VIDEO: Keseruan Perayaan HUT ke-72 RI di Lanud Abd Saleh

MALANGVOICE – HUT ke-72 RI disambut sukacita prajurit di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (18/8).

Prajurit dari berbagai skuat ini lantas mengikuti serangkaian lomba yang khusus digelar. Meliputi, tarik tambang, balap karung, teklek, panjat pinang hingga menarik dan mengangkat ban pesawat.

Prajurit lain yang tidak ikut lomba juga tak kalah kocak. Mereka memberikan motivasi dan semangat bagi teman-temannya.

“Harapan kami, prajurit di Lanud Abd Saleh lebih kompak, sportifitas dan menjunjung tinggi kebersamaan,” kata Danlanud Abd Saleh, MarsmaTNI Julexi Tambayong.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Memprihatinkan, Kena Hidrosefalus, Zidan Tiga Kali Diabaikan RS Saiful Anwar

Orang tua M Zidan Adam Nurcahya bersama donatur yang peduli atas kondisinya.

MALANGVOICE – M Zidan Adam Nurcahya, warga Dusun Krajan, Desa Ringin Sari, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menderita penyakit Hidrosefalus atau pembesaran kepala. Kondisi balita berusia 7 bulan ini memprihatinkan dan butuh uluran tangan semua pihak.

Kedua orangtuanya, Yuyus Imandika dan Nurmawatin pasrah atas kondisi anaknya. Keterbatasan ekonomi menjadi penghalang untuk membawa periksa Zidan. Meski mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga tidak bisa mengakses perawatan di rumah sakit.

Zidan sempat dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, atas saran bidan klinik usai Nurmawatin melahirkan, 7 bulan lalu. Tidak kunjung ditangani, Zidan dibawa pulang dan diobati ala kadarnya. Penghasilan sebagai buruh serabutan tidak cukup untuk biaya pengobatan anaknya.

“Saya minta bantuan ke teman di Malang untuk mendampingi ke RSSA. Tapi tidak dapat sambutan baik. Baru ketiga kalinya, pihak RS menjadwalkan pengambilan darah pada 14 September, itu pun tidak langsung di operasi,” kata salah seorang donator, Tatik Musyarofah kepada MVoice, Minggu (6/8).

Padahal, dalam kondisi ini, Zidan butuh perawatan cepat dan tindakan medis. Zidan bisa ditangani secara langsung apabila ada uang cash Rp 80 juta untuk biaya operasi. Namun, uang dari donatur yang terkumpul baru separuhnya. Belum termasuk biaya lain untuk perawatan lanjut dan obat yang dibutuhkan. Tatik mengumpulkan dana tersebut dari donatur melalui media sosial.

Ia turun langsung mengecek kondisi Zidan dan menyerahkan sebagian uang dari donatur. Pihaknya mengaku kecewa terkait lambatnya penanganan pihak RSSA.

”Saya tidak tahu, apakah memang itu prosedurnya atau karena alasan keluarga menggunakan KIS. Buat apa dapat KIS jika tidak dapat perawatan maksimal dan prosesnya lama,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Tatik mengupayakan Zidan mendapat penanganan medis di Malang, sebelum nantinya jalan terakhir terpaksa dibawa ke Jakarta. Saat ini, ia masih menghubungi berbagai pihak agar ikut membantu biaya pengobatan Zidan.

“Bapaknya Zidan dulu sempat kerja dengan saya. Kebetulan juga, mertua saya di Sumawe, makanya saya dan teman-teman terpanggil untuk membantu. Saya harap semua pihak bisa meringankan beban keluarga,” harapnya.

Pihak desa meminta keluarga pasrah atas penyakit yang diderita Zidan. Perhatian serius dari pemerintah daerah pun juga tak kunjung datang. Belum ada satupun perwakilan Dinas Kesehatan datang mengecek kondisi Zidan.

“Inisiatif pribadi untuk membantu. Kepedulian sebagai seorang Ibu. Bayangkan hal ini terjadi pada anak kita,” paparnya. Sembari berharap pemerintah daerah turun tangan untuk mengobati penyakit Zidan.

Sekadar diketahui, Hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ otak. Penderita hidrosefalus mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

Proses Hukum Kades Bocek Mandeg, Dewan: Warga Akan Lapor Kejaksaan dan Turun Jalan

ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin.(Miski)
ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin.(Miski)

MALANGVOICE – Kepala Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, diduga menyalahgunakan anggaran Dana Desa (DD). Besarannya mencapai sekitar Rp 174 juta.

