01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Jelang Launching, Hotel Horison Cari Penilaian Pelanggan

Salah satu bagian marketing Hotel Horison saat showroom (fathul)

MALANGVOICE – Hotel Horison Kota Batu dalam waktu dekat akan dilaunching. Kesiapan sudah hampir 100 persen. Besok ada trial stay (percobaan tinggal) dari rekanan.

Public Relation Hotel Horison, Agnes Buranda, mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan penilaian dari berbagai pihak agar hotel yang baru dibangun itu dapat memberi pelayanan maksimal.

“Kami menyediakan 154 kamar full service. Setiap kamar kami sediakan mini bar dan teras dengan pemandangan ke Kota Batu,” ungkap Agnes kepada MVoice, saat Media Gathering, sore tadi.

Dari 154 kamar dibagi menjadi lima tipe. Dua kamar tipe Horison Suite sekelas Presiden Suite, sebelas tipe Executive Suite, tiga puluh tipe Junior Suite, dan tipe Double/Twin Deluxe 111 kamar.

Selain menyediakan kamar nyaman, Horison juga menawarkan Resto Malabar dengan masakan citarasa tinggi di loby. Di lantai pertama ada ruang meeting, sedang ballroom berkapasitas 750 orang ada di lantai dua, untuk rapat dan pertemuan.

“Lokasi hotel kami dikelilingi pegunungan, hingga menghadirkan kenyamanan pada pelanggan. Sebab itu kami sangat merekomendasikan pengunjung wisata Batu menginap di sini,” saran Agnes.

Harga Terkoreksi, Pedagang Akik Tetap Semangat Transaksi

Suasana pameran akik nasional. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Meskipun harga batu akik mulai terkoreksi, namun pedagang masih semangat mentransaksikan batu ini. Pada pameran akik nasional di Kantor Bakorwil III Malang, Jalan Simpang Ijen 2, Malang, Jumat (2/10), transaksi menembus angka jutaan.

Seperti di stan milik Toni, warga Kepanjen. Di stan ini terjual batu akik khas Malang dengan relatif variatif antara Rp 50 ribu sampai Rp 600 ribu. “Yang paling banyak dicari, jenis panca warna, giok dan sojol. Harga termasuk murah dibanding beberapa bulan lalu,” katanya kepada MVoice.
Pameran Akik2
Sama halnya dengan Irwan Suseno. Penjual batu permata dari Sulawesi itu mengaku, memanfaatkan pameran untuk menjual dagangannya. Ia mengatakan, sangat senang dengan pameran akik, karena selama ini ia menjual produknya di rumah. “Saya mumpung di Malang, ya dimanfaatkan buat jual. Selama ini di rumah agak sepi,” paparnya.

Begitupun Sunaryo, penjual akik asal Bangil, mengaku masih bersemangat menjual akik meski harga mulai terkoreksi. Dari ratusan koleksi akik yang ia pamerkan, ada akik seberat 8 ons terjual seharga Rp 1,5 juta. “Ini blue oval, bisa dibuat kalung dengan emban perak,” katanya sambil menyodorkan akik.

Pameran akik nasional itu adalah rangkaian Gebyar Hari Jadi ke-70 Provinsi Jawa Timur, dibuka sejak Kamis (1/10). Selain batu akik, bermacam produk UMKM dari 12 kota dan kabupaten se Bakorwil III terlibat dalam pamerkan. Ada produk makanan seperti tape Bondowoso, buah apel dari Kota Batu, dan pisang dari Kabupaten Lumajang. Pameran digelar hingga 4 Oktober mendatang.

Peduli Korban Mina, Telkomsel Top Up Pulsa Jamaah Haji Indonesia

Executive Vice President Telkomsel area Jawa Bali, Yetty Kusumawati. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Tragedi Mina yang menewaskan ribuan jamaah haji saat lempar jumrah, beberapa hari lalu membuat Telkomsel berinisatif memberikan bantuan berupa top up pulsa sebesar Rp 20 ribu kepada 50 ribu jamaah haji asal Indonesia.

Hal itu diungkapkan Executive Vice President Telkomsel area Jawa Bali, Yetty Kusumawati saat menghibahkan BTS ke 5 perguruan tinggi di Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Kamis (1/10).

Menurutnya, kebutuhan telekomunikasi keluarga dan jamaah haji akan meningkat saat musim haji, terlebih saat ada kejadian. Yetty mencatat, 70 persen dari 200 ribu jamaah haji asal Jawa Timur adalah pelanggan Telkomsel “Karenanya kami berharap top up pulsa bisa mempermudah komunikasi dengan keluarga yang jauh,” katanya.

