ER: Waspadai Gerakan Anti Pancasila

Eddy Rumpoko bersama Wali Kota Batu Terpilih 2017-2022, Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso, Kapolres AKBP Leonardus Simarmata dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol Arm Muridan, usai upacara Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis pagi (1/6). (Abdul Aziz)
Eddy Rumpoko bersama Wali Kota Batu Terpilih 2017-2022, Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso, Kapolres AKBP Leonardus Simarmata dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol Arm Muridan, usai upacara Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis pagi (1/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Walikota Batu Eddy Rumpoko mengingatkan seluruh ASN (aparatur sipil negara) Pemkot Batu mewaspadai gerakan anti Pancsila. Oleh karena itu, perlu penguatan nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Hal itu diungkapkan ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di pelataran Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis pagi (1/6). Mengangkat slogan Saya Indonesia Saya Pancasila, ER mengajak tidak hanya ASN di lingkungan Pemkot Batu, namun seluruh elemen masyarakat Kota Batu agar lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan NKRI.

“Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi atau gerakan yang anti Pancasila, dan anti Bhineka Tunggal Ika,” ujar ER dalam pidatonya.

ER juga mengimbau untuk ditindaklanjuti masyarakat Kota Wisata Batu, demikian juga seluruh ASN Kota Batu, agar Pancasila menjadi jati diri. Jati diri Pancasila, lanjut dia, bukan hanya diaplikasikan pada momen upacara saja. Melainkan harus diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

”Karena sejak dulu, seluruh pembangunan di Kota Batu juga merangkum seluruh kepentingan kehidupan masyarakat, beragama, dan pendidikan berasaskan Pancasila,” urai Politisi PDIP ini.

”Dan tetap melihat budaya masyarakat yang gotong royong,” imbuhnya.

Dalam momen tersebut, turur hadir Walikota Batu Terpilih 2017-2022 Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Arm Muridan.

Hadir pula Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Wakil DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono, dan Kepala BNN Kota Batu AKBP Heru Cahyo Wibowo.

BNN Kota Malang

Kota Batu Bersalawat Telan Korban, 12 Jemaah Dilarikan ke Rumah Sakit

Kota Batu bersalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.(ist)

MALANGVOICE – Sebanyak 12 jemaah dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti Kota Batu bersalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, di Balai Kota Among Tani, Kamis (27/4) malam.

Panggung depan jemaah perempuan tiba-tiba ambruk, usai pembacaan doa. Pasalnya, jemaah berebut bersalaman dengan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, sehingga panggung roboh. Seketika jemaah perempuan panik kemudian terhimpit dan sebagian jemaah terinjak jemaah lainnya.

Sebagian jemaah pingsan dan mengalami luka, sehingga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Panggung ambruk diduga akibat tidak mampu menahan beban saat jemaah berebut salaman,” kata Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo, melalui keterangan singkat kepolisian.

Semua biaya korban yang dirawat di rumah sakit sepenuhnya ditanggung Pemkot Batu.

Berikut korban yang pingsan dan luka:

a. Rumah Sakit Etty Asharto 3 orang :

1. Misteri binti Saman (51) warga Jalan Bareng Taman Bunga 50 Kecamatan Klojen, Kota Malang.( Engkel Kaki Sebelah Kiri Retak) perlu dilakukan operasi.

2. Saibah Rihadhatul (20) warga Sumberwuni 125 Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (shock pingsan saat ini sudah sadar)

3. Lintang Senja (17) warga Desa Banturetjo Ngantang Kabupaten Malang. (shock pingsan saat ini sudah sadar )

b. Rumah Sakit Hasta Brata 4 orang :

1.Ibu Atika Rosiqo (19 th) warga
Jombang (Sakit Kaki )

2. Ninik Ernawati (38) warga Kecamatan Ngantang (Sakit Kaki)

3. Ibu Almini (62) warga Desa Kaumrejo Kecamatab Ngantang ( sakit kaki sebelah kanan )

4. Ibu Mujiarti (48) warga Desa Kajar Bumiaji (sakit Kaki Sebelah Kanan)

c. RSUD Karsa Husada 5 orang :

1. Roudlotul (18) warga Pare, Kediri
2. Pipit (22) warga Kasembon
3. Mia (2) warga Pasuruan
4. Vita (16) warga Bumiaji
5. Wijiasri (46) warga Desa Njombok Kecamatan Ngantang

Untuk korban nihil luka-luka hanya mengalami shock akibat kejadian tersebut.

