MALANGVOICE– Destinasi wisata Mikutopia menjadi magnet yang menarik minat kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut membawa konsekuensi terhadap meningkatnya volume kendaraan yang mengakibatkan kepadatan lalu lintas. Lantaran jembatan akses masuk menuju destinasi wisata tersebut tergolong sempit.
Manajemen Mikutopia pun berinisiatif melakukan pelebaran jembatan yang ada di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Pelebaran jembatan tak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi dan sektor wisata desa.
Proyek tersebut dikebut dengan sistem kerja 24 jam guna mempercepat penyelesaian. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan akses yang selama ini menjadi kendala utama, terutama saat arus wisatawan membludak.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya proyek pelebaran jembatan tersebut. Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan desa, khususnya di sektor pariwisata.
“Pelebaran jembatan ini sangat kami apresiasi. Selama ini akses di titik tersebut memang menjadi kendala, terutama saat musim libur. Dengan kondisi yang lebih lebar, tentu akan memperlancar mobilitas warga dan wisatawan,” ujar Suliyono.
Ia menambahkan, keberadaan akses jalan yang baik akan berdampak langsung terhadap geliat ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor pertanian dan wisata.
“Kami optimistis, dengan akses yang semakin baik, kunjungan wisata akan meningkat dan secara otomatis berdampak pada pendapatan masyarakat. Ini menjadi peluang besar bagi warga Tulungrejo,” imbuhnya.
Diketahui, sebelumnya jembatan tersebut hanya memiliki lebar 6 meter sehingga tidak mampu menampung dua kendaraan secara bersamaan. Kondisi ini kerap menimbulkan kemacetan hingga harus diberlakukan sistem buka-tutup arus kendaraan.
Kini, setelah dilakukan pelebaran hingga 10 meter, jembatan diproyeksikan mampu dilalui dua kendaraan sekaligus, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman.
Suliyono berharap, pembangunan infrastruktur seperti ini dapat terus berlanjut di titik-titik lain yang masih membutuhkan peningkatan akses.
“Kami berharap ke depan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus terjalin untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya.