Taman Singha Merjosari Ditambah Empat Wahana Baru

Taman Singha Merjosari akan dilengkapi empat wahana baru yang kini prosesnya segera dimulai. (miski)

MALANGVOICE – Taman Singha Merjosari menjadi pilihan masyarakat menghabiskan waktu bersama keluarga. Taman yang terletak di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini pun akan ditambah wahana baru.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Erik Setyo Santoso, mengatakan, wahana yang terdapat saat ini, seperti tempat fitnes, area bermain, sepeda udara akan lebih lengkap dengan tambahan area Skate Park, BMX, Dance Floor dan Graffiti.

“Saat ini lagi proses. Bulan ini sudah dimulai,” katanya.

Menurut dia, Taman Singha Merjosari setiap harinya tidak pernah sepi dari masyarakat. Adanya tempat olahraga menjadi pilihan. Termasuk kalangan mahasiswa.

Untuk anggaran sendiri, jelas Erik, tahun 2017 Taman Singha Merjosari dialokasikan Rp 150 juta untuk perawatan.

Di Kota Malang, ada 81 taman kota dan 7 titik hutan kota. “Untuk anggaran perawatan keseluruhan taman sebesar Rp 3,5 miliar,” paparnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Sepeda Udara Taman Singha Merjosari Masih Mangkrak

Sepeda Udara di Taman Merjosari belum dapat difungsikan karena masih dalam tahap perbaikan. (Miski)
Sepeda Udara di Taman Merjosari belum dapat difungsikan karena masih dalam tahap perbaikan. (Miski)

MALANGVOICE – Pengunjung Taman Singha Merjosari, Kota Malang, sementara ini harus gigit jari jika ingin memanfaatkan wahana sepeda udara. Pasalnya, wahana menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar itu belum bisa dinikmati karena dalam perbaikan.

Padahal, sepeda udara itu baru saja diresmikan di pengujung 2016 lalu. Berdasarkan catatan MVoice, wahana yang disupport dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Nikko Steel itu mangkrak sejak beberapa bulan lalu.

Pengamatan MVoice, Kamis (6/7), masih menunjukkan kondisi serupa. Seorang anak beserta keluarganya hanya sekadar bermain di sekitar lokasi sambil beberapa kali melakukan swafoto mengabadikan diri berlatar wahana itu.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Erik Setyo Santoso, membenarkan belum berfungsinya wahana udara itu. Menurut dia, saat ini sepeda udara sedang dalam perbaikan.

Erik, sapaan akrabnya, menjanjikan paling tidak wahana dengan panjang lintasan mencapai 200 meter itu bisa dinikmati minggu depan. “Minggu depan sudah bisa difungsikan dan warga bisa menikmatinya,” kata dia kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Wahana sepeda udara mengalami kerusakan pasca pemakaian overload. Namun, hanya dua unit sepeda udara yang saat ini dalam perbaikan.”Tidak semuanya rusak, kami juga akan evaluasi waktu pemakaian ke depan,” ungkap dia.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Bambang: Tradisi Halal Bihalal Kunci Tali Persaudaraan

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, hadir dalam acara Halal Bihalal Polinema.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, hadir dalam acara Halal Bihalal Polinema.

MALANGVOICE – Halal Bihalal kunci utama menjalin silaturahmi. Baik sesama warga negara, maupun antara pimpinan dan karyawan. Seperti halnya halalbihalal yang dilakukan civitas Polinema, Kamis (6/7).

Selain dihadiri segenap keluarga besar Polinema, turut serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang. Tak terkecuali Ketua Komisi C DPRD, Bambang Sumarto.

Politisi Golkar ini merasakan begitu kuatnya rasa kekeluargaan di civitas Polinema. Momen tersebut semakin sempurna ketika Direktur Polinema, Tundung Subali Patma, melepas beberapa karyawan dan dosen yang segera berangkat ke tanah suci Makkah.

“Momen saling memaafkan. Apalagi suasana seperti ini hanya satu tahun sekali, setelah lebaran,” katanya.

Seruan merekatkan persaudaraan dan persatuan tak lupa disisipkan dalam kegiatan itu. Pentingnya persaudaran akan memacu kerja lebih baik di setiap instansi.

