HUT Arema, Rendra Imbau ASN Pemkab Malang Pakai Atribut Arema

Bupati Malang, Rendra Kresna.(dok/MVoice)
Bupati Malang, Rendra Kresna.(dok/MVoice)

MALANGVOICE – Peringatan 30 tahun perjalanan Arema akan lebih semarak. Pasalnya, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Malang, diimbau mengenakan pakaian dan atribut serba biru, sebagai warna kebanggaan Singo Edan.

Bupati Malang, Rendra Kresna, mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu menyambut meriah perayaan HUT Arema.

Arema, kata dia, bagian tak terpisahkan. Apalagi, Singo Edan menjalani laga kandang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. “Bukan diwajibkan, tapi imbauan semata. Intinya pas Jumat (11/8) nanti, ada nuansa biru,” katanya.

Rendra berharap di usia ke 30 ini, Arema mampu menuai prestasi lebih baik. Pihaknya pun meminta Aremania yang nantinya merayakan agar tertib dan tidak merusak fasilitas negara.

“Saya harap perayaan 30 tahun Arema berjalan tertib. Jangan sampai ada insiden seperti tahun sebelumnya,” harapnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Rendra Minta Dinkes Dampingi Balita Pengidap Penyakit Hidrosefalus

Bupati Malang, Rendra Kresna. Rendra minta Dinas Kesehatan mendampingi balita yang mengidap penyakit
Bupati Malang, Rendra Kresna. Rendra minta Dinas Kesehatan mendampingi balita yang mengidap penyakit

MALANGVOICE – Seorang balita asal Dusun Krajan, Desa Ringin Sari, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menderita penyakit Hidrosefalus atau pembesaran kepala. Kondisi balita 7 bulan tersebut memprihatinkan dan perlu secepatnya mendapat penanganan medis.

Mengetahui ada warganya yang belum bisa menjangkau pelayanan kesehatan, Bupati Malang, Rendra Kresna, langsung meminta Kepala Dinas Kesehatan, Abdurachman, segera memerintahkan Puskesmas setempat agar intens mendampingi keluarga.

“Segera didampingi. Jangan tunda-tunda, balita tersebut butuh pertolongan dan perawatan,” kata Rendra, Senin (7/8).

Untuk biaya kesehatan balita sepenuhnya ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedangkan, biaya keperluan lain seperti biaya pulang pergi ke rumah sakit, nantinya akan dicover Dinas Sosial. Meski demikian, Rendra meminta keluarga bersabar, sebab rumah sakit memiliki prosedur tersendiri.

Baca Juga: Memprihatinkan, Kena Hidrosefalus, Zidan Tiga Kali Diabaikan RS Saiful Anwar

“Kalau rumah sakit daerah seperti RSUD Kanjuruhan tidak memungkinkan, secara fasilitas masih kalah dibanding RSSA,” jelas dia.

Rendra akan memberikan sanksi petugas Puskesmas yang tak maksimal mendampingi keluarga.”Ada sanksi nantinya. Sudah saya minta Dinas Kesehatan aktif mendampingi,” tegasnya.

Hal senada dikemukakan Kadinkes, Abdurachman. Menurut dia, Puskesmas telah mendampingi balita Zidan sejak Januari 2017. Saat ini dalam proses pengobatan dan sudah terkoodinasi dengan Dinas Sosial dan BPJS.

Dikatakan, harapan hidup balita Zidan masih tinggi. Kecuali, terlambat mendapat perawatan. Tentunya pihak RSSA punya penghitungan tersendiri, berbeda jika kondisinya darurat. ”Kalau darurat, pasti didahulukan sama petugas. Belum lagi di RSSA jadwal operasinya cukup padat,” jelasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kabupaten Malang Kekurangan 5 Ribu Pegawai

Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna
`Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna

MALANGVOICE – Kabupaten Malang kekurangan sedikitnya 5 ribu orang Aparatur Sipil Negara (ASN). Kondisi tersebut telah disampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Bupati Malang, Rendra Kresna, mengatakan, mutasi dilakukan untuk mengisi jabatan lain yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. Pergeseran pejabat hal biasa di internal pemerintahan.