Bantuan top up pulsa otomatis, lanjut wanita berkerudung itu, merupakan bentuk apresiasi pada pelanggan yang memilih Telkomsel untuk sarana komunikasi saat menunaikan ibadah haji. “Tahun ini penggunaan Telkomsel meningkat 50 persen dibanding hari-hari biasa,” jelasnya.

Selain bantuan top up pulsa, Telkomsel juga memberikan santunan bagi korban meninggal di Mina masing-masing korban mendapat Rp 2,5 juta berupa pulsa. “Semoga apa yang kami berikan bermanfaat bagi korban dan keluarga tetap sabar dan tawakal,” harapnya.

Telkomsel Hibahkan 5 Unit BTS pada 5 Kampus Besar se-Jawa Bali

Executive Vice President Telkomsel area Jawa Bali, Yetty Kusumawati, menyerahkan BTS secara simbolik kepada Rektor UB, M Bisri dan perwakilan empat universitas lain.(deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Perusahaan telekomunikasi Telkomsel menghibahkan BTS di 5 universitas wilayah Jawa Bali, antara lain UNS Solo, Udayana Bali, Unsoed Purwokerto, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (1/10).

Penyerahan BTS secara simbolis dilakukan di Gedung Rektorat UB dan diserahkan Executive Vice President Telkomsel area Jawa Bali, Yetty Kusumawati kepada Rektor UB, M Bisri dan perwakilan dari empat kampus lainnya.

Pemberian hibah BTS itu, kata Yetty, bisa digunakan untuk berbagai hal termasuk media pembelajaran teknologi komunikasi untuk para mahasiswa yang belajar ilmu komunikasi dan elektro. “Mahasiswa membutuhkan media untuk pembelajaran itu di perusahaan telekomunikasi dan Telkomsel siap memberikan itu,” paparnya.

Ia melanjutkan, saat ini BTS yang dihibah berteknologi 2G meski saat ini sudah berkembang teknologi 4G, Yetty punya alasan sendiri mengapa harus 2G, menurutnya teknologi 2G adalah awal teknologi yang dipakai Telkomsel bahkan masih digunakan sampai saat ini.

“Dalam pembelajaran harus tahu evolusi dari teknologi, ke depan semoga bisa lebih maju lagi. Di dalam BTS itu juga ada berbagai macam teknologi dan itu harus dipelajari, ini akan berlanjut,” singkatnya.

8 Tahun Jualan Kripik Kentang, Keuntungan Sungguh Lumayan

Asisten Toko Oleh-Oleh Langgeng, Kholimatus Sa'diyah saat menata kripik kentang andalannya (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Berjualan oleh-oleh khas Kota Batu tetap menjadi primadona bagi sebagian orang. Adalah Kholimatus Sa’diyah, asisten pemilik Toko Oleh-Oleh Langgeng di Jalan Diponegoro, Kota Batu ini sudah 8 tahun berjualan dengan hasil lumayan.

Meskipun menyediakan berbagai macam jenis produk olahan, namun yang menjadi andalan Toko Oleh-Oleh Langgeng adalah kripik kentang. Dengan punya merk sendiri, Kholim, sapaan akrabnya, dapat memasarkan produknya dengan leluasa dan mendapatkan keuntungan maksimal.

“Kami punya dua varian rasa untuk kripik kentang, original dan rasa bawang. Produknya dari olahan kami sendiri jadi kami pakai merk “Langgeng” seperti nama tokonya,” ungkap Kholim kepada MVoice saat berkunjung ke tokonya.

Varian rasa original dan bawang menurutnya sama-sama laku keras. Ia banyak mendapatkan testimoni bagus dari para pembelinya yang sudah mencoba. Bahkan kemudian beberapa jadi pelanggan sehingga kadang minta kiriman ke luar Kota Batu.

Untuk harga kripik kentang merk Langgeng jualannya, Kholim membaginya dalam dua kemasan. Kemasan pertama 100gram dengan harga Rp 14 ribu, dan kemasan 200gram harga Rp 26 ribu. Antara original dan bawang, lanjut Kholim, harga sama.

Selain kentang, Toko Oleh-Oleh Langgeng juga menyediakan pilihan kripik lainnya. Salah satu produk yang paling laris setelah kripik kentang adalah kripik apel. Kripik apel juga olahan sendiri dan sudah diberi merk sama, Langgeng.

“Kalau di Kota Batu kan andalannya memang apel, sehingga kami juga harus punya produk ini karena pasar juga terbuka. Lumayan laris meski kalah dengan kentang, karena andalan kami ya kentang,” ujar Kholim sembari tertawa.

