MALANGVOICE- Ratusan relawan dari komunitas ambulans Malang Raya mengikuti pelatihan kegawatdaruratan yang diselenggarakan RS Hermina dan Rumah Solusi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan para relawan dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan kondisi gawat darurat lainnya.
Pelatihan yang digelar di Naiki Coffee Jalan Semeru, Kamis (27/2) ini, menggandeng Satlantas Polresta Malang Kota dan PSC 119. Para relawan mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta pertolongan dan penanganan pertama pada korban laka lantas.
Direktur RS Hermina, dr. Agnes Widayu Estiningsih, menekankan pentingnya pembekalan ini bagi para relawan.
Satu Spesialis Maling Toko Ditangkap Masih Berusia 18 Tahun, Dua Pelaku Buron
“Penanganan kegawatdaruratan di lapangan, termasuk kecepatan penanganan, sangat krusial untuk menurunkan tingkat kesakitan dan kegawatan pasien,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, RS Hermina menghadirkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sebagai pemateri. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelatihan yang berkualitas dan relevan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu M. Isrofi, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk sinergitas dalam penanganan korban laka lantas.
“Dengan adanya sinergitas yang baik, diharapkan dapat meningkatkan responsivitas penanganan medis dan menekan fatalitas pada korban kecelakaan,” katanya.
Koordinator Yayasan Rumah Solusi Malang Raya, Anto, menambahkan pentingnya koordinasi dari berbagai sektor terkait penanganan kegawatdaruratan.
“Koordinasi dan kolaborasi yang baik dari semua pihak sangat penting, terutama dalam penanganan korban laka lantas,” tegasnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para relawan ambulans di Malang Raya dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Dengan demikian, diharapkan angka fatalitas korban laka lantas dapat ditekan dan masyarakat dapat merasa lebih aman.(der)