“Kemarin kan Dinas Pendidikan, Pemberberdayaan Perempuan dan Anak yang kosong. Setelah terisi, jabatan lain kosong, makanya terus bergerak,” kata dia, usai pelantikan 229 pejabat Pemkab Malang, Senin (7/8).

Politisi Nasdem itu berharap ada kepastian dari kementerian mengenai kekurangan pegawai di Kabupaten Malang. Meski demikian, Rendra menjanjikan pelayanan di masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

“Kami maksimalkan ASN yang ada. Tapi, tiap tahun ada lebih 500 pegawai yang pensiun,” ungkap dia.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Nurman Ramdamsyah, mengakui, belum ada langkah untuk membuka lowongan CPNS. Sepenuhnya, kata dia, perekrutan pegawai dari pemerintah pusat. Saat ini, jabatan yang tidak terisi sementara diisi pelaksana tugas (Plt). Berlaku sampai ada pejabat yang mengisi.

“Semoga ada tambahan ASN di Kabupaten Malang. Untuk CPNS, daerah tidak berwenang. Kewenangan ada di pusat,” jelas dia.

Sebanyak 229 pejabat di lingkungan Pemkab Malang dimutasi. pergeseran pejabat tersebut lanjutan dari mutasi sebelumnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Rendra Mutasi 229 Pejabat Pemkab Malang, Ini Susunannya

Pelantikan pejabat di Pemkab Malang. (Miski)
Pelantikan pejabat di Pemkab Malang. (Miski)

MALANGVOICE – Bupati Malang, Rendra Kresna, melantik dan mengambil sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas Pemkab Malang, Senin (7/8). Sebanyak 229 orang pejabat dimutasi sedangkan jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dikosongkan.
Kepala Dinas Perikanan, Djaka Ritamtama dimutasi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Jabatannya diisi Endang Retnowati yang sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bambang Istiawan yang sebelumnya Kepala Satpol PP mengisi posisi Kepala Pelaksana BPBD.

Kepala Satpol PP diisi Holidin. Sementara Abdurahman Firdaus yang menjabat Kepala Disperindag digeser sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda. Kabag Humas diisi Suwadji, mantan Camat Pakisaji. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Eko Suwanto bertukar jabatan dengan Kepala Dinas Pertanahan, Bambang Sumantri.
Pelantikan harus dilakukan dua kali, sebab Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Khoirul Fatoni yang dipercaya mengisi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, datang terlambat. Mengenai hal ini, Bupati Malang, Rendra Kresna, memaklumi keterlambatan salah satu pejabatnya.
Menurutnya, Fatoni baru dapat kabar pagi hari. Sedangkan ia posisinya berada di Jakarta. “Saya harap saudara bekerja maksimal. Kinerja saudara akan dipantau untuk keberlanjutan jenjang karier ke depannya,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Nurman Ramdamsyah, mengatakan, mutasi dilakukan sebagai penyegaran dan mengisi jabatan yang kosong. Meski demikian, ada beberapa jabatan yang sengaja dikosongkan dan untuk sementara diisi pelaksana tugas (Plt).

”Minggu lalu baru beberapa pejabat yang dilantik. Sekarang ada 229 pejabat, baik eselon II, III, IV dan staf. Rata-rata setiap tahun ada 500 ASN yang pensiun,” paparnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Memprihatinkan, Kena Hidrosefalus, Zidan Tiga Kali Diabaikan RS Saiful Anwar

Orang tua M Zidan Adam Nurcahya bersama donatur yang peduli atas kondisinya.

MALANGVOICE – M Zidan Adam Nurcahya, warga Dusun Krajan, Desa Ringin Sari, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menderita penyakit Hidrosefalus atau pembesaran kepala. Kondisi balita berusia 7 bulan ini memprihatinkan dan butuh uluran tangan semua pihak.

Kedua orangtuanya, Yuyus Imandika dan Nurmawatin pasrah atas kondisi anaknya. Keterbatasan ekonomi menjadi penghalang untuk membawa periksa Zidan. Meski mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga tidak bisa mengakses perawatan di rumah sakit.

Zidan sempat dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, atas saran bidan klinik usai Nurmawatin melahirkan, 7 bulan lalu. Tidak kunjung ditangani, Zidan dibawa pulang dan diobati ala kadarnya. Penghasilan sebagai buruh serabutan tidak cukup untuk biaya pengobatan anaknya.

