan jauh hari saat masih sebatas konsep. Gagasan tersebut datang dari Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Sesuai visi misi pemerintahannya, dia ingin memajukan pariwisata internasional berbasis pertanian organik. Selain itu juga, pemihakan kepada petani menjadi prioritas pembangunan di kota yang terkenal dengan buah apel itu.

Baca juga : Hindarkan Petani dari Rentenir, ER Wujudkan Smart City

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso, membenarkan hal tersebut. Bahwa sesuai arahan Wali Kota Batu Eddy Runpoko, mata rantai tengkulak yang sering kali merugikan petani harus diputus peredarannya. Implementasi tersebut ada pada program Smart Farmer. Dicontohkannya, semisal petani butuh pembanding informasi harga dan buyernya, dalam aplikasi akan disediakan hal tersebut.

“Jadi calon pembeli akan menghubungi petani langsung karena sudah ada kontaknya melalui market place,” beber Andiek ditemui MVoice beberapa saat lalu.

Untuk lebih menyakinkan, buyer, dalam hal ini bisa berupa perusahaan dan restoran, akan terlebih dahulu divalidasi legalitasnya. Satlak (Satuan pelaksana) Smart City akan terjun langsung untuk meverivikasi, baik keberadaan kantor dan badan hukumnya.

“Ke depannya kita akan bersinergi dengan PT BWR yang sudah menjalankan sistim e-commerce ,” sambung dia.

Andiek menambahkan, diperkirakan pekan depan, program tersebut diawali dengan tanda tangan kontrak bersama penyedia. Lalu, pada akhir Agustus ditargetkan tuntas dan bisa langsung operasional.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti