Hari Kebangkitan Nasional 2018

Harkitnas Diharap Jadi Ajang Pemersatu Bangsa

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat GM FKPPI, Nurseto Budi Santoso. (Istimewa)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat GM FKPPI, Nurseto Budi Santoso. (Istimewa)

MALANGVOICE – Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei pantas dijadikan sebagai ajang pemersatu. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri) Nurseto Budi Santoso.

Kepada media, ia mengingatkan pada 1908 pemuda Indonesia sepakat dalam pendirian Budi Utomo untuk menjadi suatu bangsa. Sepakat menjadi bangsa kuat dan bangkit merebut kemerdekaan.

Tetapi di zaman sekatang, kata dia, sudah tidak ada perang yang disebabkan karena pertarungan ideologi, Indonesia tidak akan hancur dari serangan pihak luar, tetapi Indonesia bisa terpecah dari dalam sendiri apabila semua golongan hanya mementingkan diri sendiri.

“Oleh sebab itu kepentingan atas keutuhan bangsa dan negara NKRI seharusnya mempersatukan kita semuanya,” kata Nurseto.

Lebih lanjut, pria berkacamata ini mengatakan, seperti pada kasus teror bom yang baru ini terjadi, ia meminta masyarakat agar terus berjuang melawan hal tersebut.

“Sebagai satu kesatuan bangsa bersama harus hadapi, bukan justru saling curiga, saling fitnah yang ujungnya hanya akan merusak persatuan bangsa, Indonesia pernah berkonflik melawan penjajah tetapi jumlah korban jiwanya tidak akan sebanyak konflik SARA,” ujarnya lagi.

Karena itu, ia menegaskan, momentum Kebangkitan Nasional adalah meningkatkan persatuan di atas semua perbedaan dan mengutamakan keutuhan bangsa dan negara NKRI.

“Semangat keutuhan bangsa harus menjadi kekuatan bersama demi memperkuat ikatan persatuan para anak bangsa dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara kita tercinta,” harap Nurseto.(Der/Aka)