Misteri Tewasnya Purnawirawan Polri

Hari ke-4, Polisi Terus Berupaya Ungkap Kasus Kematian Agus Samad

Lokasi rumah korban dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha. (deny rahmawan)
Lokasi rumah korban dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Berselang empat hari pasca Kombes Pol (purn) Agus Samad ditemukan tewas di rumahnya, Perum Bukit Dieng Permai, Sukun, Kota Malang, polisi masih berupaya mengungkap kasus tersebut.

Terakhir, polisi kembali melakukan olah TKP tambahan, Selasa (27/2) setelah kemarin dibantu jajaran Direskrimum Polda Jatim. Kali ini Polres Malang Kota hanya membawa anggota Inafis dan dua orang dokter.

“Kami bawa dokter karena tahu kondisi tubuh korban,” kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha.

Segenap saksi juga ikut dilibatkan. Tujuannya menceritakan proses awal penemuan jasad mantan Wakapolda Sumut tersebut pada Sabtu (24/2) pagi.

“Kami lihat TKP kembali sekaligus membandingkan dengan TKP awal saat ditemukan korban,” lanjutnya.

Kesulitan Olah TKP

Beberapa hari sejak kematian korban, polisi sering menggelar olah TKP lanjutan. Hal itu karena TKP awal menurut Ambuka sudah rusak. Dalam penyelidikan polisi di suatu kasus, dua sisi TKP. Yakni TKP utama dan pendukung.

 Lokasi rumah korban dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha. (deny rahmawan)
Lokasi rumah korban dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha. (deny rahmawan)

“TKP pendukung rusak. Artinya yang di sekitar korban itu juga penting. Kami tidak bisa ketahui bekas kaki di lokasi karena banyak yang masuk,” jelasnya.

Tulang Rusuk Patah

Kematian Agus Samad memang masih menjadi misteri. Pasalnya, polisi belum bisa memastikan apakah korban tewas karena dibunuh atau bunuh diri. Sejumlah fakta dari kasus tersebut sudah dikantongi polisi termasuk hasil pemeriksaan dokter.

Dijelaskan Ambuka, pemeriksaan dokter sementara ada tulang rusuk patah sebelah kiri. Ada juga bekas goresan di paha kanan korban.

“Tulang rusuk itu kemungkinan hasil dari terhantam atau menghamtam sesuatu. Kami belum bisa menyimpulkan,” lanjutnya.

Menggali Keterangan Saksi

Selain terus memeriksa TKP, polisi juga menggali keterangan saksi. Pasalnya korban diketahui tinggal sendiri di rumah sejak istrinya mengurus usaha di Bali.

Beberapa saksi antara lain para keluarga dan tetangga sekitar rumah. “Kami gali keterangan terus dari saksi yang ada. Bagaimana kebiasaan korban dan lain-lain,” singkatnya. (Der/Ery)