Jasa Raharja Tanggung Semua Korban Kecelakaan Maut di Karang Ploso

Korban kecelakaan di RS Saiful Anwar. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan di Jalan Kertonegoro, Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jumat (25/8) baik luka-luka maupun meninggal dunia bakal ditanggung semua pembiayaan serta diberikan santunan.

Hal itu disampaikan Penangggungjawab keuangan Jasa Raharja Malang, Nur Kholik, saat berada di RS Saiful Anwar.

“Korban meninggal dunia diberikan Rp 50 juta pada ahli waris. Sementara korban luka maksimal bisa mendapat uang berobat Rp 20 juta,” katanya.

Kecelakaan maut yang berasal dari truk tronton yang diduga rem blong itu mengakibatkan empat orang tewas dan sebelas luka-luka.(Der/Ak)

11 Korban Luka-Luka Dirawat di RS Prasetya Husada

Penanggungjawab keuangan Jasa Raharja Malang, Nur Kholik. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kecelakaan di Jalan Kertonegoro, Karang Ploso, Jumat (25/8) sore tadi menyebabkan 11 orang luka-luka dan empat dinyatakan meninggal dunia.

Kesebelas korban luka-luka itu dirawat intensif di RS Prasetya Husada, Karang Ploso. Kebanyakan korban mengalami patah tulang pada kaki dan tangan.

“Semua korban luka ringan dan berat masih dirawat intensif,” kata penanggungjawab keuangan Jasa Raharja Malang, Nur Kholik.

Sementara empat orang meninggal dunia sudah dibawa ke RS Saiful Anwar. Masing-masing Sujatmiko, Winarti, Warsiti dan Kuswanto.

Jenazah rencananya akan dibawa langsung ke rumah duka setelah proses visum selesai.

Seperti diketahui, truk tronton bernopol N 9065 UA diduga mengalami rem blong di Jalan Kertonegoro. Truk itu kemudian menyeruduk empat sepeda motor, satu angkot dan mobil Panther. Truk langsung berhenti setelah menabrak rumah warga.(Der/Ak)

Beli Kue untuk Syukuran Kampung, Warsiti Tewas Diseruduk Truk

Kendaraan salah satu korban kecelakaan maut Karang Ploso. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Salah satu korban tewas kecelakaan maut di Jalan Kertonegoro, Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jumat (25/8) sore tadi adalah Warsiti (45).

Ia merupakan warga Kendalsari, Ngijo, yang tertabrak truk tronton karena rem blong. Dijelaskan adik ipar korban, Bejo, keluarga mendapat kabar itu sekitar pukul 17.00 WIB.

Bejo menuturkan, saudaranya itu hendak pergi membeli kue guna persiapan syukuran di kampung. Siti panggilan akrabnya, menaiki ojek. “Berangkat pakai ojek. Tahu-tahu saya dikabari meninggal dunia karena kecelakaan,” katanya saat ditemui di RS Saiful Anwar.

Ia diduga tertabrak dari belakang karena sama-sama berjalan dari arah barat ke timur. “Waktu itu ya perjalanan pulang berarti,” lanjutnya lagi.

Ibu empat anak ini rencananya akan segera dibawa ke rumah duka usai proses visum.

Warsiti merupakan satu dari empat korban meninggal. Korban lain, masing-masing adalah Kuswanto, Sujatmiko dan Winarti.

Dari informasi yang didapat, truk tronton itu kehilangan kendali karena rem blong. Kemudian menabrak empat sepeda motor, angkot dan satu mobil Panther sebelum berakhir di rumah milik Samsul dan Munir.

Saat ini, seluruh korban tewas berada di kamar mayat RS Saiful Anwar.(Der/Ak)

Rem Blong, Truk Tronton Sebabkan Kecelakaan Maut, Empat Tewas

Jenazah kecelakaan maut Karang Ploso. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kertonegoro, Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jumat (25/8). Sebuah truk bernopol N 9065 UA, menyeruduk beberapa kendaraan diduga karena rem blong sekitar pukul 16.45 WIB.

