Lama Vakum, Balap Kuda di Kota Batu Digelar Patuhi Prokes

Latber Pacuan Kuda yang digelar oleh Pordasi Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)
Article top ad

MALANGVOICE – Pecinta Balap Kuda Malang Raya gelar latihan bersama di Lapangan Paramon sirkuit Cross Kota Batu, Rabu (30/12). Setelah vakum tak memacu kudanya akibat pandemi akhirnya latihan bersama dapat digelar kembali.

Latihan bersama ini siiukuti 80 joki kuda se Malang Raya. Latihan diprakarsai oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesi (Pordasi) Kota Batu. Dilakukan dengan joki kufa yang menggunakan masker sebagai pematuhan protokol kesehatan covid-19.

Ketua Pelaksana Latber, Samsul Junaidi menjelaskan, dengan diselenggarakannya event ini memiliki tujuan untuk mencari bibit joki muda. Tak hanya itu event ini juga berguna untuk menggali dan membina atlet berkuda. Terutama atlet muda Kota Batu.

Yang jelas, kata dia, pada event yang berjalan pada masa pandemi ini memiliki sejumlah perbedaan dengan event-event lain yang berjalan pada kondisi normal.

Salah satunya tak diperbolehkan untuk mengundang terlalu banyak masa. “Serta saat sedang berkuda para joki juga diwajibkan untuk menggunakan masker. Bukan kudanya lho yang bermasker. Tapi jokinya,” ujarnya.

Dalam event berkuda ini dibagi menjadi beberapa kelas. Dibagi kelas A hingga kelas F. “Mini A, B, hingga kelas F. Kategori Mini A adalah kategori dengan ukuran kuda 110 cm. Sedangkan kategori tertinggi yakni kelas F. Yang ukuran kudanya sudah 140-142 cm,” beber Samsul.

Selain kategori itu, pada event berkuda ini. Juga menggunakan pengkatagorian pada jenis kudanya. Yakni dengan menggunakan kuda berjenis kuda sandel dan kuda pony. Sementara itu, untuk kategori jokinya dimulai pada kategori usia 7 tahun keatas.

“Namun, ketika mereka semua sudah dewasa. Ada kategori tersendiri pada setiap usianya. Yang jelas masih dalam pembinaan Pordasi dan KONI setempat,” katanya.

Sedangan untuk perawatan kuda pacu selama pandemi, kata Samsul, dilakukan secara ekstra luar biasa. Dengan cara selalu diberi makan yang memiliki gizi tinggi. Selain itu, kuda-kuda itu juga sering dilatih dan diajak untuk berjalan-jalan, stap tunggang ke gunung ataupun ke jalan.

Dirinya berharap, kedepannya olahraga berkuda ini bisa diperhatikan dengan lebih baik lagi oleh Pemkot Batu. Salah satunya dengan diberikan fasilitas lapangan berkuda. Karena di Kota Batu sendiri hingga saat ini belum ada lapangan berkuda.

“Untuk kedepannya, kami akan melakukan event serupa pada setiap enam bulan sekali. Dengan diselingi satu kali event besar pada setiap tahun,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Pordasi Kota Batu, Suherman berharap dengan adanya event ini. Bisa mengobati rasa rindu para pencinta olahraga kuda di Kota Batu. Karena sudah lama tak menyaksikan event berkuda. Selama ada pandemi Covid-19 ini.

“Selain itu, ia juga berharap, dengan adanya event ini. Para atlet muda bisa lebih banyak lagi mendapatkan jam terbang. Sehingga mental mereka bisa terbentuk sejak sedini mungkin,” katanya.

Kata dia, dengan adanya event ini. Tak hanya untuk membentuk mental atlet saja. Namun juga untuk menggali atau mencari bibit-bibit atlet berkuda. Bukan hanya itu saja, event ini juga dilakukan untuk melatih kuda. Agar selalu dalam kondisi fit. Sehingga, jika turun di event-event besar. Kuda-kuda itu sudah sangat siap.

“Saya mewakili Pordasi Kota Batu, berharap pandemi ini bisa cepat berlalu. Sehingga semua kegiatan bisa kembali berjalan dengan normal. Seperti menjalani latihan dengan baik. Serta event berskala nasional ataupun daerah bisa kembali digulirkan,” tutupnya.(der)