Bawang Putih dan Cabe Rawit Jadi Penyumbang Terbesar Inflansi

Cabe rawit dan bawang penyumbang kenaikan inflansi Maret. (malangvoice)
Cabe rawit dan bawang penyumbang kenaikan inflansi Maret. (malangvoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, inflasi Kota Malang pada Maret 2018 sebesar 0,06 persen. Akumulasi dari tingkat inflansi dari bulan Januari hingga Maret 2018 sebesar 0,82 persen. Dibandingkan tingkat inflansi bulan Maret 2017, inflansi ini naik 3,16 persen.

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyawati mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2018 adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,07 persen), perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,14 persen), sandang (0,36 persen) dan transportasi, komunikasi, jasa keuangan (0, 53 persen)

“Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah bahan makanan (0,23 persen), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,23 persen), dan kesehatan (0,05 persen),” katanya saat rilis inflansi Maret, Senin (2/4)

Selain itu, Dwi Handayani menambahkan, komoditas penyumbang inflansi adalah bawang putih, cabe rawit, angkutan udara, bensin, cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, mujair, rokok kretek filter, cat kayu/besi.

Inflasi bulan Maret tidak melonjak karena ditahan sejumlah komoditas. 10 komoditas utama penghambat inflasi bulan Maret adalah beras, telur ayam reas, kelapa, gula pasir, tarip kereta api, kentang, semangka, tahu mentah, wortel dan udang basah.(Der/Aka)