Akibat kebecelakaan maut itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Masing-masing adalah Kuswanto, warga Takaran, Karang Ploso, Sujatmiko, warga Sumpil, serta Winarti dan Warsiti, warga Kendalsari, Karang Ploso, Kabupaten Malang.

Semua jenazah itu dibawa ke RS Saiful Anwar untuk divisum. Sementara itu, masih ada sekitar 10 korban lain yang masih dirawat di RS Prasetya Husada, Karang Ploso.

Dari informasi yang didapat MVoice, truk itu melaju dari arah barat ke timur. Namun, diduga rem blong sehingga lepas kendali dan menabrak beberapa sepeda motor, angkot dan mobil Panther.

Saat ini, pantauan di RS Saiful Anwar sudah banyak keluarga korban yang datang untuk memastikan identitas jenazah.(Der/Ak)

Tagana Kabupaten Malang Serahkan Bantuan ke Warga Korban Puting Beliung

Tagana Kabupaten Malang menyerahkan bantuan bagi korban puting beliung.(Tagana for MVoice)

MALANGVOICE – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang menyerahkan bantuan bagi warga Dusun Krajan, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, yang diterjang puting beliung, Kamis (24/8) kemarin.

Dua warga yang rumahnya rusak sedang, Rodiah dan Timbul diberi bantuan berupa matras, terpal, selimut dan lainnya yang berasal dari stok Kampung Siaga Bencana. Koordinator Tagana Kabupaten Malang, Robby Kusuma, menyerahkan langsung bantuan tersebut.

“Anggota kami juga terlibat dalam perbaikan rumah warga yang rusak akibat puting beliung. Logistik yang kami berikan bantuan dari Kemensos khusus disalurkan ketika ada bencana ,” katanya, beberapa menit lalu.

Robby berharap bantuan tersebut dapat digunakan sebaik mungkin. Pihaknya juga meminta warga supaya tetap waspada terhadap bencana yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya.

Beruntung, lanjut dia, dalam kejadian itu tidak sampai menelan korban jiwa. Pengetahuan akan bencana penting disosialisasikan ke masyarakat ke depannya.

“Di Poncokusumo sudah ada beberapa desa tangguh bencana. Harapan kami, masyarakat paham apa yang akan dilakukan setelah bencana terjadi,” papar dia.

Warga korban puting beliung, Timbul, menyambut baik bantuan tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih terhadap Tagana yang tanggap pasca bencana terjadi.

“Usai rumah saya kena puting beliung, petugas Tagana dan BPBD langsung bertindak. Yang penting saya dan keluarga selamat, rumah rusak bisa diperbaiki,” pungkasnya.(Der/Ak)

Pembangunan Kolam Renang, Pemkab Malang Anggarkan Rp 9,8 Miliar

Kolam renang indoor di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Miski)

MALANGVOICE – Pembangunan kolam renang indoor di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kembali dilanjutkan. Hal tersebut setelah proses lelang pembangunan tahap V selesai dilaksanakan.

“Pembangunan tahap V. Anggaran yang kami siapkan Rp 9,8 miliar,” kata Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta karya, Wahyu Hidayat.

Pelaksana proyek, kata dia, memiliki waktu lima bulan untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Saat ini pembangunan sudah berjalan.

Pembangunan dilanjutkan dengan harapan kolam renang bertaraf internasional tersebut bisa digunakan segera mungkin.

Pihaknya pun optimistis tidak ada masalah dikemudian hari. Sebab, kriteria dan persyaratan lelang cukup ketat.

“Yang jelas, kualitas bangunan sesuai dengan kontrak dan tidak boleh ada penurunan kualitas,” jelasnya.(Der/Yei)

Impor Gula, APTRI Sebut Pemerintah Sama Halnya Bunuh Petani Tebu

Ketua DPD APTRI, Dwi Irianto. (Miski)

MALANGVOICE – Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak Presiden RI, Joko Widodo, agar menghentikan impor gula. Kebijakan tersebut sama halnya membunuh petani tebu di Indonesia.