Penyalahgunaan tersebut terkuak setelah Inspektorat turun dan mengecek laporan APBDes Desa Bocek 2015 lalu. Di antaranya untuk drainase, pavingisasi dan insentif bagi 42 takmir.

Setiap takmir dapat Rp 200 ribu per tahun. Kalau ditotal, anggaran insentif sebesar Rp 8,400 juta, tapi di laporan tertulis Rp 21 juta.

“Drainase dan paving juga fiktif, ada di laporanz tapi pembangunannya tidak terlaksana,” kata Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin, Rabu (26/7).

Atas hal itu pula, Desa Bocek tidak bisa mencairkan Alokasi Dan Desa dan Dana Desa tahap 1 2017. Bahkan, kasus yang diduga ada unsur kesengajaan ini telah dilaporkan ke Polres Malang. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan.

Menurut Muslimin, Inspektorat memberi waktu hingga 31 Agustus agar Kades Bocek mengembalikan uang tersebut. Sampai sekarang baru sekitar Rp 75 juta dikembalikan.

“Warga menghendaki proses hukum tetap berjalan. Kabar yang saya terima, warga akan melapor ke Kejaksaan dan turun jalan. Prinsipnya, dewan juga menghendaki adanya proses hukum,” jelas politisi PKB ini.

Ditanya soal pembangunan di desa, Muslimin, memastikan pembangunan tetap berjalan. Warga Desa Bocek saling gotong royong membangun drainase dan perbaikan jalan.

“Tanpa campur tangan pemerintah desa. Memang, ADD dan DD perlu dicairkan, mengingat alokasinya diprioritaskan pembangunan desa, tapi karena ada kasus, makanya dipending dulu,” tandas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

Pantai di Kabupaten Malang Rawan Tsunami, BPBD: Baru Satu Alat Pendeteksi Tsunami Terpasang

Pantai Balekambang Kabupaten Malang. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Hampir semua pantai di Kabupaten Malang rawan terjadinya bencana tsunami. Saat ini alat pendeteksi tsunami atau Early Warning System (EWS) baru terpasang di Pantai Tamban.

“Itu pun bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur 2014 lalu,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Joni Samsul Hadi, saat dihubungi MVoice.

Pihaknya berencana menambah alat pendeteksi gelombang tsunami di beberapa pantai, seperti Pantai Kondang Merak, Balekambang, dan Pantai Bajulmati. Normalnya, kata dia, setiap pantai terdapat EWS, sehingga bisa sejak dini memproteksi adanya bencana tsunami.

Ia tidak menyebut besaran anggaran yang dibutuhkan. Namun, pihaknya menyadari pengadaan alat pendeteksi tsunami mendesak dan harus dilakukan secara bertahap.

Keberadaan alat pendeteksi tsunami nantinya juga akan memberi rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai. Pasalnya, minat wisatawan menghabiskan waktu libur ke pantai di Kabupaten Malang terus meningkat.

“Ada 12 pantai yang menurut kami rawan. Tahun ini ada rencana untuk menyusun kontijensi bencana tsunami,” jelasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

PKPTR Apresiasi Langkah APTRI Dorong Bulog Beli Gula Petani

Ketua Umum PKPTR, H Hamim Kholili. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) mengapresiasi langkah Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang mendorong Bulog agar melakukan pembelian gula petani dengan harga Rp 9.700 per Kg.

Ketua Umum PKPTR, H Hamim Kholili, mengatakan, bakal mendorong penuh kesepakatan tersebut agar bisa direalisasikan dan menjawab harapan petani selama ini. Hal tersebut merupakan terobosan untuk pembelian gula petani yang tidak laku dijual.

“Kami mengapresiasi langkah APTRI yang memperjuangkan nasib petani tebu,” katanya.

PKPTR juga mendukungn penuh rencana aksi APTRI di Jakarta, 28 Agustus mendatang. Aksi tersebut tidak lain berjuang demi kepentingan petani. Aksi ini juga sudah diputuskan petani seluruh Indonesia, baik pengurus DPC dan DPD dari pabrik gula di jawa dan lainnya. Meliputi pabrik gula milik negara maupun swasta.

Titik tekan aksi tersebut agar pemerintah berpihak pada petani tebu. Dengan cara meningkatkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula dari semula Rp 12.500 menjadi Rp 14.000. Dari HPP Rp 9.100 naik Rp 11.000 atau pembelian Rp 11.000 per Kg.

“HPP gula sudah mencapai Rp 11.000 dengan kalkulasi petani mendapatkan untung dan bebas PPN 10 persen,” tambahnya lagi.

