Jelang Launching SmartCity, Kebut Penyempurnaan Aplikasi

Kepala Diskominfo Kota Batu Siswanto (kiri) saat mengikuti praktik lapangan tenaga non PNS Smart City tahap I. (Aziz Ramadani)
Kepala Diskominfo Kota Batu Siswanto (kiri) saat mengikuti praktik lapangan tenaga non PNS Smart City tahap I. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Program Smart City Kota Batu tahap pertama mendekati sempurna jelang launching . Teranyar, update program yakni pematangan Go Life.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Siswanto mengatakan, dalam Go Life ini pihak rekanan, PT. Lintas Arta telah menyelesaikan program aplikasi tersebut tepat waktu. Yakni sesuai masa kontrak selama 45 hari.

”Kemarin mereka sudah presentasi. Walaupun masa kontrak sudah habis, tetap akan dilakukan pendampingan,” kata Siswanto ditemui di Command Centre, Balai Kota Among Tani, lantai V, Selasa (5/9).

Go Life, dijelaskan Siswanto, bisa diakses di www.batukota.go.id. User lantas pilih Batu Among Tani Technologi App. Maka akan ada tiga aplikasi yang muncul. Tiga nama, yakni Among Tani, Among Kota dan Among Warga. Dicontohkan Siswanto, pada aplikasi Among Tani bisa dijadikan ruang komunikasi, kritik, saran dan keluhan warga. “Masyarakat bisa menyampaikan Keluhan terkait hama, informasi panen dan sebagainya,” urai mantan Kadishub Kota Batu ini.

Meski mendekati progres launching Smart City, masih kata Siswanto, memang masih perlu banyak penyempurnaan lagi. Sebab proyek ini juga masih tahapan pertama Smart City.

“Masih banyak kekurangan, masih banyak yang harus dilengkapi untuk program tersebut,” tutupnya(Der/Aka)

Duh, Ada Mobdin Dewan ‘Cacat’, Ini Kata Wawali Kota Batu…

Wawali Kota Batu Punjul Santoso saat mengecek deretan mobdin milik anggota DPRD Kota Batu, Selasa (5/9). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Anggota DPRD Kota Batu, Selasa (5/9) telah merampungkan pengembalian mobil dinas (mobdin) ke Pemkot Batu. Sayangnya, beberapa kendaraan plat merah itu ada temuan dalam kondisi tak sempurna.

Ini terungkap saat Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengecek satu-persatu mobdin yang terpakir di halaman Balai Kota Among Tani, Selasa pagi (5/9). Punjul tampak menunjukkan gestur kecewa saat melihat bagian bemper salah satu mobdin nopol N 1070 KP tak mulus alias lecet.

“Kalau dikembalikan seharusnya ya sama pas diserahkan dulu lah,” gumam Punjul.

Sebagaimana diketahui, mengacu pada PP No 18 Tahun 2017 dan Permendagri No 62 Tahun 2017, Ranperda tentang Hak Keuangan dan Administrasi Anggota Dewan telah rampung disahkan. Tunjangan legislatif dapat kucuran Rp 8,4 miliar. Konsekuensinya, fasilitas berupa modin wajib dikembalikan ke aset daerah. Total ada 22 mobdin yang wajib dikembalikan. Tiga mobdin milik pimpinan dewan (ketua, wakil ketua I dan wakil ketua II) ada pengecualian karena statusnya adalah mobil jabatan.

Sementara itu, Punjul yang ditemui MVoice usai melihat mobdin mengaku sebatas mengecek. Politisi PDI Perjuangan ini enggan disebut kegiatannya merupakan inspeksi.

“Ya hanya pastikan saja kembali semua atau tidak, ternyata sudah semua dan sebagian disimpan di gudang,” ujar Punjul.

Disinggung mengenai goresan yang ditemukan pada beberapa mobdin, Punjul tak ambil pusing. Bahkan, pihaknya tidak berencana untuk meminta ganti rugi kepada peminjam yang tidak lain para anggota dewan.

“Kalau ada kerusakan kan ada asuransinya,” pungkas Ketua PMI Kota Batu ini.(Der/Aka)

Buka Donor ASI untuk Bayi ‘Tas Ransel’

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)

MALANGVOICE – Bayi perempuan yang ditemukan di Jalan Melati, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Senin (4/9) terus dirawat intensif. RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu saat ini berharap ada pendonor ASI (air susu ibu) untuk bayi dengan bobot 2,9 kilogram tersebut.

Kasubbag Perencanaan dan Administrasi RS Hasta Brata, Ipda Dodik Bintoro mengatakan berat badan masih normal, yakni 2,9 kilogram. Namun, karena saat ditemukan ari-ari bayi dalam kondisi mulai membusuk, pihaknya melakukan perawatan yang ekstra hati-hati.