“Saya minta bantuan ke teman di Malang untuk mendampingi ke RSSA. Tapi tidak dapat sambutan baik. Baru ketiga kalinya, pihak RS menjadwalkan pengambilan darah pada 14 September, itu pun tidak langsung di operasi,” kata salah seorang donator, Tatik Musyarofah kepada MVoice, Minggu (6/8).

Padahal, dalam kondisi ini, Zidan butuh perawatan cepat dan tindakan medis. Zidan bisa ditangani secara langsung apabila ada uang cash Rp 80 juta untuk biaya operasi. Namun, uang dari donatur yang terkumpul baru separuhnya. Belum termasuk biaya lain untuk perawatan lanjut dan obat yang dibutuhkan. Tatik mengumpulkan dana tersebut dari donatur melalui media sosial.

Ia turun langsung mengecek kondisi Zidan dan menyerahkan sebagian uang dari donatur. Pihaknya mengaku kecewa terkait lambatnya penanganan pihak RSSA.

”Saya tidak tahu, apakah memang itu prosedurnya atau karena alasan keluarga menggunakan KIS. Buat apa dapat KIS jika tidak dapat perawatan maksimal dan prosesnya lama,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Tatik mengupayakan Zidan mendapat penanganan medis di Malang, sebelum nantinya jalan terakhir terpaksa dibawa ke Jakarta. Saat ini, ia masih menghubungi berbagai pihak agar ikut membantu biaya pengobatan Zidan.

“Bapaknya Zidan dulu sempat kerja dengan saya. Kebetulan juga, mertua saya di Sumawe, makanya saya dan teman-teman terpanggil untuk membantu. Saya harap semua pihak bisa meringankan beban keluarga,” harapnya.

Pihak desa meminta keluarga pasrah atas penyakit yang diderita Zidan. Perhatian serius dari pemerintah daerah pun juga tak kunjung datang. Belum ada satupun perwakilan Dinas Kesehatan datang mengecek kondisi Zidan.

“Inisiatif pribadi untuk membantu. Kepedulian sebagai seorang Ibu. Bayangkan hal ini terjadi pada anak kita,” paparnya. Sembari berharap pemerintah daerah turun tangan untuk mengobati penyakit Zidan.

Sekadar diketahui, Hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ otak. Penderita hidrosefalus mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Pasar Semi Modern Dongkrak Minat Warga Belanja ke Pasar

Pasar sayur semi modern Karangploso.(Miski)

MALANGVOICE – Pemkab Malang gencar membangun pasar semi modern di tiap kecamatan.

Hal tersebut terlihat dari anggaran yang tercantum untuk perbaikan pasar. Di antaranya, Pasar Sumedang, Tumpang, Tajinan, dan Wajak.

“Tumpang dan Sumedang proses pembangunan. Sama halnya di Tajinan dan Wajak. Pasar sayur Karangploso lebih dulu, respon masyarakat cukup tinggi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

Pihaknya mendukung sepenuhnya program pasar semi modern. Meski demikian, terbatasnya anggaran membuat alokasi terhadap pasar tidak begitu besar.

Beruntung, selain normalisasi pasar dengan dana daerah, ada pula support anggaran dari pusat.

Politisi PDIP ini menyebut, hadirnya pasar semi modern otomatis mendongkrak minat warga belanja di pasar. Berbeda jika pasarnya terlihat kumuh dan becek. Masyarakat, tambah dia, akan lebih memilih belanja di pasar modern. Meskipun harganya relatif lebih mahal.

“Jika infrastruktur baik. Saya yakin pasar-pasar di kecamatan maupun desa nantinya tetap eksis dan bisa bersaing dengan pasar modern,” tandas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Rendra Minta PDAM Kota Malang Tidak Ambil Untung Banyak

Bupati Malang, Rendra Kresna bersama Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa. Rendra dikukuhan sebagai pembina Tagana Kabupaten Malang.(Miski)
Bupati Malang, Rendra Kresna bersama Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa. Rendra dikukuhan sebagai pembina Tagana Kabupaten Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Tekad Pemkab Malang mendesak PDAM Kota Malang menaikkan nilai kontribusi tak bisa ditawar. Harga Rp 80 rupiah per meter kubik dirasa amat kecil dan kurang pantas. Ancaman mengambil alih sumber pun disampaikan pihak Pemkab, jika PDAM Kota Malang tidak bisa kompromi.