“Penting untuk terus saling mengingatkan, bahwa persaudaran akan membawa kedamaian dan kebersamaan. Sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud berkat kerja bersama,” ungkapnya ramah.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawanr
Publisher: Yunus Zakaria

Sutiaji Ingatkan Jaga Persatuan di Setiap Kondisi

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji menghadiri Halal Bi Halal di Polinema.(Miski)
Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji menghadiri Halal Bi Halal di Polinema.(Miski)

MALANGVOICE – Usai Idul Fitri, civitas Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Halal Bi Halal di Aula Pertamina, Kamis (6/7). Di Indonesia, momen demikian merupakan tradisi setelah lebaran.

Hal itu juga sempat dibahas Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji. Dikatakan, tradisi ini sudah berlangsung sejak era kepemimpinan Presiden Ir Soekarno, dan selalu menjadi ajang saling memaafkan satu sama lain.

Sutiaji berpesan supaya sesama warga tetap menjaga rasa persaudaran dan persatuan. Persatuan ini jangan sampai luntur dalam situasi dan kondisi apapun.

Sebab, menurutnya, persatuan merupakan kunci utama menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, masih kata Sutiaji, semua pihak seharusnya bahu-membahu membangun bangsa lebih baik.

“Jaga rasa persatuan. Jangan sampai karena sebentar lagi ada pemilihan direktur Polinema, satu sama lain saling menjatuhkan,” pesan mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Tak lupa, ia mewakili Pemkot Malang menyampaikan permohonan maaf. “Atas nama pemerintah dan mewakili pak wali, apabila selama menjabat terdapat kesalahan, kami minta maaf,” ungkapnya.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Punya Pengalaman Tantang Anton, Bambang GW – Chairul Anwar Ingin Benahi Kota Malang

Bambang GW-Chairul Anwar mendeklarasikan diri sebagai Cawali-Cawawali dalam Pilwali Kota Malang.(Miski)
Bambang GW-Chairul Anwar mendeklarasikan diri sebagai Cawali-Cawawali dalam Pilwali Kota Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Bambang Gatot Wahyudi menyatakan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Malang pada 2018 mendatang. Deklarasi berlangsung di Rumah Makan Ringin Asri, Kamis (6/7), dihadiri sejumlah simpatisannya.

Bersama pasangannya, Chairul Anwar, keduanya menjadi penantang calon petahana HM Anton yang memastikan diri maju di Pilwali, selain nama-nama lain, seperti Wakil Wali Kota Sutiaji dan Ketua DPRD Arif Wicaksono. “Ini bukan pertama kali saya bertarung dengan Anton,” katanya.

Bambang memang tidak secara langsung menantang HM Anton. Hanya saja, dia bagian dari tim sukses Sri Rahayu yang maju dari PDIP pada Pilwali 2013 silam. Dia mengakui, calon petahana punya modal lebih baik. Namun, keputusan akhir tetap berada di masyarakat.

“Kami optimistis saja. Kuncinya di masyarakat, kalau masyarakat ingin petahana, itu keputusan mereka,” ungkap mantan guru ini. Dikatakan Bambang, keputusan ikut Pilwali tahun depan tidak lain karena gelisah. Dia menilai, selama dua dasawarsa ini, Kota Malang sangat berubah.

Pemerintah, kata dia, diskriminasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) serta kerap melakukan penggusuran pasar tradisional. Sebaliknya, toko modern dan usaha lain yang tak mengantongi izin justru dibiarkan merajalela.

Selain itu, Kota Malang yang dulunya menjadi pusat musik dan teater, saat ini malah tak bertaring. “Ditambah kemacetan dan banjir yang terjadi beberapa tahun terakhir, ini masalah yang menggelisahkan,” ungkapnya.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Bambang GW – Chairul Anwar Deklarasi Maju Pilwali

Bambang GW-Chairul Anwar mendeklarasikan diri sebagai Cawali-Cawawali dalam Pilwali Kota Malang 2018.(Miski)
Bambang GW-Chairul Anwar mendeklarasikan diri sebagai Cawali-Cawawali dalam Pilwali Kota Malang 2018.(Miski)

MALANGVOICE – Pasangan Bambang GW – Chairul Anwar mendeklarasikan diri maju sebagai Calon Wali Kota (Cawali) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) pada Pilwali Kota Malang 2018 mendatang. Deklarasi berlangsung di Rumah Makan Ringin Asri, Kamis (6/7).