“Bayi juga butuh asupan gizi baik. Kami memberikan susu formula,” kata Dodik.

Baca Juga:

Asupan gizi yang baik, lanjut Dodik, diakuinya haruslah ASI. Sayangnya, RS Bhayangkara Hasta Brata tidak dilengkapi Bank ASI. Oleh sebab itu, pihaknya membuka pintu bagi pendonor ASI.

“Kalau ada yang menyumbang ASI kami persilahkan, tidak apa-apa,” sambung dia.

Pihaknya menambahkan, minimal perawatan untuk bayi butuh waktu sekitar 5 hari sampai kondisi betul-betul membaik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Senin (4/9) seorang bocah SD menemukan bayi yang terbungkus tas ransel dan dibungkus tas kresek besar warna hitam. Tepatnya di Jalan Melati, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Polres Batu melalui Polsek Batu bergerak cepat mengevakuasi bayi setelah mendapat laporan warga.(Der/Aka)

Dinsos Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)

MALANGVOICE – Temuan bayi perempuan, Senin (4/9) lalu, menjadi perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu. Namun, pihak Dinsos lebih mendahulukan proses hukum dari pihak kepolisian.

Kepala Dinsos Kota Batu, Bambang Kuncoro mengatakan, bayi bakal mendapatkan penanganan maksimal dari Dinsos Provinsi Jatim. Baik itu penanganan kesehatan dan perawatan. Namun, pihaknya menunggu hingga 10 hari ke depan pasca penemuan bayi.

“Selama 10 hari jadi wewenang kepolisian untuk proses hukumnya,” kata Bambang Kuncoro, ditemui MVoice di ruang kerjanya, Selasa (5/9).

Baca Juga:

Selama proses hukum ditangani, lanjut Bambang, bayi berat 2,9 kg tersebut terus mendapatkan perawatan dan pantauan pihaknya. Setelah dirasa cukup, Dinsos Kota Batu berkoordinasi dengan Pemprov Jatim serta pihak rumah sakit membuat surat keterangan temuan.

“Bayi jadi tanggung jawab negara, kemudian dipindah ke UPT Panti Rehabilitasi Anak di Sidoarjo,” sambung mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu ini.

Lantas tentang peluang dibukanya masyarakat untuk mengadopsi, Bambang belum dapat memastikannya. Sebab, kewenangan boleh tidaknya adopsi ada ditangan Pemprov.

“Kami sebatas inventarisir peminat adopsi,” pungkasnya.(Der/Yei)

Polisi Tepis Bayi Tertutup Lakban

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)

MALANGVOICE – Bayi perempuan yang ditemukan di pinggiran Jalan Melati Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu, Senin (4/9) kini mendapat perawatan intensif dokter. Polisi menampik tentang penemuan awal bayi tertutup lakban pada mulut.

Seperti diberitakan sebelumnya, informasi yang dihimpun MVoice melalui postingan akun Facebook Yuni Rusmini. Kondisi bayi awal kali ditemukan bocah SD tertutup lakban pada mulut. Semula bocah SD yang disebutkan curiga terhadap tas kresek warna hitam yang didalamnya terdapat tas ransel warna senada.

Baca Juga: Biadab, Ditemukan Bayi Dalam Tas, Mulut Dilakban Pula

“Tidak ada itu (mulut dilakban) setelah petugas Polsek Batu yang pertama kali menangani. Hanya isu, ” jelas Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, dihubungi MVoice beberapa saat lalu.

Bayi itu kini berada RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Bayi itu ditemukan dengan berat sekitar 2,9 kg dan panjang 48 cm.(Der/Ak)

Berusaha Kabur, Jambret Kambuhan ‘Didor’ Polisi

Tersangka Mustain harus dipapah petugas akibat kaki kirinya tertembus timah panas, Senin (4/9) saat gelar perkara di Mapolres Batu. (Aziz Ramadani)
Tersangka Mustain harus dipapah petugas akibat kaki kirinya tertembus timah panas, Senin (4/9) saat gelar perkara di Mapolres Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Langkah kaki Mustain (28) warga asal Desa Tawar, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto tertatih -tatih saat digelandang petugas Satreskrim Polres Batu, Senin (4/9) di Mapolres Batu. Kaki kirinya pincang setelah tertembus timah peluru petugas yang hendak mengamankannya, Sabtu pekan lalu (2/9).

Mustain merupakan pelaku jambret kambuhan yang 7 jam sebelum ditangkap, melancarkan aksinya di Kota Batu. Tepatnya sekitar pukul 06.00 WIB, menimpa seorang korban inisal YWK, perempuan asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Korban yang tengah menikmati olahraga, di Jalan Raya Punten, Bumiaji (depan Hotel Purnama) mendadak dipepet dari belakang dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Grand nopol N 6188 RI.

