Dana Desa Tahap II di 19 Desa Terancam Hangus

Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Arief Purwanto. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Sebanyak 19 Desa di Kota Batu terancam tidak mendapatkan anggaran Dana Desa (DD) 2017 tahap dua atau termin II. Sebab, DD yang sudah cair tahap pertama masih belum terserap 75 persen sesuai aturan.

Tepatnya sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Transafer ke Daerah dan Dana Desa (DD). Serapan harus mencapai 75 persen dari kalkulasi total anggaran DD yang diberikan tahun ini.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Arief Purwanto mengatakan, memang hingga saat ini, serapan penggunaan DD di 19 desa tahap satu masih 48 persen merujuk laporan per Agustus. Ada beberapa desa serapannya telah baik ada pula yang penggunaan DD tahap satu ini masih nol persen.

BNN Kota Malang

“Maka dari itu fokus kami melakukan pendampingan kepada setiap desa. Melalui pendamping desa, dan kecamatan,” kata Arief ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (14/9).

Arief menambahkan, jika serapan tahap satu tidak segera mencapai target, maka tahap dua DD ini tak bisa cair untuk seluruh desa. Meskipun ada desa yang serapannya mencapai 100 persen. Padahal dari peraturan DD, tahap dua ini seharusnya bisa cair bulan Agustus. Arif menjelaskan, kalau kurangnya serapan penggunaan tahap satu DD ini dikarenakan beberapa faktor.

“Semisal untuk perbaikan insfrastruktur. Beberapa desa ini kebanyakan kesulitan untuk menyediakan tenaga ahli,” urainya.

Tak hanya itu, masih kata Arief masalah pemberdayaan SDM juga mempengaruhi penggunaan anggaran DD. Dikatakannya, pihaknya tak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan bantuan terkait penggunaan DD. Semisal DD tahap pertama ini hingga akhir bulan tidak juga terserap, secara otomatis akan menghapus pencairan tahap dua.

“Tapi tidak sampai mempengaruhi jumlah anggaran yang diterima untuk tahun depan. Hanya saja masuk Silpa anggaran pemerintah pusat,” pungkasnya.

Tahun 2017 DD yang diterima untuk 19 Desa sebesar Rp 18,8 Miliar. Desa yang menerima DD paling besar ialah Desa Tulungrejo yakni Rp 1,2 Miliar. Desa Tulungrejo tahap satu penyerapan anggarannya sudah mencapai 32 persen. Sedangkan penerima DD sedikit Desa Sidomulyo yakni sekitar Rp 800 juta, dengan serapan serapan anggaran mencapai 95 persen. Sementara itu, untuk desa yang masih 0 persen penyerapan DD tahap pertama ialah Desa Torongrejo dan Desa Sumberejo.(Der/Yei)