Sejumlah relawan, pendukung, serta kerabat mereka hadir pada deklarasi ini sebagai bentuk dukungan. Kepada awak media, Bambang GW – Chairul Anwar mengaku siap mengabdikan diri ke masyarakat.

Sebagai warga asli Malang, keduanya punya tanggung jawab memajukan bhumi Arema ini. “Kami ingin berkontribusi bagi Kota Malang, tanah tempat kami lahir,” katanya, beberapa menit lalu.

Mengusung slogan ‘Sedulur Petruk’, mereka optimistis diterima di tengah masyarakat. Rencananya, pasangan ini maju lewat jalur independen. Praktis, langkah awal yang harus dilakukan yakni pengumpulan KTP.

“Kami punya waktu untuk mengumpulkan KTP dari masyarakat. Fokus kami itu dulu setelah deklarasi ini,” papar Bambang.

Bambang-Chairul merupakan calon pertama yang mendeklarasikan diri maju sebagai pasangan Cawali-Cawawali. Sebelumnya, beberapa tokoh sudah menegaskan keinginan turut berkonstelasi dalam gelaran Pilwali, namun belum menyatakan deklarasi secara berpasangan.

Calon petahana HM Anton baru sebatas memastikan maju, sementara Wakil Wali Kota, Sutiaji, memilih mengikuti seleksi di PDIP. Kedua sosok itu sempat berpasangan di Pilwali 2013 lalu, dan memilih jalan berbeda.

Selain mereka, sejumlah nama juga dipastikan ambil bagian dalam kontes demokrasi lima tahunan ini. Salah satunya, Arif Wicaksono yang kini menjabat Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PDIP Kota Malang.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Gus Wahid Ajak Civitas Polinema Berlomba dalam Kebaikan

Pengasuh Ponpes As-Salam, KH Abdul Wahid Ghozali saat memberikan tauziah di Polinema.(Miski)
Pengasuh Ponpes As-Salam, KH Abdul Wahid Ghozali saat memberikan tauziah di Polinema.(Miski)

MALANGVOICE – Pengasuh Ponpes As-Salam, KH Abdul Wahid Ghozali, mengajak segenap civitas Politeknik Negeri Malang (Polinema), berlomba-lomba dalam kebaikan. Hal tersebut disampaikan dalam Halal Bi Halal 1438 H dan Pelepasan Jemaah Haji 2017.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertamina itu dihadiri segenap pimpinan, dosen, karyawan berlangsung gayeng. Hadir pula Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, Dandim 0833 Letkol Arm Aprianko Suseno, dan jajaran Forpimda lain serta Ketua Komisi C DPRD, Bambang Sumarto.

“Semua amal ibadah yang diperoleh akan dicatat. Makanya, harus ikhlas dalam setiap aktivitas, termasuk jadi dosen di Polinema,” katanya, Kamis (6/7).

Direktur Polinema, Tundung Subali Patma menyerahkan tali asih bagi karyawan.(Miski)
Direktur Polinema, Tundung Subali Patma menyerahkan tali asih bagi karyawan.(Miski)

Dia menambahkan, banyak manfaat positif dari sebuah keikhlasan mendidik mahasiswa. “Kalau mahasiswa yang diajar sukses, bisa naik haji, ibadahnya bagus, itu tidak terlepas dari peran anda sebagai dosen,” lanjut dia.

Disela acara, Direktur Polinema, Tundung Subali Patma, menyerahkan tali asih bagi karyawan yang akan purna tugas. Dia juga mengucapkan selamat bagi karyawan maupun dosen Polinema yang segera berangkat ke tanah suci.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Polres Malang Gelar Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim

