Becak Wisata Bakal Menjadi Pendukung Heritage di Kota Malang

Pengemudi becak yang sedang menunggu penumpang, (MG2).
Article top ad

MALANGVOICE – Bakal ada Inovasi baru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang yaitu transportasi becak wisata. Transportasi itu nantinya akan beroperasi di lokasi-lokasi dengan nuansa Heritage.

“Jadi selain di sekitar Terminal Wisata Madyopuro, nantinya akan ada di lokasi-lokasi kota yang mempunyai nuansa Heritage,” ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan, Handi Priyanto, (17/2).

Inovasi ini menindaklanjuti rencana pembangunan Terminal Wisata Madyopuro yang ditargetkan bakal terlaksana di tahun 2021, dan juga menyambut adanya kawasan Kayutangan Heritage yang kini masih dalam tahap pembangunan.

Menurut Handi inovasi becak wisata ini bertujuan untuk membantu menghidupkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran dari dampak pandemi.

“Tujuannya ini memang untuk menghidupkan perekonomian masyarakat. Terus juga mengurangi pengangguran dari dampak pandemi,” imbuhnya.

Tidak berhenti di situ, Handi juga membeberkan, jik terminal wisata Madyopuro ini terealisasi, maka pihaknya akan memberikan fasilitas berupa seragam khusus bagi pengemudi becak wisata.

“Nanti kan ada treatment dan pembinaannya ya, jadi nanti akan kita rembukan. Rencananya pun kita akan berikan seragam sendiri bagi pengemudi becak wisata biar lengkap dan terstruktur,” tuturnya.

Sementara itu, Handi mengatakan hingga saat ini terminal wisata ini masih dalam tahap perencanaan dan lelang untuk pembangunan fisik upgrade. Dan karena budget saat ini masih mampu menyediakan sekitar Rp 1 miliar pelaksanaanya nanti bakal dilakukan secara bertahap.

“Sebenarnya kemarin anggaran itu Rp 4,5 miliar dari Kementerian Pariwisata. Tapi kena refokusing di 2020, dana kan gak jadi turun itu. Tapi program itu tetap kita lanjutkan, hanya bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran kita,” ujarnya.

Terkait fasilitas terminal wisata Madyopuro ini, nantinya akan disediakan berbagai macam sarana pendukung mulai dari rest area, sentra kuliner, hingga titik nol dari Jeep wisata menuju Gunung Bromo.(der)