MALANGVOICE – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung hasil pembangunan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, Selasa (13/1). Dalam kunjungan tersebut, Emil didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.
Proyek drainase senilai Rp32 miliar yang bersumber dari APBD Pemprov Jatim itu secara fisik telah rampung. Namun, Emil mencatat masih ada sejumlah hal yang perlu segera dibenahi.
Kolaborasi Proklim Kota Malang Raih Dua Penghargaan Nasional
Dari hasil pengecekan di lapangan, Emil menemukan beberapa lubang saluran air di sisi jalan yang sudah terisi pasir dan sedimen. Selain itu, terdapat titik tangkapan air yang posisinya tidak sejajar dengan permukaan aspal.
“Ada tempat tangkapan air yang tidak di bawah aspal. Padahal saluran pembuangan air itu seharusnya sejajar dengan jalan. Kalau ada yang menonjol, harus diperbaiki,” ujar Emil.
Ia menegaskan, perbaikan tersebut masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek karena masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan.
“Selama masa pemeliharaan, pelaksana bertanggung jawab penuh untuk pembersihan dan pembenahan. Kami akan terus mengawal supaya fungsi drainase ini benar-benar maksimal,” jelasnya.
Meski memberi catatan, Emil tetap mengapresiasi kinerja Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur yang mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, percepatan pembangunan penting agar tidak terlalu lama mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar Suhat.
“Dari uji petik dan dialog dengan warga, alhamdulillah kondisinya dirasakan lebih baik,” kata Emil.
Pada kesempatan itu, Emil juga mengajak masyarakat ikut menjaga ketertiban di sepanjang kawasan proyek. Ia menyoroti kondisi jalan yang relatif lebih rendah dan kerap dimanfaatkan untuk parkir kendaraan maupun pemasangan banner.
“Ruang publik harus dijaga tetap steril agar fungsi pedestrian dan estetika kawasan bisa terpelihara,” ujarnya.
Ke depan, Emil menyebut akan ada lanjutan pekerjaan berupa flooring yang dijadwalkan tahun ini. Ia meminta koordinasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Malang diperkuat, terutama terkait pengaturan lalu lintas dan waktu pengerjaan agar tidak kembali memberatkan pedagang sekitar.
“Masukan dari publik itu penting. Pengawasan masyarakat justru menjadi dorongan agar semua catatan ini bisa dibenahi secara menyeluruh,” tegas Emil.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan komitmen Pemkot Malang untuk mendukung keindahan kota melalui sterilisasi jalur pedestrian di kawasan Suhat. Ia memastikan jalur pejalan kaki akan dibersihkan dari parkir liar dan atribut yang tidak tertib.
“Kami ingin kawasan ini menjadi fasilitas umum yang berkualitas. Saya sudah instruksikan jajaran kecamatan hingga Satpol PP untuk melakukan sosialisasi dan penertiban bertahap agar pedestrian steril, indah, dan nyaman,” pungkas Ali.(der)