Atasi Problem Pertanian dengan Aplikasi Smartphone

Tim Smart City dan Dinas Pertanian Kota Batu saat meninjau lokasi dan menangani lahan pertanian yang mengalami permasalahan (Foto: Kominfo for Mvoice)

MALANGVOICE – Kemajuan teknologi membuat kemudahan dalam berbagai bidang, termasuk dalam pertanian. Salah satu terobosan dalam hal ini dengan aplikasi berbasis ponsel pintar.

Petani hanya cukup mengunduh aplikasi ini di ponsel pintar miliknya, kemudian melalui beberapa prosedur petani bisa langsung mengadu keluh kesahnya terkait permasalahan pertanian yang tengah dihadapinya.

Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Gunarsih petani jeruk keprok, di Desa Pandanrejo, Kec. Bumiaji. Melalui aplikasi ini ia mengirimkan data secara detail terkait problem yang dihadapinya.

BNN Kota Malang

Yakni di ataranya luas lahan sekitar 2600 meter persegi, usia komoditas jeruk keprok sekitar 6 tahun, dan sedang diserang hama lalat buah. Akibatnya buah menjadi busuk dan rontok atau jatuh ke tanah.

Penyuluh pertanian, Mazidhah A’an mengatakan dari keluhan petani itu mendapatkan respon cukup cepat dari tim smart city. Disamping ada jangka waktu untuk laporan yang diajukan petani.

“Ya, menurut saya petani senang bisa langsung ditanggapi keluhannya sehingga permasalahany segera teratsi.

“Selama ini saya beserta tim turun langsung ke lapangan. Respon petani pun sangat baik dan sangat mengapresiasi kinerja Dinas pertanian,” ujarnya

Dari permasalahan tersebut petani mendapatkan respon yang beragam. Bahkan tim smart city didampingi tim Dinas Pertanian terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui masalah yang dihadapi petani.

Perlu diketahui ada beberapa rekomendasi yang diberikan ke petani. Seperti petani harus melakukan pembungkusan buah mulai usia 1,5 bulan. Lalu petani harus memusnahkan jeruk yang terserang hama, baik yang jatuh ke tanah maupun yang masih ada di dahan dengan cara dibakar.

“Nah, hal ini dilakukan petani ketika mereka kesulitan berkomunikasi langsung dengan dinas pertanian. Oleh karena itu ini sangat memudahkan petani, mereka cukup lapor dan ketika diketahui dinas langsung turun lapangan dan tahu permasalahan petani,” tukasnya.(Hmz/Aka)