Bupati Malang, Rendra Kresna, mengakui belum punya ketetapan pasti besaran kontribusi yang layak. Hal tersebut tentunya lebih dulu dibahas kedua belah pihak. Apabila sudah ada titik temu, baru disepakati dan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).

“Biaya produksinya berapa dan keuntungannya berapa, kami mau tahu dulu. Ngambil untung jangan banyak-banyaklah,” kata Rendra, Jumat (4/8).

Ditanya apakah Rp 800 hingga Rp 1000 per meter kubik dinilai layak, Ketua DPW Nasdem Jatim ini tak bisa memastikan. Namun, ia meminta besaran kontribusi PDAM Kota Malang nilainya sama atau bahkan lebih besar dari PDAM Kota Malang memberi kontribusi ke Kota Batu.

“Pokoknya yang realistis dan tidak merugikan satu sama lain. Untuk besaran kontribusi, bisa dibicarakan kedua daerah,” jelas Bupati dua periode itu.

Data yang diperoleh MVoice, berdasarkan data kerja sama pengelolaan sumber air antara Pemkab Malang dan Pemkot Malang. Kontribusi penggunaan sumber mata air Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis sebesar Rp 80 rupiah. Kontribusi tersebut atas pemanfaatan air sampai 1.500 liter per detik

Sedangkan di Sumbersari, Desa Tawangargo dan sumber air Karangan, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, sebesar Rp 90 meter per kubik. Untuk pemanfaatan air 40 liter per detik. Sementara, untuk Sumber Pitu, Kecamatan Tumpang, belum ada kesepakatan nilai kontribusi. Untuk pemanfaatan air sendiri mencapai 400 liter per detik.

Hasil audit BPKP tahun 2013 terhadap PDAM Kota Malang. Tarif rata-rata (Rp/m3) sebesar Rp 4.605. HPP/biaya dasar dengan NRW standar Rp 3.409, HPP/biaya dasar dengan NRW riil Rp 4.213.

Di tempat terpisah, MVoice berusaha mengonfirmasi permasalahan ini ke PDAM Kota Malang. Berturut selama empat hari, wartawan MVoice gagal bertemu dengan Direktur dan Humas PDAM Kota Malang.

Petugas jaga menyampaikan pimpinan dinas luar kota. Sedangkan Humas PDAM ada rapat di luar kantor. Saat dihubungi kedua nomor telepon juga tidak ada respon. Pesan singkat WhatsApp juga tak terbalas.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Aksi Kocak Khofifah Menyanyikan Lagu Berkibarlah Benderaku

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa dalam acara pembagian PKH dan pencanangan Kampung Siaga Bencana, di Kabupaten Malang. Khofifah mengajak segenap masyarakat menyanyikan Berkibarlah Benderaku. (Miski)

MALANGVOICE – Ada aksi unik saat Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan mencanangkan Kampung Siaga Bencana, di Kabupaten Malang, Jumat (4/8).

Di sela sambutannya, Khofifah meminta setiap perwakilan maju ke depan untuk berbaris dengan memegang bendera merah putih berukuran sedang yang disusun memanjang. Mereka di antaranya dari Tagana, KSB, pendamping dan penerima PKH, serta kepala desa. Sedangkan masyarakat lain diminta melambaikan bendera merah putih ukuran kecil di tangannya, sambil diiringi dengan menyanyikan lagu Berkibarlah Benderaku.

“Semuanya berdiri dan bersama-sama nyanyikan lagu ini,” kata Khofifah, sembari masuk dalam barisan.

Aksi kocak Ketua Muslimat NU ini pun disambut baik masyarakat dan tamu undangan. Tentunya, aksi Khofifah bukan tanpa alasan. Mengingat, di Bulan Agustus, tepatnya tanggal 17 nanti, masyarakat memeringati hari kemerdekaan Indonesia.

