MALANGVOICE– Operasinal wahana Pendulum 360 Jatim Park 1 dihentikan cukup lama sejak terjadinya insiden kecelakaan pada 8 April 2025 lalu.
Peristiwa naas itu mengakibatkan seorang pengunjung berinsial RDP (13) mengalami patah kaki dan tangan lantaran sabuk pengaman yang dikenakannya terlepas, hingga akhirnya terjatuh dari ketinggian sekitar 2 meter.
Selama penghentian operasional yang cukup panjang, pihak manajemen destinasi wisata itu melakukan rangkaian evaluasi menyeluruh menyangkut aspek teknis dan prosedur keamanan dan keselamatan agar insiden serupa tak kembali terjadi. Rangkaian evaluasi itu memantapkan niat manajemen untuk ‘menghidupkan’ kembali wahana permainan pemacu adrenalin itu pada 7 Februari 2025.
“Pengoperasian kembali wahana Pendulum 360 merupakan hasil dari proses evaluasi yang kami lakukan secara menyeluruh dan penuh kehati-hatian. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung selalu menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional yang kami ambil,” ujar Manajer Marketing & PR Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto melalui rilis tertulis.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil peninjauan komprehensif terhadap aspek teknis, operasional, serta penerapan prosedur keselamatan sesuai dengan standar yang berlaku. Ia mengatakan, pihak manajemen telah melakukan rangkaian evaluasi keselamatan secara menyeluruh, sistematis, dan berlapis. Mulai dari peninjauan standar operasional prosedur (SOP) guna memastikan setiap tahapan operasional wahana dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab.
“Penyesuaian SOP tersebut mencakup prosedur persiapan operasional, pengecekan rutin sebelum dan sesudah wahana beroperasi, serta mekanisme pengawasan selama operasional berlangsung,” terang Titik.
Selain itu, seluruh operator wahana Pendulum 360 telah mengikuti pelatihan ulang secara menyeluruh. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis, memperkuat pemahaman terhadap prosedur keselamatan, serta memastikan kesiapsiagaan operator dalam menjalankan operasional sesuai dengan standar keselamatan tertinggi yang ditetapkan perusahaan.
Dari sisi teknis, Jawa Timur Park Group juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem mekanikal, elektrikal, serta struktur wahana. Seluruh komponen diperiksa secara detail guna memastikan fungsi, keandalan, dan ketahanannya berada dalam kondisi optimal. Proses ini menjadi bagian penting dalam penetapan kelayakan operasional wahana sebelum kembali dibuka untuk pengunjung.
“Sebagai langkah penguatan tambahan, Jawa Timur Park Group menerapkan sistem pengawasan operasional berlapis yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan secara konsisten serta meminimalkan potensi risiko selama wahana beroperasi,” imbuh dia.
Jawa Timur Park Group berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan berkelanjutan terhadap standar keselamatan, sistem pengawasan, serta kualitas operasional seluruh wahana yang berada di bawah pengelolaannya. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik serta menghadirkan pengalaman rekreasi yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pengunjung.
“Penerapan standar keselamatan tidak hanya dilakukan pada wahana Pendulum 360, tetapi juga diterapkan secara konsisten pada seluruh wahana yang berada di bawah pengelolaan kami. Seluruh wahana secara berkala melalui rangkaian prosedur evaluasi teknis, operasional, serta pengawasan untuk memastikan setiap wahana beroperasi sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan,” tandas Titik.(der)