Untuk produk kripik apel juga dibagi menjadi dua kemasan, 100gram diberi label harga Rp 14 ribu, dan kemasan 200gram dijual Rp 27 ribu. Kalau produk dari distributor, Kholim punya kripik lengkeng, kripik nanas, kripik nangka dan lain-lain yang dijual mulai Rp 15 ribu sampai Rp 28 ribu.

“Sekarang lagi low session, jadi penjualan menurun di bawah 50 bungkus perharinya. Kalau lagi ramai, waktunya libur sekolah gitu, yang terjual bisa sampai 50 bungkus dengan berbagai variasi pilihan,” tandasnya.-

Jual Bunga Hingga ke Papua, Omzet Jutaan Rupiah Per Hari

Salah satu pegawai tengah merawat bunga, (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Sepanjang Jalan Bukit Berbunga Kota Batu berjajar penjual bunga beraneka ragam. Salah satu yang menyita perhatian MVoice bisa jadi yang paling luas, karena menyediakan lebih dari 100 jenis tanaman bunga hias.

Pengelola tempat itu, Cahya Rizal Afriyandi, sudah pernah menjual bunga dari harga Rp 5000 hingga Rp 50 juta untuk satu jenis tanaman saja. Apalagi koleksinya termasuk jenis-jenis private collection yang memiliki kelas berbeda.

“Kami ada berbagai macam jenis koleksi, ada yang tanaman outdoor yang biasanya untuk taman, ada indoor untuk rumah-rumah pribadi, dan ada pula private collection yang biasanya pembelinya juga orang atau kalangan tertentu,” kata Rizal saat ditemui MVoice di toko bunganya.

Dengan beragam koleksinya ini, Rizal sudah memiliki pelanggan tetap dari seputaran Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga ke Papua. Secara reguler ia mengirimkan pesanan ke seluruh rekanannya tersebut dengan nilai puluhan juta rupiah.

Mengenai omset harian saja, Rizal mengkalkulasikan minimal Rp 5 juta masuk kantongnya. Ini adalah penjualan sehari-hari untuk orang-orang biasa yang membeli satu atau dua bunga. Bukan pengiriman ekspedisi, bukan pula ke luar pulau.

Maka dari itu, pilihan menjual bunga dari Kota Wisata Batu dinilainya sebagai langkah yang tepat untuk berbisnis di jaman sekarang. Apalagi di mana-mana mulai panas sehingga kebutuhan akan bunga dan tanaman taman menjadi mutlak di setiap rumah.

“Koleksi kami yang paling banyak laku secara eceran itu Anggrek, Aralea, Mawar, Krisan, Brukuli, Pucuk Merah, dan banyak sekali satu bunga bermacam jenis. Ada juga koleksi berbagai macam kaktus, juga tanaman koleksi seperti NC yang harganya puluhan juta tersebut,” sambung Rizal.

Untuk bunga outdoor seperti aralea biasanya dijual Rp 7.500, mawar jenis berbirus, mawar lokal, mawar batik harga bervariasi antara Rp 5.000 sampai Rp 7.500. Bunga pucuk merah Rp 7.500, Aralea Rp 7.500, dan sebagainya.

Sedangkan anggrek juga ada berbagai macam jenis, seperti anggrek bulan, dendrobium, fanda, dan katlea. Anggrek inilah yang menurut Rizal paling laris sepanjang masa, baik untuk perorangan maupun pengiriman ekspedisi. Harganya bervariasi mulai Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu tergantung bunganya.

“Rata-rata kalau pembeli biasanya bertanya sekalian soal bagaimana cara merawatnya. Karena kita ini kan jualan bunga hidup. Kita jelasin semua, gak papa, itu bagian dari servis kami,” tandasnya.

Selain menjual bunga dan tanaman, Rizal juga menjual berbagai jenis pot bunga, baik pot plastik, tanah, atau keramik. Ia juga jual tanah medium, pupuk tanaman, dan polibek. Semua itu sebagai pendukung jualan tanaman bunganya.

Sepi Pembeli, Pedagang Balon Merugi

Pedagang balon saat berjualan di Stadion Brantas (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Jamaah salat Idul Adha yang membawa anak-anak menjadi rejeki sendiri bagi penjual balon musiman Kota Batu. Namun sayang, karena penjual banyak dan jamaah sedikit, penjualan balon pun kekurangan pembeli.

Ada kurang lebih 10 penjual balon yang pagi tadi berbaris di belakang jamaah salat Idul Adha di Stadion Brantas. Sepanjang pelaksanaan ibadah, beberapa anak kepincut yang akhirnya memaksa ibu-ibu membeli balon.