“Di tahun ini, Indonesia genap berusia 72 tahun. Bersama doakan Indonesia semakin maju, masyarakatnya sejahtera dan tetap jaga persatuan,” ajaknya.
Mantan Cagub Jatim ini juga mengajak masyarakat mencintai Indonesia. Jangan sampai merah putih ternodai narkoba dan aksi terorisme.

“Narkoba dan terorisme akan menghancurkan Indonesia. Makanya, kami imbau agar tak terjebak dalam masalah itu. Harus kompak dalam menolak narkoba dan terorisme,” paparnya disambut tepuk tangan.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Pemkot Malang Melunak, Rendra: Seharusnya Sejak Awal

Bupati Malang, Rendra Kresna bersama Mensos RI dan DPR RI dalam acara pencanangan Kampung Siaga Bencana. (Miski)

MALANGVOICE – Permasalahan PDAM Kota Malang dengan Pemkab Malang mulai menemui titik terang. Pemkot Malang dalam waktu dekat akan menemui Bupati Malang, Rendra Kresna, untuk menuntaskan masalah tersebut.

Bupati Malang, Rendra Kresna, menyambut baik langkah Pemkot Malang. Rendra menilai seharusnya upaya tersebut dilakukan sejak awal, sehingga tidak berlarut-larut.

“Baguslah. Seharusnya begitu. Jangan menang-menangan. Kami paham, air dibutuhkan semua pihak,” katanya, Jumat (4/8).

Meski demikian, Rendra belum mendapat kabar kapan perwakilan Pemkot Malang akan menemuinya. “Belum ada surat masuk, saya tahunya dari kalian (awak media),” ujar Ketua DPW Nasdem Jatim ini.

Peningkatan kontribusi PDAM Kota Malang terhadap Pemkab Malang sudah seharusnya dilakukan. Selama ini, PDAM hanya membayar Rp 80 rupiah per meter kubik. Padahal, untuk mempertahankan sumber mata air dibutuhkan biaya cukup besar, termasuk perawatan dan menjaga kondisi lingkungan.

Pihaknya, lanjut Rendra, memberi waktu ke Pemkot Malang supaya segera memutuskan. Tentunya, keputusan atas kesepakatan bersama. Jika tidak, jangan salahkan Pemkab Malang apabila mengambil alih.

“Kalau tidak mau kompromi, kami ubah sistemnya. Biar PDAM Kota Malang beli ke PDAM Kabupaten Malang. PDAM Kota Malang tidak berhak lagi mengelola langsung,” jelasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Sukses Cek Sound, Khofifah: Tinggal Menyamakan Frekuensi

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa dalam acara pembagian PKH dan pencanangan Kampung Siaga Bencana, di Kabupaten Malang. (Miski)

MALANGVOICE – Khofifah Indar Parawansa digadang-gadang akan maju dalam Pilgub Jawa Timur, 2018 mendatang. Meski demikian, Ketua Muslimat NU itu belum mendeklarasikan diri.

Bahkan, semula Khofifah diisukan akan mengambil formulir Cagub Partai Demokrat, namun, hingga pendaftaran ditutup, Khofifah tidak ikut serta dalam seleksi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Selain itu, beberapa partai besar lain dikabarkan tertarik mengusung perempuan yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini. Di antaranya Partai Golkar, Gerindra, dan Nasdem.

Saat ditemui di sela-sela penyerahan bantuan PKH di Desa Gubuklakah, Kabupaten Malang, Kofifah juga tak kunjung memastikan dirinya maju.

“Saya kan sudah bilang. Tunggu saatnya lah, sekarang cek sound,” katanya.

Langkah Khofifah yang tarik ulur membuat pesaingnya, Syaifullah Yusup alias Gus Ipul, gencar melakukan komunikasi dengan berbagai partai politik. Meski, Gus Ipul sudah mengantongi dukungan PKB. Padahal, di Pilgub sebelumnya, PKB mengusung Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mengakui apabila dekat dengan beberapa partai. Namun, ia enggan menyebut partai yang dimaksud.

“Sedang menyamakan frekuensi dan sebatas jalin komunikasi. Baru sirkuitnya siap. Nanti sajalah kepastiannya,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPW Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna, memilih bungkam terkait sikap partainya. Rendra hanya melempar senyum saat awak media menanyakan kabar Nasdem di Pilgub Jatim.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti