28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Tata Kelola Bosnas Lalui Dua Tahap

Dhani Hamiddan Khoir

MALANGVOICE – Tata Kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah Tingkat Nasional (Bosnas) melalui dua penilaian.
Ketua Tim Tata Kelola Dana BOS, Dhani Hamiddan Khoir, mengatakan pertama penilaian berupa kunjungan dari Dirjen SD Kemdikbud RI, dan kedua pemanggilan kepala sekolah ke Jakarta.
Sedangkan kehadirannya di SD Negeri Punten I adalah dalam tahap pertama seleksi. ”Jadi ada dua tahap nantinya, pertama adalah sekarang dan kedua nanti kalau tidak salah tanggal 14 Agustus kepala sekolah akan kita undang ke Jakarta,” jelas Dhani yang juga FungsionalUumum Subbid Program Dirjen Kemdikbud ini.

Adapun sekolah yang diseleksi dalam Lomba Tata Kelola Dana BOS adalah perwakilan masing-masing 2 sekolah untuk satu provinsi. Jika mengajukan semua, maka akan ada 68 sekolah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.
”Kita masih menunggu terus dari teman-teman provinsi lain yang juga melakukan seleksi. Kalau lancar maka tanggal 6 sudah mulai pengolahan di pusat,” tutur Dhani.

Wakil Wali Kota Batu, Punjil Santoso menjelaskan mengenai kriteria penilaian untuk tata kelola dana BOS diantaranya adalah terkait dengan RKA di sekolah, dan apakah BOS telah dipergunakan sebagaimana mestinya.
“Ada banyak yang dinilai nantinya, saat ini tim penilai masih bekerja untuk melihat-lihat fisik sekolahan. Termasuk nantinya adalah penggunaan BOS apakah sesuai dengan Juknis dan Juklaknya,” tegas Punjul.-

Pemkot Batu Kucurkan Bosda Pakaian dan Mamin Siswa

Siswa siswi SD Punten I yang bermain di halaman sekolah. Untuk merekalah BOSDA dikucurkan oleh Pemkot Batu.

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Batu mengucurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) ke sekolah yang ada di Kota Batu.
Bantuan sekolah ini bisa dinikmati siswa-siswi di Kota Batu untuk digunakan membeli keperluan sekolah, seperti baju dan sepatu, termasuk makanan bergizi dan minuman seperti susu dan lain-lain.

“BOS kan ada bermacam-macam ya, mulai dari tingkat pusat, tingkat provinsi dan tingkat daerah. Kita juga ikut menyumbang untuk pembiayaan sekolah seperti pakaian, makanan dan minuman,” ungkap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, dihadapan guru dan komite sekolah.

Ketua Tim Tata Kelola BOS dari Penyusunan Program Kemdiknas, Dhani Hamiddan Khoir, menyatakan apresiasinya kepada Pemkot Batu atas upayanya untuk membantu meningkatkan pendidikan didaerahnya.
“Kontribusi dari Pemkot Batu sangat saya apresiasi karena BOS daerah ini dapat membantu BOSNAS. Apalagi di BOSDA ini ada makanan dan minuman sehat tambahan untuk para siswa. Jadi selain dapat pendidikan, tubuh siswa juga menjadi sehat,” tandasnya.-

Pelajar Osaka Dipameri Budaya Malang

Pelajar Osaka saat hadi di SMAN 1 Malang

MALANGVOICE – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Malang, H Mus Umam mengaku bangga sekolahnya dikunjungi siswa dari Osaka, Jepang, Selasa (4/8).

Seluruh pengajar di SMAN 1 Malang membawa misi penting untuk mengenalkan sistem pendidikan yang baik kepada tamunya.

Mus Umam juga mengatakan, tidak banyak persiapan yang dilakukan terkait kedatangan 14 pelajar dan guru dari Osaka tersebut.
“Karena kami dipilih, maka kami akan promosikan wisata dan kebudayaan yang ada selain pendidikan cara belajar mengajar di sini,” katanya saat berbincang dengan Mvoice, beberapa menit lalu.

SMAN 1 Malang memperlihatkan video wisata yang ada di Kota Malang dan sekitarnya. “Film wisata kami putar karena ingin promosikan Kota Malang terlebih dahulu, baru yang lain,” ungkapnya.

Di dalam aula, para murid juga mempersiapkan makanan khas Kota Malang, bakso. Selain itu, mereka juga memasak makanan khas Jepang, Nikujaga.