Balon berbagai bentuk ini dijual serba Rp 10 ribu oleh pedagang sehingga memudahkan penjualan. Selain di sini, besok pagi mereka juga akan berjualan di Masjid An Nur Alun-alun Kota Batu selama pelaksanaan salat Idul Adha.

“Sekarang sepi mas jualannya. Biasanya ramai sampai penuh stadion, tapi sekarang jamaahnya sepi makanya jualan juga kurang. Dulu laku hampir 100 balon, sekarang baru 15 saja,” ungkap salah satu penjual balon, Tiani, kepada MVoice.

Tiani sendiri berjualan hanya jika ada keramaian saja, baik shalat Idul Adha, Idul Fitri, maupun acara peringatan hari besar nasional. Biasanya, perempuan yang tinggal di Kampung Kauman ini berjualan bersama suaminya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Simin, yang biasanya jualan di Pasar Kota Batu ini. “Saya jual lebih macam-macam, ada berbagai bentuk jual dari harga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Tapi tidak laku banyak,” tandas pria berusia 65 tahun ini.

Telegram Layani 2 Miliar Pesan Perhari

Pencipta Telegram, Pavel Durov (Venturebeat)

MALANGVOICE – Aplikasi chating, Telegram mengumumkan bahwa pesan yang dikirm saat ini meningkat mencapai 2 miliar sejak Agustus 2015. Pencipta Telegram, Pavel Durov, kemudian mengklaim pesaing utamanya, WhatsApp sangat buruk.

“Jika Anda menggunakan WhatsApp, maka saya yakin tidak akan bisa mengirimkan data dokumen pribadi,” katanya seperti dilansir Venturebeat.

Durov melanjutkan, keunggulan Telegram selain mengirim dokumen pribadi adalah keamanan dan privasi. “Privasi dan keamanan merupakan hal penting bagi kami,” jelasnya.

Meski WhatsApp memiliki pengguna aktif hingga 900 juta orang di seluruh dunia, Durov tak mau kalah dengan 62 juta pengguna yang akan terus bertambah.

Selama dua tahun belakangan, Telegram berjalan mandiri dan tidak mendapatkan uang dari investor luar, yang terbaru, Durov menolak dibeli perusahaan sosial di Rusia, Vkontakte, seharga Rp 300 miliar.-

Malang dan Surabaya Pasar Terbesar Oppo di Jatim

Produk smartphone Oppo, Mirror 5

MALANGVOICE – Kota Malang dan Surabaya merupakan pasar terbesar Oppo smartphone di Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Media Engagement Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, saat even hand’s on dengan para blogger, Sabtu (19/9).

Menurutnya, tingkat pembelian di Kota Malang dan Surabaya didominasi mahasiswa yang sadar akan kebutuhan smartphone.

“Sehari di Kota Malang bisa menjual 50 dan akhir pekan sampai 70 unit,” ungkapnya.

Aryo, menambahkan, mahasiswa kini dicukupi kebutuhan smartphone dari Oppo dengan harga terjangkau dan kualitas mumpuni. “Banyak orang beli HP mahal tapi cuma untuk media sosial saja, kan percuma,” katanya.

Dengan hasil itu saja di Jawa Timur, target penjualan 50 persen dari Indonesia di pasar dunia dipastikan memenuhi target. “Bulan September ini ada peningkatan 88 persen penggun Oppo, sangat fantastis dan kami optimis di tahun ini,” tandasnya.

T-Mobile Perluas Jaringan di 20 Negara

T-Mobile Perluas Jaringan di 20 Negara

MALANGVOICE – Perusahaan telekomunikasi asal Jerman, T-Mobile mengumumkan telah mengembangkan jaringannya ke lebih dari 20 negara. Dengan ekspansi itu, T-Mobile menawarkan paket data dan pesan unlimited serta panggilan suara murah di total 145 negara di seluruh dunia.

Kepulauan Bahama dan beberapa negara Eropa seperti Monako, Albania, Belarusia, Bosnia, Azerbaijan, Georgia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan yang jadi sasaran T-Mobile. “Lebih dari 90 persen warga Amerika mengunjungi kawasan itu untuk rekreasi,” kata Presiden dan CEO T-Mobile, John Legere, dikutip PCmag, Jumat (18/9).

John menambahkan, perluasan jaringan selain di Eropa juga dilakukan di semua tempat di Afrika Selatan. Penggunaan data internet saat mengunjungi lokasi wisata di kawasan itu sudah terkover jaringan T-Mobile 2G unlimited yang akan tetap mengoneksikan pengguna aktif di sosial media secara gratis.-

Peta T Mobile