Alamak, PKL Kembali Sesaki Alun-Alun Batu

PKL kembali memenuhi trotoar sepanjang Jalan Sudiro Alun-alun Kota Batu, Selasa malam (24/7). (Aziz Ramadani/MVoice)
PKL kembali memenuhi trotoar sepanjang Jalan Sudiro Alun-alun Kota Batu, Selasa malam (24/7). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Harapan agar Alun-alun Kota Batu sedap dipandang hanya terjadi beberapa hari saja. Buktinya, PKL kembali memenuhi trotoar sisi barat alun-alun, Selasa (24/7) malam.

Ya, sekitar 30 PKL lengkap dengan lapaknya menghiasi trotoar dan sedikit bahu jalan area alun-alun. Pantauan MVoice sekitar pukul 19.00 WIB, PKL telah memenuhi area sepanjang Jalan Sudiro tersebut.

Sebelumnya, Pemkot Batu telah menertibkan PKL untuk ditata dan dipusatkan di food court area parkir GOR Ganesha. Namun, penataan itu dinilai PKL tak representatif.

Ketua Paguyuban PKL Pelaku Niaga Sipil (PNS) Puspita mengatakan, memang ada 30 pedagang yang kembali berjualan setelah sepekan lebih terpaksa libur akibat proses penataan oleh Pemkot Batu. PKL ini adalah yang tak kebagian tempat. Bahkan Senin malam lalu (23/7), 30 pedagang yang tidak kebagian tempat ini terpaksa harus menginap di pojok Alun-alun Batu.

“Semalam ini mereka tidur di sini. Memikirkan nasib tidak dapat tempat berjualan. Mau gimana lagi, tidak cukup, kalaupun satu bedak dua orang,” kata perempuan akrab disapa Pipit saat ditemui MVoice.

Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk rasa solidaritas sesama rekan yang tergabung dalam wadah paguyuban PNS. Kebijakan yang diterapkan, menurutnya, sama halnya dengan membenturkan PKL dengan pengusaha yang lain. Karena mereka yang menempati Jalan Kartini bawah diprotes pemilik toko.

“Karena membelakangi dan menutupi toko mereka. Ya kami bisa apa. Kalau begini, kami tegaskan, akan kembali berjualan seperti semula,” sambung dia.

Salah satu PKL lain mengaku penataan yang dilakukan Pemkot Batu sangat tidak representatif.

“Kami mau goreng- goreng sempit. Nanti kalau ada yang kecipratan minyak panas bagaimana?” keluhnya.(Der/Aka)