107 Ribu Jemaah Padati Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana

MALANGVOICE – Puluhan ribu jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama mulai memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, sejak Sabtu (7/2) malam. Arus kedatangan jemaah datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan terus meningkat hingga menjelang puncak acara.

Hingga H-1, jumlah jemaah yang tercatat mencapai 107.049 orang. Mereka datang menggunakan 1.283 bus, ribuan mobil, serta sepeda motor yang memadati sejumlah titik di Kota Malang.

4.000 Petugas Gabungan Siap Kawal Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana

“Per H-1 tercatat jamaah mencapai 107.049 orang, atau dibulatkan sekitar 107 ribu orang. Jumlah itu datang dengan 1.283 bus dan ribuan kendaraan lainnya,” kata Sekretaris PWNU Jawa Timur, DR HM Faqih, di Surabaya.

Rinciannya, sebanyak 79.049 jemaah berasal dari Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur, sementara 28.000 lainnya merupakan warga Muslimat NU. Seluruh rombongan terbagi dalam sembilan zona dengan sembilan penanggung jawab dari PWNU, didukung 45 ketua rombongan dan narahubung di tingkat lokal.

Dari sisi transportasi, selain bus, jemaah juga menggunakan 6.476 mobil dan 5.413 sepeda motor. Kepadatan ini membuat panitia menerapkan pengaturan ketat di sekitar stadion hingga kawasan penyangga.

Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU PWNU Jatim, Prof Masykuri Bakri, mengatakan kapasitas Stadion Gajayana terbatas jika hanya mengandalkan tribun.

“Kapasitas tribun stadion hanya sekitar 35 ribu orang. Karena itu, sebagian besar jemaah berada di luar lapangan,” ujarnya.

Sebagai solusi, panitia memperbanyak videotron di luar stadion agar jemaah tetap bisa mengikuti rangkaian acara. Videotron tersebut tersebar hingga radius tiga sampai empat kilometer dari lokasi utama.

Pengamanan acara ini mendapat dukungan penuh dari Polda Jawa Timur, Kodam, serta Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2) dan akan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait