Empat Jabatan Strategis Kosong, Proses Selter Pj Sekda Ditarget Rampung 3 Bulan

MALANGVOICE– Rotasi 15 pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II di lingkungan Pemkot Batu meninggalkan kekosongan pada empat kursi jabatan strategis. Kekosongan jabatan berada pada kursi Sektretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Jabatan itu sebelumnya diduduki Zadim Efisiensi yang kini digeser menjadi Asisten Administrasi Umum.

Kekosongan pucuk pimpinan definitif juga berada pada tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni Kepala Satpol PP yang sebelumnya dijabat Abdul Rais dan kini bergeser menjabat Kepala Disperpusip. Selanjutnya, Aries Setiawan yang digeser menjabat Kepala Diskominfo Batu meninggalkan kekosongan pada kursi jabatan Kepala Diskumperindag. Serta kursi Sekretaris DPRD yang ditinggalkan Endro Wahyudi bergeser menduduki jabatan Inspektur Inspektorat.

APBD 2026 Jadi Tumpuan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Wali Kota Batu Nurochman mengambil langkah cepat dengan menunjuk pelaksana sementara pada jabatan-jabatan tersebut. Hal ini guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Khusus posisi Sekda, Pemkot Batu menunjuk Pelaksana Harian (Plh). Kepala BKAD Kota Batu, Eny Rachyuningsih dipercaya duduk sebagai Plh Sekda. Sementara kekosongan jabatan kepala pada tiga OPD diisi pelaksana tugas (Plt).

“Plt Kepala Satpol PP diisi Sekretaris Satpol PP, Fariz Pasharella. Plt Kepala Diskumperindag diisi Dian Fachroni yang saat ini menjabat Kepala DLH. Sedangkan Plt Sekretaris DPRD diisi pejabat lama, Endro Wahjudi,” terang Nurochman.

Cak Nur itu menegaskan, pengisian Plh dan Plt bersifat sementara. Khusus untuk jabatan Sekda, Pemkot Batu menargetkan proses pengisian definitif bisa dilakukan secepat mungkin melalui mekanisme seleksi terbuka. Menurutnya, tugas utama Plh Sekda adalah segera mengusulkan nama-nama calon Penjabat (Pj) Sekda kepada pemerintah provinsi. Nantinya, Pj Sekda tersebut akan memimpin proses seleksi terbuka guna memilih Sekda definitif.

“Plh Sekda punya tugas penting. Dia harus mengusulkan nama Pj Sekda. Setelah itu, Pj Sekda akan membuka ruang seleksi terbuka untuk Sekda definitif,” jelasnya.

Dengan langkah percepatan tersebut, Pemkot Batu berharap transisi kepemimpinan birokrasi dapat berjalan mulus, tanpa mengganggu pelayanan publik maupun agenda pembangunan daerah. Cak Nur menargetkan, proses seleksi terbuka (selter) tersebut bisa rampung dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ia menilai keberadaan Sekda definitif sangat krusial bagi stabilitas dan efektivitas birokrasi di Pemkot Batu.

‘Kalau bisa sebelum tiga bulan sudah selesai. Karena Sekda itu ibarat konduktor, atau dirigen yang mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Jadi harus segera ada Sekda definitif,” tegasnya.

Untuk itu, ia menginstruksikan Plh Sekda agar langsung bergerak tanpa menunggu waktu lama. Bahkan, proses administrasi diharapkan bisa dimulai sejak hari penunjukan. Sehingga usulan Pj Sekda bisa segera dikirimkan ke Pemprov Jatim.

Lebih lanjut, Cak Nur menegaskan bahwa calon Pj Sekda nantinya hanya akan diambil dari internal Pemkot Batu. Menurutnya, banyak pejabat di lingkungan Pemkot Batu yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk mengemban amanah tersebut.

“Pj Sekda dari lingkungan Pemkot Batu saja. Kita punya keluarga besar di sini. Kita beri kesempatan pejabat yang ada, tentu dengan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Saya kira komitmen baru mereka sudah mulai terlihat bagus,” tuturnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait