MALANGVOICE- Pemerintah Kota Malang terus mengoptimalkan pelaksanaan Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign/CUC) campak. Pelaksanaan imunisasi kejar serentak ini dijadwalkan berlangsung hingga 7 April 2026 dengan target cakupan minimal 95 persen guna mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan menekan penyebaran penyakit campak di Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memantau langsung pelaksanaan CUC campak di Bunulrejo, Senin (6/4). Ia mengatakan, penyakit campak ini bersifat menular dan mobilitas masyarakat sulit dibatasi, karena itu dengan imunisasi yang dilakukan bisa membantu mengurangi risiko penularan.
“Maka yang bisa kita lakukan adalah mempersempit celah penularan dengan capaian imunisasi minimal 95 persen. Ini yang terus kita kejar hingga batas akhir besok,” katanya.
ASN Kota Malang Diajak Hemat dan Sehat Lewat Program “Jumat Aktif”
Dalam kesempatan itu ia menyampaikan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal dan menyasar seluruh anak sesuai target.
“Hari ini saya bersama Kadinkes dan beberapa perangkat daerah melihat langsung pelaksanaan program CUC campak di Kelurahan Bunulrejo, khususnya di RW 03,” bebernya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sasaran mengikuti imunisasi sesuai tahapan yang ditetapkan, yakni untuk anak usia 9-59 bulan.
“Beberapa yang sudah menjadi sasaran alhamdulillah sudah mengikuti dengan baik. Namun masih ada yang perlu pendekatan khusus, karena ada anggapan imunisasi campak ini tidak berdampak,” ungkapnya.
Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk metode door to door untuk menjangkau masyarakat. Namun, Wahyu mengakui masih ada kendala berupa pemahaman masyarakat yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan.
“Kita sudah lakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah, tetapi memang masih ada yang belum menerima pemahaman tersebut. Ini yang terus kita upayakan,” tambahnya.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menegaskan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat guna meningkatkan edukasi kepada warga terkait pentingnya imunisasi campak.
“Kita tidak akan putus asa. Edukasi akan terus kita tingkatkan bersama para tokoh agar masyarakat semakin sadar, karena dampak campak ini bisa sangat fatal jika tidak dicegah,” tegasnya.(der)