HP Mulyono Dihubungi, yang Terima Orang Arab

Didik Sujatmiko saat menerima MVoice berbincang dengan wajah sedih. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Sejak hari Sabtu (26/9), keluarga di Batu sudah tidak bisa menghubungi H Mulyono dan Hj Siti Asiyah. Keluarga terakhir berbicara dengan Mulyono setelah ibadah lempar jumroh aqobah pada hari Kamis (24/9).

Anak kandung Mulyono, Didik mengatakan, pada hari Minggu (27/9) sempat menelepon nomor handphone ayahnya namun diterima oleh suara orang dengan berbahasa Arab.

“Saya kaget, yang angkat orang Arab sehingga kita tidak bisa komunikasi. Begitu saya telpon ibu juga demikian, yang angkat lelaki Jawa, hanya bilang ‘halo halo, sek sek’ begitu saja. Suaranya jauh dan ramai sekali,” cerita Didik kepada MVoice saat berkunjung ke rumahnya.

BNN Kota Malang

Setelah mengetahui kondisi itu, seluruh keluarga menjadi bingung. Mereka menelepon pamannya yang ikut haji, juga tidak tersambung. Saat ia dihubungi balik, malah kabar kedua orang tuanya hilang yang datang.

Menurut Didik, ayahnya waktu itu membawa tiga buah HP. Dua HP menggunakan kartu Indonesia, sedangkan 1 HP menggunakan kartu Arab Saudi. Bahkan ibunya juga bawa HP sendiri. Namun pada Hari Minggu ditelpon, dua HP bernomor Indonesia milik Mulyono ketinggalan di maktab sehingga diangkat orang lain.

“Kami hanya bisa menghubungi kalau malam, suaranya agak jernih. Nah nomor bapak saya ini yang angkat Pak Huda, teman satu rombongan. Katanya HP punya bapak ditinggal, dan hanya membawa HP yang pakai nomor Arab tapi saya tidak bisa menghubunginya,” lanjut Didik.

Hingga saat ini, Didik dan keluarga hanya bisa menunggu informasi mengenai nasib kedua orang tuanya itu. Kemenag Kota Batu, KBIH, dan Kepala rombongan di Makkah juga belum mendapatkan informasi yang valid mengenai kondisi Mulyono dan Siti Asiyah.-