Diresmikan Wali Kota, Wajah Baru Alun-Alun Merdeka Jadi Landmark dengan Pertahankan Sejarah

MALANGVOICE- Alun-Alun Merdeka Kota Malang resmi dibuka pada Rabu (28/1). Dengan diresmikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat wajah baru alun-alun kini lebih fresh namun tetap mempertahankan sejarah sebagai ikon kota.

Alun-Alun Merdeka yang direvitalisasi menggunakan dana CSR Bank Jatim senilai Rp5 miliar ini dikerjakan selama 105 hari dan baru rampung 20 Januari 2026.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, revitalisasi sudah direncanakan sejak ia menjabat sebagai PJ. Lamanya proses revitalisasi hingga baru terlaksana Oktober 2025 itu dikatakannya perlu mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) serta sejarah yang ada. Tak ayal, Pemkot Malang dan Bank Jatim turut menggandeng komunitas agar tidak sampai meninggalkan sejarah.

Revitalisasi Alun-Alun Malang Dipercepat dan Pertimbangkan Kualitas

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran melihat playground di Alun-Alun Merdeka. (Deny/MVoice)

Hasilnya konsep revitalisasi Alun-Alun Merdeka tetap mempertahankan sejarah sebagai identitas kota. Karena itu revitalisasi bersama Bank Jatim dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tetap menjadi landmark Kota Malang.

“Saya sampaikan dalam revitalisasi ada sejarah dan identitas yang tidak ditinggalkan. Ini menjadi suatu tempat yang mencirikan Kota Malang karena alun-alun merupakan bekas peninggalan Belanda yang dirancang sedemikian rupa,” kata Wahyu.

Ia menyebut keberadaan Alun-Alun Merdeka ini merupakan sejarah bagaimana toleransi beragama dibentuk di Kota Malang. Ada masjid dan gereja bersebelahan. Selain itu juga menjadi tempat perekonomian dan pusat pemerintah pada saat itu.

“Alun-Alun Merdeka tidak meninggalkan semua ciri khas sejarah Kota Malang. Kita punya Kayutangan, punya Balai Kota Malang, ada tempat usaha kita punya sejarah di sini,” jelasnya.

Selama acara peresmian, area Alun-Alun Merdeka juga dibanjiri warga yang sudah antusias. Warga turut menjadi saksi peresmian wajah baru ikon Kota Malang tersebut.

“Harapan dari masyarakat yang sudah menunggu sekian lama akhirnya bisa terwujud. Kita lihat sendiri antusias masyarakat yang ingin menikmati, baik anak-anak, pemandangannya, maupun melihat air mancurnya, itu sangat luar biasa. Tiap kali mereka saya tanya, mereka sangat puas sekali,” lanjut orang nomor satu di Pemkot Malang.

Sementara itu Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan, sangat bersyukur revitalisasi Alun-Alun Merdeka bisa berjalan tepat waktu.

“Sehingga segera dimanfatakan sebagai sarana hiburan edukasi graris masyarakat di Kota Malang,” katanya.

Ia merinci beberapa hal yang berubah dari desain lama alun-alun. Saat ini selain menjadi tempat bermain dan wisata gratis alun-alun juga menjadi sarana edukasi.

Kemudian ada air mancur dengan konsep dry fountain, tambahan arena bermain anak, amphitheater yang diperbaarui, ruang menyusui, Perbaikan toilet, serta perbaikan arena skateboard.

Di tempat yang sama, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Prasetyo, berharap dengan wajah baru Alun-Alun Merdeka ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Malang dan sekitarnya.

“Alun-alun kini tidak hanya menambah estetika kota, kami berharap alun-alun dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan sekitarnya dan bisa dukung ekonomi lokal,” harapnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait