MALANGVOICE – Bonus demografi bakal melanda Indonesia, tak terkecuali Kota Malang. Bonus usia produktif di Kota Malang cukup pesat harus dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kota lebih baik lagi.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, Kota Malang sudah memasuki masa bonus demografi. Sebab, angka usia produktif begitu besar. Termasuk didukung oleh mahasiswa yang jumlahnya mencapai ratusan ribu, setiap tahunnya.
“Setiap tahunnya ada sekitar 100 ribu mahasiswa baru yang masuk ke Kota Malang,” katanya, belum lama ini.
Ia melanjutkan, akibat pesatnya pendatang, Kota Malang memiliki angka pengangguran terbuka terbesar kedua di Jawa Timur. Karena angka usia produktif yang belum memiliki pekerjaan masih sangat tinggi. Fakta itu, menurutnya, harus disikapi bersama sejak dini.
Salah satu cara yang dilakukan untuk menyikapi itu adalah dengan melibatkan pemuda secara langsung dalam proses pembangunan. Selain memberikan wadah, juga bertujuan memberi peluang. Agar mau menyampaikan ide dan gagasan dalam proses pembangunan kota berjuluk Bhumi Arema ini.
“Anak muda sudah kami libatkan bersama dalam Musrenbang tematik, dan itu sangat penting utnuk menangkap ide dan gagasan anak muda,” ujar pria akrab disapa Bung Edi ini.
Keberadaan komunitas anak muda juga memiliki peran besar dalam proses pembangunan. Saat ini, komunitas anak muda sudah memiliki wadah khusus dan selalu dilibatkan dalam proses pembangunan. Termasuk berbagai komunitas kreatif.
“Komunitas pemuda sangat berpengaruh sebagai bagian tak terpisahkan untuk Malang ke depan. Berikan ide yang baik untuk pecahkan persoalan yang dihadapi,” tutup politisi Golkar itu.(Der/Aka)