”Petani tebu saat ini mengalami kerugian karena harga gula rendah. Produktivitas tebu menurun karena cuaca ekstrim tahun 2016 dan banjirnya gula impor di pasaran, sehingga gula petani susah dipasarkan,” bebernya.

Pemerintah juga diharap mencegah beredarnya gula impor di pasaran. Pihaknya mendorong pemerintah mewujudkan revitalisasi PG BUMN dan tidak menutup PG yang ada saat ini. Sebelum, lanjut Hamim, pemerintah membuat PG baru.

“Kami juga mau menagih janji soaal rendemen 8,5 persen tahun 2017. Seperti yang dijanjikan,” papar dia.

Sebelumnya, PKPTR dan petani tebu di seluruh Indonesia menolak pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen di sektor gula. Penolakan itu membuahkan hasil dan pemerintah menunda penerapan tersebut.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

BNN Kabupaten Malang Ciduk Jaringan Narkoba, Ratusan Gram Sabu Diamankan

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang berhasil menciduk seorang bandar narkoba.(ist)
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang berhasil menciduk seorang bandar narkoba.(ist)

MALANGVOICE – Upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang menyikat habis jaringan dan peredaran narkoba membuahkan hasil. Seorang bandar narkoba diciduk dan diganjar timah panas karena berusaha melarikan diri.

Dari tangan tersangka, BNN berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 273,23 gram sabu dan 97,67 gram narkotika jenis ganja.

Tersangka SA diciduk pada Minggu (6/8) sekitar pukul 14.00 WIB. SA merupakan warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Karena tidak mengindahkan peringatan petugas, maka dilakukan penembakan terhadap tersangka sesuai prosedur,” kata Kepala BNN, AKBP I Made Arjana, melalui rilis yang diterima MVoice, Selasa (8/8).

Barang bukti tersebut dihasilkan dari penggeledahan kepada orang dan rumah tersangka di tempat berbeda.

Di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, petugas menemukan satu dus jenis sabu 65,69 gram, 100,98 gram dan 100,91 gram.

Di Kecamatan Wagir, didapat dua poket yang diduga jenis sabu, yakni 0,68 gram dan 0,54 gram. Ditambah alat hisap, tiga sedotan dan dua korek api.

Sedangkan di Kecamatan Lowokwaru, ditemukan satu dus sabu dan ganja. Meliputi 2,77 gram sabu dan 81,90 gram, 8,54 gram serta 7,23 gram ganja.

Selain itu, di saku celana tersangka ditemukan dua poket sabu. Uang sebesar Rp 43,5 juta berhasil diamankan beserta buku rekening BCA atas nama SA.

“Barang sudah siap edar. Beruntung kami bertindak cepat. Kami masih kembangkan kasusnya, asal usul barangnya tersebut,” jelasnya.

Pihaknya masih memburu tersangka lain yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

Selama 2017, BNN Kabupaten Malang Rehab 30 Orang Pengguna Narkoba

Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP I Made Arjana.(Miski)

MALANGVOICE – Jumlah pengguna narkoba di Kabupaten Malang terbilang tinggi. Hingga pertengahan tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah merehabilitasi 30 orang.

Di tahun sebelumnya, sebanyak 185 orang berhasil direhabilitasi. Baik yang menjalani rawat inap dan jalan.

“Kami tempatkan korban pemakai narkoba di tempat rehabilitasi yang bekerjasama dengan kami maupun milik pemerintah,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP I Made Arjana.

Fakta di lapangan, banyak masyarakat enggan melaporkan sanak keluarga dan kerabatnya yang kedapatan menggunakan narkoba. Masyarakat menilai hal tersebut sebagai aib.

Padahal, kata Made, pengguna narkoba tidak akan dikenakan hukuman penjara, melainkan menjalani rehabilitasi. Dengan catatan, narkoba tersebut murni digunakan dirinya sendiri atau tidak diedarkan. Biaya rehabilitasi pun ditanggung negara.

“Kecuali dia pengedar dan sindikat narkoba. Urusannya masuk ranah hukum,” jelasnya.

Untuk peredaran narkoba di Kabupaten Malang, tambah dia, kebanyakan lewat darat. Apalagi Kabupaten Malang cukup luas.

“Ada yang lewat Lawang, Dau-Karangploso dan perbatasan dengan daerah lain. Kami bekerjasama dengan semua stakeholder untuk memutus mata rantai sindikat,” pungkas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Cipta Karya Anggarkan Rp 35 miliar untuk Pembangunan Alun-alun Kabupaten Malang

Landmark rencana pembangunan Alun-alun Kabupaten Malang. (Miski)

MALANGVOICE – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya menganggarkan Rp 35 miliar untuk pembangunan Alun-alun Kabupaten Malang. Anggaran tersebut masuk dalam APBD 2018.