BNN Kota Malang

Ribuan Jemaah Salawat Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf di Balai Kota Among Tani

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di acara Kota Batu bersalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di acara Kota Batu bersalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

MALANGVOICE – Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur tumplek blek dalam acara Bersalawat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (27/4) malam.

Lebih 4.000 jemaah bersalawat bersama memperingati Isra’ Mi’raj dan tasyakuran pasca Pilwali Batu berjalan lancar. Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko beserta istri, Dewanti Rumpoko, Wawali, Punjul Santoso, Wakil Gubernur, Syaifullah Yusuf, Dandim 0818, Letkol Arm Muridan, Kasdif 2 Kostrad, Ketua PCNU Kota Batu, Gus Ali Mashuri Sidoarjo, serta sejumlah kyai dan ulama.

Selain jemaah dari luar daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Batu juga ikut menyemarakkan kegiatan tersebut.

“Ada dari Pasuruan, Probolinggo, Nganjuk, Blitar, Mojokerto dan Sidoarjo. Semuanya rata-rata jemaah Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf,” kata tim kreatif Pemkot Batu, Achmad Suparto, kepada Mvoice, beberapa menit lalu.

Menurut dia, pelaksanaan Pilwali Batu berjalan aman, damai dan lancar. Besar harapan, lanjut dia, pemimpin yang terpilih dapat melanjutkan dan memajukan Kota Batu ke depannya.

Meski sebagai kota kecil, Kota Batu menjadi pilihan utama masyarakat luar daerah. Ia optimistis ke depan Kota Batu semakin maju di bawah kepemimpinan wali kota baru.

“Insha Allah Pilwali lalu menghasilkan pemimpin pilihan rakyat. Ini wujud syukur pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, salawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf masih berlangsung.

BNN Kota Malang

Parto: Bersyukur, Pembangunan Kota Batu Kini Kita Rasakan

MALANGVOICE – Dalam rangka memperingati dan memaknai Hari Otoda ke XXI, jajaran Pemerintah Kota Batu menggelar upacara dan memberikan santunan, melibatkan berbagai elemen.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Achmad Suparto, upacara melibatkan suluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di KWB.

Acara juga dimarakkan dengan devile kendaraan operasional teknis seperti unit pemadam kebakaran, Patwal Dishub, Patwal Satpol PP, unit Perpustakaan Keliling, unit pelayanan KTP Keliling, Unit Tanggap Darurat BPBD dan Puskesmas Keliling.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan kerja bakti pengecatan berem trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Alun-alun KWB, dan Jalan Dewi Sartika (pasar dan terminal).

Selain itu juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim, yaitu ke PA Aisyiyah (Bumiaji), PA Al Munawwaroh (Tulungrejo) dan PA Nurul Hidayah (Junrejo).

Sementara Achmad Suparto juga mengatakan, lahirnya UU Otoda memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk mengatur wilayahnya, juga memungkinjan pemekaran wilayah.

Dan Kota Batu, kata dia, merupakan salah satu hasil dari pemekaran wilayah, sehingga bisa mengatur daerahnya.

“Dan setelah 15 tahun berdirinya Kota Batu, kita bisa rasakan hasil pembangunannya, dan itu patut kita maknai dengan rasa syukur dengan meningkatkan kinerja,” tuturnya.

BNN Kota Malang