“Kami tidak ingin mereka (pelajar dari Osaka) merasa kecewa atas kedatangannya kemari, kami ingin mereka bisa share di Jepang tentang Kota Malang dan Jawa Timur,” pungkas Umam.-

Anton Sumbang Uang Tunai Sekolah Terpencil

MALANGVOICE – Wali Kota Malang HM Anton, secara resmi memberikan bantuan dana kepada SD Islam Restu Ibu.

Bantuan uang tunai ini diberikan kepada kepala sekolah secara langsung dihadapan para murid, guru dan wali murid yang turut hadir.

Bantuan dana ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pengembangan pendidikan pada sekolah yang dibangun oleh dana swadaya warga ini.

“Selain bantuan dana kami juga akan carikan lagi dana CSR selain juga berharap dinas terkait untuk memberikan sentuhan,” ucap Anton.

Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kota Malang, Suyitno mengatakan, bantuan dapat turun dari pihaknya bila sekolah yang bersangkutan mengajukan proposal.

“Kita ada bantuan dana untuk rehab, pihak sekolah harus ajukan proposal itu juga harus ada foto,” kata Suyitno.

Dijelaskan, setiap tahunnya, Dinas Pendidikan menerima banyak proposal untuk rehab sekolah. Nantinya, sekolah yang layak dibantu akan diberikan bantuan sesuai dengan apa yang diajukannya. “Kami cek dulu, nanti akan ada prioritas untuk itu,” tandasnya.-

Pelajar Asal Osaka Belajar di SMAN 1 Malang

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji bersama guru dari Osaka

MALANGVOICE – SMAN 1 Malang mendapat kunjungan istimewa dari pelajar Osaka, Jepang, Selasa pagi (4/8).

Dalam kunjungannya, 12 murid dan 2 guru asal Negeri Sakura tersebut akan belajar berbagai hal, termasuk pendidikan, budaya, wisata hingga kuliner.

SMAN 1 Malang juga mewakili Jatim dalam kunjungannya tahun ini. Dosen Bahasa Jepang Universitas Brawijaya, Izuka mengatakan progam ini atas kerjasama dengan Pemprov Jatim dan Prefecture Osaka.

“Ini adalah pertukaran budaya dan persahabatan, kami akan saling promosi dan mengenal,” katanya dengan fasih berbahasa Indonesia.

Kedua belas perwakilan dari Jepang teraebut akan diajak keliling sekolah sebelum berangkat ke Surabaya.

Sebelumnya, lanjut Izuka, pemerintah Jepang telah datang ke SMAN 1 Malang untuk survey lokasi. Mereka minta agar masuk kelas dan mengetahui sistem belajar di sekolah unggulan Kota Malang tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, H Sutiaji bangga dengan adanya program kerjasama antar kedua pemerintahan itu.

“Ke depan semoga akan ada kerjasama yang baik lagi,” ungkapnya setelah memberikan sambutan.-

Kunjungi Sekolah Terpencil, Anton Janjikan Bantuan

MALANGVOICE – Wali Kota Malang HM Anton takjub melihat SD Islam Restu Ibu yang dibangun dengan swadaya masyarakat di kawasan TPA Supit Urang.

Sebagai pemimpin ia sangat bangga, karena warga sekitar mau membangun sarana pendidikan dengan biaya sendiri.

Bahkan, Anton menjanjikan akan bantuan dari dana corporate social responsibility (CSR) pada sekolah terpencil itu.

“Saat saya sidak ke Supit Urang saya bangga sekali ada sekolah yang dibangun oleh warga sendiri,” kata Anton di hadapan siswa dan wali murid, Selasa (4/8).

Orang nomor satu di Kota Malang itu, juga menerima keluhan pihak sekolah terkait sulitnya akses masuk ke sekolah tersebut, karenanya, dalam waktu dekat ia akan berkonsultasi dengan Dinas terkait agar melakukan pembangunan jalan.

“Kami juga meminta Dinas Pendidikan agar peduli kepada sekolah ini untuk memberikan sentuhan,” tandasnya.

Sebagai Kota Pendidikan, pembangunan infrastruktur dan pembangunan non infrastruktur dalam dunia pendidikan amat sangat layak diperhatikan.

“Hasil blusukkan saya selaku Walikota selama ini sudah menghasilkan sesuatu yang positif karena kita ingin melihat langsung bagaimana program pemerintah,” beber Anton.-

Kongres Memilih 10 Duta Anak

Papan bunga dan spanduk yang berjajar rapi menyambut acara kongres anak indonesia di hotel purnama kota batu.

