MALANGVOICE– Setiap datangnya bulan Ramadan, para pengelola hotel berpacu menyajikan paket menu berbuka puasa. Momen ini selalu dinantikan banyak orang. Karena menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan orang-orang terkasih. Strategi pula ini diharapkan bisa mendongkrak tingkat kunjungan tamu hotel.
Seperti yang dilakukan Oak Tree Glamping Resort yang berada di Jalan Raya Tawangargo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Hotel bintang 4 ini menawarkan paket menu berbuka puasa yang siap memanjakan lidah dengan mengusung tema ‘The Grand Glamp Iftar’. Paket berbuka puasa ini dibuka mulai 21 Februari-18 Maret 2026.
Kitchen Leader Oak Tree Glamping Resort, Ardian Pratomo menuturkan, beragam varian menu disuguhkan untuk memanjakan lidah pengunjung. Selain itu, para pengunjung dapat menyantap hidangan menu berbuka puasa sembari menikmati ketenangan di Wandira Resto dengan aksentuasi alam dengan gaya ornamen arsitektur berornamen bambu.
“Ada banyak varian menu yang bakal disuguhkan selama bulan Ramadan. Mulai dari masakan Nusantara hingga Timur Tengah. Suguhan menu yang dihidangkan bervariasi setiap harinya,” ujar Ardian.
Menu-menu khas Nusantara dipilih karena identik dengan hotel ini yang menonjolkan kekayaan akar budaya kuliner Indonesia. Hidangan kuliner yang dihidangkan berbeda setiap tanggal ganjil dan genap. Pada tanggal ganjil ada beberapa kudapan untuk menyegarakan berbuka puasa. Mulai dari sosis solo, dadar gulung, klepon, kue lumpur, serta gorengan: tahu isi, lumpia, risol hingga sushi. Serta kolak kolak pisang dan dawet nangka.
“Hidangan utama ada ayam bumbu bali, nasi goreng hongkong, cah pakcoy, sop tahu, shortplate teriyaki, bihun jamur, sambal terong. Serta stall pasta, carbonara dan bolognese,” ujar dia.
Sementara, pada tanggal genap, menu pembuka meliputi gulung pisang, pastel, pukis, lumpia serta gorengan: pisang goreng, risol mayo, tahu petis, kolak ubi ungu serta es kuwut. Untuk menu utama yang ditawarkan, antara lain, nasgor merah, ayam bakar, sambal goreng kentang, mie goreng jawa, urap-urap, short plate blackpapper.
“Kalau pengunjung bosan atau kurang tertarik dengan menu tanggal ganjil, bisa memilih di tanggal genap, atau sebaliknya,” imbuh dia.
Ardian berkeyakinan, sajian kuliner yang dihidangkan Oak Tree Glamping Resort memiliki cita rasa yang berbeda dibanding tempat-tempat lainnya. Karena olahan makanan yang disuguhkan sangat dominan menonojolkan bumbu rempah pada masakan khas Nusantara maupun Timur Tengah.
“Meski berganti-ganti menu, ada satu icon yang dipertahankan selama Ramadan yaitu Arabian stall, yakni nasi kebuli dan kopi kurma yang dibuat dari konsentrat kurma di-mix kopi plus susu. Serta chicken cajun dan jus buah segar,” urai Ardian.
HRD Oak Tree Glamping Resort, Agung Prasetyo mengatakan, ‘The Grand Glamp Iftar’ dibuka untuk masyarakat luas yang ingin berbuka bersama sanak family. Bukan hanya untuk tamu yang sedang menginap di hotel saja. Untuk bisa menikmati berbagai varian menu tersebut, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Hanya dengan Rp125 ribu per pax sudah bisa menikmati seluruh menu yang disajikan sepuasnya.
“Ada promo bayar 9 gratis 1. Di momen Ramadan tahun ini, kami sekaligus ingin lebih antusias memanjakan para tamu yang ingin menikmati menu berbuka puasa,” tandas dia.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi mengaku, jika strategi semacam itu cukup efektif menarik tingkat kunjungan hingga 50 persen. Pengunjung yang ingin menikmati menu buka puasa bukan hanya mereka saja yang menjalankan ibadah puasa, tapi juga tamu-tamu hotel dari berbagai daerah.
“Biasanya tamu-tamu hotel yang mendominasi saat bulan puasa. Paket buka puasa ini sekaligus cara beradaptasi ketika penyelenggaraan buka bersama di hotel jarang digelar. Makanya dikemas pax kecil dengan skema all you can eat,” kata Sujud.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menyambut antusias strategi bisnis perhotelan di bulan Ramadan. Hal ini sejalan dengan upaya dalam menawarkan potensi kuliner sebagai daya tarik wisata Kota Batu.
Ia tak menampik, sub sektor ekonomi kreatif semacam kuliner menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam aktivitas berwisata. Banyak ragam menu yang disajikan akan memperkaya khazanah kuliner Kota Batu. Dengan begitu, juga akan memperlengkap referensi destinasi wisata kuliner.
Menurutnya kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan. Dengan begitu akan memberi nilai tambah sebagai daerah wisata. Serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya.
“Kuliner dan pariwisata saling mengisi, saling melengkapi. Disprta Kota Batu juga berkomitmen memacu destinasi wisata kuliner. Beberapa event pernah kami gelar, seperti Batu Street Food Festival bekerja sama dengan PHRI maupun Culinary Festival,” papar dia.(der)