MALANGVOICE– Kota Batu dinilai memiliki lumbung pangan yang luas dan berkontribusi dalam menjaga ketersediaan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Jawa Timur.
Tercatat stok beras mencapai 822.854 ton per Februari 2026. Capaian itu mendapat apreasiasi dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa karena Kota Batu sebagai salah satu daerah yang turut mendukung suksesnya program ketahanan pangan Presiden Prabowo.
Pujian itu disampaikan Gubernur Khofifah saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur. Dalam momen itu, dirinya meminta seluruh kepala daerah bersama Satgas Pangan untuk memantau secara ketat pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayah masing-masing, khususnya komoditas beras, guna menghindari lonjakan harga yang signifikan.
“Forum ini diharapkan menjadi ajang koordinasi efektif dalam mempermudah distribusi bahan pokok di lapangan agar pasokan tetap terjaga dan stabil,” terang Khofifah.
Sementara itu, berdasarkan paparan peta sebaran surplus–defisit komoditas strategis tahun 2025, Kota Batu tercatat surplus pada bawang merah dan cabai merah, yang menjadi kekuatan daerah dalam mendukung ketahanan pangan regional. Meski demikian, terdapat beberapa komoditas seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras yang masih perlu mendapat perhatian, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Wawali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk terus mengoptimalkan peran TPID dalam menjaga stabilitas harga melalui pemantauan stok dan distribusi, serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman.
Dalam sesi TP2DD, turut disampaikan bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu per Semester II Tahun 2025 mencapai 99,3 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat Pemkot Batu dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah, meningkatkan transparansi, serta memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan efisien.
“Melalui sinergi TPID dan TP2DD, Pemerintah Kota Batu optimistis mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung transformasi digital demi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” papar Heli.(der)