MALANGVOICE-Komandan Kodim 0818 Kab Malang dan Kota Batu, Letkol Arm Muridan SSi MSc, menghadiri undangan Polres Malang pada acara Buka Puasa Bersama Forpimda Kabupaten Malang, di Mapolres Malang, Kepanjen, Rabu (14/6).
Kegiatan itu ditujukan untuk semakin meningkatkan silahturahmi antara keluarga besar Polres Malang dengan jajaran Forpimda di wilayah Kabupaten Malang.
Hadir selaku undangan dalam kegiatan ini, diantaranya Bupati H Rendra Kresna, Ketua MUI, Kepala BNN, Kepala Pengadilan Negeri Kepanjen, dan sejumlah ulama.
Acara dilengkapi dengan sirahman rohani oleh KH Marzuki Mustamar dan pemberian tali asih kepada anak yatim oleh Kapolres Malang.
Kapolres Malang, AKBP Yade Ujung Setyawan, SH SIK MSi, mengajak, pada kegiatan ini dan melalui Peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1438 H, seluruh umat muslim bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Selain itu, ia berharap kepada anggotanya untuk menuju Polri yang profesional, modern dan terpecaya, seperti yang menjadi tema dari kegiatan buka puasa bersama.
”Mari bersama-sama menciptakan kondisi kondusif di wilayah Kabupaten Malang. Jika kondisi keamanan tercipta, masyarakat bisa bekerja dengan baik dan produktif di profesi masing-masing, hingga bisa hidup sejahtera sebagaimana tujuan dari Pemerintah Kabupaten Malang,” tutur Kapolres.
Sementara KH Marzuki Mustamar, menyampaikan, peran kepolisian sangat besar dalam melindungi masyarakat, tak terkecuali jajaran Polres Malang yang bertugas di wilayah Kabupaten Malang dan hingga kini tercapai sebuah kehidupan yang aman, tentram dan damai.
”Umaroh dan ulama harus saling bersinergi dengan Polri dalam menciptakan agar kondisi tetap aman dan damai. Hingga saat ini, kita sama-sama merasakan bisa bekerja dan hidup dengan tenang serta mampu terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT secara baik, tanpa ada gangguan apapun,” ujarnya.

Kapolres: Safari Ramadhan Itu Tradisi Baik

MALANGVOICE-Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, Safari Ramadhan merupakan tradisi baik yang ada di Indonesia, sekaligus sarana silaturahmi pimpinan di daerah dengan masyarakatnya.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres pada Safari Ramadhan di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Senin (5/6), yang juga dihadiri Bupati Malang, Dandim 0818,
Kepala Pengadilan Negeri, dan berbagai unsur masyarakat.
Dijelaskan, sebagai penanggung jawab keamanan, Polri memiliki 3 tugas pokok, memelihara Kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres mengajak pada momen Ramadhan ini untuk bersama-sama intropeksi tentang 3 hal, toleransi umat beragama, cinta tanah air, serta pencegahan radikalisme dan terorisme yang dianggap dapat mengancam stabilitas Kamtibmas.

Jajaran Polres Malang Temukan 100 Ton Lebih Beras Olahan dan Minyak Curah

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, meninjau TKP. (istimewa)
MALANGVOICE-Menindaklanjuti informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas di sebuah gudang, akhirnya anggota Polres Malang melakukan pengecekan dan pemeriksaan di Gudang UD Widodo.
Di gudang yang beralamat di Jalan Sultan Agung 90, Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang itu ditemukan kegiatan pengolahan produksi beras dan produksi Minyak curah.
Beras yang kondisinya diketahui tidak layak (banyak kutu, warna hitam, dan kotor), kemudian diolah sedemikian rupa dengan menggunakan 3 mesin.
Pada proses pengolahannya diduga menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, seperti insektisida untuk menghaluskan, memutihkan dan menghilangkan kutu beras.
Berdasar rilis yang dikirim Kapolres Malang kepada MVoice, kegiatan produksi itu sudah berlangsung selama 1,5 tahun.
Dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata pelaku usaha tidak memiliki izin industri dan izin HO, baik untuk pengolahan beras maupun minyak curah.
Untuk beras dikemas menjadi 10 jenis merek, di antaranya Jagung Mas, sementara minyak curah dikemas dengan merek Maju.
Jajaran Polres Malang pun bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan melakukan penyidikan lebih lanjut di Satreskrim Polres Malang.
Barang Bukti:
– 120 ton beras
– Bahan kimia campuran
– 3 mesin pengolahan
– Sampel beras awal/bahqn baku
– Sampel beras hasil olahan