Ketua DPD APTRI, Dwi Irianto, mengatakan, pasar di Indonesia dibanjiri gula impor. Sehingga gula lokal dari petani tidak laku dan kalah bersaing. Harga gula impor lebih murah dibanding gula petani.

Padahal, biaya produksi petani mencapai Rp 10.700 per kg. Sedangkan harga jual dipasaran di angka Rp 9.700 per kg.

“Kami merasa terzalimi. Petani tebu menjerit dengan kondisi yang tidak jelas ini. Ditambah kebijakan pemerintah yang tak memihak petani,” katanya, saat aksi di depan PG Kebon Agung.

Tahun 2016, pemerintah mengimpor 1,6 juta ton gula. Padahal, kebutuhan dalam negeri hanya di angka 2,7 juta ton. Sementara, produksi gula petani dikisaran 2,4 juta sampai 2,5 juta ton.

Aksi 200 truk tebu di depan PG Kebon Agung Kabupaten Malang. (Miski)

Bahkan, Kementerian Keuangan mengeluarkan surat berbunyi bahwa gula tidak masuk dalam kebutuhan pokok. Pihaknya pun berusaha agar gula masuk kebutuhan pokok.

Pihaknya meminta pemerintah pusat agar melakukan moratorium impor gula, supaya gula petani dapat terserap secara maksimal.

Selain itu, Harga Eceran Tertinggi yang semula dipatok Rp 12.500 per kg juga patut ditinjau ulang. Pihaknya meminta setidaknya HET di angka Rp 14 ribu per kg.

Dikatakan Dwi, rencana pembelian petani gula Bulog pun juga patut dipertanyakan. Pasalnya, harga Rp 9.700 per kg yang muncul tidak berdasar. “Biaya produksi petani di atas Rp 10 ribu. Kalau dibeli Bulog Rp 9.700, petani masih rugi,” paparnya.(Der/Yei)

200 Truk Tebu Mogok Jalan di Kebon Agung, Ada Apa?

Aksi 200 truk tebu di depan PG Kebon Agung Kabupaten Malang. (Miski)

MALANGVOICE – Ratusan truk tebu terparkir di sekitar Pabrik Gula Kebon Agung, Kabupaten Malang, Kamis (24/8).

Truk yang berisi tebu hasil panen dari petani ini sengaja di parkir sepanjang jalan, sebagai kritik ke pemerintah pusat dan Presiden RI Joko Widodo.

Aksi mogok tersebut berlangsung satu jam, sehingga jalur Malang-Kepanjen dan sebaliknya mengalami macet cukup parah.

“Sebenarnya banyak yang mau ikut aksi. Tapi kami kasihan sama pengguna jalan, sehingga kami batasi,” kata Koordinator Aksi yang juga pengurus Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Rofii, beberapa menit lalu.

Sejak awal giling, gula petani tidak laku dipasaran. Hal tersebut lantaran kebijakan pemerintah yang ingin memberlakukan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, sehingga pedagang enggan membeli gula petani, sebelum ada kepastian dari pemerintah.

Harga di pasaran pun saat ini melorot, dari tahun lalu Rp 11 ribu per kg, turun ke angka Rp 9.400 per kg.

“Adanya gula impor (rafinasi) membuat harga gula petani turun. Kondisi ini sudah berlangsung sejak Juni,” jelas dia.

Menurutnya, petani dan asosiasi sudah melakukan pendekatan ke pemerintah supaya membatalkan pengenaan PPN 10 persen. Kendati beredar informasi PPN 10 persen urung diberlakukan, tetapi pihaknya meminta bukti konkret.

“Ini aksi awal kami dan rencananya 5 ribu lebih petani akan aksi di Jakarta, 28 Agustus mendatang,” bebernya.