“Pelaku mengincar handphone korban. Korban didorong sampai terjatuh lalu kabur,” beber Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto memimpin gelar perkara, Senin (4/9).

Warga dan petugas keamanan Hotel Purnama yang mengetahui peristiwa tersebut sempat berusaha mengejar namun tak berhasil. Polres Batu yang kemudian menerima laporan tersebut bergerak cepat melakukan pengejaran. Dari keterangan saksi, pelaku kabur ke arah utara.

“Petugas kami yang memang tengah siaga pospam Idul Adha gerak cepat. Kami juga mengantongi keterangan dari saksi kemudian langsung melakukan pengejaran,” sambung pria akrab disapa Buher ini.

Pelaku yang ternyata juga seorang residivis kasus yang sama ini terdeteksi di kawasan Trawas Mojokerto. Karena berusaha kabur saat hendak diamankan, petugas terpaksa melepaskan timah panas mengarah pada kaki. Padahal petugas telah memberikan tembakan peringatan. Namun tidak digubris Mustain.

“Pelaku terpaksa kami lumpuhkan,” jelas alumnus Akpol 2000 ini.

Pantas saja polisi geram dengan ulah Mustain ini. Dia dalam kurun waktu setahun ini melancarkan 4 kali kejahatannya di wilayah hukum Polres Batu. Diantaranya, Bumiaji, Pujon, dan Kota Batu. Mustain terancam 9 tahun penjara karena melanggar pasal 365 KUHP.(Der/Ak)

Biadab, Ditemukan Bayi Dalam Tas, Mulut Dilakban Pula

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggendong bayi di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Senin sore (4/9). (istimewa)

MALANGVOICE – Sungguh terlalu, bayi perempuan diperkirakan rumur tiga hari, Senin (4/9), ditemukan terbungkus tas ransel warna hitam di pinggiran Jalan Melati, Desa Pesanggrahan Kota Batu. Mulut mungil bayi itu bahkan tertutup lakban.

Informasi yang dihimpun MVoice, bayi pertama kali ditemukan beberapa pelajar SD yang pulang sekolah sekitar pukul 12.30 WIB.

Mereka curiga dengan tas ransel warna hitam terbungkus kresek warna hitam tergeletak tak bertuan di pinggiran jalan. Setelah dibuka terlihat kepala bayi dengan lakban hitam menempel pada mulutnya. Beruntung, kondisi bayi malang itu masih hidup.

Beberapa menit kemudian warga mulai berdatangan. Sebagian melapor ke petugas terdekat yang kemudian ditindaklanjuti Polsek Batu. Bayi dengan berat badan 2,9 kg dan panjang 49 cm itu lantas dievakusi ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.

Kasubbag Perencanaan dan Administrasi RS Bhayangkara Hasta Brata, Dodik Bintoro mengatakan, kondisi bayi untuk saat ini sedang dalam perawatan bidan. Kondisi masih terdapat tali pusar dan mulai membusuk. Suhu badan bahkan ‘sumer’, atau masih tidak dalam batas suhu normal.

“Saat ini masih kami rawat intensif,” ujarnya ditemui di RS Bhayangkara Hasta Brata.(Der/Ak)

Walah, Honorer Pemkot Batu Curi Mobil Plat Merah

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto memimpin rilis di Mapolres Batu, Senin (4/9). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Kelakukan pegawai honorer Pemkot Batu inisial GF (41) tak patut ditiru. Warga Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji ini terpaksa berurusan dengan polisi. Ini karena ia terbukti mencuri kendaraan dinas jenis pick up merek Isuzu Panther nopol N 8002 KP.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menjelaskan, kronologi bermula dari laporan pihak Pemkot Batu, 3 Maret silam, bahwa telah kehilangan satu unit kendaraan dinas sekitar November 2016. Melalui Satreskrim, Polres Batu segera melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

“Pihak pemkot tidak langsung lapor mungkin masih melakukan pemeriksaan internal terlebih dulu,” kata pria akrab disapa Buher memimpin gelar perkara, Senin (4/9) di Mapolres Batu.

Setelah didalami, lanjut Buher, awal Agustus inisal GF diamankan polisi. Setelah diinterogasi, honorer yang mengabdi 12 tahun lebih itu mengakui perbuatannya.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto memimpin rilis di Mapolres Batu, Senin (4/9). (Aziz Ramadani)

“GF tahu kebiasaan di internal Pemkot. Kunci mobil biasa di gantung lalu timbul niat mencuri tersebut,” sambung Buher.

Alumnus Akpol 2000 ini menambahkan, GF lantas meminta bantuan rekannya berinisial DS alias Radus (35) warga Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, untuk menjual pikap curian tersebut. DS sukses menjual seharga Rp 20 juta kepada penadah berinisial HD (36) warga Desa Licin Kabupaten Banyuwangi. Atas usahanya tersebut, DS mendapat imbalan dari GF Rp 3,5 juta.

