MALANGVOICE– Kolaborasi multipihak yang kokoh sangat berperan vital untuk mendorong sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa cepat naik kelas. Tulang punggung ekonomi kerakyatan ini menjadi tumpuan yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah bagi Kota Batu.
Upaya memacu pengembangan UMKM ditempuh Pemkot Batu melalui penyelenggaraan scale up business. Event tersebut menjadi momentum pengembangan UMKM yang tangguh, adaptif dan berdaya saing. Terlebih sektor ini juga lekat dengan industri padat karya yang dapat menyerap angkatan kerja.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan, Kota Batu memiliki potensi besar di sektor UMKM, industri kreatif, pertanian olahan, dan ekonomi wisata. Namun, tantangan digitalisasi, perubahan pola konsumsi, dan kapasitas manajerial masih harus diperkuat.
Naik 3,09 Poin, Pelayanan Publik Kota Batu Berpredikat Zona Hijau Kualitas Tinggi
“Scale Up Business menjadi ruang harapan bagi usaha kecil untuk tumbuh menjadi besar, ide sederhana menjadi produk unggulan, dan kerja sunyi para pelaku usaha menjadi kekuatan ekonomi daerah,” ujar Heli.
Pemkot Batu juga memberikan penghargaan kepada sejumlah institusi karena dinilai berperan dalam pembinaan, fasilitasi ekspor, pembiayaan, penguatan regulasi, dan dukungan nyata bagi perkembangan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Wali Kota Batu, Nurochman memaparkan, kota dengan populasi penduduk 220 ribu jiwa ini, mencatatkan pertumbuhan PDRB sekitar 20,25 triliun di tahun 2024. Laju pertumbuhan ekonomi Kota Batu sejak 2020-2024 grafiknya bangkit cepat dari pandemi. Di tahun 2020 mengalami kontraksi -6,46 persen, lalu tumbuh 6,20 persen di 2021-2023 nelampaui Jatim dan nasional. Di tahun 2024 ada pelambatan menjadi 5,04 persen, namun masih di atas capain nasional.
“Ini menandakan basis perekonomian cukup kuat ditopang pariwisata, UMKM, pertanian dan perdagangan,” imbuh Cak Nur.
Sektor-sektor unggulan tersebut berkontribusi terhadap laju PDRB Kota Batu. Industri pariwisata dengan 96 destinasi mampu mendatangkan 10 juta wisatawan. Implikasinya, sektor pariwisata berkontribusi 35 persen terhadap PDRB. Sektor pertanian berkontribusi 16,20 persen dengan dengan luas lahan 11.748 hektar areal pertanian. Sementara sektor UMKM bekontribusi sebesar 47,43 persen.
“Tentunya kami sangat gembira ketika kegiatan pemerintah pusat ditempatkan di Kota Batu. Kami siap berkolanorasi dan berinovasi untuk menciptakan tumbuh kembang ekonomi kreatif,” lanjut Cak Nur.
Dari sisi penanaman modal menunjukkan pertumbuhan signifikan. Investasi yang masuk ke Kota Batu pada Oktober 2024 sebesar Rp1,366 triliun atau terealisasi 102 persen. Capaiannya melonjak dua kali lipat pada Oktober 2025 yang membukukan Rp2,6 triliun atau terealisasi 234 persen.
“Ini dapat disimpulkan, kepercayaan dunia usaha kepada Pemkot Batu yang dapat menciptakan iklim investasi yang aman. Maka mari kita jaga. kenyamana, keharmonisan di Kota Batu,” ucap politisi PKB itu.(der)