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII di Kota Batu bakal dipimpin oleh anak-anak sendiri dengan batasan usia 12 sampai 17 tahun.
Mereka akan memilih 10 duta anak yang nantinya akan membacakan hasil kongres berupa deklarasi di hadapan Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Panitia Daerah Kongres Anak Indonesia Kota Batu yang juga Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu, Rudianto kepada MVoice mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya telah mentraining 10 anak untuk menjadi pendamping Kongres Anak Indonesia tersebut.
10 anak ini bukanlah duta anak, melainkan anak-anak pilihan dari masing-masing provinsi guna menjadi pendamping kongres.

“Pada saat kongres nanti, tidak boleh ada orang dewasa yang masuk ruangan. Makanya kita training dulu 10 anak terkait sidang dan mekanismenya. Orang dewasa saja kalau sidang ramai, jadi kita berharap sidang kongres anak bisa lebih baik,”ujarnya.

Rudianto menambahkan bahwa kongres di Kota Batu adalah satu-satunya yang penyelenggaraannya di tingkat Kota. “Sebelumnya pasti yang menyelenggarakan adalah tingkat provinsi,”tandasnya. –

SD Punten Optimis Juara Tata Kelola Dana BOS Nasional

Siswa siswi SD Punten I saat melakukan gladi penyambutan tim tata kelola BOS tingkat nasional. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Tim Tata Kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Sekolah Dasar tingkat Nasional dijadwalkan melakukan penilaian di SD Punten I Kota Batu. Selasa (4/8) pagi ini.
Penilaian tersebut dalam rangka mempertahankan kejuaraan Kota Batu yang tahun sebelumnya pada kategori yang sama.
Siswa-siswi SD Punten I telah mempersiapkan diri dalam penyambutan para tamu. Terlihat beberapa anak sedang berlatih yel-yel untuk menyambut para tamu dan undangan. Termasuk beberapa kesenian tari kuda lumping dan waroknya.
Mewakili Kepala Sekolah, Agustina Sriwidayati, S.Pd mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk menjadi juara lomba tata kelola dana BOS.
Menurutnya, SD Punten I sudah terbiasa dengan sirkulasi pembelajaran. ”Kami yakin dengan doa bahwa kita akan berhasil,” tandasnya kepasa MVoice.-

270 Mahasiswa UM Digembleng di Lanal

Mahasiswa SM3T di Lanal sebelum dapatkan pelatihan. (deni/malangvoice)

MALANGVOICE – 270 mahasiswa peserta Sarjana Mendidik Desa Terpencil, Tertinggal dan Terluar (SM3T) Universitas Negeri Malang (UM) mendapatkan pelatihan mental dan fisik dari TNI-AL di Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) selama 15 hari.

Mahasiswa tersebut nantinya akan ditempatkan di desa terpencil. Rektor UM, Prof. Achmad Rofiudin, mengatakan dengan pelatihan di Lanal nantinya mereka akan lebih siap mengabdi dan berjuang.

“Penggemblengan mental, fisik, serta penguatan pemahaman ideologi kebangsaan, dengan didasari rasa disiplin, rasa tanggung jawab, memiliki kemandirian, serta adanya jiwa pengabdian yang handal, tanpa kenal lelah dan keluh kesah, sebagai calon guru PNS,” katanya dihadapan wartawan, (3/8).

Nantinya, lanjut Rofiudin, mahasiswa tersebut akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 2,5 juta/bulan, ditambah pendapatan dari Pemda setempat. “Selama mengabdi nanti tidak akan kesusahan keuangan,” lanjutnya.

SM3T edisi kelima ini akan berangkat tanggal 18 Agustus ke 7 Kabupaten dan 4 provinsi seperti Riau, Aceh, Papua, dan Papua Barat.

Guru Tak Boleh Korupsi Waktu

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji sesaat menghadiri halal bi halal guru SD di STIBA

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, H Sutiaji ingin guru bisa menjadi tauladan bagi para siswanya. Hal tersebut disampaikannya setelah menghadiri halal bi halal guru Sekolah Dasar negeri dan  swasta se-Kecamatan Kedung Kandang, Sabtu (1/8).

“Guru itu juga harus mendidik moral, kalau didikannya baik buahnya juga akan baik. Terlebih mereka ini kan pendidik siswa usia dini,” kata Sutiaji.

Sutiaji juga sempat memberi tausyah kepada 800 guru dan tamu undangan yang hadir di kampus STIBA tersebut. Ia mengajak para guru agar lebih jujur dan bermartabat. “Mengenai korupsi itu bukan cuma uang, waktu juga bisa kan,” lanjut Sutiaji. “Yang perlu dikuatkan itu adalah keyakinan karena itu bentuk pengabdian tulus dan ikhlas,” sambungnya.-