Pertegas Identitas Kota Batu sebagai Pusat Ekraf dan Destinasi Wisata Berbasis Komunitas

MALANGVOICE– Batu Bisnis Festival dan Jambore Desa Wisata 2025 digelar secara bersamaan di area parkir timur Balai Kota Among Tani Kota Batu. Event tersebut digelar mulai 31 Juli-3 Agustus dengan mengusung tema ‘Harmoni Desa Wisata: Menyatu dengan Alam, Budaya, dan Masyarakat”.

Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antara pelaku usaha, penggiat desa wisata dan masyarakat. Sekaligus memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota agropolitan dan destinasi wisata unggulan.

Gelaran tersebut menjadi ajang untuk mempromosikan keunikan tiap desa-desa wisata. Karena pertumbuhan desa wisata turut membawa dampak multiplier effect terhadap sektor lainnya, seperti UMKM. Terlebih pariwisata dan UMKM serta ekonomi kreatif merupakan bagian sektor unggulan dalam menggerakkan roda perekonomian Kota Batu.

Wali Kota Batu, Nurochman dan Wawali Kota Batu, Heli Suyanto meninjau stand UMKM dalam gelaran Batu Bisnis Festival dan Jambore Desa Wisata yang digelar Disparta Batu di halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu. (MVoice/Pemkot Batu).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menyatakan, Batu Bisnis Festival tahun ini melibatkan 39 booth dan 38 tenda yang diisi oleh pelaku UMKM, baik dari Kota Batu maupun daerah lain.

“Tahun ini pesertanya sangat beragam. Tidak hanya UMKM lokal, tapi juga dari BUMN seperti Pertamina, instansi kementerian seperti Kemenkeu, instansi swasta, serta pemerintah daerah lain seperti Kota Malang, Tangerang, hingga Banjarmasin,” jelas Onny.

Menurutnya, kehadiran peserta dari luar daerah ini dapat memperluas peluang kolaborasi lintas daerah. “Harapannya dapat terbentuk jejaring antar UMKM yang bisa meningkatkan daya saing dan perputaran ekonomi, tidak hanya selama event, tapi juga pasca-event,” imbuhnya.

Tak hanya pameran produk, festival ini juga menghadirkan berbagai program pendukung yang menyasar peningkatan kapasitas dan literasi pelaku usaha. Mulai dari talkshow desa wisata, literasi keuangan bagi UMKM, hingga informasi pembiayaan usaha.

Di sisi lain, Jambore Desa Wisata menjadi program unggulan yang memperkenalkan langsung pesona desa wisata Kota Batu. Para peserta diajak merasakan langsung pengalaman wisata khas desa, seperti petik stroberi di Desa Pandanrejo dan petik apel di Desa Tulungrejo.

“Kami ingin memberi pengalaman langsung agar peserta dari luar bisa melihat potensi desa wisata Kota Batu. Ini cara efektif untuk promosi sekaligus membuka peluang kolaborasi,” ujar Onny.

Dari ajang ini, Disparta menargetkan perputaran ekonomi bisa menembus Rp300 juta. Bukan target yang mustahil mengingat geliat transaksi dan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan pentingnya event seperti ini sebagai ruang aktualisasi dan branding produk-produk lokal. “Ini ajang menjemput buyer, membangun jejaring dan memperluas pasar. Tidak boleh berhenti di event ini saja, harus ada keberlanjutan,” tegas Cak Nur sapaannya.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan UMKM tidak bisa dilepaskan dari kemitraan. Kolaborasi antar pelaku usaha, antar daerah, hingga dukungan pemerintah harus berjalan seiring.

“Kami ingin menciptakan iklim usaha dan investasi yang sehat. Ini komitmen kami untuk terus mendukung potensi lokal agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Cak Nur juga menyoroti pentingnya penguatan desa wisata dengan desain dan arah yang jelas. Ia tak ingin desa wisata di Kota Batu hanya sekadar meniru konsep dari daerah lain. Maka perlu diciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan agar konsep desa wisata bukan sekedar pelengkap, namun harus menjadi motor penggerak ekonomi.

Kolaborasi Internasional, Polinema dan PSA Malaysia Tebar 2.000 Ikan Nila di Malang

“Desain desa wisata Kota Batu harus punya karakter. Tidak asal copy-paste. Harus mencerminkan jati diri dan kekuatan lokal Kota Batu,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Batu juga tengah mendorong konsep sustainable tourism dan green tourism. Harapannya, wisatawan domestik maupun mancanegara bisa melihat Kota Batu sebagai destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Event ini jadi bukti nyata komitmen kami terhadap penguatan UMKM dan desa wisata Kota Batu. Harus terus dijaga keberlangsungannya agar manfaatnya makin luas,” tutup Cak Nur.(Der)

Berita Terkini

Arikel Terkait