Permintaan petani sederhana, meliputi pembatalan PPN 10 persen dan stop impor gula. Apalagi, bulan ini masa-masa panen tebu petani.

“Kami minta pak Jokowi berpihak ke petani tebu. Kondisi petani sudah memprihatinkan,” tandasnya.(Der/Yei)

Gula Bebas PPN, PKPTR Apresiasi Keputusan Pemerintah

Pengurus PKPTR di kantor PKPTR.(Ist)
Pengurus PKPTR di kantor PKPTR.(Ist)

MALANGVOICE – Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang membatalkan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor gula.

Ketua Umum PKPTR, Hamim Kholili, mengatakan, gula petani dan Pabrik Gula (PG) hanya bisa dibeli Bulog seharga Rp 9.700 per kg dan harus SNI.

“Jangka panjangnya dengan program pembenahan kualitas bibit, akurasi pengukuran rendemen dan restrukturisasi PTPN,” katanya, melalui rilis, Rabu (23/8).

Keluarnya kebijakan ini, kata Hamim, menjadi kebijakan akhir di tahun 2017 yang mengakomodir aspirasi petani tebu. Pembebasan gula dari PPN memberi kepastian terhadap petani tebu dan pabrik gula.

Keputusan pemerintah yang berpihak ke petani gula harus disambut baik, setelah harga gula mengalami gejolak dari harga awal giling Rp 11.000 per kg turun ke Rp 9.000 per kg.

“Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi petani tebu. Sekaligus kelangsungan pabrik gula milik BUMN,” jelasnya.

Hamim meminta semua petani tebu agar tidak melakukan tindakan yang diluar batas. Pasalnya, keputusan ini secara tidak langsung menguntungkan petani tebu.

“Kami juga mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang bersama-sama berjuang untuk tidak diberlakukan PPN di sektor gula,” paparnya.(Der/Ak)

Pemkab Malang Optimis Turunkan Angka Kemiskinan

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi warga Kabupaten Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Pemkab Malang optimis menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Malang. Pasalnya, jumlah warga miskin di Kabupaten Malang masih cukup tinggi.

“Kami optimistis angka kemiskinan di Kabupaten Malang terus menurun,” kata Bupati Malang, Rendra Kresna, usai membuka acara Bimtek penanggulangan kemiskinan, Rabu (23/8).

Ketua DPD Partai Nasdem Jawa Timur ini menargetkan jumlah kemiskinan turun sampai satu digit di akhir masa jabatannya. Saat ini, jumlah warga miskin di angka dua digit.

Data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), angka kemiskinan di Kabupaten Malang masih 10,64 persen. Sedangkan di Dinas Sosial jumlah warga miskin sebanyak 9,80 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Malang sekitar 2,6 juta jiwa.

Penurunan angka kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dengan mengambil sasaran yang berbeda. Sejauh ini, kata Rendra, langkah pusat sudah tepat, yakni menyasar pada angka garis kemiskinan.

Sedangkan bantuan langsung tersebut tidak efektif bagi warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Namun, pemerintah daerah harus menyasar langsung melalui pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

“Misal, warga golongan dibawah kemiskinan diberi bantuan langsung. Tapi kondisi rumahnya tidak layak huni, penghuninya sakit dan uang dari pusat habis untuk biaya berobat. Intinya ada kolaborasi dari tiga pemangku kepentingan,” jelas dia.

Ia menyadari penduduk Kabupaten Malang bermacam kondisinya. Mulai dari warga yang rentan miskin sampai tergolong sangat miskin-tidak punya keluarga dan sudah tidak bekerja.

“Jumlah penduduk Kabupaten Malang cukup banyak. Tapi kami berusaha maksimal menekan angka kemiskinan. Keterlibatan pemerintah pusat dan provinsi juga sangat berpengaruh dalam mengurangi kemiskinan,” tandasnya.(Der/Yei)