Anggaran tersebut belum termasuk anggaran pembebasan lahan seluas 4 hektare.

“Anggaran untuk lahan ada di Dinas Pertanahan. Kami fokus pada anggaran pembangunan Alun-alun,” kata Kepala DPKPCK, Wahyu Hidayat.

Perencanaan pembangunan alun-alun telah rampung. Sedangkan Detail Engineering Design (DED) belum selesai

Pembangunan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2018 dan bisa dinikmati masyarakat Kabupaten Malang.

Di alun-alun tersebut akan dilengkapi taman, kolam ikan, area olahraga, tempat bermain dan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Malang.

“Kalau tanahnya siap, baru kami lelang dan setelah selesai, bisa dilangsungkan pembangunannya,” jelas dia.

Kehadiran alun-alun penegasan Kepanjen sebagai pusat Kabupaten Malang.

“Harapan pak bupati, Alun-alun nanti bisa dinikmati masyarakat. Untuk tempat ngumpul maupun sekadar berlibur,” paparnya.

Sebelumnya, pembangunan alun-alun dianggarkan pada PAK. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembebasan lahan seluas 4 hektare.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

120 Orang Bidan PTT di Kabupaten Malang Belum Terima Gaji Tiga Bulan

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin.(Miski)
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin.(Miski)

MALANGVOICE – Sebanyak 120 bidan yang statusnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Malang, belum gajian. Terhitung sejak Maret hingga Mei 2017.

Kondisi tersebut direspon DPRD Kabupaten Malang. Ketua Komisi C, Muslimin, mengatakan, bidan tersebut merupakan tanggung jawab pusat. Karena statusnya sebagai CPNS, maka gaji selama Maret-Mei diputus.

“120 bidan itu merupakan PTT Kementerian Kesehatan,” kata dia, Rabu (26/7). Sembari menyebut tidak sedikit yang mengeluh lantaran bel gajian.

Melalui Komisi C, pihaknya mengusulkan ada alokasi di dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Sehingga tanggungan gaji tiga bulan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Hal tersebut harus dilakukan karena setiap hari bidan bekerja dan melayani masyarakat.

Namun, politisi PKB ini belum bisa memastikan besaran yang akan diberikan nantinya. Sesuai gaji PTT Kemenkes, setiap bidan menerima bayaran Rp 2,4 juta per bulan. Sedangkan, jika mengacu aturan daerah, gaji PTT sebessr Rp 1,4 juta.

“Karena Dinkes tidak menganggarkan di APBD 2017, makanya kami upayakan di PAK. Sehingga nanti gaji tiga bulan yang belum terbayar dirapel setelah PAK disahkan,” paparnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

Petani Singosari Tewas Diduga Korban Peluru Nyasar

Petani Desa Baturetno menjadi korban dugaan peluru nyasar. (ist)

MALANGVOICE – Seorang petani asal Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Buawi, diduga menjadi korban peluru nyasar, Selasa (8/8). Nyawa petani ketela tersebut tak tertolong karena mengalami luka parah di pipi sebelah kanan.

Peluru nyasar tersebut diduga milik Yonko 464 Wing II Paskhas yang sedang melaksanakan latihan tembak di lapangan tembak patriot sejati milik TNI Lanud Abd Saleh. Jarak lapangan tembak dengan TKP sekitar 600 meter.

Dari keterangan adik korban, Kasiati. Pihak Provos TNI AU telah memberikan imbauan kepada penggarap lahan di sekitar lapangan tembak bahwa akan dilaksanakan latihan menembak.

Kasiati mendapati kakaknya berjalan sempoyongan menuju rumahnya. Bagian kepala sudah berlumuran darah. Adik korban lantas meminta bantuan warga sekitar yang sedang menggarap di dekat TKP.

Korban kemudian diangkat dan dibawa ke rumah Kepala Desa Baturetno. Nyawa korban tak tertolong saat perjalanan menuju rumah kepala desa. Korban dibawa ke RSSA untuk dilakukan visum dan tindakan lanjut.

Dari keterangan warga, korban mengalami sedikit gangguan jiwa sehingga diperkirakan korban tidak mengindahkan imbauan pihak TNI AU.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. Saat ini pihaknya bersama TNI AU sedang mengecek TKP.

“Iya mas. Sedang kami cek TKP bersama teman-teman TNI AU,” katanya melalui pesan singkat.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang