BDD di Malang, Potensi Banyak Lahirnya Start-up Baru

Wali Kota Malang, Sutiaji, didampingi petinggi Bekraf di BDD. (istimewa)

MALANGVOICE – Serius kembangkan subsektor aplikasi dan gim, Bekraf Developer Day (BDD) digelar di Malang, Sabtu (3/8). Ribuan peserta tercatat hadir ikuti acara yang berlangsung di Hotel Harris.

Malang dipercaya Bekraf karena dirasa cukup sukses mengembangkan ekosistem aplikasi dan gim berbasis digital. Buktinya ada 92 perusahaan sudio/startup di Kota Malang dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Kota Malang juga masuk dalam 10 besar program unggulan Bekraf Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dengan sub sektor unggulan aplikasi dan pengembangan gim. Selain itu Kota Malang jadi terbaik kedua di Pulau Jawa sebagai kota kreatif sehingga ditunjuk sebagai role model kota kreatif di Indonesia.

BNN Kota Malang

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, menyatakan, BDD ini mempertemukan peserta dengan para expert di bidangnya, serta mewadahi potensi generasi muda sebagai upaya mendorong kontribusi industri kreatif digital.

“BDD juga menjembatani para developer dengan platform teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital seprti aplikasi dan gim,” katanya.

Hari Santosa berkeyakinan, banyaknya minat dalam mengikuti BDD kali ini bisa memunculkan banyak aplikasi start-up baru. Apalagi acara ini banyak didukung developer sukses, antara lain Dicoding, Amazon Web Series, Premier League Indonesia, IBM, dan Tokopedia serta Kedeputian Bekraf.

“Banyak pemateri sukses yang bisa menginspirasi dalam membuat inovasi start-up. Pada dasarnya, start-up harus bisa solve local problem,” ujarnya.

Upaya BDD ini direspon positif Wali Kota Malang, Sutiaji. Dikatakannya, pemerintah daerah tak akan tutup mata soal perkembangan ekonomi kreatif saat ini. Apalagi di Malang banyak potensi dari SDM, tercatat ada 4.800 lulusan sarjana dengan jurusan yang berkaitan dengan subsektor aplikasi dan gim.

“Malang ini SDM cukup. Kami juga akan bekerja sama dengan SMK dan universitas. Yang jelas pemerintah harus hadir, untuk fasilitas pasti kami fasilitasi,” tutup Sutiaji. (Der/Ulm)