Inovasi Bisnis Mahasiswa Polinema Lolos KBIM

Tim Polinema. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE
Inovasi Bisnis Teh Kulit Jeruk dan Abang Rahasia membawa dua tim mahasiswa Polinema lolos pada Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Tahun 2020.

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia dibawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si. Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia) dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA dengan lima mahasiswa, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

KIBM diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kompetisi ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0, serta membangun soft skill dengan baik. 

KIBM Tahun 2020 diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan dilaksanakan secara daring.

“Tim O’Peel terdiri dari mahasiswa semester tiga yang memulai bisnisnya dari semester dua dan ikut Program Mahasiswa Wirausaha. Tahun ini mereka lolos di KIBM dan mendapatkan pendanaan KIBM senilai Rp. 15 juta”, kata Shabrina Adani Putri.

Rizki Bagus Maulana, Ketua Tim O’Peel menjelaskan bahan baku kulit Jeruk O’Peel diperoleh melalui kerjasama dengan pedagang buah di Batu. Kulit Jeruk mengandung flavonoid dan Vitamin C yang tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh. Produk O’Peel saat ini telah dipasarkan offline dan online.

“Tim Abang Rahasia ini mempunyai usaha kuliner dengan beberapa menu Korea dengan bahan asli Indonesia. Sebelumnya mereka juga ikut PMW sebelum lolos KIBM”, kata Yusna.

Ovillia Reta Artadinata mengatakan Abang Rahasia menyajikan makanan Korea dengan cita rasa rempah khas Indonesia di antaranya Toboki, Raboki, dan Odeng. Produk kuliner ini dipasarkan secara online melalui WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Ketua Entrepreneurship Training Unit (ETU) Polinema, Dr. Dra. Anik Kusmintarti, MM., mengatakan sebelum lolos KIBM kedua tim mengikuti seleksi dengan membuat proposal, melengkapi persyaratan administrasi dan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan.

“Kedua tim mendapatkan pendanaan dari Pusat Prestasi Nasional dan wajib membuat laporan penggunaan dana dan kemajuan usaha. Jika laporannya bagus, mereka berkesempatan untuk mengikuti KIBM Award”, jelas Ketua ETU Polinema.(der)