“Penadah barang curian kami amankan beserta barang bukti mesin yang sudah dipindah ke kendaraan lain,” ujar mantan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini.

Honorer Pemkot Batu inisial GF sendiri bakal dijerat sesuai pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. Sedangkan untuk penadah terancam 4 tahun penjara sesuai pasal 480 KUHP.(Der/Yei)

Polwan Wajib Perangi Narkoba

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto bersama seluruh Polwan usai melangsungkan apel dalam rangka HUT ke-69 Polwan, di Mapolres Batu, Senin (4/9).(istimewa)

MALANGVOICE – Hari ulang tahun (HUT) ke-69 Polwan (polisi wanita) yang diperingati setiap 2 September mendapat perhatian khusus Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto. Pria akrab disapa Buher ini mengajak seluruh polwan dijajarannya untuk komitmen memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam sambutannya, Buher mengajak polwan di lingkungan Polres Batu tidak hanya berkomitmen meningkatkan pelayanan masyarakat. Melainkan, perlu juga komitmen moral bebas dari narkoba.

“Jika komitmen tersebut dijalankan, otomatis kepercayaan masyarakat akan datang dengan sendirinya,” kata Buher, Senin (4/9).

Jika nantinya terbukti adanya indikasi dengan barang haram tersebut, lanjut Buher, pihaknya akan memproses sesuai hukum berlaku. “Ya pasti akan ditindaklanjuti sesuai dengan kodr etik profesi,” imbuhnya.

Alumnus Akpol 2000 ini menambahkan, bahwa Polwan sebagai mitra masyarakat agar terus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Polwan ke depannya sesuai visi Polri, harus modern, unggul dan terpercaya guna menjaga keutuhan NKRI.

“Polwan harus jadi contoh bagi anggota lain. Terlebih dengan metode pendekatannya yang lembut,” pungkas mantan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini.(Der/Yei)

Program Lisensi C AFC, Kota Batu Kursuskan Dua Kader

Suasana pelatihan program standar kepelatihan kepada 24 peserta untuk dapatkan standar lisensi C AFC di Agro Kusuma Hotel, Kota Batu. (Aziz Ramadani)
Suasana pelatihan program standar kepelatihan kepada 24 peserta untuk dapatkan standar lisensi C AFC di Agro Kusuma Hotel, Kota Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Kursus kepelatihan lisensi C AFC gelombang keenam, Kota Batu berkesempatan ditunjuk untuk menjadi tuan rumah, terhitung sejak pembukaan pada Selasa (29/8) hingga 13 hari kedepan. Dalam kesempatan tersebut, Askot PSSI Kota Batu mengikutkan dua kadernya.

Sekretaris Askot PSSI Kota Batu, Riyanto mengatakan, tidak hanya menjadi tuan rumah, Askot PSSI Kota Batu sebelumnya mendaftarkan sejumlah empat nama pelatih Kota Batu untuk menjadi peserta kursus lisensi C AFC.

Sebab, standar regulasi pelatih di liga 3 dari PSSI mewajibkan pelatih untuk memenuhi standar lisensi C AFC. Namun, masih kata Riyanto, hanya dua nama yang lolos verifikasi, yakni Mas’ud handoyo dan Hanim Sugiarto.

“Dengan keikutsertaan mereka, diharapkan bisa mengangkat klub kebanggan Persikoba secara mutu dan kualitas di tahun mendatang,” imbuhnya.

Riyanto mengungkapkan, dipilihnya Kota Batu sebagai tuan rumah gelombang keenam ini sebab ketersediaan infrastruktur yang dianggap memadai.

“Setelah diajukan pihak Asprov, oleh PSSI Pusat disepakati, bahwa kami dianggap memenuhi syarat dan kategori. Kota Batu dianggap layak sebagai pihak penyelenggara,” jelasnya.

Baca Juga: Mat Halil hingga Ahmad Bustomi ikuti Pelatihan Lisensi C AFC

Bertempat di Agrokusuma Hotel Kota Batu, sejumlah 24 peserta digembleng serangkaian program standar kepelatihan yang disampaikan langsung dari instruktur AFC, Dr. Emral Abus.

Tampak sejumlah nama-nama yang sudah tak asing di kancah persepakbolaan nasional, seperti Rahmad Rifai, Charles Putiray, Rudy Hariantoko hingga legenda Persebaya, Mat Halil.

Gelandang Arema FC, Ahmad Bustomi juga turut serta program ini. Bustomi menjadi satu-satunya peserta termuda dan masih tergolong sebagai pemain aktif.(Der/Aka)